<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442</id><updated>2011-09-15T22:12:33.495+07:00</updated><title type='text'>Tanto Yakobus</title><subtitle type='html'>aku tak bisa menyapa, namun bercerita lewat kata tentang banyak hal seputar Borneo Barat...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>319</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-7424728728021677513</id><published>2011-06-22T15:44:00.000+07:00</published><updated>2011-06-22T15:44:32.718+07:00</updated><title type='text'>Andai Itu Bukan Mimpi</title><content type='html'>Oleh Tanto Yakobus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai warga Kalimantan Barat yang tinggal di kota Pontianak, saya melihat perkembangan kota Pontianak tidak ideal. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Lihat saja jalan-jalan protokol di kota Pontianak sangat kecil. Bila dilebarkan, harus mengorbankan parit. Akibat parit yang semakin sempit itu, bila hujan sebentar saja pastilah banjir menggenangi jalan-jalan di kota Pontianak.&lt;br /&gt;Itu belum lagi soal bangunan rumah penduduknya, maupun ruko yang tidak lagi memakai aturan. Yang harusnya jarak bangunan dari jalan 15 hingga 20 meter, faktanya teras rumah orang rata-rata menyentuh bibir jalan. &lt;br /&gt;Itu fakta yang terjadi sekarang ini. Bagaimana perkembangan 10 atau 20 tahun kedepan? Di bayangan saya, Pontianak bila tidak membuat penataan yang lebih elegan, pastilah menjadi kota kumuh. Tanda-tanda itu tadi, terlihat dari penataan jalan, rumah dan kawasan yang tidak mengedepankan estetika sebagai calon kota modern. &lt;br /&gt;Bila ingin berbuat, sebetulnya kita belum terlamat. Masih ada waktu untuk merealiasi mimpi-mimpi itu. Masih bisa menjadikan semua kitu bukan mimpi. Asal ada kemauan dan dukungan masyarakat saja. Itu tugas semua stakeholder yang memegang kebijakan.&lt;br /&gt;Kalau perlu pemimpin daerah ini harus berani bikin kebijakan yang keluar dari mainstream kebijakan secara umum. Misal soal penataan kawasan dan perencana pembangunan kedepan.&lt;br /&gt;Saya berandai-andai pusat kota dipindah ke jalan Trans Kalimantan. Bila anda pernah melintasi jalan Trans Kalimantan dari Tayan ke Pontianak atau sebaliknya. Di sepanjang jalan masih terhampar luas tanah kosong. &lt;br /&gt;Dengan kondisi seperti itu, saya membayangkan alangkah indahnya kalau di jalan Trans Kalimantan khususnya jalur Ambawang-Tayan dibangun bandar udara (Bandara) Internasional. Dengan Bandara Internasional di Tayan/ Ambawang maka semua daerah kabupaten mempunyai akses ke situ. Misal dari Sambas-Singkawang bila hendak ke bandara itu, bangun saja jalan tembus dari Sungai Pinyuh ke jalan Trans Kalimantan. Begitu juga dari Bengkayang-Landak bila hendak mencapai Bandara Internasional itu, tinggal bikin jalan tembus juga. &lt;br /&gt;Butuh biaya memang. Tapi kalau direncanakan dengan matang, maka 10-20 tahun kedepan, orang akan menikmatinya. Dengan kawasan yang masih terbuka seperti itu, maka akses jalan dan pemukiman dibangun standar. Jangan bikin sempit seperti di kota Pontianak. &lt;br /&gt;Begitu juga dengan kebijakan di bidang pemerintahan. Kalau perlu kantor Gubernur juga dipindahkan ke kawasan tersebut. Dengan demikian, maka isolasi daerah semakin terbuka. Dengan Bandara Internasional dan pusat pemerintahan di Ambawang-Tayan, maka rasanya masyarakat bagian timur Kalbar tidak perlu lagi membuat Provinsi Kapuas Raya. Karena letak ibukota provinsi sudah di tengah-tengah. &lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan Bandara Supadio? Cukup belajar dari pengembangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dimana Bandara Halim Perdanakusuma diserahkan ke militer. Bila Bandara Internasional di trans Kalimantan itu jadi, maka Supadio diserahkan untuk pangkalan militer saja. Pemanfaatannya bisa saja sama dengan Lanud Halim Perdanakusuma di Jakarta itu. Sedangkan komersial semua dipusatkan di trans Kalimantan. Soal nama bandaranya terserah saja. Boleh Bandara Oevaang Oeray atau Bandara Cornelis! Tapi itu sekedar inspirasi yang hanya sebatas mimpi saja. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-7424728728021677513?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/7424728728021677513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=7424728728021677513' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7424728728021677513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7424728728021677513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2011/06/andai-itu-bukan-mimpi.html' title='Andai Itu Bukan Mimpi'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-3831680976532069529</id><published>2011-06-22T15:36:00.003+07:00</published><updated>2011-06-22T15:48:13.948+07:00</updated><title type='text'>Demokrasi Warung Kopi</title><content type='html'>Oleh Tanto Yakobus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari ini saya ada kesempatan kongkow-kongkow di warung kopi. Beberapa tahun silam saya sudah nongkrong di warung kopi, namun karena kesibukan, kebiasaan itu terhenti. Tapi kemarin saya kembali menjumpai ’teman-teman’ lama warung kopi di kawasan Nusa Indah, Merapi hingga Hijas.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;Karena teman-teman warung kopi itu berasal dari beragam latar belakang, mulai dari politik, bisnis, pedagang hingga tukang jual oborolan, maka topik bicara pun loncat sana loncat sini. Itu biasalah di warung kopi.&lt;br /&gt;Tidak ada bahasan pasti. Semua mengalir begitu saja sesuai tema yang terjadi pagi itu. Tema yang dibicarakan pastilah bersumber dari koran yang dijual beberapa pengasong di warung kopi tersebut. Kebetulan pagi itu, topiknya pemilukada Landak, dimana Adrianus keluar sebagai pemenangnya. So pasti tema obrolan pun pemilukada Landak dan Adrianus. &lt;br /&gt;Namanya juga warung kopi. Siapa pun di situ bebas bicara. Semua bebas membuat analisa. Ada yang memuji, ada yang mengkritik. Kadang juga mencela. Tapi tidak ada yang tersinggung, apalagi marah dengan oboral yang intonasinya tinggi rendah itu.&lt;br /&gt;Bak pengamat politik sungguhan, mereka pintar bicara, pintar menganalisa. Kemenangan Adrianus yang diusung PDIP tak lain, karena itu kandangnya banteng. Analisa mereka terus berkembang hingga tak terasa hari beranjak siang. &lt;br /&gt;Saya jadi terbayang, andai saja demokrasi ala warung kopi itu dipraktikkan dalam kehidupan perpolitikan sesungguhnya (di parlemen misalnya). Sebab mereka bebas bicara bahkan mencela, tapi tidak ada yang tersinggung. Mereka bebas mengekspresikan ketidaksukaan terhadap seseorang, kadang saking kerasnya bicara sehingga mengundang perhatian orang sekitar. Tapi itu tadi, tidak ada yang harus marah.&lt;br /&gt;Ini barangkali sudah menjadi tatakerama tersendiri di warung kopi. Bicara bebas tentang apa saja, habis kopi semua sepi. Habis kopi semua kembali ke tempat masing-masing. Lain halnya bagi pebisnis, habis kopi lanjut bicara bisnis di kantor. &lt;br /&gt;Memang warung kopi di kota Pontianak sudah multi fungsi. Tapi azas demokrasi warung kopi benar-benar terpuji. Saya salut dengan orang-orang yang bicara blak-blakan, tapi habis di warung kopi. &lt;br /&gt;Padahal mereka berasal dari berbagai latar belakang, tapi satu di warung kopi. Nah, itulah indahnya demokrasi warung kopi. Tidak seperti demokrasi di parlemen, bisa-bisa kena lempar kursi. Bila Anda ingin mempraktikan demokrasi sesungguhnya, ya ke warung kopi saja, pasti lebih seru dan aman tentunya. Sekali lagi, itulah uniknya demokrasi warung kopi. Selamat mencoba!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-3831680976532069529?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/3831680976532069529/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=3831680976532069529' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/3831680976532069529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/3831680976532069529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2011/06/demokrasi-warung-kopi.html' title='Demokrasi Warung Kopi'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-5544638776997560802</id><published>2010-07-08T13:27:00.000+07:00</published><updated>2010-07-08T13:28:19.820+07:00</updated><title type='text'>Hari Berkabung Daerah Kalbar</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, tanggal 28 Juni 2010, masyarakat Kalimantan Barat dihimbau memasang bendera setengah tiang. &lt;br /&gt;Pemasangan bendera setengah tiang itu sebagai tanda berkabung atas peristiwa pembantian tokoh-tokoh pergerakan dan ribuan masyarakat Kalimantan Barat yang tewas di bantai tentara Jepang di Desa Kopyang Kecamantan Mandor Kabupaten Landak, yang terjadi pada tanggal 28 Juni 1944 silam.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;66 tahun silam, satu generasi anak bangsa yang tewas di Mandor, yang kini dijadikan sebagai tempat Makam Juang Mandor. Dan setiap tahun, pada tanggal 28 Juni diperingati sebagai Hari Berkabung Daerah yang diperkuat dengan Peraturan Daerah nomor 5 Tahun 2007 tentang Hari Berkabung Daerah (HBD).&lt;br /&gt;Para korban yang dibunuh pada rentang waktu Tahun 1942-1945 jumlahnya diperkirakan mencapai 21.037 orang. &lt;br /&gt;Mereka dimakamkan tersebar di beberapa lokasi. Biasanya, setelah upacara, dilanjutkan dengan ziarah ke kompleks Makam Mandor. &lt;br /&gt;Sebelum peristiwa pembantaian itu, masyarakat Kalbar sebetulnya menyambut baik kehadiran facisme Jepang di bumi Borneo Barat ini. Terlebih karena Jepang berhasil menyingkirkan Hindia Belanda yang sudah tiga setengah abad menjajah Indonesia, termasuk Kalbar.&lt;br /&gt;Namun setelah pasukan Rikugun (Angkatan Darat) ditarik mundur dan digantikan pasukan Angkatan Laut (Kaigun) dalam jumlah yang lebih besar maka janji-janji Jepang yang akan membantu rakyat mulai diragukan.&lt;br /&gt;Kesan saudara tua dan pemimpin Asia yang bermaksud membebaskan rakyat dari belenggu penjajahan Barat tidak tanpak dalam tindak tanduk tentara Jepang. &lt;br /&gt;Mulai terjadi penculikan dan pembantaian dimana-mana. Dan puncaknya, pembantaian ribuan orang di dareah Desa Kopyang Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak.&lt;br /&gt;Untuk mengenang para korban pembantaian itu, maka Pemerintah Provinsi Kalbar pada tahun 2007 lalu menetapkan tanggal 28 Juni sebagai hari berkabung daerah. Sebab pembantian yang dilakukan secara besar-besaran dilakukan tentara Jepang pada tanggal 28 Juni itu. &lt;br /&gt;Para korban sebelum dibantai, mereka mengalami penyiksaan. Bahkan saat dilakukan eksekusi, kepala mereka disungkup (ditutup) dengan kain, setelah itu baru ditembak hingga mati. &lt;br /&gt;Setiap tahun Pemprov Kalbar menghimbau masyarakat untuk memasang bendera setengah tiang sebagai tanda untuk memperingati Hari Berkabung Daerah. Dan hari ini, Senin (28/6) tepat 66 tahun lalu kita kembali diingatkan pada peristiwa keji ala Angkatan Laut Jepang itu.&lt;br /&gt;Semoga dengan peristiwa ini bukan menjadikan kita untuk balas dendam, tapi bagaimana semangat kejuangan para tokoh dan masyarakat Kalbar itu menyemangati nilai persatuan dan kesatuan bangsa, sehingga kebersamaan kita bisa terwujud dalam membangun Kalbar yang juah lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-5544638776997560802?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/5544638776997560802/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=5544638776997560802' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/5544638776997560802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/5544638776997560802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2010/07/hari-berkabung-daerah-kalbar.html' title='Hari Berkabung Daerah Kalbar'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-1708341852641724169</id><published>2010-07-08T13:25:00.000+07:00</published><updated>2010-07-08T13:26:24.587+07:00</updated><title type='text'>Blunder Tifatul</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah upaya penyelesaian kasus video mesum mirip artis Ariel, Luna Maya dan Cut Tari, Menkominfo Tifatul Sembiring justru buat blunder. &lt;br /&gt;Ucapannya dengan menganalogikan pandangan Islam dan Kristen tentang peristiwa penyalibkan Nabi Isa terkait kebenaran kasus Ariel ’mesum’ menuai kecaman banyak pihak.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kontan saja, ucapan dari seorang Tifatul Sembiring yang tak lain pejabat negara dan publik figur itu menyulut kontroversial baru. Ucapannya jelas melukai perasaan umat Kristiani dan umat lainnya di Indonesia.&lt;br /&gt;Sebagai pejabat negara, hasusnya Tifatul bijak bila harus menganalogikan sesuatu, sebab banyak contoh lain yang justru lebih mengena. &lt;br /&gt;Menyikapi itu pula, Senin (28/6) kemarin, ratusan massa dari puluhan ormas keagamaan baik Katolik maupun PW Ansor Kalbar menuntut Presiden Susilo Bambang Yudhoyoni mencopot Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring dari jabatannya. Ratusan massa melakukan long march menuju Gedung DPRD sambil membawa poster yang berisi kecaman atas pernyataan Tifatul. Pengunjuk rasa menganggap pernyataan Tifatul Sembiring pada 18 Juni lalu melecehkan dan menodai ajaran agama. &lt;br /&gt;Para pengunjuk rasa juga menilai Tifatul telah dengan seenaknya membuat analogi yang tidak etis dan melukai hati umat Kristiani dengan peristiwa penyaliban Nabi Isa tersebut.&lt;br /&gt;Pencopotan seperti disuarakan oleh Ketua PMKRI Kalbar, Lidya Natalia Sartono. Hal sama disampaikan Deputi Administratur Sekretariat Bersama Kesenian Dayak (Sekberkesda) Kalbar, Yosef Odillo Oendoen menegaskan.&lt;br /&gt;Bahkan pria juga seniman itu akan menyampaikan langsung tuntutan pencopotan Tifatul ke Presiden SBY bersama DPRD Kalbar. &lt;br /&gt;Romawi Martin Ketua PW Ansor Kalbar dalam dialog dengan DPRD menyayangkan sikap ceroboh dari Tifatul, mantan Presiden PKS itu, karena sudah mencederai nilai kebangsaan dan keberagaman dan kebehinekaan.&lt;br /&gt;Tifatul telah mengusik ketentraman umat yang selama ini sudah terjalin baik. Harusnya, nilai itu dapat disimpan dalam hati masing-masing, sehingga kedamaian abadi tetaplah abadi selama ini, tanpa harus diusik dengan ucapan yang tidak pada tempatnya. &lt;br /&gt;Kita berharap kasus Tifatul ini menjadi pengalaman dan cermin bagi para pejabat publik di negeri ini. Kita juga mencatat, beberapa waktu lalu Walikota Singkawang, Hasan Karman membuat makalah yang kalimatnya juga menyinggung puak Melayu di Kalbar, tapi bisa diselesaikan secara elegan oleh Hasan Karman sendiri. Bagaimana dengan Tifatul? Entahlah! &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-1708341852641724169?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/1708341852641724169/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=1708341852641724169' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/1708341852641724169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/1708341852641724169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2010/07/blunder-tifatul.html' title='Blunder Tifatul'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-3584815538130183382</id><published>2010-07-08T13:17:00.001+07:00</published><updated>2010-07-08T13:20:20.735+07:00</updated><title type='text'>Kodam XII Tanjungpura</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/TDVuA3rKDPI/AAAAAAAABIM/uGPh0euoDL0/s1600/Markas+Komando+Daerah+Militer+XII+Tanjungpura+yang+merupakan+bekas+Markas+Komando+Resort+Militer+121+ABW+yang+kini+pindah+ke+Sintang,+KODAM+XII+Tanjungpura+akan+diresmikan+2+Juli+mendatang+FOTO+Hentakun.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/TDVuA3rKDPI/AAAAAAAABIM/uGPh0euoDL0/s200/Markas+Komando+Daerah+Militer+XII+Tanjungpura+yang+merupakan+bekas+Markas+Komando+Resort+Militer+121+ABW+yang+kini+pindah+ke+Sintang,+KODAM+XII+Tanjungpura+akan+diresmikan+2+Juli+mendatang+FOTO+Hentakun.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491416281872207090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panglima Komando Daerah Militer XII Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Moeldoko dijadwalkan datang ke Kalbar guna mempersiapkan peresmian Markas Kodam di kawasan Jalan Trans Kalimantan Kabupaten Kubu Raya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, maka resmilah kehadiran kembali Kodam di Kalbar. Kehadiran Kodam tersebut untuk merespon kebutuhan daerah ini yang semakin komplek. Baik dari ancaman dari luar maupun internal sendiri.&lt;br /&gt;Kita berharap kehadiran kembali Kodam di Kalbar bukan justru menghadirkan masalah baru, tapi bisa membantu memajukan daerah ini dari segala ketertinggalannya, terutama soal pembangunan.&lt;br /&gt;Sebab kita ketahui, pandangan TNI sudah beda dengan yang dulu-dulu. Tentu pendekatannya beda, bila dulu mengedepankan pendekatan militeristis, namun sekarang lebih mengutamakan kekeluargaan, tentu dalam bingkai demokrasi.&lt;br /&gt;Kepastian kedatangan Pangdam XII Tanjungpura itu dibenarkan Kepala Penerangan Korem 121/Alambhana Wanawai Kapten (Kav) Hendry Napitupulu di Pontianak, Selasa (29/6) sore.&lt;br /&gt;Kehadiran Pangdam lebih awal untuk mempersiapkan peresmian Makodam XII/TPR yang rencananya akan dilakukan Jumat (2/7) mendatang. Rencananya peresmian itu akan dihadiri Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI George Toisutta.&lt;br /&gt;Moeldoko sebelumnya menjabat sebagai Panglima Divisi I Infantri Kostrad. Lulusan terbaik Akademi Militer 1981 itu, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam Jaya/Jayakarta tahun 2008. &lt;br /&gt;Sebelumnya pernah bertugas di beberapa satuan dengan jabatan yang cukup strategis seperti Wadan Yonif 202/Tajimalela, Danyonif 201/Jaya Yudha, Dandim 0501 BS/Jakarta Pusat, Sespri Wakasad, Pabandya-3 Ops PB-IV/Sopsad. &lt;br /&gt;Komandan Brigif-1 Pengamanan Ibu Kota, Asisten Operasi Kepala Staf Kodam VI/TPR, Dirbindiklat Pussenif, Danrindam VI/TPR, Danrem 141/TP Dam VII/WRB, Pa Ahli Kasad Bidang Ekonomi dan Dirdok Kodiklat TNI AD. &lt;br /&gt;Moeldoko dilahirkan di Kediri, 8 Juli 1957 dengan pendidikan umum Strata 3 (S-3). Sedangkan pendidikan militer dimulai dari Akabri, Susarcab, Suslapa Inf, Seskoad, Sesko TNI, Susdanrem, Susstrat Perang Semesta dan Lemhanas RI, mempunyai seorang istri bernama Koesni Harningsih dan telah dikaruniai dua anak. &lt;br /&gt;Sementara itu, Markas Korem 121/ABW akan dialihkan ke Sintang. Sebelumnya di Kalimantan terdapat empat Kodam yang kemudian dilebur menjadi Kodam VI Tanjungpura pada Desember 1984. &lt;br /&gt;Kodam XII/Tanjungpura yang bermarkas di Pontianak akan mencakup dua provinsi yakni Kalbar dan Kalteng. Sedangkan Kodam VI/Mulawarman untuk wilayah Kalsel dan Kaltim.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-3584815538130183382?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/3584815538130183382/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=3584815538130183382' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/3584815538130183382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/3584815538130183382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2010/07/kodam-xii-tanjungpura.html' title='Kodam XII Tanjungpura'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/TDVuA3rKDPI/AAAAAAAABIM/uGPh0euoDL0/s72-c/Markas+Komando+Daerah+Militer+XII+Tanjungpura+yang+merupakan+bekas+Markas+Komando+Resort+Militer+121+ABW+yang+kini+pindah+ke+Sintang,+KODAM+XII+Tanjungpura+akan+diresmikan+2+Juli+mendatang+FOTO+Hentakun.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-6034223543657226043</id><published>2010-07-08T13:12:00.000+07:00</published><updated>2010-07-08T13:14:10.355+07:00</updated><title type='text'>Menjadi Kreatif</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang apa pun, tak terkecuali dunia kerja, sikap kreatif erat kaitannya dengan antusiasme dan gairah kerja demi mencapai kesuksesan.&lt;br /&gt;Setiap orang mesti punya kemampuan untuk meningkatkan kreativitasnya masing-masing. Artinya, kita jangan sampai hanya takjub dengan ide-ide orang lain saja, tapi bagaimana ide kita bisa lebih kreatif dan cemerlang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dan sebuah ide kreatif itu tidak mesti dikemukakan ke orang lain, tapi sikap kita, kinerja kita dalam menjalankan ide itu lebih penting, karena hasil kerja kita langsung kelihatan. Darisitulah orang menilai bahwa kita punya ide yang harus didukung. Dan ide itu tidak perlu bicara, karenanya, kita harus kreatif.&lt;br /&gt;Mengapa harus kreatif? Sebab banyak orang di sekitar kita justru sering terlihat santai dan mengabaikan kreaitivitasnya. Kita tidak tahu sebab musababnya, apakah karena malas? Tidak fokus? Atau memang tidak menyadari manfaat dari kreaivitas itu? Entahlah karena setiap orang punya kreatif juga untuk bersikap.&lt;br /&gt;Menurut saya, menjadi kreatif itu penting. Terlebih dalam dunia kerja. Untuk meningkatkan kinerja dan mencapai hasil maksimal, maka butuh kreativitas tinggi. Sebab dalam hidup, kita pasti selalu berhadapan dengan masalah. karena itu, maka kita perlu ide-ide untuk mengatasi masalah tersebut. Kita harus kreatif mencari ide-ide untuk memecahkan masalah yang kita hadapi. Sebab masalah bisa datang dari mana pun, dan kapan pun. Dia tidak mengenal ruang dan waktu, bila kita tidak kreatif, maka ujung-ujungnya jadi stress sendiri. &lt;br /&gt;Dalam pekerjaan, persaingan tidak pernah berhenti. Kita akan menghadapi produk yang sama dengan orang lain. Makanya kita harus kreatif menghasilkan ide-ide untuk membuat atau memperbaiki produk kita agar tetap unggul.&lt;br /&gt;Kreativitas ditentukan sejauh mana kita menginginkan hal-hal baru. Motivasi ini dilandasi sejauh mana kita menginginkan perbaikan dalam hidup kita atau sejauh mana kita sedang mengalami kesulitan. Maka itulah yang mendorong sikap kreatif kita.&lt;br /&gt;Dalam perusahaan, yang membedakan kita dengan karyawan lain adalah soal kreativitas kita dalam mencari solusi, menghasil ide-ide dan terobosan, serta dalam menjalankan tugas sendiri. Kadang kita lalai dan tidak disiplin. Orang kreatif tidak menyerah, karena selalu memiliki solusi alternatif. Itulah fakta mengapa kita harus menjadi orang kreatif...? mari kita renungkan....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-6034223543657226043?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/6034223543657226043/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=6034223543657226043' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/6034223543657226043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/6034223543657226043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2010/07/menjadi-kreatif.html' title='Menjadi Kreatif'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-6555934512630256555</id><published>2010-07-08T13:00:00.001+07:00</published><updated>2010-07-08T13:04:48.218+07:00</updated><title type='text'>PLN dan Byarpet</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat (2/7) kemarin, Gubernue Kalimantan Barat, Cornelis meresmikan mesin baru milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Kalimantan Barat.&lt;br /&gt;Mesin baru tersebut berkekuatan 30 Mega Watt. Artinya, kini ada penambahnan daya sebesar 30 MW. Selama ini PLN Kalbar selalu mengeluhkan kekurangan daya. Dan kekuarangan daya itu pulalah yang menjadi penyebab salah satu mengapa PLN sering melakukan byarpet.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Akibat byarpet yang selalu sering dari PLN itu, bahkan sampai tidak terjadwal lagi, sehingga masyarakat konsumen banyak dirugikan. Baik dari segi materi maupun peluang usaha lainnya.&lt;br /&gt;Dari segi material, jelas akibat seringnya byarpet itu peralatan elektronik rusak, apesnya lagi kasus kebakaran sudah tidak terhitung. Parahnya, walau polisi sudah menduga kebakaran akibat arus pendek atau byarpet sekalipun, tidak pernah di proses.&lt;br /&gt;Aneh memang. Tapi itulah fakta di negeri ini, masyarakat selalu pada posisi yang tidak berdaya. Terlebih masyarakat konsumen PLN yang selama ini memang mengandalkan PLN sebagai satu-satunya alat penerangan. &lt;br /&gt;Kita tentu berharap, dengan diresmikannya mesin baru berkekuatan 30 MW itu, cukup untuk melayani konsumen yang tersebar dari area Pontianak, Mempawah dan Singkawang.&lt;br /&gt;Terlebih lagi untuk menghadapi masa puasa dan lebaran nanti. PLN harus bisa menjamin tidak ada lagi pemadaman. Kasihan masyarakat terutama yang menunaikan ibadah puasa, akan kerepotan bila harus menyediakan santapan sahur bila listrik yang disuplai PLN tidak menyala alias byarpet.&lt;br /&gt;Kita tidak ingin, justru di bulan puasa masyarakat tidak tenang menjalankannya. Yang ada justru protes dan demo dengan PLN.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan dengan ditambahkannya daya mampu dari sistem Khatulistiwa ini, maka daya 175 MW yang selama ini kita pakai meningkat menjadi 205 MW.&lt;br /&gt;Selain itu, untuk mendukung agar tidak terjadi lagi byarpet lagi, pihak PLN juga berencana akan menyewa mesin pembangkit berkapasitas 50 MW untuk memperkuat pelayanan di Sistem Khatulistiwa itu. Dan mesin dengan kapasitas 30 MW itu adalah tahan pertama yang sudah terealisasi.&lt;br /&gt;Artinya, selanjutnya nanti tinggal 20 MW yang sedang dalam pengerjaan dan rencananya masuk ke Sistem Khatulistiwa pada Agustus atau September mendatang.&lt;br /&gt;Dengan penambahan kapasitas tersebut maka dapat memenuhi kriteria N-1 pembangkitan. "Artinya, akan tersedia cadangan daya sebesar satu unit pembangkit terbesar pada masing-masing sistem.&lt;br /&gt;Saat ini mesin pembangkit terbesar di Sistem Khatulistiwa yakni Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) berkapasitas 30 MW.  &lt;br /&gt;Selain itu, kita masih punya potensi sumber energi listrik lainnya seperti air, angin dan matahari yang belum dimanfaatkan secara optimal. Adalah tugas kita bersama terutama stakeholder yang punya wewenang, saatnyalah mengarahkan kemampuan untuk memanfaatkan sumber daya listrik yang belum tergarap tersebut. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-6555934512630256555?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/6555934512630256555/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=6555934512630256555' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/6555934512630256555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/6555934512630256555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2010/07/pln-dan-byarpet.html' title='PLN dan Byarpet'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-8335338035756269486</id><published>2010-07-08T12:57:00.002+07:00</published><updated>2010-07-08T13:05:20.042+07:00</updated><title type='text'>Selamat Bergabung Wartawan Baru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/TDVpQ_dd9wI/AAAAAAAABIE/bHh-Ouvoue0/s1600/DSC_0358.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/TDVpQ_dd9wI/AAAAAAAABIE/bHh-Ouvoue0/s200/DSC_0358.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491411061282043650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dua pekan lalu kami Redaksi Borneo Tribune melakukan rekrutmen dan pelantikan terhadap lima orang calon reporter atau wartawan baru. &lt;br /&gt;Kelima calon reporter itu kami latih setelah melakukan serangkaian tes bersama puluhan pelamar yang belum beruntung. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah Bagus Kosminto, Nurmala Sari, Yanuarius Viodeogo Seno, Herianto, Hawad Sriyanto.&lt;br /&gt;Dan masih ada Fikri Akbar yang sudah bergabung lebih dulu beberapa bulan.&lt;br /&gt;Dan pekan ini, para calon wartawan baru itu akan mulai ngantor di markas besar kami, Kantor Redaksi Borneo Tribune yang beralamat di Jalan Purnama Dalam No 02, Pontianak Selatan.&lt;br /&gt;Tentu saja, momen rekrutmen dan pelantihan itu tidak akan dilewatkan begitu saja. Kami sudah menyiapkan berbagai program untuk mendidik para calon wartawan baru tersebut agar kelak menjadi wartawan handal di lapangan.&lt;br /&gt;Dari pelatihan atau training jurnalistik dasar yang kami lakukan, mereka terlihat antusias mengikutinya. Bahkan karena latar belakang meraka dari perguruan tinggi, mereka dengan mudah menyerap ilmu yang para Redaktur transferkan kepada mereka setiap harinya, selama kurang lebih sepekan ini.&lt;br /&gt;Dengan kemampuan yang mereka miliki, serta standar yang kami terapkan agar bisa menjadi wartawan yang mampu menulis dengan gaya bercerita, maka dalam kerja sesungguhnya di lapangan kelak, kami tidak perlu kuatir lagi dengan kemampuan mereka.&lt;br /&gt;Sebelum terjun ke lapangan, mereka sudah diperkenalkan dengan cara meliput yang benar, bertanya yang sopan dan beretika, serta yang tidak kalah pentingnya, bagaimana melakukan investigasi dengan benar dan mampu menulis hasilnya dengan baik pula.&lt;br /&gt;Dengan penambahkan personel di devisi Redaksi, kami yakin liputan semakin berwarna, mereka siap menjadi wartawan handal dan bersama-sama keluarga besar Borneo Tribune bahu membahu membawa harian ini menjadi koran terdepan walau muda usia, tapi pintar dan kreatif. &lt;br /&gt;Tentu dukungan Anda para pembaca sangat kami harapkan, terutama kritik dan saran baik kepada awak Redaksi, maupun keluarga besar Borneo Tribune secara keseluruhan. Kritik Anda kami anggap sebagai bentuk kecintaan kepada kami. Selamat membaca.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-8335338035756269486?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/8335338035756269486/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=8335338035756269486' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/8335338035756269486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/8335338035756269486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2010/07/selamat-bergabung-wartawan-baru.html' title='Selamat Bergabung Wartawan Baru'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/TDVpQ_dd9wI/AAAAAAAABIE/bHh-Ouvoue0/s72-c/DSC_0358.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-7267371238504015760</id><published>2010-07-06T22:21:00.000+07:00</published><updated>2010-07-06T22:22:29.480+07:00</updated><title type='text'>Menumbuhkan Kreativitas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/TDNKLsxbqdI/AAAAAAAABH8/Pu_bpPCESgU/s1600/puzzel2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 181px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/TDNKLsxbqdI/AAAAAAAABH8/Pu_bpPCESgU/s200/puzzel2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5490813935552276946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekan lalu saya mencoba menuangkan pemahaman saya tentang bagaimana agar menjadi kreatif. Memang kelihatan sederhana, tapi bila tidak dipahami di mana pun posisi kita bila tidak kreatif maka akan menjadi sia-sia dan ujung-ujungnya stress sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebab ide kreatif itu tidak jatuh begitu saja dari langit ketika orang lagi bengong atau bersemedi mencari wangsit. Prinsipnya, barang siapa tidak menanam maka dia tidak akan memetik hasilnya. Bibit-bibit ide kreatif perlu ditanam, dipupuk, dan disirami dalam diri kita selama bertahun-tahun bahkan selama hidup. &lt;br /&gt;Dan saya teringat dengan ungkapan Nur Iskandar, rekan kerja saya di kantor Borneo Tribune, bila ingin hidup seseorang harus menanam. Dan menanam saya pikir harus kreatif juga.&lt;br /&gt;Mengutif ungkapan Nur Iskandar, bila ingin sayar, tanamlah sayur, bila ingin sukses kerja yang tekun, dan bila dihargai tanamlah kebaikan kepada siapa pun. Itulah prinsip ”menanam” kita sendiri yang akan memanennya.&lt;br /&gt;Banyak ragam dan cara untuk menumbuhkan kreativitas itu. Pada prinsipnya, mencari ide bukanlah mencari sesuatu yang berada di luar diri kita. Mencari ide adalah mencari sesuatu yang sudah ada dalam pikiran kita. &lt;br /&gt;Dengan banyak membaca, kita mengisi pikiran dengan bahan-bahan berupa potongan-potongan informasi. Dan potongan informasi itu bila rangkaian bisa membentuk sebuah gambar/bentuk yang memiliki makna cukup jelas yang dapat berupa ide kreatif. &lt;br /&gt;Memang agak repot merangkai potongan-potongan informasi yang belum lengap itu. Adalah tugas kita untuk melengkapinya pada saat mewujudkan ide yang kita pikirkan tersebut. &lt;br /&gt;Dan ide itu bisa muncul setelah kita membaca buku, majalah, koran, atau artikel-artikel bahkan jurnal penelitian sekalipun. Yang penting, isinya bermutu dan sesuai dengan kebutuhan dan minat kita. Semakin banyak informasi bermutu yang kita peroleh, berarti semakin banyak informasi yang kita kumpulkan. Hal itu berarti peluang untuk mendapatkan ide kreatif semakin besar. &lt;br /&gt;Nah, ide besar sebetulnya sangat membantu kita dalam bekerja. Karena dengan ide besar itu, kita punya bingkai untuk merealisasinya. Tapi kadangkala ide besar justru menjadi beban, sehingga kinerja bertambah buruk. Bila kinerja buruk, maka frustrasi membayangi setiap langkah, maka ide yang besar itu menjadi sia-sia.&lt;br /&gt;Kegagalan itu penyebabnya diri kita sendiri. kita terlalu ego dengan kemampuan kita sehingga kreativitas menjadi hilang. Tidak percaya teman, tidak menghargai teman, dan yang paling berbahaya ketersinggungan tinggi.&lt;br /&gt;Setiap siapa pun bicara, seakan mengarah ke kita, atau membicarakan kegagalan kita, pekerjaan kita. Padahal orang itu belum tentu bicarakan masalah kita.&lt;br /&gt;Nah, bila setiap orang sadar dan dapat menumbuhkan kreativitas pada dirinya, maka ide atau gagasan untuk memajukan perusahaan pasti terwujud. Sebab ide atau gagasan itu adalah mimpi dan mimpi itu dalah bayangan keberhasilan kita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-7267371238504015760?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/7267371238504015760/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=7267371238504015760' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7267371238504015760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7267371238504015760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2010/07/menumbuhkan-kreativitas.html' title='Menumbuhkan Kreativitas'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/TDNKLsxbqdI/AAAAAAAABH8/Pu_bpPCESgU/s72-c/puzzel2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-4445487971813414730</id><published>2010-07-06T22:16:00.002+07:00</published><updated>2010-07-06T22:20:06.420+07:00</updated><title type='text'>Tabung Gas Palsu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/TDNJoAq9hhI/AAAAAAAABH0/H_Ih5Q66lKk/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 143px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/TDNJoAq9hhI/AAAAAAAABH0/H_Ih5Q66lKk/s200/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5490813322418554386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan masyarakat resah. Pasalnya, kini beredar tabung gas elpiji tiga kilogram palsu. &lt;br /&gt;Kasus tabung gas elpiji meledak dan banyak makan korban jiwa, diduga akibat pemakaian tabung gas yang palsu tersebut. Itulah mengapa akhir-akhir ini masyarakat resah. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kita mencatat, keresahan juga datang dari ibu-ibu rumah tangga di Kota Pontianak yang sudah menggunakan tabung gas tiga kilogram yang dibagikan secara gratis oleh pemerintah, sebagai konpensasi dari pencabutan subsidi minyak tanah beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;Beredarnya tabung gas palsu tersebut, kita minta kepada pihak berwenang, termasuk Pemerintah Kota Pontianak, Kubu Raya dan Kabupaten Pontianak untuk memantau peredaran tabung gas palsu tersebut.&lt;br /&gt;Kita tidak boleh lalai, apalagi terlambat mengantisipasinya. Bila sampai lengah, maka besar kemungkinan jatuh korban di daerah ini. &lt;br /&gt;Setakat ini, korban kompor atau tabung gas meledak baru terjadi di Pulau Jawa dan Sulawesi saja. Kejadian serupa tidak tertutup kemungkinan terulang di daerah ini.&lt;br /&gt;Sebab sekarang penyebaran tabungan palsu kabarnya sudah merata di daerah-daerah yang sudah mendapat jatah kompor dan tabung gas gratis dari pemerintah itu.&lt;br /&gt;Selain mengawasan peredarannya di masyarakat, kita minta aparat juga menelusuri pembuat dan penyebar atau penyalurnya. Bila ditemukan, berikan sanksi tegas. Sebab ulah para pembuat itu sama saja dengan pembunuhan. Mereka sudah mengantar bom ke rumah tangga yang tidak tahu apa-apa.&lt;br /&gt;Tabung gas palsu itu ibarat bom waktu, kapan saja bisa meledak. Artinya, perbuatan para produsennya sama dengan tindak pidana, sebab sudah mengatar barang yang bisa mengancam keselamatan jiwa pemakainya.&lt;br /&gt;Untuk itu, kita sangat mengutuk perbuatan seperti itu. Sekali lagi, sebelum jatuh korban jiwa, kita minta pelaku diusut dan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku di negeri ini. Kepada mereka yang mencari keuntungan dengan cara membahayakan nyawa orang lain, jangan diberi kesempatan. Di sini hukum harus ditegakkan.&lt;br /&gt;Demikian juga dengan pihak Pertamina khsusunya Rayon VII Provinsi Kalimantan Barat sebagai penyalur, sekali lagi kita minta agar melakukan pengawasan ketat terhadap tabung gas palsu tersebut.&lt;br /&gt;Dalam hal distribusi, adalah kewenangan Pertamina melakukan pengawasan. Kalau perlu lakukan sidak dan razia sampai ke agen-agen dan penjual eceran di warung-warung sebelum jatuh korban.&lt;br /&gt;Demikian juga dengan industri rumahan, dan gudang-gudang penampung, Pertamina harus melakukan pengawasan berkala. Sebab ada kemungkinan ada penyalur nakal yang menggunakan tabung gas palsu tersebut, termasuk aksi pencurian gas yang belakangan marak terjadi di gudang-gudang penampung. Kepada masyarakat, juga harus jeli dan teliti sebelum menggunakan tabung gas tiga kilogram palsu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-4445487971813414730?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/4445487971813414730/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=4445487971813414730' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/4445487971813414730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/4445487971813414730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2010/07/tabung-gas-palsu.html' title='Tabung Gas Palsu'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/TDNJoAq9hhI/AAAAAAAABH0/H_Ih5Q66lKk/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-2938493076789509154</id><published>2010-07-06T10:45:00.004+07:00</published><updated>2010-07-06T22:15:20.140+07:00</updated><title type='text'>Daerah Otonom Baru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/TDNIFdAlIUI/AAAAAAAABHs/NWazfQtvYgM/s1600/kalbar.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/TDNIFdAlIUI/AAAAAAAABHs/NWazfQtvYgM/s200/kalbar.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5490811629218373954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUPUS sudah harapan masyarakat kawasan timur Kalimantan Barat yang sempat menggelorakan pembentukan Provinsi Kapuas Raya. Kini harapan itu tinggal cerita, sebab Pemerintah Pusat sudah menyatakan untuk sementara tidak ada pemekaran di Provinsi Kalbar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dinyatakan Gubernur Kalbar Cornelis, bahwa tidak ada pemekaran atau daerah otonom baru di provinsi ini sampai kurun waktu 2017-2022. &lt;br /&gt;Itu artinya, niat lima kabupaten, yakni Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu membentuk satu provinsi sebagai daerah otonom baru—pemekaran Provinsi Kalimantan Barat, dalam kurun waktu hingga 2017-2022 tidak akan pernah terwujud.&lt;br /&gt;Gubernur Cornelis menyatakan itu sebagai perintah Presiden lewat Menteri Dalam Negeri, Gemawan Fauzi. &lt;br /&gt;Apalagi pernyataan gubernur itu, langsung di harapan Komisi II DPR RI, yang tengah melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Barat, terutama terkait pembangunan wilayah perbatasan.&lt;br /&gt;Walau demikian, Cornelis menyatakan, masyarakat tetap bisa mengajukan usulan pemekaran suatu wilayah secara langsung ke DPR. Tanpa melibatkan Gubernur.&lt;br /&gt;Bila sudah demikian, kita berharap para pihak yang selama ini getol memperjuangkan pembantukan Provinsi Kapuas Raya, lebih baik mulai memikirkan bagaimana mengelola potensi daerah yang sudah ada, sehingga pengelolaannya besa lebih baik lagi, ketimpang memperjuangkan hal-hal yang masih butuk biaya dan pengorbanan yang lebih lagi.&lt;br /&gt;Toh selama ini, kita bisa belajar dari kondisi yang ada sekarang, sebagian besar biaya pembangunan untuk daerah ini, baik kabupaten/kota maupun provinsi sendiri masih mengandalkan bantuan dari Pemerintah Pusat.&lt;br /&gt;Kita belum mampu mandiri secara ekonomi. Selama ini beban baik gaji pegawai maupun pembiayaan daerah lainnya masih mengandalkan bantuan dari pusat lewat APBN.&lt;br /&gt;Masih menurut Cornelis, kita boleh saja membentuk daerah otonom baru. Tapi mesti dipersiapkan dengan baik, sebab berkaca dari Provinsi Kalbar saat ini dengan pendapatan sekitar Rp 500 miliar, bagaimana mungkin bisa membangun jalan mulus di Kalbar?&lt;br /&gt;Bila ada daerah otonom baru, tentu pendapatan Kalbar pastilah berkurang. Dan itu bisa dilihat dari pengalaman pemekaran daerah kabupaten. Kalau bukan kabupaten induk yang dananya berkurang, pastilah kabupaten pemekaran. Dan untuk daerah pemekaran bantuan langsung dari pusat hanya untuk tiga tahun pertama saja, untuk membangun fasilitas kantor dan infrastruktur lainnya. Selebihnya, mengandalkan pendapatan asli daerah (PAD) yang sekarang jumlahnya terus menurut, seiring menurunnya sumber daya alam produktif, seperti kayu dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Presiden, melalui instansi terkait sudah membuat desain utama untuk daerah otonom baru di seluruh Indonesia. &lt;br /&gt;Sebelumnya memang ada usulan pemekaran wilayah di Kalbar menjadi dua provinsi yakni Kapuas Raya dan Kalbar. &lt;br /&gt;Tapi, untuk sementara belum ada kelanjutannya, karena kebijakan Pemerintah Pusat menghentikan daerah pemekeran atau otonom baru, karena berdasarkan penilaian Dewan Perimbangan Otonomi Daerah, tidak sedikit pemekaran yang justru mengalami kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-2938493076789509154?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/2938493076789509154/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=2938493076789509154' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/2938493076789509154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/2938493076789509154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2010/07/daerah-otonom-baru.html' title='Daerah Otonom Baru'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/TDNIFdAlIUI/AAAAAAAABHs/NWazfQtvYgM/s72-c/kalbar.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-752602144478478822</id><published>2009-11-19T21:52:00.000+07:00</published><updated>2009-11-19T21:53:13.941+07:00</updated><title type='text'>Komisi Ilegal</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja komisi ilegal. Kedengarannya asing di kuping kita. karena kita di Kalbar ini belum pernah mengalaminya.&lt;br /&gt;Tapi kalau soal TKI/TKW ilegal sering dengar, bahkan sering saksikan. Demikian juga dengan penyeludupan barang yang berbau ilegal, sering kali kita baca di koran. Itu maklum saja, karena kita ini daerah yang berbatasan darat langsung dengan negera lain, Malaysia dan Brunai Darussalam. Tentu banyak jalan tikus di sepanjang perbatasan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi soal pertambangan ilegal, atau pembalakan hutan secara liar atau bahasa polisinya illegal longging. Dua, tiga tahun lalu operasinya menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat, terutama di daerah pedalaman—yang masih memiliki hutan rimba.&lt;br /&gt;Nah, kembali ke kerja komisi ilegal tadi, itu terkait dengan pimpinan DPRD Provinsi hingga kini masih sementara. Sementara komisi dan badan sudah terbentuk, namun mereka tidak bisa bekerja, karena apabila ngoyo kerja, apa pun yang mereka kerjakan itu ilegal, karena komisi, badan atau apa pun namanya yang menunjang tugas kedewanan harus disahkan oleh pimpinan definitif.&lt;br /&gt;Soal kerja komisi ilegal ini sebetulnya keluar dari mulut Ketua Fraksi PKS, Fatahillah Abrar yang bersama rekan-rekan melakukan konsultasi ke Depdagri terkait Partai Golkar yang hingga deadline belum juga menyodorkan nama unsur pimpinan.&lt;br /&gt;Sementara tiga partai lainnya, yakni PDIP, Demokrat dan PPP sudah memasukkan nama untuk unsur pimpinan. Nah, bagaimana komisi-komisi yang sudah dibentuk itu bisa bekerja, sementara pimpinan definitif belum tebentuk?&lt;br /&gt;Itulah, hal ikwal mengapa muncul istilah kerja komisi ilegal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-752602144478478822?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/752602144478478822/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=752602144478478822' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/752602144478478822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/752602144478478822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/11/komisi-ilegal.html' title='Komisi Ilegal'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-2877647555759880928</id><published>2009-11-19T21:49:00.000+07:00</published><updated>2009-11-19T21:50:43.808+07:00</updated><title type='text'>Soal Kenaikan Tunjangan PNS</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini di media nasional kita baca, untuk profesional tidak mesti menaikkan gaji. Itu apa artinya? &lt;br /&gt;Artinya, orang yang profesional bukan ditentukan oleh besar kecilnya gaji, tapi profesional karena memang dia ahli di bidangnya, atau menguasai bidang pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nah, bila dia menguasai bidangnya, berapa pun gaji yang diterimanya, dia akan tetap bekerja profesional. Karena memang itu profesinya dan profesi itu wajib dijaga.&lt;br /&gt;Tapi di negeri ini, profesional sering diukur dengan upah yang diterimanya. Besar upah, besar pula tenaga dan pikiran yang harus dikeluarkannya. Bila budaya itu dipertahankan terus, sampai kapan kita bisa maju dan betul-betul profesinal?&lt;br /&gt;Kita berahap, rencana Pemprov Kalbar yang kini tengah mengkaji kenaikan tunjangan bagi PNS di lingkungan Pemprov tidak diukur dengan keinginan mereka meningkatkan profesionalitasnya.&lt;br /&gt;Kita ingin mereka tidak terpengaruh dengan rencana kenaikan tunjangan itu baru mau bekerja keras. Sebagai abdi negara, abdi masyarakat sudah sewajarnya mencurahkan pikiran dan meluangkan waktu untuk mengabdi bagi masyarakat dan negeri ini.&lt;br /&gt;Dengan kondisi sekarang, sebagai masyarakat pun mendukung rencana Pemprov menaikkan tunjangan PNS terhitung mulai Januari 2010 nanti.&lt;br /&gt;Walau kisaran kenaikannya masih belum final, tapi setidaknya, itu bisa melecut semangat PNS di Pemprov untuk lebih meningkatkan kinerjanya.&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan kinerja pegawai itu diakui sendiri oleh Kepala BKD Provinsi, Lensus Kandri. Itu salahsatu motivasi bagi pegawai dalam menjalankan tugasnya. Tentu kenaikan berdasarkan pada golongan, jabatan dan beban kerja mereka masing-masing.&lt;br /&gt;Konsekuensi dari kenaikan tunjangan pegawai yang berkisar pada angka Rp600 ribu itu pastilah berimplikasi pada anggaran daerah.&lt;br /&gt;Secara umum pengeluaran pemerintah lebih dari separuh untuk belanja pegawai atau gaji pegawainya. Begitu pun dengan Kalbar, APBD-nya yang diprediksi dalam kisaran Rp1,5 Triliun, dengan belanja pegawai paling besar, kenaikan tunjangan jelas berpengaruh pada pos-pos anggaran lainnya.&lt;br /&gt;Sejauh tidak mengorbankan kepentingan masyarakat, kita tetap mendukung kebijakan tersebut, yang jelas dengan kenaikan tidak hanya kinerja yang meningkat tapi juga kemampunan personel harus ditingkatkan.&lt;br /&gt;Jangan sampai ada kesan pegawai hanya memenuhi struktur saja, sementara keahlian tidak diutamakan. Akibatnya tak jarang masyarakat justru sering menemukan oknum pegawai yang kongkow-kongkow di warung atau kedai kopi.&lt;br /&gt;Besar harapan kita dengan kenaikan tunjangan, kinerja semakin baik dan kontrol terhadap sesama pegawai juga bisa jalan, sehingga tidak ada lagi kesan pegawai hanya pada jam-jam tertentu saja, sisanya tak jelas.&lt;br /&gt;Bila pelayanan penuh dedikasi yang ditunjukkan kepada masyarakat, sebetulnya masyarakat tidak pernah mempersoalkan kenaikan gaji atau tunjangan pegawai. Yang masyarakat persoalkan apabila ada isu kenaikan gaji, barang kebutuhan masyarakat di pasar sudah duluan naik. Bahkan kenaikannya justru tidak terkontrol.&lt;br /&gt;Pendek kata, kita ingin PNS kita profesional dan kesejahteraannya terjamin. Dengan demikian, maka tidak ada lagi kisah pungli di sana-sini ketika masyarakat berurusan dengan mereka. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-2877647555759880928?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/2877647555759880928/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=2877647555759880928' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/2877647555759880928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/2877647555759880928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/11/soal-kenaikan-tunjangan-pns.html' title='Soal Kenaikan Tunjangan PNS'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-6935625390743687346</id><published>2009-11-16T09:49:00.001+07:00</published><updated>2009-11-16T09:49:44.207+07:00</updated><title type='text'>Awas Banjir</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang akhir tahun, selama November, Desember hingga awal Januari curah hujan di Kalimantan Barat tinggi. Curah hujan yang tinggi itu menandakan datangnya musim penghujan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bila musim hujan tiba, maka siap-siaplah menyambut datangnya banjir. Segar dalam ingatan kita, hampir setiap penghujung tahun terjadi banjir besar di beberapa daerah di Kalbar ini. &lt;br /&gt;Yang terparah terkena banjir biasanya di Kota Singkawang dan Sambas. Dua tahun terakhir, Singkawang dan Sambas mengalami banjir terparah, bahkan sempat beberapa hari transportasi terputus, kendaraan tidak bisa lewat, akibatnya pasokan sembako juga terhambat.&lt;br /&gt;Sementara di daerah selatan banjir terparah biasa terjadi di Melawi, Sintang, Sekadau, Sanggau dan Landak. Tentu, tidak ada pengecualian untuk Kota Pontianak. Bahkan Sabtu kemarin, beberapa kawasan Kota Pontianak terendam banjir.&lt;br /&gt;Banjir yang sering terjadi belakangan ini bukan hanya fenomena alam dan siklus cuaca semata, tapi ulah manusia juga turut menjadi penyebabnya. &lt;br /&gt;Sumbangsih manusia sebagai penyebab banjir sangat besar. Mulai dari aktivitas pertambangan emas tanpa ijin (PETI), pembalakan hutan atau illegal logging, sampai pada pembukaan perkebunan sawit secara besar-besaran.&lt;br /&gt;Nah, aktivitas manusia diatas, diyakini sebagai penyebab utama banjir di daerah ini. Hujan sedikit saja, banjir sudah menggenang beberapa kawasan rendah. Sebab tidak ada lagi pohon yang sanggup menahan laju air hujan, tidak ada lagi akar yang sanggup menyimpan air hujan, akibatnya, begitu hujan deras siap-siaplah menerima bencana banjir itu. Kadang banjir bandang yang datang.&lt;br /&gt;Sekarang bencana banjir sudah menjadi momok menakutkan. Beda dengan puluhan tahun silam, banjir besar hanya terjadi dalam siklus 20-an tahun sekali. &lt;br /&gt;Tapi sekarang ini banjir kapan saja bisa terjadi. Ada hujan besar pasti ada banjir, sungai gampang meluap. Itu akibat hutan kita sudah habis, gunung digunduli menjadi perkebunan kelapa sawit. Itu sama saja dengan panen sawit panen bencana. &lt;br /&gt;Nah, untuk hari-hari kedepan bersiap-siaplah menerima bencana banjir itu. Sejak dini kita harus mengantisipasinya dengan sikap waspada. Ya waspada itu lebih baik menghindari korban bencana banjir!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-6935625390743687346?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/6935625390743687346/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=6935625390743687346' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/6935625390743687346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/6935625390743687346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/11/awas-banjir.html' title='Awas Banjir'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-2107080300531926609</id><published>2009-11-16T09:47:00.001+07:00</published><updated>2009-11-16T09:47:52.663+07:00</updated><title type='text'>HoB dan Renstra</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan Heart of Borneo (HoB) yang sebagian besar wilayahnya masuk Kalimantan Barat sangat berpeluang masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah melalui rencana strategis (Renstra) sektor pariwisata Indonesia tahun 2010 yang tengah disiapkan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tentu itu kabar baik bagi kita, utamanya Kalimantan dan lebih khusus lagi Kalimantan Barat.&lt;br /&gt;Sebab bila itu benar masuk Renstra, maka peluang kita maju lebih terbuka, terlebih daerah ini berbatasan darat langsung dengan dua negara tetangga, yakni Malaysia dan Brunai Darussalam yang juga masuk kerjasama strategis HoB.&lt;br /&gt;Sebagai orang yang berada di daerah kawasan HoB, tentu kita berharap empat provinsi di Kalimantan ini sepakat dan mendukung HoB masuk dalam rencana strategis dimaksud.&lt;br /&gt;Sebab kedepan kita berharap ada perkembangan di daerah ini, apalagi HoB itu merupakan daya tarik wisata tersendiri bagi para turis, utamanya turis dari manca negara.&lt;br /&gt;Bila HoB tersebut tidak masuk dalam paket Renstra Departemen Pariwisata, maka tidak ada ada perubahan dan HoB yang selama ini kita kenal bukanlah menjadi daerah tujuan wisata. &lt;br /&gt;Dan agar bisa menjadi daerah tujuan, suatu obyek wisata harus mempunyai akses yang baik, terutama fasilitas pendukung harus memadai serta masyarakat yang memahami kepariwisataan.&lt;br /&gt;Itu artinya, HoB merupakan produk baru yang bisa dijual ke masyarakat internasional. &lt;br /&gt;Tentu sebelum dipasarkan, kesiapan kita perlu diperhatikan. Terutama masalah infrastruktur tadi, termasuk mental masyarakatnya.&lt;br /&gt;Mental masyarakat ini penting, mengingat daerah kita masih sangat awam dengan dunia pariwisata, terutama perlakuan terhadap orang asing atau turis yang akan berkunjung ke daerah ini.&lt;br /&gt;Tentu tantangan terbesar adalah masalah sosial, terutama menyangkut budaya dan norma yang berlaku di masyarakat lokal atau setempat. Ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang tidak ringan. &lt;br /&gt;Bolehlah HoB masuk Renstra departeman, tapi apakah masyarakat kita siap mendukungnya?&lt;br /&gt;Pertanyaan besar yang masih terus diupayakan memberi jawaban positif demi mendukung visit Kalbar 2010 mendatang.&lt;br /&gt;HoB sendiri merupakan sebuah inisiatif yang dirancang sebagai program pemanfaatan berkelanjutan dan konservasi yang bertujuan mempertahankan keberlanjutan manfaat salah satu hutan terbaik yang masih tersisa di Borneo bagi kesejahteraan generasi sekarang dan mendatang. &lt;br /&gt;Dan dunia sangat berkepentingan dengan hutan Borneo tersebut. Saking pentingnya, sampai-sampai Gubernur Cornelis diundang Gubernur California, Arnold untuk membahas hijaunya hutan Borneo tersebut.&lt;br /&gt;Nah, bila dikaitkan dengan paket wisata, maka masyarakat dunia akan semakin penasaran dan mau berkunjung ke kawasan HoB tersebut.&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahuo, cakupan wilayah HoB membentang pada rangkaian dataran tinggi Borneo yang terhubung secara langsung dengan dataran rendah di bawahnya. Wilayah kerja ini melintasi Brunei Darussalam, Indonesia dan Malaysia. &lt;br /&gt;Di Indonesia, kawasan HoB mencakup tiga provinsi yaitu Kaltim, Kalbar, dan Kalteng.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-2107080300531926609?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/2107080300531926609/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=2107080300531926609' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/2107080300531926609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/2107080300531926609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/11/hob-dan-renstra.html' title='HoB dan Renstra'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-9222965456673622478</id><published>2009-11-16T09:44:00.000+07:00</published><updated>2009-11-16T09:45:21.009+07:00</updated><title type='text'>Jujur dan Sumpah</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari terakhir ini kita saksikan berita di televisi maupun koran atau majalah, fokus utamanya adalah pemberitaan seputar perseteruan Kepolisian dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Secara kasat mata kita masyarakat melihat ada yang aneh dan janggal dari perseteruan dua lembaga penegak hukum itu. Dan secara kasat mata pula pertanyaan masyarakat seakan sengaja tidak dijawab.&lt;br /&gt;Padahal kalau mau jujur, jawabannya sudah jelas terang benderang. Masyarakat kini hanya menunggu jawaban resmi saja. &lt;br /&gt;Dan saya yakin masyarakat sudah bisa menyimpulkan sendiri dari benang kusut yang sudah lebih sepekan ini di pertontonkan ke publik itu.&lt;br /&gt;Satu kalimat klasik layak dikedepannya. Yakni jujur. Jujur adalah sebuah ungkapan yang acap kali kita dengar dan menjadi pembicaraan masyarakat. Akan tetapi bisa jadi kata tersebut hanya mencakup sisi luarnya saja dan belum menyentuh pembahasan inti dari makna jujur itu sendiri. Apalagi perkara kejujuran merupakan perkara yang berkaitan dengan banyak masalah di sekitar kita, yaitu menyangkut moral maupun akhlak seseorang.&lt;br /&gt;Dan jujur itu erat kaitnya dengan jual-beli, utang-piutang, sumpah, dan termasuk menjernihkan persoalan KPK-Polri tersebut.&lt;br /&gt;Hemat saya, jujur merupakan sifat yang terpuji. Sebab jujur itu tidak mesti dengan sesama manusia saja, tapi juga kepada Tuhan.&lt;br /&gt;Bila saja ada kejujuran diantara Kepolisian, Kejaksaan dan KPK sendjri, maka akan ada keselarasan antara berita dengan kenyataan yang ada. Jadi, kalau suatu berita sesuai dengan keadaan yang ada, maka dikatakan benar/jujur, tetapi kalau tidak, maka dikatakan dusta. &lt;br /&gt;Kejujuran itu ada pada ucapan, juga ada pada perbuatan, sebagaimana seorang yang melakukan suatu perbuatan, tentu sesuai dengan yang ada pada batinnya. &lt;br /&gt;Sebab tidak mungkin seorang yang munafik bisa dikatakan sebagai seorang yang jujur walau dia menampakkan dirinya sebagai ’orang baik’. Yang jelas, kejujuran merupakan sifat seorang yang beriman, sedangkan lawannya, dusta, merupakan sifat orang yang munafik.&lt;br /&gt;Nah, pertanyaan kita sebagai masyarakat apakah kejujuran itu bisa hilang diantara dusta yang ada? Apakah harus bersumpah agar kejujuran itu bisa muncul ke permukaan?&lt;br /&gt;Dalam perseteruan Polri-KPK ini, kita juga menyaksikan sumpah. Sumpah yang dilakukan petinggi Polri, KPK maupun mereka-mereka yang terlibat di dalamnya.&lt;br /&gt;Apakah dengan sumpah semuanya bisa tuntas? Belum tentu! Sebab sekali lagi kunci dari semuanya itu adalah kejujuran. Ya jujur itu panglimanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-9222965456673622478?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/9222965456673622478/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=9222965456673622478' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/9222965456673622478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/9222965456673622478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/11/jujur-dan-sumpah.html' title='Jujur dan Sumpah'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-7398889070610936789</id><published>2009-11-16T09:43:00.000+07:00</published><updated>2009-11-16T09:44:21.660+07:00</updated><title type='text'>Mengambil Jentik</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengambil jentik. Ya kedengarannya sangat sederhana. Dan memang sederhana. Cukup keliling dari rumah ke rumah dan membuka tempayan atau tempat penampungan air lalu mencedok jentik nyamuk dengan jaringan yang dibuat khusus.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan mengambil jentik itu sering dilakukan anak-anak tanggung untuk makanan ikan peliharaannya. Ikan saumang, kaloi dan sejenisnya yang biasa di pelihara anak-anak dalam kaleng atau botol kecil.&lt;br /&gt;Cara kerja sederhana anak-anak mencari jentik nyamuk, ternyata sangat ampuh diterapkan untuk memerangi demam berdarah dengue (DBD)yang sekarang sudah menjadi kejadian luar biasa (KLB) di Kalbar, utamanya di Kota Pontianak.&lt;br /&gt;Bahkan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar, Frederika Cornelis langsung sosialisasi rumah bebas jentik itu dengan memberikan bantuan alat penangkap jentik dan sejumlah abate.&lt;br /&gt;Fogging yang selama ini gencar dilakukan pemerintah, khususnya dinas kesehatan ternyata kurang manjur dalam memerangi DBD tersebut, sebab nyamuk yang notabene bisa terbang itu ketika fogging dilakukan segera terbang melarikan diri ke tempat yang tidak kena fogging atau pengasapan.&lt;br /&gt;Dengan demikian, maka DBD pun bergeser sesuai pergeseran nyamuk yang sudah kena virus DBD tersebut.&lt;br /&gt;Selain sederhana, cara basmi dengan mengambil langsung jentik juga biasanya murah meriah. Cukup membeli kelambu dan kawat sebagai bahan dasar membuat alat pencedok jentik dimaksud.&lt;br /&gt;Bila itu dilakukan serentak oleh masyarakat Kota Pontianak, maka pembasmian jentik DBD jauh lebih terarah. Setiap keluarga cukup menjaga tempayan atau tempat penampungan airnya masing-masing, lalu mencedok jentiknya setiap hari atau dua hari sekali.&lt;br /&gt;Dengan demikian, maka jentik segera akan terbasmi segera. Termasuk pembuangan kulkas, tempat minum burung dan kaleng-kaleng bekas yang ada di sekitar tempat tigngal, perlu diperhatikan dan diusakan dikumpul lalu dibakar.&lt;br /&gt;Itu merupakan cara-cara tradisional dalam memerangi nyamuk khsusunya DBD yang sangat menakutkan masyarakat itu. Apalagi sekarang ada jenis yang ganas, bila tidak punya kekebalan tubuh, maka penderita langsung drof dan bisa vatal akibatnya.&lt;br /&gt;Nah, kita berharap gerakan rumah bebas jentik nyamuk yang dipelopori TP PKK provinsi dan didukung penuh pemerintah itu bisa menjadi altenatif mengatasi penyebaran DBD di daerah ini. Semoga masyarakat juga dengan kesadaran tinggi bisa mengambil jentik di tempayannya sendiri. Mari mencoba.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-7398889070610936789?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/7398889070610936789/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=7398889070610936789' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7398889070610936789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7398889070610936789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/11/mengambil-jentik.html' title='Mengambil Jentik'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-794292328458075385</id><published>2009-11-16T09:41:00.000+07:00</published><updated>2009-11-16T09:42:19.107+07:00</updated><title type='text'>Memahami Fase Negatif Anak</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain banyak membaca buku tentang keluarga dan anak, selebihnya saya banyak belajar dari perilaku kedua anak saya dalam kehidupan hari-harinya di rumah.&lt;br /&gt;Anak pertama laki-laki berusia hampir sembilan tahun dan anak kedua perempuan berumur hampir tujuh tahun. Keduanya menunjukkan sifat yang cenderung berbeda. Si sulung lebih mandiri dan agak malas, sedangkan si bungsu manja dan cenderung melawan alias mengatur.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun yang ingin saya bagikan dengan pengalaman saya mengamati perkembangan kedua anak itu, bahwa setiap anak akan mengalami fase negativisme yang ditunjukkan dengan perilaku penolakan dan pembangkangan. &lt;br /&gt;Sebagai orangtua kita perlu memahami fase negativisme itu agar tidak berlanjut hingga dewasa kelak.&lt;br /&gt;Ingat, semakin anak dilarang, perilaku negatifnya akan semakin menjadi-jadi. Nah, agar hal tersebut tidak terjadi, berikut beberapa hal yang perlu perhatikan orangtua:&lt;br /&gt;Hindari terlalu banyak menggunakan kata ”tidak” atau ”jangan”. Untuk melarang anak sebaiknya pilih kata positif. Misalnya, "Sayang, kita main air di kamar mandi yuk sekalian mandi sore", ketimbang, "Mama kan sudah bilang, jangan main air kran. Basah semua deh."&lt;br /&gt;Beri kesempatan pada anak untuk melakukan apa yang diinginkannya--tentu saja sejauh tidak membahayakan--tapi tetap dengan pendampingan. Misal, anak ingin membantu menyiram tanaman, sediakan gayung kecil, lalu ajari anak bagaimana menyiram tanaman dengan air secukupnya.&lt;br /&gt;Biasakan mengajak anak berdialog sejak kecil, meski perkembangan bahasanya masih terbatas. Umpama, anak menolak permintaan orangtua, tanyakan mengapa ia tidak mau, pancing jawabannya lalu coba arahkan bagaimana seharusnya. Terlebih di usia prasekolah, umumnya penolakan anak disertai dengan alasan. "Aku enggak mau makan. Sayurnya pahit", ”tak enak makanannya”. &lt;br /&gt;Ini karena kemampuan kognitif dan bahasa anak sudah semakin berkembang, demikian juga kemampuan sosialnya. Pada usia ini anak semakin menyadari bahwa mereka dapat bertindak secara mandiri, sesuai keinginannya. Dengan kata lain anak mulai menyadari bahwa mereka memiliki kekuatan untuk bertindak sesuai kehendaknya.&lt;br /&gt;Berikan pilihan terbatas. Misal, anak tidak mau segera tidur, orangtua bisa menggunakan kata, "Adek mau gosok gigi dulu atau ganti baju dulu baru tidur?" Dengan begitu anak merasa dilibatkan saat pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;Dan yang paling penting, hindari kata-kata cancaman atau paksaan. Bila kita sering menggunakan ancaman atau paksaan, justru membuatnya penolakan anak semakin menjadi-jadi. Ingat anak bisa belajar bahwa segala hal bisa diselesaikan dengan ancaman atau paksaan bukan dengan dialog dan saling mendengarkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-794292328458075385?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/794292328458075385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=794292328458075385' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/794292328458075385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/794292328458075385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/11/memahami-fase-negatif-anak.html' title='Memahami Fase Negatif Anak'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-6594563666017765814</id><published>2009-11-16T09:40:00.001+07:00</published><updated>2009-11-16T09:40:54.002+07:00</updated><title type='text'>Memanfaatkan Momentum</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan matang, kadang hasilnya tidaklah matang bahkan tak jarang mendatangkan kekecewaan. Tapi bukan berarti perencanaan itu tidak penting, perencanaan penting untuk mengukur kesiapan menghadapi sesuatu yang akan di hadapi di hari depan. Bahkan dengan perencanaan matang sesuatu bisa diukur sejauhmana tingkat keberhasilan atau pun kegagalannya dalam perjalanan kelak. Dan itu rutin dilakukan para pebisnis atau pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun ada juga sesuatu tanpa perencanaan matang, justru bisa mendatangkan sukses. Bahkan bukan hanya sukses, tapi juga bisa berkembang dan berkembang tanpa bisa diprediksi hingga sejauhmana.&lt;br /&gt;Tentu sukses yang tidak direncanakan itu tidak lepas dari kepandaian memanfaatkan momentum. Ya momentum adalah peristiwa lain yang terjadi atau yang direncanakan pihak lain, tapi kita bisa masuk ke kegiatan tersebut dengan cara berkolaborasi yang saling menguntungkan.&lt;br /&gt;Itulah yang kami lakukan dengan Borneo Metro—koran kriminal yang kami lahirkan awal bulan ini. Tanpa banyak perencanaan, namun bisa jalan. Kami hanya melihat masih ada sisi lain dari kriminal yang belum tergarap di Kota Pontiank ini.&lt;br /&gt;Dan untuk mengenalkan koran baru tersebut kepada masyarakat, kami menggunakan momentum Gebyar Sumpah Pemuda yang digagas oleh Taruna Merah Putih. Dan hasilnya wah, ribuan penonton yang memadati konser Kangen Band di stadion Sultan Syarif Abdurrahman, langsung mengenal Borneo Metro yang diluncurkan tanggal 31 Oktober 2009 malam itu. &lt;br /&gt;Sejak peluncuran yang dilakukan Dirut PT Borneo Tribune Press, W. Suwito dan Pemred Borneo Tribune, H Nur Iskandar di acara Gebyar Sumpah Pemuda TMP itu, hingga hari ini kami tetap hadir setiap pagi di hadapan Anda sekalian.&lt;br /&gt;Kami tidak hanya ingin hadir begitu saja atau hanya sekedar menambah alternatif bacaan koran kriminal, tapi kami memikiki keinginan yang kuat untuk tumbuh dan berkembang.&lt;br /&gt;Ya ibarat seorang buta ia memiliki keinginan kuat untuk bisa melihat, begitu pun dengan kami yang semuanya anak muda, tentu kami memiliki keingin kuat untuk tumbuh dan berkembang. Sehingga suatu saat kelak kami benar-benar besar di tengah-tengah masyarakat Kalbar. Itulah keinginan kuat kami. Dan dukungan Anda yang melecutkan semangat kami.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-6594563666017765814?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/6594563666017765814/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=6594563666017765814' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/6594563666017765814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/6594563666017765814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/11/memanfaatkan-momentum.html' title='Memanfaatkan Momentum'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-6799256215104642625</id><published>2009-11-16T09:37:00.000+07:00</published><updated>2009-11-16T09:38:30.241+07:00</updated><title type='text'>Ganyang Mafia</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekan ini hukum kita berada di titik nadir. Institusi penegak hukum, Kejaksaan, Polri dan KPK mempertontonkan drama yang memilukan. Dan itu jelas mencoreng keperkasaan hukum yang selama ini menjadi dewa tempat mencari keadilan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun di tengah hiruk pikuk masyarakat membicarakan rekayasa dan yang melahirkan kata kriminalisasi, gara-gara perseteruan cicak dan buaya, pemerintah justru bertekat memerangi mafia hukum.&lt;br /&gt;Saya sendiri agak geli dengan tekad tersebut. Bila ingin memerang mafia peradilan itu, jelas sikat saja jangan melihat aspek ini itu lah, masyarakat sudah terang benderang melihatnya.&lt;br /&gt;Yang menjadi pertanyaan kita, apakah pemerintah sanggup memberantas mafia hukum yang justru ada di berbagai lembaga pemerintah itu sendiri.&lt;br /&gt;Program 100 hari pemerintah yang diemban Kabinet Indonesia Bersetu kedua dibawah komando Presiden SBY, bertekad memerangi mafia hukum, mafia peradilan, termasuk Kejaksaan, Kepolisian. Apakah sanggup? Sementara sikap ktia sebagai masyarakat jelas, kita ingin semua itu tuntas sehingga keraguan masyarakat dua tiga hari ini pulih kembali.&lt;br /&gt;Walau demikian, sebagai masyarakat yang sudah terlanjur hidup di negeri ini kita lihat saja program konkret dari pemberantasan mafia hukum itu antara lain pemerintah, dalam hal ini Polri menerima laporan dari masyarakat, dan melakukan proses yang transparan dalam penyidikan, serta segera melakukan tindakan bila ada laporan.&lt;br /&gt;Bahkan Presiden SBY sendiri menetapkan program utama pemberantasan mafia hukum dengan tema GM atau Ganyang Mafia. Itu masuk dalam 100 hari program kabinetnya. Bahkan masyarakat bisa mengirim SMS ke nomor 9949 dengan kode GM.&lt;br /&gt;Mafia hukum yang perlu diganyang seperti makelar kasus, suap menyuap, pemerasan, jual beli perkara, mengancam saksi, mengancam pihak-pihak lain, serta pungutan yang tidak semestinya.&lt;br /&gt;Dan mafia hukum itu sangat dekat dengan institusi seperti Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan, KPK, departemen-departemen, pajak, Bea Cukai, termasuk daerah-daerah di Republik ini. Berhasilkan GM itu? Kita lihat saja.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-6799256215104642625?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/6799256215104642625/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=6799256215104642625' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/6799256215104642625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/6799256215104642625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/11/ganyang-mafia.html' title='Ganyang Mafia'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-1793275881421103795</id><published>2009-11-05T13:23:00.000+07:00</published><updated>2009-11-05T13:24:46.118+07:00</updated><title type='text'>Penerimaan CPNS di Bawah Bayangan Calo</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calo seakan sudah menjadi ritual setiap penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Cerita percaloan ini hampir terjadi setiap ada rekrutmen CPNS. Di mana pun di Republik ini.&lt;br /&gt;Seperti Pemerintah Provinsi Kalimanatan Barat, sejak Senin (2/11) kemarin sudah mulai menerima berkas CPNS untuk seluruh formasi yang tersedia. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penerimaan berkas itu langsung diserahka  ole pelamar ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang berada di kompleks Kantor Gubernur Jalan A Yani, Pontianak.&lt;br /&gt;Dan penerimaan berkas itu akan berakhir hingga Senin (16/11) pekan depan.&lt;br /&gt;Mengapa penyerahan berkas itu langsung dilakukan oleh si pelamar? Kepala BKD Kalbar, Lensus Kandri kepada pers menjelaskan pihaknya memang tidak menerima lamaran lewat kantor pos maupun jasa pengiriman lainnya. Itu dimaksudkan agar para pelamar dapat segera memperbaiki persyaratan jika terdapat kekurangan.&lt;br /&gt;Sebab nanti pelamar bisa melihat langsung kelengkapan persyaratan bersama petugas yang ditunjuk. Apabila ada kekurangan, maka pelamar bisa secepatnya memberbaiki atau menambah kekurangan tersebut.&lt;br /&gt;Dan tentu semua persyaratan gratis. Kecuali materai dan foto yang langsung dibawa sendiri oleh calon pelamar.&lt;br /&gt;Nah, seperti tahun yang sudah-sudah, maka setiap penerimaan CPNS, selalu ada peluang untuk melakukan praktik percaloan. &lt;br /&gt;Dan itu sudah berlangsung dari tahun ke tahun, seakan sudah menjadi ritual rekrutmen calon abdin negara dan abdi masyarakat tersebut.&lt;br /&gt;Peluang calo tetap memungkinkan, apalagi melihat minat masyarakat untuk menjadi pegawai negeri sangat tinggi. Itu terlihat dari pembuatan kartu kuning sebagai salah satu persyaratan.&lt;br /&gt;Sebagaimana dikatakan Lensus, pihaknya tidak akan memberi peluang percaloan tersebut, termasuk terhadap oknum pegawainya.&lt;br /&gt;Bila netralitas itu bisa terjaga, maka autput-nya juga akan baik. Kita sebagai warga tentu berharap, kedepan dapat terjaring calon pegawai yang betul-betul profesional dan ahli di bidangnya masing-masing, tentu dengan kualifikasi pendidikan yang sesuai kebutuhan.&lt;br /&gt;Dengan demikian, maka praktik percalonan tidak akan mendapat tempat, baik di masyarakat maupun lembaga atau instansi pemerintah yang punya hajat rekrutmen tersebut.&lt;br /&gt;Kita betul-betul berharap kedepan jangan ada lagi orang yang menawarkan jasa atau mengiming-imingkan kelulusan kepada calon pelamar. Sebab selain bertentangan dengan semangat reformasi—anti kolusi, juga akan menjadikan lembaga pemerintahan tidak profesional.&lt;br /&gt;Sebab yang lulus lewat praktik percaloan dijamin pasti tidak profesional. Orang yang hanya mengejar status dan tidak punya keahlian tertentu sesuai kebutuhan.&lt;br /&gt;Itulah yang menjadi penyakit mengapa pemerintah kita selama ini lamban menjabar agenda reformasi maupun kebijakan lainnya, karena itu tadi, sumber daya manusia pas-pasan. Mengapa bisa pas-pasan, karena masuk lewat calo.&lt;br /&gt;Kedepan jangan ada lagi penerimaan dibawah bayang-bayang praktik percaloan tersebut. Semoga!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-1793275881421103795?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/1793275881421103795/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=1793275881421103795' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/1793275881421103795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/1793275881421103795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/11/penerimaan-cpns-di-bawah-bayangan-calo.html' title='Penerimaan CPNS di Bawah Bayangan Calo'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-4596191763069987615</id><published>2009-11-05T13:15:00.000+07:00</published><updated>2009-11-05T13:16:39.039+07:00</updated><title type='text'>Lahir dan Tumbuh</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbit sejak 19 Mei 2007. Harian Borneo Tribune sudah menjadi media alternatif di Pontianak, Kalimantan Barat. Alternatif karena menyuguhkan berita-berita yang lebih menonjolkan pendidikan ketimbang mengumbar sensasi yang bombastis tanpa isi.&lt;br /&gt;Tampilan, juga beda. Selanjutnya tanggung jawab wartawan ditunjukan dengan keberanian memakai byline. Wartawan tampil di depan berita. Selama ini wartawan selalu bersembunyi di bawah berita. Ya itulah bentuk tanggung jawab wartawan Borneo Tribune. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak perlu menyembunyikan identitas wartawan dengan menuliskan kode namanya, tapi langsung nama lengkap si wartawannya. Itu sesuai dengan prinsip byline yang kami anut selama ini.&lt;br /&gt;Kebiasaan kita, byline lebih banyak digunakan wartawan untuk menulis opini atau berita jenis feature. Namun menurut Bill Kovach di Amerika byline digunakan oleh seluruh wartawan dalam bentuk tulisan apapun, hard news ataupun soft news. &lt;br /&gt;Banyak manfaat positif bila media cetak menggunakan byline. Selain memberi tanggungjawab dan kejujuran kepada wartawan, juga memudahkan narasumber mengenal wartawan sekaligus media tempatnya bekerja.&lt;br /&gt;Jadi byline yang dalam hal ini adalah sebuah identitas penulis sama dengan id card bagi wartawan, bahwa segala hal yang dilakukan pemilik identitas tersebut (wartawan atau penulis berita) menjadi tanggung jawabnya sendiri. Nah kalau ada byline, berita yang ditulis itu menjadi tanggung jawab penulis, redaksi media hanya sebagai fasilitator ketika ada komplain. Dari situ pula redaksi dapat menilai mana wartawan yang beritanya direspon positif atau negatif oleh pembaca. Yang yang lebih penting wartawan lebih bertanggungjawab dengan byline.&lt;br /&gt;Dan tanggung jawab itu sudah kami tanamkan sejak lahir 2,5 tahun lalu. Kami yakin dengan kepercayaan dan tanggung jawab, kami bisa tumbuh dan berkembang menjadi lebih besar lagi.&lt;br /&gt;Sebagai buktinya, hari ini 1 November 2009, kami yang rasanya baru lahir kemarin ternyata sudah bisa melahirkan koran baru lagi yang bernama Borneo Metro. &lt;br /&gt;Borneo Metro mengambil nama induknya, Borneo Tribune. Borneo adalah pulau ketiga terbesar di dunia setelah Green Land di Amerika dan Papua di wilayah Timur Indonesia. &lt;br /&gt;Dengan nama Borneo, ada semangat yang sama. Bahwa Borneo tidak hanya besar pulaunya. Tetapi juga harus besar pula medianya. &lt;br /&gt;Borneo Metro lahir sebagai jawaban atas kegundahan hati publik, bahwa mereka membutuhkan koran populis yang meletakkan dasar-dasarnya dari sisi edukasi atau pendidikan. &lt;br /&gt;Borneo Tribune sebagai koran pendidikan dan koran publik berusaha memberikan jawaban itu. Jika Borneo Tribune sisi edukatif, maka Borneo Metro masuk wilayah populis seperti hukum dan kriminalitas. Walau masuk ranah ”merah” kami tetap gunakan byline. Karena itu bentuk tanggung jawab kami.&lt;br /&gt;Nah, mulai hari ini, ada dua koran asli daerah Kalbar, yakni Borneo Tribune dan Borneo Metro. Keduanya lahir dan dibesarkan oleh anak-anak Kalbar sendiri tanpa bantuan orang luar. Semoga ini bisa menjadi kebanggaan kita bersama. Terima kasih, karena Anda kami bisa lahir dan tumbuh. Begitulah seterusnya...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-4596191763069987615?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/4596191763069987615/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=4596191763069987615' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/4596191763069987615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/4596191763069987615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/11/lahir-dan-tumbuh.html' title='Lahir dan Tumbuh'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-1289781477512079422</id><published>2009-10-27T08:45:00.000+07:00</published><updated>2009-10-27T08:46:19.311+07:00</updated><title type='text'>Gebyar Sumpah Pemuda</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momentum peringatan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 di Kota Pontianak bakal semarak. 81 tahun Sumpah Pemuda bakal diisi dengan berbagai kegaitan adan agenda yang bernafaskan kepemudaan.&lt;br /&gt;Pemerintah Kota Pontianak dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan terbantu oleh salah satu organisasi pemuda, yakni Taruna Merah Putih yang akan mengeber kemeriahkan dengan Gebyar Sumpah Pemuda Taruna Merah Putih Persembahan untuk Negeri dengan menghadirkan Group Band yang tengah naik daun di blantika musik tanah air, yakni Kangen Band.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;DPD TMP Kalbar selaku event organizer kegiatan akan menghadirkan Kangen Band untuk menghibur pemuda Kota Pontianak pada 31 Oktober di Stadion Sultan Syarif Abdurrahman (SSA).&lt;br /&gt;Gebyar Sumpah Pemuda ini dikemas bersamaan dengan peringatan hari ulang tahun DPD TMP Kalbar yang pertama. Demikian kata Sekretaris DPD TMP Provinsi Kalbar, Maskendari kepada pers.&lt;br /&gt;Namanya juga gebyar, banyak kegiatan kepemudaan yang bakal disuguhkan oleh TPM, diantaranya, pembacaan Sumpah Pemuda, festival band pelajar, vocal group, tarian tradisioal daerah Kalbar.&lt;br /&gt;Tentu tujuan dari kegiatan tersebut, tidak lain adalah untuk menanamkan kembali rasa nasionalisme di kalangan para pelajar dan pemuda melalui berbagai pertunjukan dan musik tersebut.&lt;br /&gt;Sebagai bagian dari pemuda, tentu kita sangat senang dan mendukung gebyar pemuda tersebut, terutama dukungan moril kepada TMP yang telah menyiapkan 7.000 tiket masuk bagi para pelajar. Setiap tiket berharga Rp 5.000. Para pelajar yang ingin mendapatkan tiket dapat menghubungi OSIS di sekolah mereka masing-masing.&lt;br /&gt;Seakan tak mau kalah dengan TMP, Dinas Pemuda dan Olahraga Kalbar juga mempersiapkan acara khusus untuk pemuda dalam rangka peringatan Sumpah Pemuda tersebut.&lt;br /&gt;Berbagai kegiatan yang disiapkan itu diantaranya, upacara peringatan Sumpah Pemuda yang akan dilangsungkan di PCC sekaligus gelar karya pemuda, Dialog Pemuda yang akan dilaksanakan November dengan tema Pemuda Mandiri, Indonesia Maju dan Bersatu. &lt;br /&gt;Terhadap semua ini, tentu kita berharap semoga para pemuda di daerah ini tidak hanya sekedar mengikuti dan menikmati acaranya semata, tapi bagaimana mereka mengambil manfaat dari setiap event kepemudaan yang mereka ikuti.&lt;br /&gt;Setiaknya, dengan gebyar atau apa pun namanya, para pemuda diajak untuk merenungkan kembali perjuangan yang pernah dirintis Bung Tomo pada 28 Oktober 1928 silam.&lt;br /&gt;Semangat berkobar-kobar tersebut, kini layak diingatkan kembali terutama para generasi yang kini mulai lupa dengan sejarah atau memang kurang peduli dengan nilai-nilai kejuangan yang pernah digelorakan para pemuda terdahulu.&lt;br /&gt;Setidaknya sekarang kita bisa meningkatkan peran kita sebagai pemuda dengan berbagai keberhasilan di dunia masing-masing. Tak terkecuali mereka-mereka yang sudah menorah prestasi dan menyabet berbagai penghargan dibidang kepemudaan.&lt;br /&gt;Sekali lagi sebagai warga, kita patut bersyukur dan mendukung langkah-langkah yang telah dirintis pendahulu kita, dan sekarang coba diingat-ingatkan kembali oleh TMP yang dikomandani Karolin Margret Natasa—anggota DPR-RI asal Kalbar.&lt;br /&gt;Akhirnya, kita mengucapkan selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke- 81 tanggal 28 Oktober 2009.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-1289781477512079422?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/1289781477512079422/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=1289781477512079422' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/1289781477512079422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/1289781477512079422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/10/gebyar-sumpah-pemuda.html' title='Gebyar Sumpah Pemuda'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-5393582473927398883</id><published>2009-10-27T08:42:00.000+07:00</published><updated>2009-10-27T08:43:31.042+07:00</updated><title type='text'>Cap Wartawan</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir sepuluh tahun lebih saya bekerja sebagai wartawan, saya cukup banyak mendengar cap negatif seorang wartawan. &lt;br /&gt;Mulai dari wartawan bodrek (bisa bikin sakit kepala) WTS (wartawan tanpa surat kabar), wartawan CNN (cuma nengok-nengok) wartawan tempo (tempo-tempo terbit, tempo-tempo tidak) wartawan gadungan, wartawan bodong, dan wartawan amplop. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lalu sekarang berkembang pula julukan wartawan copy paste dari humas baik pemerintah maupun organisasi atau perusahaan tertentu. Parah lagi ada istilah wartawan kloning. &lt;br /&gt;Begitu pun dengan fotografer. Ada istilah yang cukup ngetren, fotografer bingkai dot.com. setelah jepret sana sini, lalu menjual foto tersebut kepada pengusaha atau pejabat yang terekam dalam foto tersebut. &lt;br /&gt;Bukan hanya cap wartawan yang marak, organisasi wartawan pun tak kalah maraknya. Sebelumnya hanya ada Persatuan Wartawan Indonesia sebagai wadah tunggal, setelah reformasi, muncul lebih 40 organisasi wartawan. Orang bebas bikin koran dan membentuk organisasi wartawan. Namun sejak tahun 2006, hanya tiga organisasi yang lolos verifikasi Dewan Pers, yakni PWI, AJI dan IJTI. &lt;br /&gt;Cap wartawan itu muncul karena ada beberapa alasan. Ada karena korannya tutup, tapi masih punya kartu pers, ya tetap wartawan. Ada yang dulunya loper, agen, preman, bahkan supir, ngakunya wartawan. Modalnya, kartu pers dan kartu nama. Kadang dilengkapi dengan surat tugas. Kalau ada berita kasus, mereka datang ”menggarapnya”.&lt;br /&gt;Dengan modal gertak, datang ramai-ramai, mereka bisa dapat uang dengan mudah dari narasumber yang terkena kasus. Parahnya lagi, wartawan yang punya media ”ikut-ikutan”. Pendek kata, ada wartawan baik, tapi bekerja di media yang tidak jelas. Ada media yang mapan, tapi mental wartawannya bobrok. Ya, sama sajalah. &lt;br /&gt;Akibatnya, sekarang cap wartawan negatif itu bisa disandang siapa saja. Alasan klasik minta uang, mau pulang kampung, istri melahirkan, bikin buku, proposal kegiatan, atau menagih uang dari berita dengan koran yang lusuh karena dibawa ke mana-mana. &lt;br /&gt;Begitu pun dengan wartawan yang ditangkap aparat Poltabes dua hari lalu, mungkin dia ingin menggunakan alasan klasik itu, sehingga seenaknya menelpon narasumber. Bagi narasumber yang keberatan, sah-sah saja bila melalor ke Polisi.&lt;br /&gt;Menjadi wartawan dapat banyak kemudahan, gampang dapat uang atau amplop, dan bisa dekat dengan pejabat atau pengusaha. Wartawan dikenal punya ’kekuatan’ dalam hal-hal tertentu. &lt;br /&gt;Jujur saja, saya sedih dengan berbagai julukan miring terhadap wartawan itu. Harusnya wartawan dihormati dan disegani, karena wartawan memberikan pencerahan dengan menyebarluaskan informasi yang benar. Orang yang serba tahu dengan berbagai persoalan masyarakat. Kita berharap, masyarakat bisa memilih dan memilah, mana wartawan yang benar, dan mana yang hanya sekedar cap wartawan. &lt;br /&gt;Mereka tidak sadar, wartawan itu sebuah profesi. Karena pekerjaan profesi, maka tidak semua orang bisa menjadi wartawan, kecuali hanya sekedar mengaku wartawan.&lt;br /&gt;Karenanya, wartawan adalah pekerjaan yang paling mulia. Saya tidak bisa membayangkan, apa jadinya dunia bila tidak ada wartawan. Barangkali dunia ini gelap, kita tidak tahu apa yang terjadi di belahan dunia lain. Tapi karena wartawanlah, kita bisa menguasai dunia, tahu kejadian dan perkembangan di dunia lain. &lt;br /&gt;Dan yang paling menderita di dunia ini adalah kalangan menengah keatas, sebab mereka sangat tergantung dengan informasi yang disajikan baik lewat media elektronik (televisi, radion, internet) maupun lewat media cetak seperti koran, majalah, tabloid dan lain-lain. Sebab bagi kalangan menengah keatas, sarapan utama mereka setiap pagi adalah baca koran. Dan juru masak utamanya adalah wartawan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-5393582473927398883?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/5393582473927398883/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=5393582473927398883' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/5393582473927398883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/5393582473927398883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/10/cap-wartawan.html' title='Cap Wartawan'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-718730106543319014</id><published>2009-10-27T08:39:00.000+07:00</published><updated>2009-10-27T08:40:00.369+07:00</updated><title type='text'>Selamat Datang ‘Indonesia Baru’</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelantikan presiden dan wakil presiden RI telah usai digelar, kini wajah-wajah Kabinet SBY-Boediono akan mengisi pemerintahan Indonesia pada lima tahun yang akan datang.&lt;br /&gt;Meski diwarnai dengan wajah-wajah baru, namun Kabinet SBY-Boediono kali ini tetap menggiring wajah-wajah lama, sebagai bentuk penyelesaian PR penting yang tertunda. Dari pidato yang disampaikan SBY pada pelantikan beberapa waktu lalu, terselip beberapa program yang mengedepankan pada kestabilan negara Indonesia. Saat ini, bagi rakyat bukan persoalan program ataupun janji yang pernah diutarakan sebelumnya, namun bagaimana kesejahteraan rakyat itu dapat terpenuhi tanpa adanya intimidasi semata.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pelantikan yang telah memakan dana hingga ratusan juta rupiah itu, kini lenyap sudah, namun dampak dari pelantikan tersebut haruslah mengacu pada nasib rakyat, siapapun orangnya bagi rakyat tidak penting, tapi karya dan usaha yang kini masih dinantikan.&lt;br /&gt;Pidato presiden yang disampaikan beberapa waktu lalu di Gedung MPR/DPR RI telah menunjukkan keoptimisan dan penghormatan pada pendahulu. Dalam pidatonya tersebut, SBY menunjukkan bahwa ia sangat optimis dengan pertumbuhan bangsa, yakni dari segi perekonomian Indonesia yang mampu bertengger di peringkat tiga besar, meskipun ungkapannya ini telah menuai kritik pedas dari beberapa element, karena menganggap fatal dan bohong.&lt;br /&gt;Sehingga ada banyak catatan yang dapat diambil dalam pelantikan SBY-Boediono kemarin. Akankah ada harapan, keprihatinan yang berkembang di depan masyarakat untuk bisa lebih maju atau sebaliknya.&lt;br /&gt;Masyarakat menaruh harapan besar kepada SBY-Boediono dan kabinetnya untuk bisa bekerja lebih keras membangun citra dan kemandirian bangsa Indonesia. Mudah-mudahan saja pelantikan Presiden SBY periode kedua ini membawa perubahan dan mempertegas arah baru perkembangan pembangunan Indonesia bisa lebih maju dan meningkatkan di semua bidang, termasuk pendidikan, ekonomi, politik, demokrasi, dan kesejahteraan rakyat. &lt;br /&gt;Harus diakui bahwa SBY telah mengukir prestasi bersama pasangan sebelumnya (Jusuf Kalla). Kali ini, pasangan barunya Boediono diharapkan dapat meneruskan program kerja yang sudah baik dan memperbaiki program yang belum berjalan, atau masih bermasalah, seperti di sektor ekonomi (riil).&lt;br /&gt;Sejak adanya kabinet baru, cita-cita demokrasi pun terbentuk, dengan demikian harapan penuh agar janji kepada rakyat itu benar-benar dijalankan sehingga memberikan harapan kepada dunia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-718730106543319014?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/718730106543319014/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=718730106543319014' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/718730106543319014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/718730106543319014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/10/selamat-datang-indonesia-baru.html' title='Selamat Datang ‘Indonesia Baru’'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-8688305542799399519</id><published>2009-10-27T08:35:00.000+07:00</published><updated>2009-10-27T08:36:21.137+07:00</updated><title type='text'>Menanti Komitmen Pemerintah Baru</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 20 Oktober 2009 hari ini, adalah babak baru bagi Pemerintah Republik Indonesia. Dimana presiden dan wakil presiden terpilih pada pilpres lalu resmi dilantik untuk masa bhakti 2009-2014.&lt;br /&gt;Tentu pelantikan ini menandakan dimulainya suatu era baru sebuah pemerintahan negara. Dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencatatkan dirinya dalam sejarah Repulik ini sebagai presiden periode keduanya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sehari setelah pelantikan, Presiden sebagai kepela negara sekaligus kepala pemerintahan dalam sistem Presidensil langsung mengumumkan dan melantik para menteri sebagai pembantu-pembantunya dalam menjalankan roda pemerintahan.&lt;br /&gt;Dengan dilantiknya Kabinet Indonesia Bersatu jilid II ini, tentu banyak harapan masyarakat yang ditujukkan kepada mereka. Teruma bagi kita di Provinsi Kalimantan Barat.&lt;br /&gt;Jelas sebagai orang daerah, kita sangat menanti komitmen pemerintahan baru di bawah pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakilnya Boediono dalam menangani masalah-masalah di daerah, termasuk perbatasan yang selama ini terkesan terabaikan.&lt;br /&gt;Nah, kedepan kita berharap ada komitmen kuat dari pemerintah yang baru ini dalam membangun kawasan perbatasan. Sebab selama ini perbatasan terkesan tidak diurus, padahal idealnya perbatasan itu justru menjadi beranda terdepan Republik ini, bukan seperti kondisi saat sekarang.&lt;br /&gt;Kita orang daerah, seperti Kalbar ini terntu masih banyak program nasional yang belum dilaksanakan di daerah ini, seperti Jalan Trans Kalimantan yang belum rampung. Selanjutnya rencana pembangunan jalan kereta api yang menghubungkan provinsi-provinsi di Kalimantan. &lt;br /&gt;Nah, bila tidak ada komitmen kuat pemerintah yang baru kelak, maka semua rencana atau pun program seperti Jalan Trans Kalimantan maupun rel kereta api yang menghubungkan provinsi-provinsi di daerah ini, tetap akan menjadi mimpi yang tidak pernah ada kenyataannya.&lt;br /&gt;Namun demikian, kita juga tidak boleh apriori. Tapi sebagai rakyat kita bisa menunggu janji maupun program nasional tersebut terlaksana di daerah ini.&lt;br /&gt;Apalagi Kalbar mempunyai daerah darat paling panjang yang berbatasan langsung dengan Malaysia, yakni sekitar 900 kilometer.&lt;br /&gt;Dengan panjangnya perbatasan tersebut, kita berharap bisa tersentuh pembangunan sehingga pelayanan publik seperti jalan, pendidikan dan kesehatan bisa dirasakan masyarakat sepanjang perbatasan.&lt;br /&gt;Dan yang lebih penting lagi, kedepan tidak ada lagi kesenjangan antara masyarakat Indonesia yang tinggal dan hidup di perbatasan dengan saudara-saudaranya yang kebetulan warga Negara Malaysia.&lt;br /&gt;Artinya, dalam selaga sendi kehidupan masyarakat kita di perbatasan bisa berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan warga Negara Malaysia. Nah, komitmen pemerintah untuk mendorong pembangunan di daerahlah yang kita tunggu, termasuk kawasan perbatasan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-8688305542799399519?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/8688305542799399519/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=8688305542799399519' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/8688305542799399519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/8688305542799399519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/10/menanti-komitmen-pemerintah-baru.html' title='Menanti Komitmen Pemerintah Baru'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-5739531348874605837</id><published>2009-10-27T08:33:00.000+07:00</published><updated>2009-10-27T08:34:23.760+07:00</updated><title type='text'>Dari Polyester ke Film</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu bulan terakhir, ada yang berubah dari wajah koran provinsi yang kita cintai ini. Terutama dari tampilan fisik korannya, dimana sebelumnya warna terlihat agak kusam dan kurang menarik.&lt;br /&gt;Namun bila dicermati dengan seksama, ada perubahan mencolok pada tampilan fisik koran terutama pada perwarnaan. Sekarang warnanya lebih terang. Lebih segar dan enak dipandang. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perubahan penampilan warna itu tidak lain, adalah upaya kami untuk memberikan kepuasan kepada pembaca, pelanggan maupun relasi sekalian. &lt;br /&gt;Pada kesempatan yang baik ini, kami sedikit berbagai cerita seputar dapur kami kepada pembaca, bahwa selama ini untuk menghasilkan sebuah koran yang bernama Borneo Tribune ini hanya mengandalkan mesin printer dan kertas jenis polyester. &lt;br /&gt;Dengan kualitas printer dan polyester yang baik sekalipun, wajah koran belum bisa dikatakan standar apalagi ideal. Terutama soal pewarnaannya.&lt;br /&gt;Nah, seiring perjalanan waktu, dan tentunya kesetiaan pembaca dan pelanggan maupun relasi sedikit demi sedikit, tahap demi tahap, kami terus berbenah.&lt;br /&gt;Salahsatu yang kami benah adalah proses printing, yang dulunya hanya mengandalkan printer dan sangat tergantung dengan polyester, dan sekarang kami beralih ke film.&lt;br /&gt;Sejak satu bulan terakhir, kami mantap menggunakan film untuk proses pembuat koran sebelum masuk plate maker.&lt;br /&gt;Memang setelah kami menggunakan film, selain perubahan mencolok pada wajah terutama warna yang lebih cingklong juga banyak tanggapan maupun pujian dari pembaca soal wajah koran tersebut.&lt;br /&gt;Selain mengganti printer dan polyester dengan film yang mengandalkan mesin Prepress Panther, kami juga menambah kekuatan plate maker yang dulunya hanya satu unit, kini menjadi dua unit. &lt;br /&gt;Penambahkan plate maker ini tidak lain agar proses pembuatan koran kesayangan Anda ini semakin cepat. Bila dulu proses pembakaran bisa memakan waktu cukup lama sehingga berpengaruh pada jadwal cetak dan tentunya distribusi yang selalu molor, kini proses itu bisa terpotong. Dulu cetak bisa memakan waktu hampir dua jam, kini tidak lagi. Semua proses berjalan begitu cepat sesuai harapan kami.&lt;br /&gt;Pembaca budiman, semua itu kami lakukan semata-mata untuk memanjakan Anda sekalian. Tak enak juga rasanya bila setiap pagi ada saja protes via telepon tentang wajah dan kualitas koran yang kurang bagus. &lt;br /&gt;Kini telepon aduan seperti itu tidak kami dengarkan lagi. Mudah-mudahan kedepan kami bisa meningkatan bukan hanya kualitas korannya, tapi juga isi yang disajikan kepada pembaca sekalian. Terima kasih untuk semuanya. Tuhan beserta kita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-5739531348874605837?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/5739531348874605837/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=5739531348874605837' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/5739531348874605837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/5739531348874605837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/10/dari-polyester-ke-film.html' title='Dari Polyester ke Film'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-3092619412401392716</id><published>2009-10-27T08:31:00.000+07:00</published><updated>2009-10-27T08:32:10.100+07:00</updated><title type='text'>Nuklir dari Kalan</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua pertanyaan besar kini menggelantung di benak saya: akan kaya raya atau malah tertimpa malapetaka? &lt;br /&gt;Pertanyaan itu mengemuka dan menghantui saya menyusul kabar akan dieksplorasinya tambang uranium di Desa Karangankora, Kecamatan Ella Hilir, Kabupaten Melawi. &lt;br /&gt;Kita semua tahu, bahwa uranium adalah bahan baku nuklir dan merupakan asset strategis dan sumber energi masa depan. Tapi, kalau ceroboh, maut siap mengintai. Misal, terkena radiasi atau malah diembargo negara maju? &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kekhawatiran terkena radiasi itu karena, kegiatan pengeboran yang sudah melampaui tahap eksplorasi itu berlangsung sangat tertutup, bahkan bagi masyarakat sekitar Karangankora, di daerah sungai Kalan.&lt;br /&gt;Dari catatan Badan Tenaga Atom Nasional (Batan), penggalian deposit sudah dimulai sejak Tahun 1963. &lt;br /&gt;Namun aktivitas itu praktis tidak terendus oleh instansi terkait baik di tingkat provinsi maupun di Melawi sekalipun. Maklum, lokasinya agak terpencil dan terisolir. Bahkan, ada radius terlarang yang kabarnya dijaga pasukan Kopassus.&lt;br /&gt;Tahun 2002, aktivitasnya sempat terungkap ke publik ketika Advokasi Tambang Adat (ATA) melakukan investigasi bersama Jaringan Advokasi Tambang (Jatam). Mereka melansir tambang di atas lahan seluas 20 kilometer persegi itu sangat potensial.&lt;br /&gt;Setelah enam tahun melakukan penggalian rintisan, Batan menindaklanjuti dengan melakukan kontrak kerja sama dengan French Atomic Energy (CEA), Prancis, pada 3 Agustus 1969.&lt;br /&gt;Kolaborasi CEA-Batan akhirnya menemukan cebakan uranium di Karangankora tadi. Kerja sama berakhir pada 1979, dan Batan meneruskan pengalian dengan ongkos dari pemerintah.&lt;br /&gt;Penggalian dimulai dengan membangun terowongan tembus dan silang sepanjang 760 meter. Dengan tingkat ketelitian terukur, dilakukan pengeboran hingga kedalaman 24.800 meter. Setelah dilakukan penelitian komprehensif hasilnya, di daerah tersebut ditemukan cadangan uranium ditaksir mencapai lebih 10.000 ton.&lt;br /&gt;Ketertutupan aktivitas eksplorasi itulah yang membuat kecurigaan kita. Dari pengalaman Iran atau Korea Utara misalnya, pertambangan uranium sangat rentan menyebarkan radiasi, yang setiap saat mengintai keselamatan warga sekitar. Karena itu, bila benar dilakukan eksploitasi, maka harus ada sosialisasi mendalam sejauhmana jangkauan radiasi dimaksud.&lt;br /&gt;Tentu sebagai warga, kita tidak ingin kasus tambang emas di Timika dan Freeport terulang di Kalbar. &lt;br /&gt;Apalagi bila melihat referensi tentang uranium, di dunia ini hanya dikenal dua jenis uranium, yakni 235 dan 238. Uranium 235 usianya lebih tua dan kandungannya murni, sehingga bisa digunakan membuat bom atom dahsyat, seperti yang dipakai untuk mengebom kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang pada Perang Dunia II. Sedangkan uranium 238 usianya lebih muda dan kadar pakainya sekitar 99%.&lt;br /&gt;Uranium ini bisa digunakan sebagai reaktor pembangkit listrik. Dan hemat saya, itu bisa mengatasi krisis listrik yang sudah lama terjadi. Bila diseriusi, maka uranium itulah jawaban atas krisis listrik sekarang ini. Bagaimana pemerintah?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-3092619412401392716?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/3092619412401392716/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=3092619412401392716' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/3092619412401392716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/3092619412401392716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/10/nuklir-dari-kalan.html' title='Nuklir dari Kalan'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-8207892297833317955</id><published>2009-10-27T08:29:00.000+07:00</published><updated>2009-10-27T08:30:10.668+07:00</updated><title type='text'>Hari Mencuci Tangan</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan tanggal 15 Oktober lusa sebagai hari cuci tangan pakai sabun atau hand washing day.&lt;br /&gt;Penetapan hari mencuci tangan dengan sabun sedunia pada 15 Oktober itu dilakukan pada pertemuan tahunan air sedunia (Annual World Water Week) yang berlangsung 17 hingga 23 Agustus 2008 lalu di Stockholm, Swedia. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dan di Indonesia, peringatan hari cuci tangan itu dipusatkan di Kota Pontianak.&lt;br /&gt;Ini suatu kebanggan bagi kita, dan kesempatan itu kiranya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh setiap stakeholder untuk memperkenalan daerah ini kepada siapa saja yang datang, termasuk kepada sejumlah media yang akan meliput acara tersebut.&lt;br /&gt;Momen-momen besar seperti ini kiranya tidak hanya menjadi momen seremonial belaka atau hanya sekedar menjalankan kalender nasional yang kegiatannya di daerah ini. Tapi bagaimana memaksimalkan momen tersebut dengan memperkenalkan berbagai produk dan potensi Kalbar umumnya dan Kota Pontianak khususnya.&lt;br /&gt;Kepastian Kota Pontianak sebagai pusat kegiatan mencuci tangan pakai sabun tersebut dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, M Subuh.&lt;br /&gt;Sebelumnya peringatan mencuci tangan pakai sabun itu akan dipusatkan di Ngabang, ibukota Kabupaten Landak. Mungkun berbagai pertimbangan termasuk jarak tempuh terkait agenda Gubernur Cornelis yang padat, akhirnya kegiatan dipindahkan ke Kota Pontianak.&lt;br /&gt;Sebagai warga kota, kita berharap, momen tersebut selain mengenalkan potensi daerah, juga bisa menumbuhkembangkan kesadaran masyarakat Kota Pontianak untuk berprilaku hidup bersih. Sehingga masyarakat kota itu terhindar dari penyakit kulit maupun demam berdarah dengue (DBD) yang saat ini sudah ditetapkan kejadian luar biasa (KLB) oleh Pemerintah Provinsi Kalbar.&lt;br /&gt;Tujuan ditetapkannya setiap 15 Oktober sebagai hari mencuci tangan sedunia, diharapkan memperbaiki praktek-praktek kesehatan dan prilaku sehat sebagai upaya untuk menurunkan tingkat kematian balita dan pencegahan terhadap penyakit yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia. &lt;br /&gt;Meningkatkan kebiasaan hidup bersih dan sehat bagi setiap orang adalah keharusan. &lt;br /&gt;Gerakan ini sepertinya sangat sederhana, namun cukup sulit untuk diterapkan. Ini terkait dengan kebiasan hidup masyarakat kita yang kurang memperhatikan kesehatan pribadi maupun lingkungannya.&lt;br /&gt;Walau demikian, tentu kita berharap dengan gerakan sederhana ini nanti bisa memberikan pemahaman terhadap masyarakat akan pentingnya cuci tangan pakai sabun. Banyak manfaat dari mencuci tangan terserbut, setidaknya kita bisa menghindari penyakit yang rentan di sekitar kita seperti diare dan gatal-gatal.&lt;br /&gt;Berdasarkan data WHO dengan cuci tangan yang benar bisa mencegah penyakit diare 85 persen mencegah kecacingan 70 persen, mencegah H1N1 (flu babi) 90 persen. Artinya, kita perlu sosialisasi dan budayakan cuci tangan itu. Dan yang paling penting mencuci tangan sebelum menyentuh makanan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-8207892297833317955?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/8207892297833317955/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=8207892297833317955' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/8207892297833317955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/8207892297833317955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/10/hari-mencuci-tangan.html' title='Hari Mencuci Tangan'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-1559132035899402869</id><published>2009-10-27T08:26:00.000+07:00</published><updated>2009-10-27T08:27:06.213+07:00</updated><title type='text'>Daerah Endemik DBD</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimantan Barat umumnya lebih khusus Kota Pontianak, adalah daerah yang dikategorikan endemik demam berdarah dengue (DBD).&lt;br /&gt;Harusnya, sudah tahu sebagai daerah endemik DBD, semua pihak utamanya Dinas Kesehatan sudah mengantisipasi penyakit yang memang endemik tersebut.&lt;br /&gt;Bila tidak ada antisipasi dan pencegahkan dini, dikhawatirkan endemik akan berubah menjadi kasus luar biasa (KLB) DBD. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Antipasi dini itu tidak cukup dengan fogging (pengasapan) semata, tapi bagaimana upaya pencegahan dengan melibatkan semua komponen, kalau perlu ada petugas khusus atau penyuluh lapangan yang setiap saat keliling mengingatkan masyarakat agar melakukan pencegahan.&lt;br /&gt;Dia tidak hanya mengingatkan menutup tong air, atau mengubur barang-barang yang bisa menampung air, tapi juga memberi pemahaman bagaimana upaya pencegahan itu bisa dilakukan setiap orang.&lt;br /&gt;Kalau dari data yang disajikan Dinas Kesehatan Kota Pontianak, sejak Januari hingga Oktober 2009 sebanyak 51 orang meninggal karena DBD. Sedangkan kasus DBD sendiri yang ditangani Puskesmas hingga rumah sakit baik Soedarso maupun Antonius mencapai 1.500 kasus.&lt;br /&gt;Itu khusus pasien yang dari Kota Pontianak saja, belum termasuk pasien dari luar kota termasuk kiriman dari daerah kabupaten.&lt;br /&gt;Sebetulnya seperti diungkapkan Kadis Kesehatan Kota Pontianak, Multi Junto, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya pencegahan.&lt;br /&gt;Seperti menanggung biaya pengobatan bagi pasien dari keluarga miskin hingga fogging massal.&lt;br /&gt;Tetapi kasus DBD selalu ada, karena memang Kalbar dikenal sebagai daerah endemik DBD.&lt;br /&gt;Namun demikian, upaya penanggulangan DBD ini harus didukung masyarakat. Termasuk mempersilakan petugas melakukan fogging di rumah maupun lingkungannya.&lt;br /&gt;Melihat jumlah korban tewas akibat DBD itu, maka mau tidak mau masyarakat harus punya kesadaran tinggi, bahwa membiarkan tempat penampungan air bersihnya terbuka sama saja membiarkan nyamuk Aedes Aegypti bertelur dan bersarang di situ.&lt;br /&gt;Memang disatu sisi, kita sulit mengubur tempat penampungan air, karena umumnya masyarakat Kota Pontianak menggunakan air hujan sebagai air bersih. Namun celakanya, nyamuk Aedes Aegypti justru senang bertelur di air yang jernih dan teduh itu.&lt;br /&gt;Agar tidak terjadi korban yang lebih banyak, kepada kita semua mau tidak mau dan suka tidak suka, kita harus membiasakan diri untuk selalu menutup tempat penampungan air bersih. Kita selalu mengubur tempat atau kaleng-kaleng yang bisa menampung air hujan di sekitar kita, di lingkungan kita. &lt;br /&gt;Bila itu bisa kita lakukan, sedikit banyak kita sudah membantu mengurangi penyebaran nyamuk Aedes Aegypti itu. Atau kalau perlu kita menghilangkan merk daerah endemik DBD. Semoga saja.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-1559132035899402869?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/1559132035899402869/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=1559132035899402869' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/1559132035899402869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/1559132035899402869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/10/daerah-endemik-dbd.html' title='Daerah Endemik DBD'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-8520700154731529221</id><published>2009-10-27T08:22:00.001+07:00</published><updated>2009-10-27T08:22:54.433+07:00</updated><title type='text'>Gaji Pertama Buat Gempa</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal, orang mengenal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai partai yang penuh dengan sensasi dan kejutan. Tentu sensasi yang mereka bangun bukan asal-asal, tapi yang bermanfaat bagi orang banyak, terlebih bagi yang tertimpa musibah.&lt;br /&gt;Dan itu bukan rahasia lagi bagi PKS yang dari awal membangun citranya sebagai partai yang peduli dengan masalah-masalah sosial kemasyarakatan, termasuk terhadap masyarakat yang tertimpa bencara seperti korban gempa bumi di Sumatera Barat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seperti dilakukan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat dari PKS yang berkomitmen menyumbangkan gaji pertama mereka untuk membantu korban gempa di Sumatera Barat. &lt;br /&gt;Menyumbangkan gaji pertama itu sudah menjadi komitmen PKS mulai dari pusat hingga provinsi.&lt;br /&gt;Seperti dikatakan dikatakan Ketua DPW PKS Kalimantan Barat, Fatahillah Abrar sebagaimana dikutif Antara, komitmen itu harus diwujudkan. Kemudian untuk kabupaten/kota Fatahillah mengatakan akan disosialisasi pada acara halal bi halal partai berbasis masa Islam tersebut.&lt;br /&gt;Karena itu juga, mereka berkomitmen dan tidak merasa kesulitan untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang dalam kesulitan akibat gempa. &lt;br /&gt;Sebagaimana kita ketahui bahwa gempa yang meluluhlantakan Sumatera Barat itu telah menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Bahkan menurut data Pemerintah Kota Pariaman memperkirakan sementara ini jumlah kerugian materil yang dialami Kota Pariaman saja mencapai Rp 1 trilun lebih menyusul rusaknya puluhan ribu bangunan di wilayah itu.&lt;br /&gt;Taksiran itu belum termasuk di daerah lain di Ranah Minang tersebut.&lt;br /&gt;Walikota menyebutkan puluhan ribu bangunan yang terdiri dari fasilitas umum, rumah ibadah, perkantoran, sekolah dan rumah penduduk di wilayah itu mengalami kerusakan. Kategori pun beragam. Ada yang rusak ringan, rusak sedang hingga rusak berat.&lt;br /&gt;Belum lagi fasilitas lainnya seperti jaringan listrik, komunikasi,dan air bersih masih mengalami kendala hingga belum dapat digunakan.&lt;br /&gt;Untuk meringankan bebas saudara kita yang tertimpa musibah, bukan banyak bantuan logistik yang mengelir ke sana, tapi juga sejumlah relawan baik dalam negeri maupun luar negeri bahu membahu menuju Kota Padang sebagai daerah terparah karena gempa.&lt;br /&gt;Sebagai sesama anak bangsa, kita berharap tidak hanya PKS dan kadernya yang bisa mengulurkan tangan, tapi juga partai maupun pihak lain agar tergugah hatinya membantu meringankan beban para korban.&lt;br /&gt;Keiklasan dan kebaikan kita semua yang disalurkan dengan benar akan membawa berkah bagi kita semua. Berkah itu tidak langsung dibalas ketika itu juga, tapi dengan cara lain Tuhan membalasnya. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-8520700154731529221?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/8520700154731529221/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=8520700154731529221' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/8520700154731529221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/8520700154731529221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/10/gaji-pertama-buat-gempa.html' title='Gaji Pertama Buat Gempa'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-1050989141235204103</id><published>2009-10-27T08:19:00.000+07:00</published><updated>2009-10-27T08:20:07.189+07:00</updated><title type='text'>Setia pada Profesi</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering mendengar orang mengucapkan kata setia pada pasangan, setia pada pekerjaan, dan setia pada janji yang pernah diikrarkan. &lt;br /&gt;Namun pada kesempatan ini saya ingin mengulas sedikit tentang pekerjaan yang kadang membosankan, namun tak jarang mengasyikkan karena penuh tantangan. &lt;br /&gt;Yakni pekerjaan sebagai jurnalis. Ya pekerjaan jurnalis adalah pekerjaan profesi (walau kadang masuk kelompok buruh). Maka tak jarang teman yang kebetulan jurnalis ketika ditanya apa aktivitas atau pekerjaan sekarang? jawabannya; masih setia pada profesi. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bila saya yang tanya, tentu langsung paham, pastilah itu jurnalis. Tapi bagi orang awam, taksirannya bisa macam-macam. Sebab profesi juga berlaku bagi dokter, pengacara, notaris, apoteker, psikolog, akuntan, desainer, arsitektur, dll.&lt;br /&gt;Menurut Wikipedia, profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. &lt;br /&gt;Seseorang yang memiliki suatu profesi tertentu, disebut profesional. Walaupun begitu, istilah profesional juga digunakan untuk suatu aktivitas yang menerima bayaran, sebagai lawan kata dari amatir. &lt;br /&gt;Contohnya, pemain sepakbola profesional menerima bayaran mengguirkan dari klubnya, sementara sepakbola sendiri umumnya tidak dianggap sebagai suatu profesi.&lt;br /&gt;Berapa banyak pekerja yang menjalani profesi tak sesuai dengan ilmu yang didapat di kuliahan. Memangnya kalau lulusan fakultas hukum harus jadi jaksa, hakim, pengacara, notaris atau kerja di bagian legal perusahaan? Tentu juga tidak. Termasuk para jurnalis, adalah profesi yang tidak sejalan dengan apa yang didapat di bangku kuliah. Walau ada juga jurnalis yang lulus dari fakultas komunikasi jurusan jurnalistik.&lt;br /&gt;Tapi kebanyakan jurnalis yang ada, justru bukan jebolan sekolahnya. Tapi karena kecintaan mereka pada profesinya. Dan kecitaan itu pula yang membentuk karakternya  sehingga menjadi idealisme. &lt;br /&gt;Jurnalis idealisme itulah yang dapat melahirkan karya-karya baik. Tulisannya bisa membuka cakrawala berpikir orang. Tidak asal kutif, tapi betul-betul analitis dan mendidik.&lt;br /&gt;Kecintaan pada profesi itulah yang kadang-kadang membuat dirinya rela berkorban apa saja. Pasang badan untuk setiap kasus yang ditulisnya. Termasuk tindak tanduknya di masyarakat. Tak jarang ia cenderung melawan arus.&lt;br /&gt;Kita sadar perbuatan melawan arus itu benar setelah beberapa tahun kedepan. Mereka umumnya tidak mementingkan kekayaan, tapi kepuasan karena karyanya bisa mengubah dunia. Karyanya bisa membentuk karakter seseorang. Tulisannya bisa mempengaruhi pikiran dan tindakan orang yang membacanya. Dan itu hanya bisa dilakukan oleh profesional. Itulah jurnalis, yang karya-karyanya bisa menghebohkan. &lt;br /&gt;Mudah-mudahan kita semua, tidak hanya setia pada pasangan, tetapi juga pada profesi? Saya sendiri masih belajar apakah bisa setia pada profesi? Kalau pasangan sudah pasti harga mati.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-1050989141235204103?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/1050989141235204103/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=1050989141235204103' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/1050989141235204103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/1050989141235204103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/10/setia-pada-profesi.html' title='Setia pada Profesi'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-482137625055811980</id><published>2009-10-27T08:16:00.000+07:00</published><updated>2009-10-27T08:17:44.398+07:00</updated><title type='text'>PNS Semakin Diminati</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa media memberitakan akan ada rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun ini, khususnya di Kalimantan Barat benar-benar membawa angin segar bagi para pencari kerja.&lt;br /&gt;Memang setiap tahun angkatan kerja selalu bertambah jumlahnya. Sementara lapangan kerja yang tersedia tidak memadai.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Maka kita maklum saja, ketika ada rekrutman CPNS seperti ini langsung diserbu para pencari kerja yang rata-rata baru tamat dari pendidikan mereka.&lt;br /&gt;Seperti yang diungkapkan Kabid Tenaga Kerja Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Pontianak, Kusyadhi, bahwa sejak awal September ini jumlah pembuat kartu kuning meningkat tajam. &lt;br /&gt;Kartu kuning digunakan sebagai salah satu syarat untuk dapat melamar sebagai CPNS di semua tingkatan.&lt;br /&gt;Padahal menurut catatan kantor yang khusus mengeluarkan kartu kuning, atau kartu pencari kerja itu dari Januari-Agustus dalam satu bulannya hanya sekitar 100 orang saja yang membuat kartu kuning.&lt;br /&gt;Namun bila dibandingkan dengan awal September ini dalam satu hari bisa mencapai 100-200 orang pembuat kartu kuning.&lt;br /&gt;Meningkatnya jumlah pembuat kartu kuning ini karena di beberapa media sudah mengabarkan akan dibukanya lowongan kerja pada sejumlah dinas maupun instansi pemerintah. &lt;br /&gt;Bahkan di media elektronik sudah mengumumkan lowongan kerja tersebut termasuk kriteria yang dibutuhkan di dinas instasni pemerintahan. &lt;br /&gt;Sejauh ini, Dinsosnaker Kota Pontianak sudah melayani pembuatan kartu kuning sejak Kamis (24/9) lalu seusainya libur bersama. &lt;br /&gt;Dari pukul 07.15 wib sudah memberikan pelayanan hingga pukul 15.15 wib, sedangkan pukul 12.00 wib kami istirahat siang tapi formulir tetap kami terima namun belum dibawa ke pencatatan.&lt;br /&gt;Selama meningkatnya jumlah pembuat kartu kuning ini, Dinsosnaker tidak menambah petugas untuk pelayanan. &lt;br /&gt;Dalam pelayanan pembuatan kartu kuning tersebut, Dinsosnaker tidak memungut biaya. &lt;br /&gt;Karena blanko AK 1 tersebut sudah ditanggung dalam anggaran APBD Kota Pontianak. Sepanjang warga kota yang memiliki KTP Kota Pontianak gratis buat kartu kuning.&lt;br /&gt;Sejauh ini memang belum ada keluhan para calon pelamar yang membuat kartu kuning di Dinsosnaker. Semuanya mengaku terlayani dengan baik.&lt;br /&gt;Tingginya minat orang membuat kartu kuning ini menandakan pekerjaan sebagai PNS itu masih sangat menjanjikan.&lt;br /&gt;Kondisi ini kembali pada masa lalu dimana pekerjaan sebagai pegawai pemerintah menjadi tujuan utama orang menempuh pendidikan.&lt;br /&gt;Dengan harapan setelah tamat bisa bekerja sebagai PNS.&lt;br /&gt;Nah, apakah PNS sekarang beda dengan yang dulu? Yang jelas setiap penerimaan PNS tidak lepas dari KKN. Mudah-mudahan penerima kali ini benar-benar murni dan terjaring orang-orang yang betul-betul memiliki keterampilan dan punya kapasitasan itu pekerjaan sebagai PNS.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-482137625055811980?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/482137625055811980/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=482137625055811980' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/482137625055811980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/482137625055811980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/10/pns-semakin-diminati.html' title='PNS Semakin Diminati'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-7807291695966074994</id><published>2009-09-25T21:44:00.003+07:00</published><updated>2009-09-25T22:10:46.116+07:00</updated><title type='text'>Facebook</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SrzdbSUAmqI/AAAAAAAABGQ/z9kZCMEh25M/s1600-h/untitled.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 78px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SrzdbSUAmqI/AAAAAAAABGQ/z9kZCMEh25M/s200/untitled.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385422715270240930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecanggihan teknologi informasi telah membawa kemajuan pesat bagi kehidupan kita. Khususnya di dunia maya.&lt;br /&gt;Berapa banyak kawan lama yang kembali bertemu berkat situs jejaring rekaan Mark Zuckerberg bernama Facebook. Berapa banyak bisnis yang berkembang berkat distribusi dan jaringan melalui internet yang bertebaran di dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun dibalik manfaat kecanggihan internet itu tidak sedikit pula mudharat yang bakal menimpa penggunanya. Dari hal sepele, seperti menyantumkan status ’single’ di Facebook bisa bikin berantam dengan istri, dll. &lt;br /&gt;Tidak sedikit juga pengguna internet menjadi tidak produktif karena waktunya habis terbuang hanya untuk memperhatikan perkembangan Facebooknya.&lt;br /&gt;Jika Facebook dan produk internet lainnya telah melalaikan dan menurunkan produktivitas kita, maka sebagai penguna kita wajib waspadainya. &lt;br /&gt;Sebab sesungguhnya, kita adalah “manusia produktif”, sehingga alangkah ruginya bila waktu habis hanya gara-gara dimanjakan internet dengan sebagai fasilitasnya. &lt;br /&gt;Jejaringan di internet tidak melulu Fabebook, tapi banyak lagi, seperti Friendster, Blogspot, email dan banyaknya lagi. &lt;br /&gt;Tapi alangkah baiknya, bila kita bisa memanfaatkan Facebook dan produk internet lainnya itu sebagai sarana atau media yang memberikan kemudahan kepada kita untuk meningkatkan produktivitas kita. &lt;br /&gt;Meningkatkan kinerja kita sesuai bidang masing-masing. Bukan malah sebaliknya, menjadi sarana yang menjerumuskan kita kepada kesia-siaan belaka, waktu yang terbuang dan berbagai kemudharatan lainnya.&lt;br /&gt;Singkat kata, teknologi canggih diciptakan untuk membantu kita mengatasi berbagai kesulitan. Membantu memecahkan berbagai persoalan jarak, waktu dan ruang. Dengan teknologi macam internet, maka kita tidak lagi dipisahkan oleh jarak, ruang dan waktu itu. Jadi kita jangan menjadi manusia yang diperbudak Facebook. Tapi jadikanlah Facebook itu sebagai media yang bisa meningkatkan silaturahmi kita, meningkatkan produktivitas kita dan meningkatkan derajat kita. Semoga!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-7807291695966074994?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/7807291695966074994/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=7807291695966074994' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7807291695966074994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7807291695966074994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/09/facebook.html' title='Facebook'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SrzdbSUAmqI/AAAAAAAABGQ/z9kZCMEh25M/s72-c/untitled.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-1500844393354782567</id><published>2009-09-25T21:39:00.001+07:00</published><updated>2009-09-25T21:44:25.822+07:00</updated><title type='text'>Menghargai Lingkungan</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SrzXNabZHTI/AAAAAAAABGI/0JKRk2k3_Xo/s1600-h/Hijau+Kota.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SrzXNabZHTI/AAAAAAAABGI/0JKRk2k3_Xo/s200/Hijau+Kota.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385415879860755762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kota berkembang, Pontianak tidak lepas dari masalah sampah. Perhari sampah bisa mencapai puluhan ton. &lt;br /&gt;Karena jumlahnya semakin bertambah, Pemerintah Kota termasuk kita warganya, semakin dibuat pusing dengan masalah sampah ini.&lt;br /&gt;Padahal barang itu sepele kalau saja kita punya mental dan budaya hidup bersih. Tapi itu kembali ke orangnya, yang dengan serampangan dan seenaknya membuang sampah dimana saja.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian masyarakat sampah mungkin sebagai sumber penghasilan, tapi mayoritas kita risih dengan sampah yang menumpuk atau bahkan berserakan di mana-mana itu.&lt;br /&gt;Melihat sampah yang awut-awutan itu, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) mengimbau masyarakat untuk menaati jadwal pembuangan sampah. Himbauan itu terkait dengan misi Kota Pontianak yang bersih, sehat dan indah. &lt;br /&gt;Untuk itu, kepada warga kota DKP telah memberikan jadwal pembuangan sampah pada jam-jam tertentu, yakni Pukul 06:00 hinga Pukul18:00 WIB. &lt;br /&gt;Hal tersebut dilakukan agar menghindari tumpukan sampah di Tempat pembuangan Sampah (TPS) yang akan mengganggu keindahan dan kenyamanan masyarakat, semua itu juga diutamakan untuk TPS-TPS yang terletak di tepi jalan raya utama. &lt;br /&gt;Penetapan jadwal itu tidak lain adalah upaya maksimal dari pemerintah untuk menciptakan suasana nyaman dan bersih bagi masyarakat. &lt;br /&gt;Nah, sekarang tinggal masyarakat lagi, apakah mau peduli dengan program pemerintah atau tetap dengan kondisi bau tak sedap dan sampah berserakan dimana-mana itu?&lt;br /&gt;Demi menjaga kebersihan tersebut, DKP juga sudah memberi bantuan gerobak sampah ke setiap RT (Rukun Tentangga) yang ada. Upaya tersebut diharapkan masyarakat dapat mengumpulkan sampahnya sesuai jam yang telah ditentukan tadi.&lt;br /&gt;Selain itu, masyarakat diajak untuk berprilaku hidup bersih, terutama tidak membuang sampah sembarangan di jalan maupun lingkungan tempat tinggalnya.&lt;br /&gt;Sebab lazim kita temukan, para pengguna jalan seperti pengendara kendaraan roda dua , roda empat maupun pejalan kaki seenaknya membuang sampah makanan ringan maupun buah-buahnya di sepanjang jalan. &lt;br /&gt;Jika ingin berperilaku hidup sehat, maka mulai sekarang biasakanlah diri kita masing-masing untuk membuang sampah pada tempat dan sesuai jadwal yang sudah ditentukan DKP tersebut.&lt;br /&gt;Bila itu bisa kita praktikan, maka perilaku hidup bersih dan sopan terhadap lingkungan ini secara tidak langsung akan menular kepada anak-anak kita maupun keluarga yang lainnya. Itulah bentuk penghargaan kita terhadap lingkungan sekitar. Selamat mencoba.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-1500844393354782567?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/1500844393354782567/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=1500844393354782567' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/1500844393354782567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/1500844393354782567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/09/menghargai-lingkungan.html' title='Menghargai Lingkungan'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SrzXNabZHTI/AAAAAAAABGI/0JKRk2k3_Xo/s72-c/Hijau+Kota.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-7587006111840187330</id><published>2009-09-17T20:11:00.000+07:00</published><updated>2009-09-17T20:12:50.697+07:00</updated><title type='text'>Selamat Idul Fitri</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SrI1vYgEZUI/AAAAAAAABFo/QblfRrY5R_Q/s1600-h/idul_fitri.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 140px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SrI1vYgEZUI/AAAAAAAABFo/QblfRrY5R_Q/s200/idul_fitri.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5382423592808244546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok malam, dengan sedikit perbedaan waktu, umat Islam di seluruh dunia akan merayakan malam takbiran untuk menyambut hari kemenangan setelah sebulan menahan diri dari lapar, dahaga dan kegiatan lain yang dilarang dilakukan selama bulan Ramadan. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu akan terdengar gema kalimat-kalimat Takbir yang dikumandangkan dengan penuh rasa ikhlas. Itulah ritual yang sudah mentradisi dalam menyambut Idul Fitri yang membahagiakan bagi Umat Islam.&lt;br /&gt;Walau tidak merayakan Idul Fitri, saya bisa merasakan nikmatnya teman-teman di kantor saat berbuka puasa. Mereka menikmati saat berbuka walau hanya dengan sepotong kue dan segelas air dingin. &lt;br /&gt;Dari wajahnya perpancar kepuasan, meraka telah melewatkan puasa pada hari itu. Bagi yang sukses menunaikan ibadah puasa, tentu akan menyambut nikmat hari Raya Idul Fitri ini dengan penuh sukacita. Sebab itulah hari kemenangan baginya.&lt;br /&gt;Kemenangan dari hawa nafsu. Dan sudah pasti merupakan sesuatu yang menyenangkan untuk dirayakan. Itulah nikmatnya. Kegembiraan terpancar dari setiap orang, setiap rumah. Orang saling berkunjung dan saling berucap salam dan bermaaf-maafan.&lt;br /&gt;Kemudian ada tradisi khas di masyarakat kita, mudik ke kampung halaman. Merayakan Idul Fitri di tengah keluarga punya arti tersendiri. Kita bisa saling mengunjungi sanak saudara bahkan tetangga atau teman sejawat, atasan dan bawahan. &lt;br /&gt;Untuk alasan itu, orang berbondong-bondong mudik, bepergian jauh hanya sekedar menjumpai orang tua atau sanak famili. Sekedar menjumpainya dan bersilaturahmi, menyegarkan ikatan kekerabatan, menyambung dan mempererat tali persaudaraan. &lt;br /&gt;Kesempatan Idul Fitri tidak akan dijumpai pada momen lain. Untuk itu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Bagi yang masih punya masalah dengan sanak saudaranya, kesempatan ini sangat cocok untuk saling bermaafan. Kepada mereka yang sudah mulai renggang, kesempatan ini sangat baik untuk merapatkan kembali. Kepada yang sudah akrab dan dekat, kesempatan ini tetap lebih baik untuk memupuk tali persaudaraan. &lt;br /&gt;Akhirnya, kepada teman-teman kantor, sahabat maupun relasi yang merayakan Idul Fitri, dari lubuh hati yang terdalam saya dan keluarga mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1430 H. Minal Aidin Wal Faizin. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga Tuhan Beserta Kita!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-7587006111840187330?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/7587006111840187330/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=7587006111840187330' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7587006111840187330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7587006111840187330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/09/selamat-idul-fitri.html' title='Selamat Idul Fitri'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SrI1vYgEZUI/AAAAAAAABFo/QblfRrY5R_Q/s72-c/idul_fitri.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-4193686717668006557</id><published>2009-09-17T20:04:00.001+07:00</published><updated>2009-09-17T20:10:46.437+07:00</updated><title type='text'>Menyoal Parsel</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SrI1R9VfFeI/AAAAAAAABFg/N-QMZ-cgaRo/s1600-h/parcel.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SrI1R9VfFeI/AAAAAAAABFg/N-QMZ-cgaRo/s200/parcel.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5382423087299892706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Walikota Sutarmidji menghimbau pejabat di lingkungan Pemkot untuk tidak menerima parsel, hal sama dilakukan Gubernur Cornelis. &lt;br /&gt;Gubernur menghimbau pejabat di lingkungan Pemprov untuk tidak menerima parsel, terlebih parsel itu diberikan terkait jabatannya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jelas himbauan ini akan membingungkan perusahaan penyedia parsel. Dimana mereka tentu berharap parsel yang hanya bisa dijual musiman itu, bakal laris manis menyambut hari raya Idul Fitri ini. Dan konsumen yang lebih dominan, tentu dari kalangan pejabat dan dunia usaha.&lt;br /&gt;Parsel umumnya diberikan oleh masyarakat kepada rekan kerja dan teman sebagai ungkapan silaturahmi yang diikuti pemberian makanan yang dihias agar menarik dilihat.&lt;br /&gt;Bagi orang yang memberikan parsel belum tentu bisa dikaitkan dengan indikasi suap, karena kalau suap tidak berbentuk parsel melainkan berupa uang. Dan harga parsel paling berkisar antara Rp100-500 ribu per paket parsel.&lt;br /&gt;Karena itu, Sutarmidji mengatakan, walau dirinya menghimbau pejabatnya, tapi ia melihat parsel dari lebih dari sekedar seni untuk makanan yang marak menjelang lebaran sehingga tidak perlu dipermasalahkan.&lt;br /&gt;Kalau suap kepada pejabat negara pasti jumlahnya besar, dan kecil kemungkinan parsel yang isinya hanya makanan dan minuman ringan dari berbagai jenis, kecuali parselnya berbentuk lain yang harganya puluhan hingga ratusan juta. &lt;br /&gt;Disamping itu, pemberian parsel juga ada nilai positifnya, karena dengan membeli parsel secara tidak langsung bisa menggerakkan ekonomi masyarakat, karena bisnis parsel melibatkan banyak orang mulai dari pengrajin keranjang, pedagang buah-buahan, makanan ringan hingga jasa pengirim parsel itu sendiri.&lt;br /&gt;Kita sangat memahami pelarangan penerimaan parsel di kalangan pejabat itu erat kaitannya dengan kemungkinan penyalahgunaan paket parsel ke arah yang merugikan pejabat itu sendiri. &lt;br /&gt;Dengan himbauan ’bosnya’ tersebut, sebagai pejabat tentu berpikir dua kali untuk menerima parsel dari siapa pun, termasuk dari teman, karena sesuai undang-undang yang berlaku memang ada larangan pejabat menerima parsel.&lt;br /&gt;Padahal maksud pemberian parsel itu sangat bagus sekali, selain membina hubungan juga bisa mempererat silaturahmi antara pemberi dan penerima. &lt;br /&gt;Namun urusan yang sederhana ini bisa saja berbuntut panjang, karena bagi pejabat negara bila menerima parsel harus dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena parsel dikategorikan gratifikasi. &lt;br /&gt;Aturan ini diatur pada Pasal 12B UU No 20 tahun 2001 yakni pemberian dalam arti luas meliputi pemberian uang, barang, rabat (diskon), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya.&lt;br /&gt;Gratifikasi tersebut baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik. Namun dengan pengecualian, Undang-Undang No. 20 Tahun 2001, Pasal 12 C ayat (1) maka ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12B ayat (1) tidak berlaku bila penerima melaporkan gratifikasi yang diterimanya kepada KPK.&lt;br /&gt;Bagi mereka yang melanggar aturan ini maka akan terkena ancaman pidana hukuman minimal satu tahun, maksimal lima tahun dan atau denda minimal Rp50 juta, maksimum Rp250 juta. Sanksinya cukup mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-4193686717668006557?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/4193686717668006557/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=4193686717668006557' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/4193686717668006557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/4193686717668006557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/09/menyoal-parsel.html' title='Menyoal Parsel'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SrI1R9VfFeI/AAAAAAAABFg/N-QMZ-cgaRo/s72-c/parcel.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-6304301492718896470</id><published>2009-09-12T13:15:00.001+07:00</published><updated>2009-09-12T13:17:34.602+07:00</updated><title type='text'>Berpikir Positif</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/Sqs80b2ccxI/AAAAAAAABFA/pwf7_2hr5nU/s1600-h/terapi+psikis.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/Sqs80b2ccxI/AAAAAAAABFA/pwf7_2hr5nU/s200/terapi+psikis.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380461051351167762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manusia lemah, kita cenderung berpikir negatif. Kita gampang menyebut hal negatif yang melekat pada seseorang. Namun disisi lain, kita sulit menyebut hal positif dari seseorang tersebut.&lt;br /&gt;Kalau dibuat tabulasi, maka daftar hal-hal yang negatif itu lebih panjang daripada yang positif. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja di sekitar kita, mulai dari keluarga, lingkungan tempat tinggal, komplek, kantor atau pun mitra kerja. Kita gampang menilai hal negatif pada mereka.&lt;br /&gt;Memang sebagai manusia kita diciptakan tidaklah sempurna. Tetapi itu tidak berarti kita menyerah pada pikiran negatif. Tapi bagaimana kita harus membatasi pikiran negatif itu.&lt;br /&gt;Memang kadang pikiran negatif tidak selamanya buruk. Artinya, kita bisa mewaspadai sesuatu sebelum betul-betul terjadi. Misalnya soal perselingkuhan, korupsi, dan banyak lagi yang bisa muncul di pikiran terutama menyangkut pekerjaan. &lt;br /&gt;Pikiran seperti itu dalam takaran tertentu baik. Kita bisa membantu mencegah agar sesuatu itu tidak terjadi. Misalnya tadi seperti perselingkuhan, korupsi dan lain-lain.&lt;br /&gt;Kecurigaan itu boleh-boleh saja sebagai upaya berjaga-jaga. Tapi harus diingat, kita mesti bisa membatasi pikiran negatif itu. Kita tidak boleh curiga tanpa bukti yang jelas. Jangan membiarkan pikiran negatif itu meracuni diri kita baik dalam keluarga, lingkungan maupun dalam pekerjaan. Bila pikiran negatif itu dikembangkan, akibatnya bisa fatal.&lt;br /&gt;Kita harus bisa mengendalikan pikiran negatif itu. Kita harus membiasakan diri dengan berpikir rasional. Mankala pikiran negatif muncul, kita harus melatih diri kita untuk berpikir rasional, berpikir jernih, menimbang dan mencoba mencari bukti atau penjelasan yang logis. Terutama tentang hal yang mendorong terjadinya hal negatif tadi.&lt;br /&gt;Kita mesti sadari bahwa banyak hal di dunia ini memiliki sisi positif dan negatif, ada kelebihan dan ada kekurangan. Penyadaran tentang dua sisi ini dapat membantu agar tidak berat sebelah. Tidak terlalu memuji atau mengagungkan sesuatu, dan tidak terlalu merendahkan atau meremehkan sesuatu.&lt;br /&gt;Menyadari kedua sisi secara utuh dapat mempersiapkan kita memutuskan dengan bijak dan menerima risiko. Artinya, kita tidak hanya asal curiga, tapi harus mawas diri (mengevaluasi diri).&lt;br /&gt;Berpikir positif berarti menggunakan cara pandang yang positif. Misalnya, belajar dari pengalaman. Hikmah apa yang bisa diambil dari pengalaman itu. Dengan berpikir positif, kita tidak lagi terpaku pada kekuatiran, kesedihan, kedukaan atau bahkan kehancuran yang kita alami. Tetapi kita dapat melihat hal-hal yang lebih berarti, yaitu pelajaran hidup yang dapat mengembangkan atau mengubah kehidupan kita.&lt;br /&gt;Nah, pendek kata, siapa pun kita, kapan dan di manapun berada, ketika pikiran negatif mulai muncul, bersiaplah membatasinya dengan pikiran yang rasional, yakni pikiran positif!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-6304301492718896470?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/6304301492718896470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=6304301492718896470' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/6304301492718896470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/6304301492718896470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/09/berpikir-positif.html' title='Berpikir Positif'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/Sqs80b2ccxI/AAAAAAAABFA/pwf7_2hr5nU/s72-c/terapi+psikis.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-7806927665894470707</id><published>2009-09-12T13:12:00.001+07:00</published><updated>2009-09-12T13:14:32.848+07:00</updated><title type='text'>Jangan Bohongi Rakyat Lagi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/Sqs8OeySIXI/AAAAAAAABE4/wa03FG9-0_w/s1600-h/Ambil+sumpah+janji.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/Sqs8OeySIXI/AAAAAAAABE4/wa03FG9-0_w/s200/Ambil+sumpah+janji.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380460399303991666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin (7/9) kemarin, 35 orang caleg terpilih di Kabupaten Sintang dan 45 caleg terpilih di Kabupaten Sambas yang berasal dari berbagai partai politik resmi dilantik sebagai Anggota DPRD masa bhakti 2009-2014.&lt;br /&gt;Namun yang perlu dicatat, pelantikan tersebut bukanlah akhir dari perjuangan mereka sebagai wakil rakyat, tapi itu baru awal dari perjuangan mereka menyalurkan dan memperjuangkan keinginan rakyat yang telah memilih mereka pada pemilu legislatif 9 April 2009 lalu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Disinilah kepemimpinan mereka sesungguhnya diuji. Apakah mereka mengejar kursi empuk itu karena demi harta kekayaan atau memperkaya diri? Atau hanya sekedar mengejar kekuasaan atau kedudukan? &lt;br /&gt;Memang sangat manusiawi, kekayaan dan kekuasaan itu melekat pada jabatan atau posisi yang dikejar tersebut. Tapi ada yang lebih penting, yakni hak-hak rakyat kecil yang selama ini terabaikan. Dan hak itu ada di pundak mereka sebagai wakil rakyat. Hak itu senantiasa melekat pada jatidiri mereka baik secara individu maupun lembaga yang mereka wakilkan. &lt;br /&gt;Namanya juga wakil rakyat, mesti memahami ensensi fungsi dan tugas yang akan diembannya tersebut. Jangan seperti pepatah kacang lupa akan kulitnya.&lt;br /&gt;Ketika membutuhkan suara, apapun diserahkan dengan rakyat, namun pada gilirannya, rakyat membutuhkan mereka sebagai penyambung lidah, mereka justru tidak berpihak kepada rakyat.&lt;br /&gt;Dan itu fakta yang terus menerus terulang selama ini. Wakil rakyat tidak berpihak kepada rakyatnya. Mereka lebih memihak penguasa daripada mengkoreksinya. Mereka lebih membela penguasa daripada rakyatnya yang telah menghantarkan mereka meraih kursi empuk tersebut.&lt;br /&gt;Nah, momen seremonial pelantikan itu sudah seharusnya menjadi awal untuk terus menerus memperjuangkan kepentingan rakyat, kepentingan orang banyak. Bukan kepentingan pribadi, kepentingan kelompok atau kepentingan partainya. &lt;br /&gt;Tapi bagaimana mereka bisa berlaku adil baik bagi diri sendiri, kelompok, partai maupun masyarakat banyak. Itu penting dilakukan demi percepatan kesejahteraan rakyat. Sebab bila tidak melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik, apa hebatnya mengemban cap sebagai wakil rakyat?!&lt;br /&gt;Apalagi saat kampanye lalu, banyak sudah janji yang ditebarkan untuk memikat hati rakyat. Dan rakyat sekarang tidak bodoh lagi. Tidak seperti dulu yang hanya mendukung, tapi sekarang selain mendukung, rakyat sudah bisa mengontrol dan mengkoreksi wakil mereka sendiri.&lt;br /&gt;Intinya, selama dipercaya memegang amanah rakyat, bekerjalah sesuai amanah yang dititipkan selama lima tahun itu. Jangan pernah sekali-kali menyakiti hati rakyat. Jangan pernah sekali-kali membohongi rakyat. Sebab bila itu terjadi, maka nama Anda akan dicatat dengan baik oleh rakyat. Ingat lima tahun kemudian Anda akan butuh rakyat kembali untuk mempertahankan kursi Anda. &lt;br /&gt;Nah, itu artinya, investasi Anda bukan pada kekuasaan atau memperkaya diri, tapi investasi Anda ada pada rakyat. Sebab merekalah sesungguhnya menentukan masa depan politik Anda. &lt;br /&gt;Mulai sekarang perlakukanlah masyarakat itu sebagai investasi. Caranya dengan berteriak dengan lantang dalam memperjuangkan pentingan rakyat banyak. Jangan jadi macan ompong di tengah padang gurun. Tapi jadilah macan yang siap mengaung setiap saat. Setiap rakyat membutuhkan pertolongan Anda. Akhirnya kami ucapkan selamat bekerja.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-7806927665894470707?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/7806927665894470707/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=7806927665894470707' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7806927665894470707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7806927665894470707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/09/jangan-bohongi-rakyat-lagi.html' title='Jangan Bohongi Rakyat Lagi'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/Sqs8OeySIXI/AAAAAAAABE4/wa03FG9-0_w/s72-c/Ambil+sumpah+janji.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-6984920702322756029</id><published>2009-09-12T13:07:00.000+07:00</published><updated>2009-09-12T13:08:11.427+07:00</updated><title type='text'>Derita Kadaluarsa</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan yang diambil Komnas HAM Perwakilan Kalbar menindaklanjuti pengaduan masyarakat Desa Semunying Jaya, Kabupaten Bengkayang dan Walhi Kalbar, sehingga fungsi pemantauan berdasar pasal 89 ayat (3) Undang-Undang No. 39/1999 tentang HAM atas dugaan pelanggaran HAM khususnya hak-hak masyarakat adat Desa Semunying Jaya terkait pembangunan perkebunan Kelapa Sawit oleh PT Ledo Lestari (Grup Duta Palma) bolehlah diberi aspresiasi. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Artinya, Komnas HAM masih ada kepedulian terhadap penderitaan rakyat. Setidaknya mereka masih peka terhadap informasi, data dan fakta baik yang disampaikan masyarakat maupun pihak lain. &lt;br /&gt;Buktinya, mereka turun langsung ke lapangan bersama Bupati Bengkayang melihat langsung fakta lapangan serta kehidupan masyarakat yang jauh dari layak.&lt;br /&gt;Secara ekonomi, sosial dan budaya mereka sangat tertindas. Adalah sangat manusiawi bila Komnas HAM bersikap keras terhadap kasus tersebut. &lt;br /&gt;Bahkan ada yang mencengangkan dari penelisikan lapangan tersebut, yakni menyangkut ijin lokasi PT. Ledo Lestari yang berlaku tiga tahun telah habis tanggal 20 Desember 2007 dan belum ada pengajuan perpanjangan ijin lokasi atas nama PT. Ledo Lestari. Itu artinya, ijin PT Ledo Lestari sudah kadaluarsa.&lt;br /&gt;Berangkat dari kasus ijin yang kadaluarsa itulah yang menjadi awal penderitaan masyarakat. Saat pembukaan lahan dan penanaman sawit terus berlangsung, namun masyarakat sekitar makin tertekan. Akibatnya, masyarakat hilang kesabaranya dan terjadilah penyitaan alat bersar berupa dua buldoser dan enam unit gergaji mesin (chain saw).&lt;br /&gt;Penahanan alat berat tersebut sangat jelas penyebabnya, masyarakat merasa kebutuhan mereka tidak diperhatikan, bahkan cenderung tertindas di tanah sendiri. Sebagai masyarakat adat, indentitas budaya mereka juga tergerus begitu saja, sehingga muncullah perubatan melawan hukum itu.&lt;br /&gt;Permintaan masyarakat sebetulnya sangat sederhana sekali, mulai dari ganti rugi tanam tumbuh dan areal persawahan dan sumber air, fasilitas pendidikan, kesehatan hingga penerangan.&lt;br /&gt;Nah, hal-hal demikian disepelekan pihak perusahaan. Seharusnya itu tidak perlu terjadi, harusnya kehadiran perusahaan memberi kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat sekitar, bukan malah sebaliknya menyengsarakan masyarakat. Seakan lagu lama diputar kembali, ijin perkebunan hanya sebagai kedok mencuri kayu di sekitar areal dan dijual ke cukong, terlebih itu daerah perbatasan, bisa saja kayu-kayu hasil pembersihan lahan itu dijual ke Jiran, Malaysia.&lt;br /&gt;Nah, akibatnya masyarakat menjadi korban, sudahlah perusahaan ijinnya kadalursa, masyarakatnya semakin sengsara. Hahaha, itulah derita kadaluarsa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-6984920702322756029?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/6984920702322756029/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=6984920702322756029' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/6984920702322756029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/6984920702322756029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/09/derita-kadaluarsa.html' title='Derita Kadaluarsa'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-792913124494358810</id><published>2009-09-12T13:04:00.000+07:00</published><updated>2009-09-12T13:05:29.956+07:00</updated><title type='text'>Tiga Hal dalam Hidup</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari lalu saya berselancar di rumah paman Google. Di situ saya temukan sebuah artikel menarik dalam bentuk pdf. Ada tiga hal penting di dalam hidup kita yang perlu perhatikan. Nah, berikut artikelnya, semoga bermanfaat.  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tiga hal (three things) di dalam hidup yang, jika hilang, tidak akan pernah kembali: waktu, kata-kata dan kesempatan. &lt;br /&gt;Seberapa banyak waktu terbuang yang kita sesali sekarang. Seorang bapak berkata bahwa dia menyesal ketika tidak bisa bermainmain dengan anak-anaknya ketika mereka masih kecil. Kini mereka tidak lagi dekat dengannya. Kata-kata seperti anak panah yang, sekali melesat, tidak mungkin kita tarik kembali dan jika menembus hati seseorang, bisa saja kita cabut, tetapi terlanjur membuat hati orang berdarah. &lt;br /&gt;Kesempatan juga jarang datang untuk kedua kalinya. Oleh sebab itu, kita harus menangkapnya saat dia menghampiri kita.&lt;br /&gt;Tiga hal di dalam hidup yang akan menghancurkan seseorang: amarah, kesombongan dan tidak bisa mengampuni. Orang marah tidak bisa berpikir dalam bertindak, setelah semuanya hancur lebur baru datang penyesalan. Dan itu tidak bisa kembali seperti semula. Demikian juga orang yang sombong, baru berhenti menyombongkan dirinya saat kepalanya pecah karena terlalu besar atau karena membentur atap di atas kepalanya. Orang yang tidak bisa mengampuni mengalami kerugian besar karena tidak akan diampuni oleh Tuhan.&lt;br /&gt;Tiga hal di dalam hidup yang jangan pernah hilang di dalam hidup kita: harapan, kedamaian dan kejujuran. Para tahanan Nazi yang tidak punya harapan cepat mati. Sebaliknya, mereka yang punya harapan hidup tetap survive meskipun mengalami siksaan yang berat. Di samping itu, kita jangan sampai pernah kehilangan rasa damai, walaupun sikon tidak memungkinkan untuk itu. Sedangkan kejujuran yang hilang di dalam kehidupan kita membuat kita tidak bisa merasakan sukacita yang sejati.&lt;br /&gt;Tiga hal di dalam hidup yang paling penting: kasih, keluarga &amp; sahabat, dan kebaikan. Firman Tuhan katakan: ”Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih” (1 Korintus 13:13).&lt;br /&gt;”Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran” (Amsal 17:17). ”Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!” (Filipi 4:5).&lt;br /&gt;Tiga hal di dalam hidup yang tidak pernah pasti: keuntungan, keberhasilan, dan mimpi. Firman Tuhan mengatakan bahwa orang yang membuat rencana untuk pergi ke kota anu untuk mendapatkan untung bisa saja mati sebelum keinginannya berhasil. Demikian juga kesuksesan belum tentu menghampiri kita, kadang kita kerja pun malah lari. Apalagi mimpi. &lt;br /&gt;Seorang ibu suatu kali berkata kepada suaminya bahwa semalam dia bermimpin mendapat kalung berlian dari suaminya. Ternyata oleh suaminya dia dibelikan buku tafsir mimpi.&lt;br /&gt;Tiga hal yang membuat seorang menjadi manusia seutuhnya: komitmen, ketulusan, dan kerja keras. Lewat komitmen yang tanpa kompromi, ketulusan hati yang takut akan Tuhan dan kerja keras yang tidak jemu-jemunyalah yang membuat kita sukses.&lt;br /&gt;Tiga hal yang selalu konstan: Bapa-Putra-Roh Kudus. Amin!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-792913124494358810?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/792913124494358810/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=792913124494358810' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/792913124494358810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/792913124494358810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/09/tiga-hal-dalam-hidup.html' title='Tiga Hal dalam Hidup'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-5455915304630196842</id><published>2009-09-12T12:58:00.002+07:00</published><updated>2009-09-12T13:03:27.337+07:00</updated><title type='text'>Operasi Pasar</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/Sqs5jS2KU2I/AAAAAAAABEw/C0GGxLYTLhM/s1600-h/PASAR.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/Sqs5jS2KU2I/AAAAAAAABEw/C0GGxLYTLhM/s200/PASAR.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380457458341401442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak memasuki bulan Ramadan ini, barang kebutuhan pokok satu persatu merangkak naik. Kenaikan harga itu dipicu permintaan yang tinggi di tingkat konsumen.&lt;br /&gt;Barang yang mengalami kenaikan itu mulai dari beras, gula, kopi, minyak goreng, tepung terigu, telur dan banyak lagi kebutuhan pokok lainnya, termasuk daging dan sayur- mayur.&lt;br /&gt;Bila tidak ada upaya pengendalian harga kebutuhan pokok tersebut, dikhawatirkan masyarakat menjerit menghadapi hari raya Idul Fitri mendatang. Kondisi itu diperburuk lagi dengan masih rendahnya daya beli masyarakat akibat sisa-sisa krisis lalu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu upaya mengerem laju kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut, perlu dipikirkan untuk melakukan operasi pasar.&lt;br /&gt;Operasi pasar mesti dilakukan untuk menahan laju kenaikan harga menjelang Idul Fitri mendatang. Sekarang saja masyarakat sudah mengeluhkan tingginya harga sejumlah kebutuhan pokok. Apalagi menjelang hari H lebaran nanti, bila tidak ada upaya pengendalian harga, maka harga di pasaran semakin melambung dan masyarakat bakal menjerit karena tidak mampu memenuhi kebutuhan hari-hari maupun hari rayanya.&lt;br /&gt;Dan kondisi itu bisa mengancam stabilitas pasar yang selama ini sudah cukup baik. Namun sayang para pelaku pasar tidak berpihak kepada konsumen. Mereka seenaknya menaikan harga barang dengan berbagai alasan, mulai dari tingginya biaya angkutan atau transportasi, hingga pada mahalnya biaya produksi sehingga mereka terpaksa menjual harga jauh diatas kemampuan daya beli masyarakat.&lt;br /&gt;Untuk menghadapi puasa ini saja, ibu-ibu rumah tangga sudah mengeluhkan tingginya harga kebutuhan pokok di pasaran, apalagi menjelang Idul Fitri nanti, permintaan semakin tinggi, dan pedagang dengan semaunya menaikan harga barang. Itu jelas tidak menguntungkan masyarakat konsumen. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak pemerintah, dalam hal ini instansi atau dinas terkait mesti peka dengan kondisi masyarakat saat ini. &lt;br /&gt;Walau kita termasuk satu dari tiga negara yang dapat bertahan dari dampak krisis keuangan global, bukan berarti daya beli masyarakat kita meningkat. Justru sekarang pemerintah kita perlu memikirkan bagaimana mempertahankan harga agar terjangkau masyarakat.&lt;br /&gt;Dan operasi pasar itu adalah salahsatu upaya menekan lajunya kenaikan harga barang kebutuhan hari-hari masyarakat di pasaran. Operasi pasar itu bisa dilakukan menyeluruh terhadap semua kebutuhan pokok masyarakat. Terlebih kebutuhan menyambut hari-hari besar keagamaan. &lt;br /&gt;Perlu ada koordinasi pemerintah dan para pelaku usaha bagaimana menstabilkan harga barang di pasar tersebut. Kalau perlu pemerintah melakukan sidak terhadap sejumlah pasar baik tradisional maupun modern. Bila ditemukan pelaku usaha yang sengaja menjual barang terlampau jauh, maka si pedagang tersebut langsung saja ditegur bahkan kalau perlu dikenakan sanksi.&lt;br /&gt;Bila itu dilakukan, maka itulah hakekat pemerintah yang berpihak kepada rakyatnya. Pemerintah yang melindungi rakyatnya. Sebab sesungguhnya pemerintah jugalah yang berwenang melakukan intervensi baik terhadap pelaku pasar maupun produsennya, demi untuk menstabilkan harga jual di pasaran. Dengan demikian, maka barang-barang kebutuhan pokok itu tetap terjangkau oleh kocek masyarakatnya. &lt;br /&gt;Kita berharap satu dua minggu kedepan, dilakukan operasi pasar, setidaknya bisa menstabilkan harga menjelang Idul Fitri ini. Sebab biasanya setiap jenis barang bisa naik namun tidak bisa turun. Dan itu mesti diperhatikan aparat terkait, terutama dinas yang berurusan dengan perdaganan dan pangan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-5455915304630196842?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/5455915304630196842/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=5455915304630196842' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/5455915304630196842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/5455915304630196842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/09/operasi-pasar.html' title='Operasi Pasar'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/Sqs5jS2KU2I/AAAAAAAABEw/C0GGxLYTLhM/s72-c/PASAR.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-6010040000923059085</id><published>2009-09-12T12:52:00.001+07:00</published><updated>2009-09-12T12:54:55.743+07:00</updated><title type='text'>Mawas Diri</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/Sqs3pW1QAJI/AAAAAAAABEo/fH0DMzx4ATc/s1600-h/4701_1077507061971_1355093589_30243934_723660_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/Sqs3pW1QAJI/AAAAAAAABEo/fH0DMzx4ATc/s200/4701_1077507061971_1355093589_30243934_723660_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380455363467280530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba amati berbagai peristiwa yang terjadi sekarang ini di sekitar kita. Mulai wabah virus flu burung, flu babi, demam berdarah, gizi buruk, kecelakaan hingga bencana alam yang meluluh lantakkan Jawa Barat dan sekitarnya, Rabu kemarin.&lt;br /&gt;Kita miris dan takut dengan rentetan peristiwa alam itu. Memang semuanya sudah rencana Tuhan yang murka dengan umatnya. Tapi, peristiwa itu kadang juga membuat kita bersikap acuh saja. Kita tidak peduli, karena jauh dari tempat tinggal kita. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya buang jauh-jauh sikap acuh tak acuh itu. Saya khawatir bila sikap itu dikembangkan, kita menjadi bangsa yang tidak saling kenal. Tolong-menolong tinggal cerita. Lalu bagaimana pada suatu saat kita dihadapkan pada satu keadaan yang menakutkan, entah itu bencana alam hebat, atau pergolakan masyarakat. Bagaimana kita dapat selamat, karena tidak ada yang mempedulikan kita?&lt;br /&gt;Saling tolong dan hidup tentram sudah menjadi dambaan kita. Dan itulah yang kita harapkan, tentu campur tangan Tuhan sangat besar dalam mewujudkan hidup seperti itu, asal kita mau mensyukirinya.&lt;br /&gt;Mensyukurinya cukup dengan memperhatikan sesama. Janganlah seperti orang bebal, tapi berbuatlah arif dan bijaksana dalam hidup. Artinya, dalam kita harus bisa menjaukan diri dari hal-hal jahat.&lt;br /&gt;Sebab begitu banyaknya ajaran-ajaran yang menyesatkan sampai orang rela mengobankan nyawanya demi membunuh orang lain dengan bom bunuh diriu misalnya. Dan itu jelas tidak masuk akal sehat kita. Dan wajar kadang Tuhan kejam, dengan mengirim bencana seperti gempa dan sebagainya itu.&lt;br /&gt;Karenanya, kita harus mawas diri. Kita harus menjaga hati, jangan kotorkan dengan kebiasaan pesta pora dan mabuk-mabukan. Itu hanya kepentingan duniawi semata. Maka berjaga-jagalah sambil berdoa supaya kita luput dari berbagai godaan hidup itu.&lt;br /&gt;Mawas diri juga kita bisa menghindari godaan yang maha dahsyat, yakni harta, tahta dan wanita. Semoga!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-6010040000923059085?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/6010040000923059085/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=6010040000923059085' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/6010040000923059085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/6010040000923059085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/09/mawas-diri.html' title='Mawas Diri'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/Sqs3pW1QAJI/AAAAAAAABEo/fH0DMzx4ATc/s72-c/4701_1077507061971_1355093589_30243934_723660_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-5158641509531623773</id><published>2009-08-21T19:12:00.002+07:00</published><updated>2009-08-21T19:21:28.637+07:00</updated><title type='text'>Puasa dan Toleransi</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/So6RJVfGcsI/AAAAAAAABEg/iR0ySjIJKkA/s1600-h/100_1345.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/So6RJVfGcsI/AAAAAAAABEg/iR0ySjIJKkA/s200/100_1345.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372390995072021186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu (22/8) besok, umat Islam memasuki hari pertama puasa Ramadan. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, mereka menyambut bulan suci itu dengan beragam cara; yang paling sederhana mengirim sms (pesan singkat) permintaan maaf ke sejumlah koleganya. Dan bagi pemerintah maupun organisasi keagamaan membentang spanduk dan poster yang berisi ucapan selamat atas datangnya bulan yang sarat berkah itu di tempat-tempat strategis. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saat Ramadan ini, adalah kesempatan mengemban kewajiban menunaikan ibadah puasa. Ibadah ini sendiri melahirkan ragam tradisi di hampir semua komunitas masyarakat, diantaranya tradisi berbuka bersama, salat tarawih disambung tadarus, hingga tradisi sahur bareng-bareng. Kaum mudanya punya tradisi ngabuburit; kongkow sore-sore menungggu buka. &lt;br /&gt;Demikian juga dengan kaum perempuan yang tak lazim menggunakan jilbab, mereka mengisi Ramadan dengan busana yang membalut seluruh tubuh. Sedangkan prianya memakai baju koko sehingga tampak lebih islami dan religius dari hari-hari biasanya.&lt;br /&gt;Puasa Ramadan memang wajib bagi kaum muslim, namun tradisi yang mengikutinya, turut pula dilakukan oleh orang atau komunitas tertentu di lingkunganya yang non muslim, terutama untuk berbuka puasa bersama. Mulai dari lingkungan tempat tinggal, kantor hingga komunitas yang lebih luas lagi.&lt;br /&gt;Begitu pun dengan kami di Harian Borneo Tribune, Ramadan bukan hal aneh bagi kami. Kami menjadikan Ramadan itu sebagai tradisi untuk membuktikan kebersamaan dalam keberagaman seperti yang tertulis di moto koran yang kami gawangi ini; Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan.&lt;br /&gt;Kami selalu melakukannya bersama-sama, ya mungkin juga ada yang ikut-ikutan puasa. Tapi bagi kami itulah semangat toleransi yang ingin kami tunjukan baik di lingkungan kantor maupun masyarakat sekitar termasuk pembaca sekalian. Karena apa yang kami lakukan itu justru menjadi kebiasaan untuk saling menghormati dan mengembangkan sikap toleran antar sesama.&lt;br /&gt;Dan sesunggunya puasa itu tidak hanya di kenal di kalangan Islam saja, tapi umat lainnya juga mengenal puasa, seperti Kristen (Katolik), Budha dan Hindu juga mengenal puasa.  Artinya, ibadah puasa tak murni dari Islam, dan itu diakui dalam Al-Quaran. Sebab, sejak Nabi Nuh, Nabi Musa, hingga Yesus Kristus (Nabi Isa) sudah mempraktekkan ibadah puasa di zamannya, walau waktu dan tata caranya mungkin berbeda dengan yang dilaksanakan umat Islam sekarang ini. &lt;br /&gt;Dalam Alkitab, terutama Perjanjian Baru disebutkan, “Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik..” (Matius, 6:16). &lt;br /&gt;Itu artinya, dalam menjalankan ibadah pausa, jangan karena keterpaksaan, atau tekanan dari pihak lain, tapi betul murni dari hati dan keyakinan. Dan bagi umat Islam yang sukses menjalankan ibadah puasa adalah mereka yang kian toleran dan respek terhadap umat agama lain. Orang yang berpuasa tak akan terbakar amarahnya dan menghancurkan pihak lain. Hemat kita, Ramadan adalah titik terpenting bagi upaya peningkatan toleransi dan kerukunan antar-umat beragama. &lt;br /&gt;Akhirnya, kita ingin mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan kepada umat Islam yang menjalannya, mohon maaf lahir dan batin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-5158641509531623773?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/5158641509531623773/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=5158641509531623773' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/5158641509531623773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/5158641509531623773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/08/puasa-dan-toleransi.html' title='Puasa dan Toleransi'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/So6RJVfGcsI/AAAAAAAABEg/iR0ySjIJKkA/s72-c/100_1345.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-1628535383516406171</id><published>2009-08-21T19:09:00.002+07:00</published><updated>2009-08-21T19:12:14.060+07:00</updated><title type='text'>Introspeksi Diri</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/So6PANY4rhI/AAAAAAAABEY/RCjCV766c-8/s1600-h/100_1373.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/So6PANY4rhI/AAAAAAAABEY/RCjCV766c-8/s200/100_1373.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372388639256391186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin (17/8) kemarin, genap 64 tahun usia negeri tercinta yang bernama Republik Indonesia. Semua anak bangsa menyambutnya dengan hangat. Mulai dari acara seremonial, seperti upacara bendera, hingga berbagai permainan rakyat digelar. Itu semua sebagai ungkapan syukur perayaan hari ulang tahun kemerdekaan RI. &lt;br /&gt;Acara biasanya berbentuk berbagai macam perlombaan yang diikuti oleh semua jenjang usia mulai anak-anak sampai orang tua. Di mana-mana ada permainan rakyat, mulai dari kampung, kompleks hingga gang-gang, tampah meriah. Semua merasakan suasana gegap gempita. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari semua gegap gempita itu, lalu apakah makna sesungguhnya tanggal 17 Agustus ini bagi kita? &lt;br /&gt;Dia tidak hanya sekedar upacara bendera, tanggal merah yang berarti libur nasional. Tapi tanggal 17 Agustus kita diajak kembali mengenang moment-moment bersejarah yang perlah dilakukan para pendahulu bangsa ini.&lt;br /&gt;Mereka dengan kucuran keringat dan tetesan darah membebaskan bangsa dari belenggu penjajah. Dan pada tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan RI, sehingga sekarang usianya sudah 64 tahun.&lt;br /&gt;64 tahun perjalanan bangsa ini, apakah kita semua hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial dan formalitas sesaat saja? Pernahkah kita berpikir tentang perjuangan para pahlawan perang kemerdekaan di masa lalu? Sehingga seharusnya makna 17 Agustus itu bisa lebih mendalam?&lt;br /&gt;Kemerdekaan Indonesia adalah buah pengorbanan para pahlawan. Para pahlawan yang berjuang tanpa meminta balas jasa. Mereka mengorbankan apa saja bahkan nyawa mereka sendiri karena melihat penderitaan bangsa ini akibat kekejaman penjajah, terutama Belanda dan Jepang saat itu. &lt;br /&gt;Perjuangan para pahlawan yang rela berkorban demi lepasnya bangsa Indonesia dari penderitaan penjajah seharusnya bisa kita teladani dan ditindaklanjuti. Saat ini memang bukan masa perang kemerdekaan, tapi perang terhadap kemiskinan dan kebodohan juga harus diperjuangkan. Kalau bukan kita yang memperjuangkan perang tersebut lalu siapa lagi? Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah yang penuh keterbatasan, tapi mari kita mulai dari diri sendiri. &lt;br /&gt;HUT RI ke 64 ini, saatnya kita introspeksi diri terhadap semua hal yang telah dilakukan. Bagi pemerintah, apakah saat ini rakyat sudah merasakan keadilan dan kesejahteraan atau malah sebaliknya semakin sengsara? Bagi rakyat, apa yang telah dikorbankan bagi negeri ini, atau jangan-jangan negeri ini yang telah dikorbankan untuk kepentingan pribadi? &lt;br /&gt;Introspeksi diri penting, karena kita tidak pernah mau berubah ke arah yang lebih baik. Lalu, apalagi makna 17 Agustus bagi Anda?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-1628535383516406171?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/1628535383516406171/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=1628535383516406171' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/1628535383516406171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/1628535383516406171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/08/introspeksi-diri.html' title='Introspeksi Diri'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/So6PANY4rhI/AAAAAAAABEY/RCjCV766c-8/s72-c/100_1373.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-2132798651896868313</id><published>2009-08-21T18:59:00.002+07:00</published><updated>2009-08-21T19:01:44.269+07:00</updated><title type='text'>Kaya, Sukses dan Mimpi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/So6MlB9IqFI/AAAAAAAABEQ/jVAzCtaA2jQ/s1600-h/enggang_gunung_palung1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 142px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/So6MlB9IqFI/AAAAAAAABEQ/jVAzCtaA2jQ/s200/enggang_gunung_palung1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372385973307484242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup ini, ada tiga hal yang tidak pernah pasti. Ketiga hal tersebut adalah kekayaan, kesuksesan dan mimpi.&lt;br /&gt;Kekayaan. Setiap orang pasti mendambakan kekayaan. Tak sedikit orang yang menjadikan tujuan hidupnya untuk mengejar kekayaan harta dunia itu. &lt;br /&gt;Untuk mengejar kekayaan tersebut, banyak cara yang mereka dilakukan. Mulai dari jalan yang benar hingga jalan yang tidak benar. Mulai dari cara-cara logika hingga yang tidak masuk akal sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Orang mau berbuat apa saja untuk mencapai kekayaan itu. Kekayaan sudah menjadi dewa. Orang tak sadar telah diperbudak kekayaan itu sendiri. &lt;br /&gt;Ada yang berusaha dari kecil-kecilan, ada yang meminjam uang dari bank dengan mengadaikan sesuatau. Namun tak sedikit pula yang mencari kekayaan itu dengan jalan pintas. Mulai dari ilmu pesugihan untuk menebak nomor buntut hingga perjudian.&lt;br /&gt;Ada juga yang mencari kekayaan dengan cara merampok. &lt;br /&gt;Tapi berapa pun kekayaan yang kita kumpulkan, suatu saat bila tidak pandai mengendalikannya, dia pasti akan hilang juga. Jadi kekayaan itu semu adanya. &lt;br /&gt;Kalau sesesorang sudah menjadi kaya, maka dia akan terobsesi menjadi orang sukses lagi. Sukses juga tidak pernah pasti dalam hidup kita. &lt;br /&gt;Kapan seseorang itu dikatakan sukses? Tidak ada ukuran yang pasti. Dia selalu saja merasa kekurangan. Ada saja yang kurang dalam hidupnya. Sebab itu sudah menjadi sifat lahiriah manusia. Dalam hidupnya, ia tidak akan pernah merasa puas. &lt;br /&gt;Kedua hal tersebut bersumber dari mimpi. Walau kadang mimpi itu menjadi kenyataan. Tapi sekali lagi, kekayaan, kesuksesan dan mimpi itu tidak pernah pasti dalam hidup kita ini. Sebab setiap orang senantiasa bebas memimpikan kekayaan dan kesuksesan dalam hidupnya.&lt;br /&gt;Kadang orang memimpikan suatu saat memiliki sebuah villa di tempat yang indah, sehingga ada tempat libur bagi keluarganya. Ada juga orang yang memimpikan hidup enak dan tak perlu capek-capek membanting tulang mencari uang. Bila ingin sesuati tinggal minta atau cukup tekan tombol, maka sesuatu yang diinginkan itu segera datang.&lt;br /&gt;Tanpa kita sadari, tiga hal itu kadang membuat kita malas, karena kita terlalu terobsesi dengan kekayaan, kesuksesan dan mimpi itu sendiri. Kadang kita tak sadar, kita telah diperbudak mimpi yang indah-indah itu, namun jauh dari kenyataan hidup. Memang kadang mimpi meraih kekayaan dan kesuksesan itu bisa menjadi motivasi, tapi jarang orang yang menyadarinya.&lt;br /&gt;Nah, dari ketiga hal tersebut, ada kekayaan yang kekal, yakni kekayaan ilmu pengetahuan yang diperoleh dari pendidikan. Dengan pengetahuan dan keahlian yang dimiliki, perlahan tapi pasti kita bisa meraih segala mimpi itu.&lt;br /&gt;Tapi takarannya jelas, kita mesti sadar bahwa kekayaan, kesuksesan dan mimpi itu tidak pernah pasti dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-2132798651896868313?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/2132798651896868313/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=2132798651896868313' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/2132798651896868313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/2132798651896868313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/08/kaya-sukses-dan-mimpi.html' title='Kaya, Sukses dan Mimpi'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/So6MlB9IqFI/AAAAAAAABEQ/jVAzCtaA2jQ/s72-c/enggang_gunung_palung1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-8271154554833844177</id><published>2009-08-21T18:50:00.000+07:00</published><updated>2009-08-21T18:51:45.320+07:00</updated><title type='text'>Bom Air</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pepatah yang mengatakan; kemarau setahun tidak berbekas dengan hujan sehari, ternyata tidak berlaku dengan hujan yang menyirami sebagian Kota Pontianak, Senin (10/8) sore kemarin.&lt;br /&gt;Padahal hujan cukup deras membasahi sebagian besar wilayah kota. Dan itu ternyata tidak ada apa-apanya, bila dibandingkan dengan serbuan asap yang kian pekat menjelang malam hari kemarin.&lt;br /&gt;Bahkan hingga tadi malam, kepekatan asap tetap tidak berubah. Kondisinya sama seperti hari-hari sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketebalan asap dan tidak sehatnya udara Kota Pontianak sampai-sampai Dinas Pendidikan Kota Pontianak akhir pekan kemarin sempat meliburkan anak sekolah.&lt;br /&gt;Sementara tindakan meliburkan anak sekolah itu sangat baik demi alasan kesehatan. Apalagi di pagi hari, jarak pandang semakin dekat, bahkan hanya mencapai 50 hingga 100 meter saja.&lt;br /&gt;Belum lagi asap tebal itu bercampur partikel-partikel dan zat-zat berbahaya lainya yang setiap saat bisa terhisap lewat pernapasan kita.&lt;br /&gt;Maka tak heran, berbagai penyakit pun mengerogoti masyarakat. Lihat saja rumah-rumah sakit baik dr Soedarso maupun Antonius, semua ruangan hingga lorong penuh sesak dengan pasien.&lt;br /&gt;Mulai dari pasien demam berdarah, diare hingga penyakit yang cukup menakutnya, yakni flu babi (H1N1) yang kini mulai dirawat di rumah sakit Soedarso.&lt;br /&gt;Nah, penularan penyakit sangat rentan terjadi dengan masyarakat, karena sebagian besar diakibatkan daya tahan tubuh yang lemah. Lemah karena pernapasan tidak sehat. Akhirnya, badan lelah dan lemas sehingga kondisi ini rentan dengan penyakit menular. Terutama yang bisa dibawa terbang oleh asap berbahaya tersebut. &lt;br /&gt;Sebetulnya, hujan yang turun sekitar 10 hingga 15 menit kemarin cukup menyejukkan dan membersihkan udara yang sudah kotor ini, tapi asap tetap saja pekat.&lt;br /&gt;Walau demikian, kita tetap mohon kepada Tuhan, supaya Pontianak bisa diguyur hujan dengan intensitas tinggi demi mengurangi kabut asap yang semakin pekat akibat pembakaran hutan dan lahan di Kalbar ini.&lt;br /&gt;Bahkan belakangan ini, intensitas pembakaran lahan semakin tinggi. Akibatnya, asap juga semakin tebal. Kondisi ini membuat Gubernur Kalbar, Cornelis, menyatakan kabut asap yang semakin pekat tersebut sudah masuk kategori bencana daerah. &lt;br /&gt;Sebagai kepala daerah, Ia baru saja menandatangani permohonan bantuan bom air dan hujan buatan ke Departemen Kehutanan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta. &lt;br /&gt;Tentu upaya tersebut kita tunggu, sebab bila melihat bencana asap kali ini sangat luar biasa. Di Kota Pontianak dan sekitarnya asap mulai menyelimuti sejak sore hari hingga pagi pukul 08.00 WIB, dengan jarak pandang kurang dari 50-100 meter saja. Apakah bom air itu jawabannya? Entahlah!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-8271154554833844177?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/8271154554833844177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=8271154554833844177' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/8271154554833844177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/8271154554833844177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/08/bom-air.html' title='Bom Air'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-6271429311198531409</id><published>2009-08-10T13:22:00.002+07:00</published><updated>2009-08-10T13:30:34.211+07:00</updated><title type='text'>Temu Kangen Alumni Seminari St Gabriel Sekadau</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/Sn-9cRqttUI/AAAAAAAABEI/nBwAoBg2HRQ/s1600-h/100_1223.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/Sn-9cRqttUI/AAAAAAAABEI/nBwAoBg2HRQ/s200/100_1223.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368217574325466434" /&gt;&lt;/a&gt;Foto sarapan pagi bersama para pastor dan bruder di Biara Induk Pasionis Sekadau, sebelum acara reuni di seminari menengah st Gabriel Sekadau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu (1/8) malam pekan lalu, aku dapat telepon dari kompratriotku di Asrama Seminari Menengah Diosesan Santo Gabriel Sekadau dulu. Dari seberang dia menanyakan posisiku dimana? “Di kantor, datanglah,” jawabku.&lt;br /&gt;Seperempat jam kemudian, muncul Elias Ngiuk di kantorku. Aku pun basa basi dan mempersilakannya duduk. Kami lalu ngobrol seputar pekerjaan masing-masing. Kebetulan sama-sama kerja di media; aku di harian Borneo Tribune, dan Ngiuk pemimpin redaksi Majalah Kalimantan Review (KR). &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lama berbincang, Ngiuk mengeluarkan undangan dari tasnya, seraya menjelaskan maksud kedatangannya. “Ini ada reuni asrama seminari Sekadau untuk semua angkatan, kita berdua diundang sebagai narasumber,” kata Ngiuk sambil menyodorkan undangan berikut jadwal kegaitan kepadaku.&lt;br /&gt;Aku pun menerima undangan itu sambil mengatakan, “aku hadir Yuk”. &lt;br /&gt;Ngiuk pun mengatakan tidak akan melewatkan acara yang sudah dinanti-nantinya itu. &lt;br /&gt;Apalagi ini reuni untuk semua angkatan. Ya dapat dibayangkan bagaimana suasana temu kangen para alumni, dari angkatan pertama Tahun 1979 hingga angkatan 2008. Ya, mungkin banyak hikmah yang bisa dipetik dari reuni tersebut, terutama motivasi bagi adik-adik yang tengah menuntut ilmu di asrama tempat mendidik calon biarawan itu.&lt;br /&gt;Bagi aku sendiri, walau tidak menjawab panggilan dengan menjadi imam, tapi aku merasakan manfaat yang luar biasa tinggal di asrama tersebut. Disiplin, kepribadian dan kemandirian telah menuntun langkahku dalam menempuh pendidikan yang lebih tinggi. &lt;br /&gt;Aku tidak bisa melupakan peran Rektor Seminari, Pastor Nicodemus—ketika itu, dengan caranya sendiri membimbing dan mendidik kami. Demikian juga dengan teman-teman sudah seperti keluarga sendiri dan sangat harmonis. Padahal kami semua berasal dari berbagai daerah, suku, bahasa dan latar belakang yang berbeda. Tapi kami bisa hidup rukun sebagai saudara. Tidak ada rebutan nasi, tidak ada pertengkaran, walau kadang-kadang makan hanya sayur kankung, tapi kami sangat menikmatinya.&lt;br /&gt;Demikian juga dengan para alumni (terutama para pastor), kami selalu merindukan mereka ketika berkunjung ke Seminari. Terlebih alumni yang bertugas di Malang dan Jakarta—yang merupakan komunitas Pasionis di Indonesia. Kami ingin mendapat info lebih tentang Malang—yang mejadi pusat pendidikan Seminari Tinggi. &lt;br /&gt;Untuk reuni pertama yang berlansung tiga hari ini, aku berharap semua yang hadir bisa mengenang saat-saat sulit menjawab panggilannya masing-masing. Ada masa-masa indah, namun tidak sedikit pula masa yang betul-betul butuh perjuangan untuk melewatinya. Bahkan saking sulitnya, banyak yang terlempar keluar. Karena itu menyangkut rahasia ilahi—yakni panggilan khusus kepada pribadi-pribadi yang bertahun-tahun mempersiapkan diri baik dengan belajar tekun maupun berdoa yang waktunya sama dengan saudara kita Muslim, lima waktu, cuma jamnya yang beda.&lt;br /&gt;Yang membahagiakan, ketika kenaikan kelas. Dari kelas 1 hingga kelas 3 (semua jurusan), rangking 10 besar diborong anak-anak Seminari. Anak Seminari juga punya andil besar memperkenalkan SMA Karya Sekadau kepada kalangan luar dengan berbagai prestasi, baik di bidang akademik, seni maupun olahraga. &lt;br /&gt;Nah, diusianya yang ke-30 tahun ini, apakah asrama Seminari masih sanggup menorehkan tinta emas seperti yang pernah dilakukan para alumninya baik terhadap Seminari Menengah Diosesan Santo Gabriel maupun bagi SMA Karya Sekadau? Itu semua hanya bisa dijawab dengan prestasi para penghuni sekarang maupun yang akan datang. Selamat berkangenria di reuni asrama Seminari.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-6271429311198531409?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/6271429311198531409/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=6271429311198531409' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/6271429311198531409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/6271429311198531409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/08/temu-kangen-alumni-seminari-st-gabriel.html' title='Temu Kangen Alumni Seminari St Gabriel Sekadau'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/Sn-9cRqttUI/AAAAAAAABEI/nBwAoBg2HRQ/s72-c/100_1223.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-7650312864811691817</id><published>2009-07-20T21:12:00.001+07:00</published><updated>2009-07-20T21:16:06.990+07:00</updated><title type='text'>Rutinitas Kabut Asap</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SmR8FmkmIwI/AAAAAAAABEA/rU4eSKJkIZ8/s1600-h/Usul+Poto+A+(1).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SmR8FmkmIwI/AAAAAAAABEA/rU4eSKJkIZ8/s200/Usul+Poto+A+(1).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360545892172964610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari terakhir di Kota Pontianak, kondisi udaranya semakin buruk. Terlebih pada malam hari, udara Kota Pontianak pekat dengan kabut asap.&lt;br /&gt;Kabut asap yang kian menebal itu diduga berasal dari kegiatan pembukaan lahan dengan cara membakar. Disamping pengaruh tanah gambut yang memang rentan terbakar di saat kemarau panjang seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Buruknya udara Kota Pontianak membuat pihak terkait, utamanya Dinas Kesehatan Kota Pontianak menghimbau warganya untuk tidak keluar di malam hari.&lt;br /&gt;Bila udara tidak sehat seperti sekarang, dan masyarakat masih saja keluar di malam hari, resikonya jelas, terkena penyakit pernafasan. &lt;br /&gt;Umumnya, bila kemarau tiba, rumah sakit atau puskesmas banyak merawat pasien yang mengalami penyakit infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), disamping penyakit menular lainnya, seperti diara dan muntaber.&lt;br /&gt;Akibat lain dari kabut asap yang seakan sudah menjadi rutinitas ini, selain udara berkabut asap juga muncul abu sisa pembakaran yang terbang terbawa angin. Sisa abu yang terbang tersebut melekat dimana-mana, termasuk di sejulah rumah warga.&lt;br /&gt;Untuk menghindari berbagai penyakit, sebaiknya bila kita berpergian ke luar rumah, jangan ragu untuk menggunakan masker. Tapi sayang, hanya sebagian kecil masyarakat yang mau menggunakan masker. Padahal itu baik untuk pencegahan diri terhadap berbagai kemungkinan penyakit menular tersebut.&lt;br /&gt;Sebetulnya, kabut asap tersebut masih bisa diatasi. Itu pun tergantung kemauan kita bersama apakah kita mulai dari individu punya kesadaran untuk tidak melakukan pembakaran terhadap apa pun di saat memasuki musim kemarau seperti ini.&lt;br /&gt;Sebab sudah bisa diukut, kemarau saja merupakan siklus alam yang juga rutin terjadi setiap tahunnya. Demikian pula dengan kabut asap ini, jelas bila ada kemauan dan kesadaran bersama, niscaya kabut itu tidak akan terjadi.&lt;br /&gt;Berdasarkan catatan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Kalbar, setakat ini ada sekitar 134 titik panas terpantau melalui satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). &lt;br /&gt;Titik panas itu tersebar di 12 kabupaten/kota di daerah ini. Celakanya lagi, satelit juga mencatat sebagian besar titik panas itu berada di kawasan perkebunan.&lt;br /&gt;Nah, bila melihat peta kejadian itu, sebetulnya kabut asap tidak perlu terjadi bila semua pihak memahami ada kepentingan yang lebih besar, yakni kepentingan bersama terutama menyangkut kepentingan Negara.&lt;br /&gt;Bila siklus rutinitas ini tidak dipahami, sampai kapan pun tetap terjadi kabut asap. Setelah terjadi, kita sendiri ribut, kita sendiri saling menyalahkan. Padahal pangkal permasalahannya ada pada kita masing-masing.&lt;br /&gt;Banyak hal buruk bila kabut asap terus-menerus terjadi sepanjang tahun. Dampak terburuk, selain mewabahnya penyakit menular juga berdampak pada perekonomian. Kapal baik laut maupun udara tidak bisa melakukan aktivitasnya, karena menyangkut jarak pandang.&lt;br /&gt;Tahun-tahun sebelumnya, beberapa penerbangan sempat menghentikan sementara aktivitasnya. Dan kita berharap kini hal tersebut tidak terjadi lagi. Karena kita tahu kabut asap sebagai rutinitas tahunan, maka kita juga tahu bagaimana mengatasinya. Dan cara yang paling ampuh, menyadarkan diri sendiri untuk tidak membakar!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-7650312864811691817?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/7650312864811691817/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=7650312864811691817' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7650312864811691817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7650312864811691817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/07/rutinitas-kabut-asap.html' title='Rutinitas Kabut Asap'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SmR8FmkmIwI/AAAAAAAABEA/rU4eSKJkIZ8/s72-c/Usul+Poto+A+(1).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-2533030407101895292</id><published>2009-07-20T20:56:00.002+07:00</published><updated>2009-07-20T21:02:54.514+07:00</updated><title type='text'>Bangsa Korban Psikis</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SmR4v39azSI/AAAAAAAABD4/a64PFErdcwQ/s1600-h/dampak+perceraian.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 148px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SmR4v39azSI/AAAAAAAABD4/a64PFErdcwQ/s200/dampak+perceraian.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360542220348476706" /&gt;&lt;/a&gt;foto Republikanonline/repro&lt;br /&gt;Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan Mama Lorens, bukan juga Ki Joko Bodo atau Mbah Marijan yang bisa meramalkan nasib seseorang atau kejadian alam di masa kedepan. &lt;br /&gt;Ini hanyalah kegelisahan saya dengan tayangan infotaiment yang kerap menyajikan perceraian para public figure, utamanya para artis. (Itu belum masyarakat awam yang kejadiannya mungkin lebih parah lagi). &lt;br /&gt;Mereka memang sukses di dunianya masing-masing, tapi mereka gagal dalam membina rumah tangga. Artinya mereka sudah menyangkal janji perkawinan mereka yang suci itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Padahal saat ijab Kabul (mengucapkan sumpah dan janjinya), mereka sanggup sehidup semati sampai maut menjemput yang memisahkan. Dan cita-cita yang diikrar itu sangat mulia, yakni membentuk keluarga sekinah.&lt;br /&gt;Tapi sekali lagi. Dalam infotainment, seringkali kita saksikan, hanya dalam hitungan tahun, bulan, hari bahkan jam—perceraian bisa saja terjadi.&lt;br /&gt;Bagi kita orang awam kejadian itu memang aneh tapi nyata. Tapi bagi pelaku terutama di infotainment yang ditayangkan setiap oleh stasiun televise, agaknya sudah biasa.&lt;br /&gt;Nah, public figure yang kebetulan dari kalangan artis itu, kini banyak banting stir ke dunia politik. Dan hasil pileg beberapa bulan lalu, memang banyak dari kalangan artis ini berhasil masuk parlemen. Tentu dari sekian banyak itu memang tidak semuanya kawin cerai, tapi ada sebagian yang melakukannya.&lt;br /&gt;Nah, yang menjadi kekhawatiran kita untuk 20 tahun kedepan, anak-anak buah perceraian itu pastilah mengikuti jejak orangtuanya mengeluti dunia hiburan. Beking orangtua mereka pastilah jadi artis.&lt;br /&gt;Setelah mapan dan puas jadi artis, mereka juga akan banting stir ke politik. Dan yakin jumlah mereka juah lebih besar dari para pendahulunya. &lt;br /&gt;Mari kita merenung sekejab. Bagaimana wajah negeri ini bila mereka yang menjadi pemimpinnya? &lt;br /&gt;Saya sendiri sangat mengkhawatirkannya. Ingat sebuah teori yang mengatakan; anak dilahirkan dengan keadaan seperti kertas putih. Warna dominant yang dibubuh diatasnyalah yang kelak akan membentuk sifat dan wataknya. Dan warna itu adalah lingkungan hidupnya. Dan lingkungan terdekatnya adalah keluarganya.&lt;br /&gt;Nah, anak-anak korban perceraian ini jelas mengalami kekerasan psikis. Mereka linglung akibat perpisahan orangtua mereka. Bila kelak menjadi pemimpin, saya tidak bisa membayangkan apa yang bakal terjadi. Sebab mereka sudah menjadi korban kekerasan psikis oleh kedua orangtua mereka sendiri. &lt;br /&gt;Jelas korban psikis jauh lebih berat dari penyiksaan fisik secara langsung. Mereka mengalami penyiksaan batin selama hidup mereka. Hidup diantara ketidakpastian, keditak-bahagiaan, ketidak-hagatan, marah, dan egois!&lt;br /&gt;Egois mereka dapatkan secara alami dari tingkah polah orangtuanya yang pisah ranjang hingga pisah rumah alias perceraian itu. Berangkat dari rentetan kejadian ini, jelas membentuk watak mereka di pucak kariernya. Beban psikis itu tergambar dari ucapannya, perbuatannya dan gaya hidupnya di masyarakat. Kalau tidak minder, kejam.&lt;br /&gt;Jangan-jangan dari perceraian keluarga lalu merembet ke perceraian bangsa ini yang memang terdiri dari berbagai pulau, suku, agama dan dan kelompok, yang selama ini disatukan dalam perkawinan yang bertajuk “Sumpah Palapa” oleh Gajahmada di era Majapahit--menjadi cikal bakal Nusantara. Akta kelahiranya Proklamasi, Pancasila dan UUD 1945 sehingga kokoh sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).&lt;br /&gt;Ini semua menjadi renungan kita bersama. Adalah tanggung jawab kita bersama untuk menghentikan kekerasan psikis pada anak. Jangan korbankan mereka. Sebab mereka adalah calon pemimpin bangsa di masa depan. Sekali lagi ini bukan ramalan Mama Lorans dan kawan-kawan yang sering muncul di TV itu. Selamat merenung!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-2533030407101895292?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/2533030407101895292/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=2533030407101895292' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/2533030407101895292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/2533030407101895292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/07/bangsa-korban-psikis.html' title='Bangsa Korban Psikis'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SmR4v39azSI/AAAAAAAABD4/a64PFErdcwQ/s72-c/dampak+perceraian.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-649625481271422380</id><published>2009-06-26T20:11:00.000+07:00</published><updated>2009-06-26T20:12:00.137+07:00</updated><title type='text'>DEMOKRASI</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi pilpres 8 Juli mendatang, suhu politik Indonesia memang panas. Namun bagi para elit, terutama ketiga pasangan capres-cawapres tidak ada persoalan. Walau ada perbedaan pendapat diantara mereka, tapi mereka tidak memperlihatkan permusuhan. &lt;br /&gt;Bahkan dalam bertutur kata, mereka sangat menjaga sopan santun. Itulah yang kita lihat baik di televisi maupun di media-media cetak.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Persoalan bertambah runyam justru di tingkat masyarakat yang menjadi basis massa dari ketiga capres-cawapres tersebut. &lt;br /&gt;Banyak bentuk kampanye negative justru dikembangkan masyarakat di kelompok ini. Setiap hal yang kurang baik dari ketiganya selalu menjadi buah bibir atau tema pokok pembicaraan mereka sehari-hari. Mulai dari teras rumah hingga warung kopi.&lt;br /&gt;Itu fakta. Mereka memang bicara apa adanya. Tapi apa yang mereka bicara itu bukanlah fakta.&lt;br /&gt;Mereka lebih senang membicarakan gossip. Mulai dari isu neolib hingga pelanggaran HAM berat. Itu bumbu sedap saat nongkrong di warung kopi.&lt;br /&gt;Saat ini tidak ada lagi hal yang seru diomongkan, kecuali gossip para kandidat pemimpin bangsa tersebut. Padahal secara umum, masyarakat juga sudah tahu, terutama para kaum intelek dan terpelajar. Rekam jejak ketiga capres dan cawapres tersaji baik di buku-buku.&lt;br /&gt;Singkat kata, mereka semua sudah punya biografi masing-masing. Di situ cukup terekam hitam putih perjalanan mereka.&lt;br /&gt;Jadi kalangan akademisi dan intelektual tak perlu lagi ngerumpi soal mereka. Sebab sudah punya pilihan masing-masing. Bentuk-bentuk propaganda warung kopi tak mempengaruhi pilihan mereka lagi.&lt;br /&gt;Nah, bagi saya yang cukup ngelikan justru kini para tim kampanye atau katakanlah tim suksesnya yang turut membumbui cerita warung kopi tersebut. &lt;br /&gt;Hemat saya yang sedikit mengerti dengan pola komunikasi dan propaganda, untuk ukuran masyarakat kita yang sudah ‘berpengalaman’ dengan pemilihan langsung (pilkada, pilgub, pileg dan pilpres), bumbu negative dan propaganda itu justru blunder bagi kubu yang meniupnya. &lt;br /&gt;Apalagi isu yang ditiupkan itu bertolak belakang dengan rekam jejak masing-masing kandidat. Tentu setiap kandidat juga gencar mengkampanyekan pencitraan yang baik tentang pribadi mereka. &lt;br /&gt;Nah, bila tim sukses tetap mempertahankan propaganda negative tentang figure capres dan cawapres tertentu, maka siap-siap saja ditinggal pemilihnya. Sebab siapa pun yang meniupkan aroma buruk tentang seseorang, ia akan menuainya sendiri. &lt;br /&gt;Ingat, setiap kata yang terlontar itu di dengar oleh Tuhan. Sebab Tuhan tidak pernah tidur dan ada di mana-mana. Bila bicara tanpa fakta dan propaganda belaka, tentu Tuhan sendiri akan marah. Apalagi kita manusia yang punya keterbatasan, tentu akan lebih marah lagi. &lt;br /&gt;Jadi kalau mau damai, berdamailah dengan diri sendiri dengan menghindari kata-kata kotor dan mengantikannya dengan kata bijak dan santun. Sebab siapa pun yang memimpin kelak, ia tetapkan Presiden Indonesia, bukan presiden partai A, partai B, suku C dan bangsa D. &lt;br /&gt;Abjad saja ABCD agar bisa merangkai kata. Jadi tidak ada yang sama di dunia ini, dan itulah DEMOKRASI.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-649625481271422380?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/649625481271422380/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=649625481271422380' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/649625481271422380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/649625481271422380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/06/demokrasi.html' title='DEMOKRASI'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-2023607460336171028</id><published>2009-06-26T20:06:00.000+07:00</published><updated>2009-06-26T20:09:09.429+07:00</updated><title type='text'>Ketika Air Payau</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh tapi nyata. Itulah yang dirasakan masyarakat Kota Pontianak. &lt;br /&gt;Kota yang berdiri di atas air, justru masyarakat Kota Pontianak kerap kesulitan air, terutama air yang layak untuk dikonsumsi.&lt;br /&gt;Selama bertahun-tahun, sebagian besar masyarakat mengandalkan air hujan untuk dikonsumsi. Tapi bila kemarau tiba, bagi keluarga yang tidak memiliki persediaan air cukup, maka akan kesulitan mendapatkan air bersih.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang berduit, tak masalah, bisa membeli dari mobil tangki. Tapi bagi masyarakat kebanyakan, air bersih betul-betul menjadi masalah utama. &lt;br /&gt;Tak heran, setiap musim kemarau tiba banyak warga yang terserang diare. Dan diare itu salahsatu penyebabnya adalah karena air yang dikonsumsi tidak layak.&lt;br /&gt;Kini memasuki musim kemarau, air ledeng yang selama ini terpaksa dikonsumsi masyarakat mulai terasa payau. Di mana-mana warga mulai merasakan air asin.&lt;br /&gt;Karena tak ada pilihan, masyarakat tetap saja menggunakan air ledeng yang di suplay dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Pontianak.&lt;br /&gt;Air ledeng tak layak konsumsi itu juga diakui langsung Direktur PDAM, Agus Sutyoso.&lt;br /&gt;Air yang dialirkan ke rumah-rumah tersebut kandungan garamnya sudah melebihi ambang batas, yakni minimal 800 PPm (part per million).&lt;br /&gt;Air payau tersebut akibat kandungan garam air Sungai Kapuas sebagai bahan baku utama terintrusi air laut sebesar 2.000 PPm. Itu terjadi akibat kemarau dan tidak adanya dorongan air dari hulu sungai.&lt;br /&gt;Memang sekarang di perhuluan sungai juga terjadi pendangkalan. Bahkan beberapa dasar sungai sudah timbul, sehingga anak-anak dapat bermain bola di atasnya.&lt;br /&gt;Kondisi air payau tersebut, tak tertutup kemungkinan ada beberapa warga yang terpaksa mengkonsumsinya. Padahal air PDAM itu hanya bisa digunakan untuk mandi, cuci dan kakus (MCK) saja.&lt;br /&gt;Dan itu sebuah ironi bagi warta Kota Pontianak. Sebab setiap tahun selalu saja kita mengalami krisis air bersih, utamanya air yang layak konsumsi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-2023607460336171028?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/2023607460336171028/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=2023607460336171028' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/2023607460336171028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/2023607460336171028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/06/ketika-air-payau.html' title='Ketika Air Payau'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-4408256300223201849</id><published>2009-06-16T20:50:00.001+07:00</published><updated>2009-06-16T20:52:58.248+07:00</updated><title type='text'>Bayi Kembar Siam</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SjejfMh2YXI/AAAAAAAABDw/1tgD2qv3fME/s1600-h/1-Bayi+kembar+siam+by+tantra.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SjejfMh2YXI/AAAAAAAABDw/1tgD2qv3fME/s200/1-Bayi+kembar+siam+by+tantra.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347922838860226930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pertama kalinya, Rumah Sakit Umum Daerah dr Soedarso Pontianak menangani kasus persalinan bayi kembar siam. &lt;br /&gt;Bayi yang berkelamin perempuan tersebut dempet di bagian perut (omphalopagus satu persen) memiliki satu kantung empedu dan satu hati (liver).&lt;br /&gt;Pihak rumah sakit mengatakan, sejak lahir lewat operasi cesar, bayi dalam kondisi sehat. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kini bayi dengan berat 5,2 kilogram dan panjang 48 centimeter masih dalam perawatan pihak rumah sakit. Keduanya dirawat di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) ruang perawatan perinatal RSUD dr Soedarso Pontianak.&lt;br /&gt;Sementara sang ibu, Rusmiati (36), masih dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) untuk memulihkan kondisi karena cukup banyak mengeluarkan darah mengingat ukuran bayi yang dilahirkan terbilang besar.&lt;br /&gt;Nah, untuk kasus bayi kembar siam yang cukup langka di Kalbar ini, apakah bisa ditangani dengan baik?&lt;br /&gt;Sebab RSUD dr Soedarso belum ada pengalaman menangani operasi bayi kembar siam. Walau kini rumah sakit pemerintah terbesar di Kalbar ini sudah memiliki dokter spesialis bedah anak. &lt;br /&gt;Kita juga tidak tahu bagaimana nasib keduanya, apakah bisa keduanya bisa diselamatkan, mengingat keduanya hanya memiliki satu empedu dan satu hati. &lt;br /&gt;Secara logika, sulit rasanya menangani operasi yang sudah pasti rumit tersebut. &lt;br /&gt;Rumah sakit Hasan Sadikin Bandung atau Rumah Sakit dr Sutomo Surabaya saja masih kesulitan menangani kayi kembar siam. Walau keduanya sudah memiliki reputasi dalam operasi bayi kembar siam.&lt;br /&gt;Nah, kita tunggu saja, apakah para dokter yang kita miliki yang sudah memegang label spesialis bedah anak bisa mengatasi bayi kembar siam di RSUD dr Soedarso tersebut?&lt;br /&gt;Butuh waktu memang, dan kita juga tidak boleh meremehkan mereka. Apalagi RSUD dr Soedarso merupakan rumah sakit terbesar milik pemerintah, pastilah juga dilengkapi dengan peralatan yang canggih pula.&lt;br /&gt;Yang jelas, bila bayi kembar siam itu bisa ditangani dengan baik. Maka para dokter yang menanganinya akan dicatat dengan tinta emas, sebab mereka juga sudah disejajarkan kemampuannya dengan para dokter di rumah sakit umum Hasan Sadikin Bandung yang biasa menangani bayi kembar siam, atau rumah sakit umum dr Sutomo Surabaya.&lt;br /&gt;Untuk sejajar dengan mereka itu mimpi memang. Tapi kadang, mimpi juga biasa menjadi kenyataan. Kita tunggu saja aksinya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-4408256300223201849?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/4408256300223201849/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=4408256300223201849' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/4408256300223201849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/4408256300223201849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/06/bayi-kembar-siam.html' title='Bayi Kembar Siam'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SjejfMh2YXI/AAAAAAAABDw/1tgD2qv3fME/s72-c/1-Bayi+kembar+siam+by+tantra.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-165996507852696299</id><published>2009-06-14T22:37:00.000+07:00</published><updated>2009-06-14T22:38:10.877+07:00</updated><title type='text'>Entahlah…</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi cerdas tidak berarti mengetahui segala jawaban. Terkadang, jawaban paling cerdas yang kita dapat katakan adalah “Entahlah”. Dan, jawaban itu bikin orang kesal, marah. Diperlukan rasa percaya diri dan kecerdasan extra untuk mengetahui sikap apatis kita. Dan saat kita melakukannya, kita sedang dalam proses mempelajari jawaban sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seringkali karena alasan kebanggaan dan mencegah rasa tidak aman, kita mengatakan tahu, padahal sebenarnya kita tidak tahu. Lewat cara ini, kita telah menyia-nyiakan kesempatan untuk belajar lebih lanjut. Percayalah, tidak ada salahnya kita tidak mengetahui suatu hal. Daripada hasilnya konyol bagi kita maupun orang lain.&lt;br /&gt;Bagian penting dari kebijaksanaan adalah mengetahui batas pengetahuan kita. Mengetahui apa yang kita tahu dan apa yang kita tidak tahu. &lt;br /&gt;Orang yang benar-benar cerdas adalah orang yang tahu dan mengerti, bahwa tak semua pertanyaan dapat ia jawab. Orang yang benar-benar cerdas adalah orang yang mau bertanya, mau belajar dan mau berkembang.&lt;br /&gt;Gunakan pengetahuan yang kita miliki, dan miliki pengetahuan yang kita perlukan. Itu adalah jalan terbaik yang kita bisa tempuh.&lt;br /&gt;Untuk menuju ke sana, kita semua tahu jalannya. Dan jalan itu adalah pendidikan. &lt;br /&gt;Pendidikan jembatan emas untuk menuju kesempurnaan hidup. Manusia sejak dalam kandungan sekalipun sudah dididik oleh orangtuanya lewat berbagai cara. Dan cara klasik yang sering digunakan adalah music.&lt;br /&gt;Konon music bisa membentuk karakter dan kecerdasan seseorang sejak masih dalam kandungan. Terutama keseimbangan emosional seseorang.&lt;br /&gt;Dan pendidikan itu berlanjut setelah ia dilahirkan. Ibarat kertas putih, anak yang baru lahir akan terbentuk karakternya oleh lingkungan. Dan orangtua punya tanggung jawab utama untuk memberikan warna dominan pada anaknya itu.&lt;br /&gt;Walau akhirnya pendidikan yang mencerdaskan kita. Dan saya sendiri menempatkan pendidikan di tempat terhormat. Karenanya, Berpeganglah pada didikan, janganlah melepaskannya, peliharalah dia, karena dialah hidupmu (Amsal 4:13). Tapi apakah itu suatu jawaban mengatasi kesulitan hidup dan kebodohan kita? Entahlah….&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-165996507852696299?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/165996507852696299/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=165996507852696299' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/165996507852696299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/165996507852696299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/06/entahlah.html' title='Entahlah…'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-6574781054441846105</id><published>2009-06-10T00:14:00.000+07:00</published><updated>2009-06-10T00:15:28.474+07:00</updated><title type='text'>Eforia Pilpres</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam nuansa eforia pemilu presiden dan wakil presiden (pilpres) 8 Juli 2009, sebagai rakyat kita semua dibuat pusing dengan berbagai pilihan yang ditawarkan oleh ketiga pasangan capres maupun tim kampanye masing-masing.&lt;br /&gt;Bagi kader, pendukung maupun simpatisan mereka jelas sangat merasakan eforia politik lima tahunan itu. Tapi bagi kita yang memposisikan diri non partisan, jelas kita pusing tujuh keliling.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pusing, bukan karena sulit menentukan pilihan terhadap salah satu capres pada hari H pilres kelak, tapi pusing memikirkan jargon-jargon yang didegungkan maupun progam-program yang diusung semua tidak masuk akal.&lt;br /&gt;Sebagai rakyat, kita maunya yang praktis saja. Kita sudah capek banting tulang mencari makan setiap hari, jadi agak mustahil turut mencermati program-progam yang ditawarkan baik lewat televisi maupun Koran dan termasuk tim kampanye masing-masing kandidat.&lt;br /&gt;Pasangan yang menawarkan ekonomi kerakyatan. Bentuknya juga belum jelas. Sementara bagi orang kampung, mungkin mereka lebih kenal credit union (CU) sebagai fisik dari ekonomi kerakyatan tersebut. &lt;br /&gt;Kita patut khawatir, ekonomi kerakyatan itu tidak lebih hanya kekadar jargon belaka yang tanpa makna. Sebab mereka sendiri yang mengkoordinir, tidak mempraktikan ekonomi kerakyatan itu sendiri.&lt;br /&gt;Apalagi memberi contoh konkrit ekonomi kerakyatan, oh tidak mungkin. Begitupun dengan pasangan yang menawarkan ekonomi jalan tengah semberi melanjutkan apa yang sudah berjalan sekarang. &lt;br /&gt;Yang patut dipertanyakan, apa benda ekonomo jalan tengah itu, apakah kredit lunak yang tanpa agunan itu, sementara praktiknya bank tetap saja menuntut agunan?&lt;br /&gt;Lalu ada lagi capres yang menjual kemandirian bangsa. Juga masih mimpi. Kalau soal kemandirian adalah cita-cita semua orang, tapi untuk bangsa kita ini rasanya seratus abad sekalipun masih sulit mendari. Kita sudah terlanjur biasa menjadi bangsa yang ‘disuap’ terus.&lt;br /&gt;Nah, jargon-jargon seperti itu susah dicerna masyarakat kelas bawah yang mayoritas menjadi pemilih potensial kelak. Mereka tidak terpengaruh dengan berbagai bentuk jualan kempanye yang ditawarkan capres-cawapres maupun tim kampanyenya. &lt;br /&gt;Masyarakat lebih senang menikmati apa yang bisa dinikmati hari ini, apa yang bisa dimakan hari ini. Soal pilihan, ya terserah siapa yang bisa memberi makan hari ini.&lt;br /&gt;Maka tak salah banyak kalangan luar menilai bangsa kita masih sebagai bangsa yang ‘perasa’. Artinya, mereka lebih merasakan apa yang mereka liat langsung, terima langsung. &lt;br /&gt;Sebagai ungkapan dari ‘perasa’ itu, orang juga menilai bangsa kita sebagai bangsa yang pandai berterima kasih. Maka sebagai wujud terima kasih terhadap apa yang dirasakannya secara langsung, maka pilihan suaralah taruhannya. &lt;br /&gt;Singkat kata, siapa yang memberi dan dirasakan langsung masyarakat, maka dialah yang menjadi curahan suara masyarakat kelak. Dan itu bisa kita tebak sendiri, dari ketiga capres ini siapa yang lebih banyak memberikan program pro rakyat, dialah yang akan menerima manfaatnya. Ingat masyarakat kita belum bisa menilai figure, tapi mereka pandai menilai pemberitan.&lt;br /&gt;Mereka juga pandai memeriahkan pesta demokrasi itu, tapi tak lebih dari sekadar eforia belaka. Ada yang meragukan? Mari kita buktikan bersama.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-6574781054441846105?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/6574781054441846105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=6574781054441846105' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/6574781054441846105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/6574781054441846105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/06/eforia-pilpres.html' title='Eforia Pilpres'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-7736693956331772816</id><published>2009-05-31T22:09:00.000+07:00</published><updated>2009-05-31T22:10:30.314+07:00</updated><title type='text'>Waspada Penyakit Musiman</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siklus alami harus kita lewati setiap tahun. Di daerah kita, kita cukup mengenal dua musim, yakni musim hujan dan musim kemarau. &lt;br /&gt;Masing-masing musim selalu disertai dengan persoalannya sendiri-sendiri. &lt;br /&gt;Seperti sekarang ini, sudah ada tanda-tanda kita akan memasuki musim kemarau. Tandanya jelas, debit air sungai mulai berkurang, sumur-sumur warga mulai mengering. Cuaca panas di siang hari dan dingin di malam hari.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalau di kota seperti Pontianak, setiap musim kemarau ada persoalan lain, yakni kabut asap dan mewabahnya penyakit demam berdarah dengue (DBD).&lt;br /&gt;Kabut asap disebabkan lahan kering yang terbakar, terutama daerah lahan gambut yang ketebalannya mencapai satu hingga dua meter. Apabila terbakar, api sulit dipadamkan sehingga terjadi kabut asap. &lt;br /&gt;Dampaknya selain menyebabkan penyakit infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), juga mengganggu transportasi baik darat, laut maupun udara.&lt;br /&gt;Pengalaman kita, bila terjadi kemarau panjang dan kabut asap mengganggu jarak pandang, maka jadwal penerbangan pewasat kerap kali ditiadakan. Itu jelas kerugian besar bagi perusahaan maskapai penerbangan.&lt;br /&gt;Sementara DBD sebagai dampak dari datangnya musim kemarau, saat ini sudah memakan korban jiwa. &lt;br /&gt;Menurut catatan Dinas Kesehatan Kota Pontianak, sampai kemarin, tercatat sudah lima pasien meninggal dunia. &lt;br /&gt;Lima bulan terakhir tercatat 319 pasien DBD dirawat di 23 puskesmas, rumah sakit umum Daerah (RSUD) dr. Soedarso dan Rumah Sakit Santo Antonius. &lt;br /&gt;Melihat fenomena penyakit menular yang datang bersamaan dengan datangnya musim, seharusnya kita sudah bisa waspada setiap memasuki setiap musim tersebut. &lt;br /&gt;Paling tidak, upaya pencegahan DBD seperti melakukan "fogging" atau pengasapan dan pembagian abete kepada masyarakat untuk membunuh telur nyamuk Aedes Aegipty. Itu baru soal DBD, belum lagi muntaber dan penyakit lainnya. &lt;br /&gt;Demikian juga dengan musim penghujan. Selain berhadapan dengan banjir yang sering menggenangi daerah-daerah tersebut di Kota Pontianak, juga muncul berbagai penyakit seperti gatal-gatal dan banyak lagi jenis penyakit musiman.&lt;br /&gt;Nah, belajar dari siklus musim yang ada tersebut, kiranya cukup memberikan pelajaran dan pemahaman kita agar setiap tahun kita selalu siap menghadapi siklus musim tersebut.&lt;br /&gt;Kita tidak ingin, setiap musim datang, datang pula penyakit dan musih. Tentu dengan pengalaman yang ada, kita sudah mengantisipasinya jauh-jauh hari.&lt;br /&gt;Demikian juga dengan pemerintah, terutama dinas atau pihak terkait. Sudah harus bisa memprediksi penyakit sesuai dengan musim tadi. &lt;br /&gt;Semuanya sudah tahu apa yang hendak dibuat bila menghadapi musim kemarau. Bukan hanya kabut asap yang meresahkan, tapi juga penyakit menular. Pun demikian dengan musim hujan, bukan hanya banjir yang menghayutkan, tapi juga penyakit yang menyerang secara mewabah.&lt;br /&gt;Singkat kata, seperti siklus musim tadi, kita bisa mewaspadainya. Jadi jangan menunggu penyakit menyerang baru mencari obatnya. Tapi waspadalah, sebab kita sudah tahu kapan penyakit itu datang. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-7736693956331772816?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/7736693956331772816/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=7736693956331772816' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7736693956331772816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7736693956331772816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/05/waspada-penyakit-musiman.html' title='Waspada Penyakit Musiman'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-7766781173072539593</id><published>2009-05-31T22:07:00.000+07:00</published><updated>2009-05-31T22:08:31.833+07:00</updated><title type='text'>Peri Tiga Masa</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu (30/5) siang kemarin, sepulangnya dari sekolah, Vivi memutar DVD kumpulan film Cinderella. Walau tidak menonton, saya tetap nguping dialog dalam cerita itu. &lt;br /&gt;Ada pelajaran menarik dari cerita itu. Dimana seorang ibu bercerita kepada anak gadisnya yang mulai mewariskan sifat-sifat buruk, sombong dan cerewat dalam keluarganya. &lt;br /&gt;Nah, si ibu mengatakan dia bermimpi didatangi bibinya yang sudah meninggal dunia. Dalam mimpi itu bibinya menceritakan ada tiga Peri yang mewakili tiga masa waktu. Yakni Peri masa lampau, Peri masa kini dan Peri masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Peri adalah makhluk legendaris yang berasal dari negara-negara Skandinavia dan sering muncul dalam cerita-cerita kuno dari Eropa Utara. Dalam mitologi Nordik, Peri merupakan ras Dewa kesuburan, tinggal di tempat-tempat yang alami dan asri seperti gunung, hutan, telaga, mata air, dan air terjun. Mereka dilukiskan sebagai manusia yang selalu tampak muda dan cerah. &lt;br /&gt;Dengan tongkat saktinya, Peri masa lampau membawa si bibi ke kehidupannya masa lalu, dimana bibi kembali menyaksikan masa kakak-kakaknya. Sejak kecil si bibi diajarkan dengan kata-kata kasar. &lt;br /&gt;Slogan dalam keluarganya, “Di dunia orang egois, hanya yang egois yang bisa hidup senang.”&lt;br /&gt;Tidak ada kata-kata cinta dan kasih sayang yang masuk ke kuping bibi kecil. Semuanya kata-kata kasar dan sombong. Hari-hari dipenuhi dengan sifat egois. Semuanya aku, ingin menang sendiri.&lt;br /&gt;Baik dalam berteman, maupun dalam hal makan. Semua aku yang pertama, sisanya baru yang lain. Demikian juga hingga beranjak dewasa dan punya kekuasaan. Karyawan tidak boleh ada kesenangan. Tidak diperkenankan merayakan hari ulang tahun maupun sekedar melepas penat ngobrol bersama teman-teman maupun keluarga. Hari-hari diisi dengan kerja. Tidak ada libur maupun hari raya. &lt;br /&gt;Begitu pun setelah ia meninggal, dibekali dengan pakaian mahal dan pemakaman mewah. Tapi begitu masuk ke dunia lain, ia justru terpasung dengan rantai di sekujur tubuhnya.&lt;br /&gt;Siang malam dia kedinginan. Bahkan si bibi tidak sanggup menyaksikan rekam hidupnya yang di putar Peri tadi. Sangat bertolak belakang kehidupannya di dunia nyata dan dunia lain.&lt;br /&gt;Berikutnya datang Peri masa sekarang. Bibi diajak menyaksikan kehidupannya setelah hidup mapan. Punya perusahaan besar, dan banyak karyawan. Semua kemewahan ada padanya. Tapi tindak tanduk dan gaya bicaranya sama persis dengan bibinya ketika seumur dia.&lt;br /&gt;Gaya hidup sombong yang dirasakannya ketika masih kecil, seratus persen ditiru bibi ketika dewasa. Caranya berpakaian, gaya bicara maupun tidak tanduknya, mirip sekali. Bibi kecil betul-betul copy paste dari bibinya yang merawat dia ketika masih kecil.&lt;br /&gt;Bibi sampai protes sama Peri mengapa memutarkan gaya hidup bibinya dengan hidupnya sendiri yang tidak ada beda sedikit pun. Tabiatnya yang teriak-teriak, usil, curiga dengan tetangga juga diikutinya.&lt;br /&gt;Karena tidak terima dengan sifat bibinya yang kasar itu, dia pun teriak hingga terbangun dari tidurnya, eh ternyata mimpi. &lt;br /&gt;Karena masih tengah malam, dia pun melanjutnya tidurnya. Kembali Peri ketiga yang datang, yakni Peri masa depan. Beri masa depan membawa bibi ke dunia lain lagi. Mungkin itu dunia pertobatan. Setelah memberikan cuplikan rekaman kehidupan masa lampau dan masa kini, peri ingin menunjukkan masih ada kehidupan yang lebih cerah di depan. Asal bibi mau merubah sikap dan membuang jauh-juah sifat buruk, angkuh, dan iri hati tadi.&lt;br /&gt;Nah, disini Peri menunjukkan bagaimana bibi harus memberikan waktu istirahat kepada karyawannya. Sehingga karyawannya bisa berkumpul dan bersenang-senang dengan keluarganya pada hari minggu muapun hari-hari raya. &lt;br /&gt;Dengan harta yang melimpah, bibi harus menyisihkan sedikit dari hartanya untuk anak-anak yatim piatu. Dengan demikian, maka semakin banyak orang yang memuji bibi dan mendoakan bibi. Kondisi itu memang bertolak belakang dengan sebelumnya, harta melimpah, tapi dimusuhi orang, dikucilkan orang.&lt;br /&gt;Usai film tersebut saya mencoba menceritakan kepada Vivi anak saya, bahwa film ingin mengambarkan sifat seorang anak yang dilahirkan seperti kertas putih. Ia polos. Karenanya, ia akan menerima tulisan berbagai macam warna. Warna yang dominan itulah yang kelak dewasa membentuk kepribadiannya dan mewarnai sifat-sifatnya. Kalau warnanya cerah, maka sifatnya juga cerah, bila warnanya hiam, maka sifatnay juga akan hitam.&lt;br /&gt;Sebab anak peniru ulung. Sebagai orang tua, papa mama akan menyayangi anak-anaknya bukan saja dengan kata-kata yang indah-indah, tapi juga dengan perhatian serta lingkungan yang baik pula untuk perkembangannya. Peri tiga masa tadi menjelaskan sifat manusia sejak dilahirkan, tumbuh dewasa hingga ia meninggal dunia. Kalau kecil hidup dengan kasih sayang, rendah hati, dengan penuh cinta, maka besar ia akan mencintai orang dan lingkungannya. Demikian juga bila ia meninggal, ia akan mendapatkan tempat yang bagus juga di surga. Itulah pelajarannya, Nak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-7766781173072539593?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/7766781173072539593/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=7766781173072539593' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7766781173072539593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7766781173072539593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/05/peri-tiga-masa.html' title='Peri Tiga Masa'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-4018459109600757841</id><published>2009-05-27T19:05:00.000+07:00</published><updated>2009-05-27T19:07:13.323+07:00</updated><title type='text'>Siapa yang Busuk?</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi tidak hanya melahirkan sikap yang pandai menghargai perbedaan pendapat. Tapi juga sikap keteladanan dari pihak-pihak yang turut dalam permaian pesta demokrasi itu sendiri.&lt;br /&gt;Dalam alam demokrasi, kita bebas untuk melakukan apa saja, karena semua pihak sudah memahami itu dibolehkan. Namun juga kebebasan itu haruslah dibarengi dengan aturan main yang jelas pula. &lt;br /&gt;Dan bagi kita bangsa Indonesia, aturan main itu sudah ada di UUD 1945 dan Pancasila. Jabarannya, sangat lugas dan jelas baik mengenai maksud maupun tujuannya. Makna pun mudah dicerna.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang dikatakan oleh rezim Presiden Soeharto bebas bertanggung jawab. Sayang ketika itu, tanggung jawabnya lebih besar dari bebasnya, sehingga kita merasa terbelenggu. Semua kebebasan terlindas atasnama kekuasaan Negara, dalam hal ini simbolnya Soeharto sebagai presiden. &lt;br /&gt;Setelah reformasi yang bergulir sepuluh tahun terakhir, kebebasan itu hampir-hampir kebablasan. Kebablasan, karena sudah keluar dari jalur atau koridor etika adat ketimuran kita. Terlebih dalam menghadapi pesta demokrasi sekarang ini. &lt;br /&gt;Idealnya, dengan semakin baiknya demokrasi yang kita jalannya, makin banyak pelajaran yang bisa dipetik. Tapi buah demokrasi, politisi makin seenaknya menyerang dengan kampanye negatif. Mereka cenderung tidak senang dengan kampenye beretika dan santun. &lt;br /&gt;Karena kampanye beretika dan santun itu, daya serapnya lamban di masyarakat, karena hampir-hampir tidak terasa. Tapi bila kampanye negatif, wah, dalam seketika efeknya sudah dirasakan masyarakat.&lt;br /&gt;Apakah itu sebagai akibat masyarakat kita sudah tidak peka dengan hal-hal yang mengiring kita kepada kebaikan, dan cendrung menyenangi hal-hal negatif? Entahlah.&lt;br /&gt;Sekarang kita akan menghadapi pemilu presiden. Dimana pilpres ini adalah kali kedua masyarakat memilih secara langsung, setelah 2004 silam. &lt;br /&gt;Disini kita kembali diuji untuk memilih pemimpin yang betul-betul keberja untuk rakyat, bukan pemimpin yang mencari kekuasaan, mencari kedududukan. Dan ujung-ujungnya menggunakan kekuasaan itu untuk memperkaya dirinya dan melindungi bisnis keluarganya. &lt;br /&gt;Terhadap ketiga calon presiden dan wakil presiden itu, tentu mereka semua punya rekam jejak masing-masing. Rekam jejaknya ada yang kelam, dan ada pula yang terang. Tapi memasuki masa kampanye yang sebentar lagi digelar, rekam jejak itu tidak lagi di lihat masyarakat.&lt;br /&gt;Masyarakat cendrung melihat apa yang dibuatnya saat kampanye, apa yang ditebarnya di lapangan. Mental kita mental transaksional. Artinya, suara kita bisa diperjaulbelikan. Tidak ada lagi idealisme dalam menentukan pilihan.&lt;br /&gt;Siapa yang banyak menabur uang, kesitulah mencurahkan suaranya.&lt;br /&gt;Kita tidak lagi melihat figure yang layak dan memang terbaik dari yang ada itu, tapi kita lebih melihat apa yang dirasakan hari ini, apa yang diterima tadi. &lt;br /&gt;Singkat kata, bukan salah calon capres-cawapres, tapi kita pemilihlah yang mau mengadaikan suara kita. Padahal suara itu sangat berharga untuk kemaslatan orang banyak. Bila dulu ada istilah politisi buruk, sekarang justru berubah, pemilihnya yang busuk. &lt;br /&gt;Celakanya lagi, setelah tidak memilih dengan benar, lantang pula mencibiri kebijakan yang salah itu. Menghujat seenaknya. &lt;br /&gt;Harapan kita, itu semua bisa dihindari. Sebab kita sudah cerdas dalam menentukan pilihan. Kita juga tidak mau pesta demokasi ini, justru menjadi ajang untuk membusukkan diri. Jangan sampai deh!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-4018459109600757841?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/4018459109600757841/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=4018459109600757841' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/4018459109600757841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/4018459109600757841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/05/siapa-yang-busuk.html' title='Siapa yang Busuk?'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-4739714581077552837</id><published>2009-05-26T18:34:00.001+07:00</published><updated>2009-05-26T18:40:31.662+07:00</updated><title type='text'>Dayak di Dunia Maya</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekan Gawai Dayak (PGD), memang sudah masuk kalendar pariwisata Kalimantan Barat. Pelaksanaannya pun rutin setiap tahun, setiap tanggal 20 Mei. &lt;br /&gt;Bagi masyarakat Dayak sendiri PGD bukan barang asing lagi, tapi sudah menjadi tradisi.&lt;br /&gt;Ada yang lain, kalau PGD sempat tidak dilaksanakan. Itu maklum saja, sebab PGD 2009 ini merupakan gawe yang ke-XXIV. Artinya, gawe syukuran pesta panen padi itu sudah 24kali dilaksanakan secara terorganisir.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, tradisi gawe atau gawai syukuran atas panen padi yang melimpah dilaksanakan berdasarkan tiap-tiap sub suku Dayak. Agar pelaksanaanya bermanfaat baik dari segi pelaksanaan maupun tradisi yang bisa dipelajari dan diwariskan ke anak cucu, maka gawe itu modernisasikan dengan tidak menghilangkan makna dan metode pelaksanaanya, dan tempatnya di pusatkan di Kota Pontianak—sebagai ibukota Provinsi Kalbar.&lt;br /&gt;Tujuannya memang baik. Selain dijadikan asset budaya yang dapat dijual ke tingkat nasional maupun mancanegara, juga sebagai ajang untuk meningkatkan kreativitas generasi muda Dayak yang setiap tahunnya semakin banyak tinggal di Kota.&lt;br /&gt;Karena jauh dari rumpun budaya aslinya, sebagai masyarakat urban yang tinggal di kota, mereka dituntut mamahami adat budayanya.&lt;br /&gt;Dari pelaksanaan PGD dari tahun ke tahun rasanya itu-itu saja yang bisa dilaksanakan. Seperti upacara adat yang digilir menurut sanggar atau sub suku, display budaya, berbagai permaiann rakyat, memahat, melukis, stand yang menjaul berbagai pernak-pernik Dayak dan yang lebih bergengsi perebutan predikat Bujang dan Dara Gawai.&lt;br /&gt;Kita mencatat, sejak awal digelar hingga hari ini, tidak ada hal baru yang bisa ditampilkan di ajang PGD tersebut.&lt;br /&gt;Adalah tanggung jawab kita bersama, bagaimana supaya PGD kedepan lebih berkualitas dan bisa dijual ke luar. Kalau masih itu-itu saja yang diandalkan, rasanya agak sulit menarik minat orang luar, apalagi turis mancanegara.&lt;br /&gt;Apalagi dari tahun ke tahun pelaksanaan PGD selalu minim promosi. Tidak ada upaya promosi lewat internet, website atau minimal weblog yang gratis itu.&lt;br /&gt;Cara-cara promosi yang dilakukan masih konvensional saja, ya sebatas konferensi pers dengan mengandalkan media local. Dan hasilnya jauh dari target yang diharapkan.&lt;br /&gt;Begitu pula dengan peran Bujang dan Dara Gawai yang bertitel sebagai Duta Budaya Dayak. Sejauh ini mereka belum bisa berbicara banyak di pentas nasional, apalagi mancanegara, rasanya masih sangat jauh.&lt;br /&gt;Kedepan, kita berharap agar gawe PGD itu betul-betul mempunyai daya magnit bagi para pelancong, terutama mancanegara. Untuk bisa sampai ke sana, tak ada pilihan harus gencar melakukan promosi baik di dunia maya yang trend pemakainya makin tinggi dari hari ke hari oleh masyarakat di belahan dunia ini.&lt;br /&gt;Karenanya Sekberkesda sebagai event organizer PGD harus punya inisiatif membuat website atau minimal weblog khusus mempromosikan gawai Dayak tersebut ke seluruh dunia. &lt;br /&gt;Harapannya, kedepan mungkin ada cara lain bagi panitia untuk mencari dana, tidak hanya sekedar mengedarkan dan menunggu proposal masuk. Tapi ada tanggapan atau minat dari manusia lain di muka bumi ini yang sanggup membuat gawai Dayak atau PGD itu lebih semarak lagi, tentu dengan dana yang lebih besar yang berasal dari luar.&lt;br /&gt;Apalagi sekarang pelaksanaan PGD sudah masuk kalendar pariwisata Kalbar, dan pelaksanaanya tetap setiap tahunnya yakni tanggal 20 Mei. Nah, kita semua berharap agar PGD itu kelak tidak lagi hanya sekedar kegiatan serimoni belaka, tapi bagaimana bisa bermanfaat baik dari segi ekonomi maupun pemasukan devisa bagi Negara, utamanya bagi daerah kita ini. Semoga!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-4739714581077552837?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/4739714581077552837/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=4739714581077552837' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/4739714581077552837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/4739714581077552837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/05/promosikan-budaya-dayak-di-dunia-maya.html' title='Dayak di Dunia Maya'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-1843628936134798968</id><published>2009-05-20T10:48:00.000+07:00</published><updated>2009-05-20T10:49:18.843+07:00</updated><title type='text'>Untan Membedah Krisis Global</title><content type='html'>Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis global memang menjadi isu seksi dan menarik semua kalangan. Krisis global yang melanda dunia dewasa ini, memang bisa mengancam semua sendi kehidupan. Seperti rusaknya tata kehidupan akibat perubahan iklim, hancurnya sebuah peradaban akibat runtuhnya moral manusia, hingga dampak yang tidak dapat diprediksi sekalipun.&lt;br /&gt;Dampak yang bakal terjadi akibat krisis global itu sangat serius dan menakutkan. Dapat dikatakan, itulah hari kiamat bagi dunia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tandanya, kini sudah muncul di mana-mana di belahan bumi ini. Amerika dan sebagian Negara Eropa mengalami krisis keuangan global. Mesiko dan sebagian Negara Amerika Latin mengalami serangan virus H1N1 atau yang kita kenal dengan flu babi yang sebarannya sudah mendekati Negara kita. &lt;br /&gt;Lalu di belahan dunia lain, ada bencana alam, baik karena ulah manusia yang merusak alam atau memang tanda-tanda alam mulai menua. &lt;br /&gt;Selanjutnya di belahan dunia lain lagi, terjadi krisis moral. Pembunuhan, pemerkosaan dan perdagangan perempuan dan anak-anak. Parahnya lagi terjadi seks bebas yang bermuara pada mewabahnya penyakit kelamin mematikan seperti AIDS-HIV.&lt;br /&gt;Jelas krisis global tersebut ancaman serius bagi peradaban manusia di dunia ini. Bila tidak dicegah sejak dini, bisa saja peradaban itu runtuh suatu ketika. &lt;br /&gt;Melihat fenomena tersebut, Perguruan Tinggi yang selama ini sangat peka dan kritis mengaki berbagai kemungkinan akibat krisis global tersebut, maka Universitas Tanjungpura sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi mengambil peran ‘penyalamatan’ itu. &lt;br /&gt;Para pakar yang ahli di bidangnya pun berkumpul di ruang sidang Rektorat Untan, Senin (19/5) membedah krisis global tersebut. Sekitar 200 peserta dari berbagai universitas ternada di Indonesia, Sarawak Malaysia dan Brunai Darussalam menghadiri acara yang bertajuk Konferensi Internasional dengan bahasan utama krisis global.&lt;br /&gt;Rektor Universitas Indonesia, Prof Dr Gumilar R Soemantri mengatakan, perguruan tinggi akan menjadi faktor penentu kelangsungan peradaban dan manusia dalam menghadapi tantangan global yang semakin berat di masa mendatang. &lt;br /&gt;Memang pada hakekatnya, dunia kampus berperan menciptakan masyarakat efisien, yaki adanya keadilan dan jaminan terhadap kelangsungan peradaban dimaksud.&lt;br /&gt;Secara global, Indonesia menjadi bagian dari peradaban yang tengah menghadapi tangan serius kedepan. &lt;br /&gt;Dari segi jumlah penduduk. Para ahli memprediksi akan terjadi ledakan penduduk pada suatu ketika. Padahal idealnya, bumi hanya bisa dihuni sekitar lima miliar jiwa. Tapi data penduduk dunia kini sudah mencapai 6,5 miliar jiwa. &lt;br /&gt;Hal itu diungkapkan Gumilar R Soemantri, Rektor Universitas Indonesia, saat menjadi pembicara pada konferensi internasional "Kerjasama Antarnegara Dalam Menyikapi Krisis Global". &lt;br /&gt;Tantangan lain yang harus dihadapi kita adalah, ancaman perang dengan menggunakan senjata mematikan seperti nuklir yang tidak diperbolehan dalam perang. Namun manusia tetap bernafsu mengembangkan senjata pemusnah missal itu.&lt;br /&gt;Belum lagi efek rumah kaca yang mempercepat terjadi perubahan iklim. Iklim yang beubah-ubah itu dampaknya kepada makhluk hidup termasuk manusia. Muncul penyakit yang aneh-aneh. &lt;br /&gt;Untuk menghadapi hal itu, kita butuh konsep baru mengenai pendidikan. "Konsep pembangunan perguruan tinggi, yang `smart education for building smart and sustainable society`, sebut Gumilar.&lt;br /&gt;Dengan pendidikan yang bagus, maka setiap bangsa bisa mengembangkan system dan peradaban yang seimbang pula. Dengan demikian, ia pandai menjaga kelestarian lingkungan. Dan itu semua harus ditelorkan dari Perguruan Tinggi bagaimana menciptakan pendidikan yang mencerdaskan secara berjenjang dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Nah, disanalah digagas rumusan bagaimana menghadang ancaman krisis global tersebut. Muaranya, kehidupan dan peradaban tetap terjaga. Itulah esensinya.***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-1843628936134798968?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/1843628936134798968/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=1843628936134798968' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/1843628936134798968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/1843628936134798968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/05/untan-membedah-krisis-global.html' title='Untan Membedah Krisis Global'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-4874312833233440163</id><published>2009-05-18T13:36:00.001+07:00</published><updated>2009-05-18T13:38:51.546+07:00</updated><title type='text'>Karol Rangking Dua Nasional</title><content type='html'>*SUARA MELEBIHI BPP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelar fenomenal tidak hanya disematkan kepada pemain top sepakbola macam Cristiano Ronaldo, Ricardo Kaka atau Leonal Messi saja, tapi juga layak diberikan kepada Karolin Margret Natasa—putri sulung Gubenur Kalbar, Cornelis.&lt;br /&gt;Alumnus Fakultas Kedakteran Unika Atmajaya Jakarta itu, sukses meraih dukungan mayoritas masyarakat Kalbar dalam pemilu legislatif lalu dengan mengantongi 222.021 suara.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kehadiran Karol di kancah politik untuk kali pertamanya tidak sia-sia. Lewat PDIP yang dinahkodai ayahnya, Karol bukan hanya sekedar pelengkap syarat 30 persen perempuan dalam daftar caleg PDIP untuk DPR-RI dari Dapil Kalbar, tapi justu menjadi sihir yang sanggup mendongkrak suara PDIP sehingga partai banteng moncong putih itu menjadi pemenang di Kalbar.&lt;br /&gt;Fenomenal Karol tidak berhenti disitu, ia juga tercatat secara nasional sebagai caleg yang suaranya melebihi bilangan pembagi pemilih (BPP). Tak tanggung-tanggung, Karol menduduki rangking kedua nasional yakni dengan persentase suara 152 persen melebihi BPP. &lt;br /&gt;Karol hanya terpaut 25 poin dari rangking pertama nasional, yang disabet putra bungsu Presiden SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono yang persentase suaranya mencapai 177 persen.&lt;br /&gt;Menjelang akhir Tahun 2007, saat kasak kusuk para politisi Kalbar merintis jalan merebut kursi Gubernur Kalbar, saya dan Nur Iskandar hendak mewawancarai Cornelis—salahsatu kendidat calon gubernur di rumahnya, Jalan Danau Sentarum. Namun niat kami tak kesampaian, karena Cornelis ketika itu sedang sosialisasi keliling daerah. Kami hanya disambut Karol dan sang adik, Angel.&lt;br /&gt;Ketika itu, Karol masih alergi dengan politik. Ketika kami minta tanggapannya seputar kesiapan sang ayah, ia cuek. Malah Ia berujar, “tak tertarik politik, politik itu kotor,” katanya ketika itu.&lt;br /&gt;Ia lebih suka ngobrol seputar rencana tugasnya sebagai dokter di Puskesmas Mandor. &lt;br /&gt;Agaknya Karol mulai tertarik politik ketika mendampingi sang ayah sebagai tim kesehatan yang melakukan kampanye pilgub keliling Kalbar. Bermula dari situ, maka pada pemilu lalu ia pun mencalonkan diri sebagai caleg DPR-RI dapil Kalbar. &lt;br /&gt;Bila dilihat dari nomor urutnya, nomor 3, posisi Karol tidaklah di perhitungan oleh DPP partainya. Ia masih dianggap terlalu muda dan harus banyak belajar.&lt;br /&gt;Hasil pemilu ternyata mengagetkan kita semua. Karol tercatat sebagai caleg yang banyak mendapat dukungan suara rakyat. Bahkan secara nasional menduduki rangking kedua--suaranya melebihi BPP. Sangat fenomenal dan bertolak belakang dengan ucapannya yang tidak senang politik dua tahun lalu.    &lt;br /&gt;Kepastian suara Karol melebihi BPP itu, setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan hasil pemilu berikut perolehan kursi DPR, DPD maupun DPRD pada 9 Mei lalu. Dari sekian banyak caleg terpilih untuk DPR-RI, ternyata 11 orang perolehan suaranya melampaui BPP tersebut.&lt;br /&gt;Mereka adalah, Edhie Baskoro Yudhoyono, caleg Partai Demokrat dengan daerah pemilihan Jawa Timur 7, nomor urut 3, menyempurnakan kemenangan Partai Demokrat dengan menempati peringkat pertama perolehan suara diatas BPP yakni, 177 persen.&lt;br /&gt;Selanjutnya, Karolin Margret Natasa dengan 152 persen dari daerah pemilihan Kalbar yang diusung PDIP. Paskalis dengan 151 persen daerah pemilihan Papua yang diusung Partai Golkar, Dodi AN daerah pemilihan Sumatera Selatan 1 dengan 145 persen juga dari Partai Golkar.&lt;br /&gt;AW Dalimunthe caleg Partai Demokrat meraih dukungan 141 persen dari daerah pemilihan Sumatera Utara. Tantowi Yahya 131 persen dari Dapil Sumatra Selatan 2 yang menggunakan Partai Golkar. Puan Maharani 129 persen Dapil Jateng 5 dari PDIP . W Koster 115 persen Dapil Bali juga dari PDIP. N Samodra 108 persen Dapil  NTB dari Partai Demokrat. Masih dari Partai Demokrat, Tengku Riefky 107 dari NAD 1. Dan terakhir adalah Ratu MZ 106 persen Dapil Jambi yang mengunakan sampai PAN.&lt;br /&gt;Jadi ada empat partai yang calegnya meraih suara melebihi BPP, yakni empat caleg dari Partai Demokrat. Caleg PDIP dan Golkar masing-masing tiga caleg, dan 1 caleg dari PAN. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-4874312833233440163?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/4874312833233440163/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=4874312833233440163' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/4874312833233440163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/4874312833233440163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/05/karol-rangking-dua-nasional.html' title='Karol Rangking Dua Nasional'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-8032901270537769209</id><published>2009-05-11T20:18:00.001+07:00</published><updated>2009-05-11T20:25:42.059+07:00</updated><title type='text'>Dari Hotel ke Mancanegara</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SggnS6IJj4I/AAAAAAAABDE/kN2SmuF9hbM/s1600-h/hotel6.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 116px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SggnS6IJj4I/AAAAAAAABDE/kN2SmuF9hbM/s200/hotel6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334556964414918530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberanian OSO Group mendirikan hotel megah di Sukadana, Ibukota Kabupaten Kayong Utara mengundang decak kagum semua orang. Bahkan Gubernur Kalbar, Cornelis yang didaulatkan meresmikan hotel yang diberi nama Hotel Mahkota Kayong tersebut sempat berujar; ini investasi nekat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Gubernur sampai mengatakan investasi nekat? Karena dari segi infrastruktur belumlah mendukung keberadaan hotel semegah Hotel Mahkota Kayong. Apalagi Kayong Utara merupakan kabupaten baru yang butuh perhatian semua pihak agar cepat berkembang dan mensejajarkan dirinya dengna kabupaten lain yang jauh lebih tua.&lt;br /&gt;Namun sebagai Gubernur, tentu Cornelis mendukung dan menyambut positif investasi yang dilakukan putra pengusaha nasional asal Kalbar, Osman Sapta Odang, Raja Sapta Oktohari itu.&lt;br /&gt;Karena pembangunan hotel merupakan salah satu faktor pendukung percepatan pembangunan, terutama daerah baru seperti Kayong Utara. Keberadaan hotel dapat memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada para tamu yang datang ke daerah tersebut. Tentu hotel dapat memberi citra daerah semakin baik dan dikenal masyarakat luas bahkan hingga ke mancanegara. &lt;br /&gt;Atas investasi nekat tersebut, rasanya tidak salah bila Raja Sapta Oktohari mengatakan, sebagai putra daerah dirinya mempunyai kewajiban untuk berinvestasi di daerahnya sendiri. &lt;br /&gt;Dia melihat dengan adanya hotel, maka akan menjadi terobosan baru. Paling tidak keberadaan hotel memberi kenyamanan bagi siapa saja yang berkunjung ke Kayong Utara. &lt;br /&gt;Memang ada manfaat besar yang kadang tidak dipikirkan oleh kita. Keberadaan hotel tersebut, tak tertutup kemungkinan justru membuka peluang mendatangkan para investor baru di daerah tersebut. Karena hotel memberikan kemudahan bagi mereka, baik yang hendak menjalin kerjasama dengan Pemkab maupun yang sekadar menikmati indahnya panorama alam Kayong Utara—apalagi jarak hotel tidak begitu jauh dari Taman Nasional Gunung Palong. Jelas itu peluang mengaet pelancong.&lt;br /&gt;Kita yakin pihak manajemen hotel sudah melihat peluang yang terbuka lebar di depan mata itu, dengan menyediakan hotel dengan berbagai fasilitasnya.&lt;br /&gt;Kita juga berharap, investasi perhotelan di Kayong Utara ini dapat memberi contoh bagi daerah lain. Dimana kita ketahui salahsatu kesulitan investor berinvestasi di suatu daerah karena kesulitan dalam hal akomodasi, karena tidak hotel hotel yang memadai.&lt;br /&gt;Kita sendiri sering mendengarkan keluhan para investor yang berkunjung ke berbagai daerah. Selain infrastruktur jalan, keluhan mereka selanjutnya adalah soal penginapan alias hotel tadi.&lt;br /&gt;Di Kalbar ini hanya Pontianak dan Singkawang yang sudah memiliki hotel berbintang. Sementara daerah lain, masih sulit mencari hotel yang representatif. Belajar dari keluhan para investor tersebut, rasanya peluang membuka hotel di berbagai daerah masih terbuka lebar. Tinggal siapa investor yang berani nekat seperti Raja Sapta Oktohari itu. Bila Anda merasa tertantang sekaligus terpanggil membangun daerah? Silakan mencoba. Yakinlah, upaya tersebut akan sangat membantu dalam mewujudkan percepatan pembangunan suatu daerah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-8032901270537769209?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/8032901270537769209/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=8032901270537769209' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/8032901270537769209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/8032901270537769209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/05/dari-hotel-ke-mancanegara.html' title='Dari Hotel ke Mancanegara'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SggnS6IJj4I/AAAAAAAABDE/kN2SmuF9hbM/s72-c/hotel6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-6287405595364956770</id><published>2009-05-06T23:18:00.001+07:00</published><updated>2009-05-06T23:19:28.970+07:00</updated><title type='text'>Harta, Tahta dan Wanita</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SgG4iGkPyEI/AAAAAAAABC8/zG-Oyqupehc/s1600-h/3ta.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 186px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SgG4iGkPyEI/AAAAAAAABC8/zG-Oyqupehc/s200/3ta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332746329801082946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari kita sering dengar kata harta, tahta dan wanita. Sudah banyak diskusi, maupun tulisan tentang tiga hal ini.&lt;br /&gt;Topik yang tak pernah basi untuk didiskusikan. Menurut saya itu wajar saja, toh yang memulainya Adam dan Hawa juga. &lt;br /&gt;Tuhan memang menciptakan kita untuk menjadi orang baik. Tapi untuk bisa menuju kesana, Tuhan juga tidak lupa membuat ujian yang mesti kita lalui. Dan ujian itu adalah harta, tahta dan wanita tadi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketiganya berkaitan erat satu sama lain. Ketika sudah memiliki harta maka ada jalan untuk mendapatkan tahta. Begitu pun setelah ada tahta, maka semakin mudah mendapatkan wanita.&lt;br /&gt;Mengapa Tuhan menguji kita dengan tiga hal itu? &lt;br /&gt;Sebagaimana kita pahami, manusia umumnya menjadikan harta sebagai tujuan hidupnya. Sebab apabila ia memiliki harta, maka ia bisa menikmati apa saja yang ada di dunia ini. Dengan harta, ia bisa mendapatkan apa saja, termasuk istri mau berapa pun bisa.&lt;br /&gt;Setalah ada harta, maka ambisi selanjutnya mendapatkan tahta atau kekuasaan. Dengan harta yang melimpah, orang tergoda untuk mendapatkan kekuasaan (tahta). Mau jadi presiden, mentri, gubernur, bupati/walikota, DPR, direktur, komisaris dll. Manusia memang tidak pernah puas. &lt;br /&gt;Berikutnya, setelah tahta didapat maka matanya mulai liar ketika melihat wanita.&lt;br /&gt;Makhluk yang satu ini tak ada habisnya untuk dibahas. Setiap hari kita saksikan di televisi atau surat kabar, ada saja skandal-skandal besar yang melibatkan wanita sebagai pemeran utama. &lt;br /&gt;Mantan presiden Amerika Serikat, Bill Clinton terperangkap Monica Lewinski. Atau mantan presiden pertama kita, juga jatuh karena wanita. Begitu pun dengan Anggota DPR Dapil Kalbar, Max Moein dengan sekretarisnya Desy Widyawati. &lt;br /&gt;Lalu yang lagi heboh-hebohnya di layar kaca, Ketua KPK non-aktif, Antasari Azhar terperangkap jerat cinta segitiga antara Rani Juliani dan suaminya almarhum Nasarudin Zulkarnaen, Direktur PT Putra Rajawali Banjaran.&lt;br /&gt;Kasus itu dibumbui juga sas sus konspirasi politik dan balas dendam aparat kejaksaan. Antasari sukses merontokkan karier Jaksa Urip Tri Gunawan yang lagi naik, termasuk rekan Urip, Jampidsus, Kemas Yahya Rahman.&lt;br /&gt;Sebagai petinggi KPK, Antasari Azhar bisa saja dijadikan sasaran konspirasi tersebut; setidaknya untuk membungkam dugaan korupsi di BUMN yang dananya diduga menjadi bancakan partai politik tertentu menjelang pilpres.&lt;br /&gt;Munculnya Rani Juliani kemudian mengaburkan kasus ini sebagai bentuk konspirasi. Publik lalu melihat kisah asmara dengan seorang wanita. Konspirasi politik kabur begitu saja.&lt;br /&gt;Lalu di daerah kita sendiri, dua hari lalu aparat Kejari Mempawah mencebloskan Moses Alep dkk ke rumah tahanan. &lt;br /&gt;Andai saja tak ada kasus Antasari Azhar, mungkin belum ada keberanian petugas di Kejaksaan untuk mengeksekusi Moses Alep dkk, padahal putusannya sudah mempunyai kekuatan hukum tetap. Semoga kedepan, aparat hukum kita bisa menjadikan hukum sebagai panglima tertinggi dan memberi keadilan yang seadil-adilnya kepada masyarakat.&lt;br /&gt;Di pentas politik, kita masih diajak menyaksikan akrobat politik memperebutkan tahta tertinggi di Republik ini dalam pilpres 8 Juli mendatang. Semoga saja setalah dapat tahta, kita tidak lagi direcoki dengan persoalan wanita. Cukuplah satu wanita yang setia mendampingi kita setiap hari, baik waktu untung maupun malang. Itu jauh lebih bermakna!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-6287405595364956770?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/6287405595364956770/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=6287405595364956770' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/6287405595364956770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/6287405595364956770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/05/harta-tahta-dan-wanita.html' title='Harta, Tahta dan Wanita'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SgG4iGkPyEI/AAAAAAAABC8/zG-Oyqupehc/s72-c/3ta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-7330997026563664523</id><published>2009-05-06T13:26:00.001+07:00</published><updated>2009-05-06T13:30:12.673+07:00</updated><title type='text'>Lampu Merah Sekolah Swasta</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SgEuaoikGXI/AAAAAAAABC0/kg8FGCCD9ns/s1600-h/9--Pelajar+Dirazia+by+Tantra.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SgEuaoikGXI/AAAAAAAABC0/kg8FGCCD9ns/s200/9--Pelajar+Dirazia+by+Tantra.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332594468877244786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai Tahun 2009 ini, pemerintah mengratiskan biaya pendidikan bagi SD dan SMP Negeri di Republik ini. Sosialisasi sekolah gratis itu gencar dilakukan. Dengan skogan ‘sekolah harus bisa’ tiap hari ditayangkan di televisi, radio maupun surat kabar. &lt;br /&gt;Tentu ini kabar gembira  bagi dunia pendidikan kita. Anak-anak usia SD dan SMP dapat menikmati sekolah bebas sumbangan pembiayaan pendidikan (SPP). Sebuah harapan yang diidam-idamkan, sekolah Indonesia bebas biaya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut terwujud berkat kebijakan pemerintah menaikan biaya pendidikan di APBN mencapai 20 persen. Konsekuensinya, biaya santunan BOS (Biaya Operasional Sekolah) yang di dalamnya termasuk SPP, uang penerimaan siswa baru (PSB), biaya ujian sekolah dan juga BOS buku bisa ditingkatkan jumlahnya.&lt;br /&gt;Kelak setiap siswa akan menerima dana BOS sebesar Rp400.000/tahun untuk SD/SDLB di wilayah kota, Rp397.000/tahun untuk SD/SDLB di kabupaten. Sedangkan untuk siswa SMP/SMPLB/SMPT di kota Rp575.000/tahun dan SMP/SMPLB/SMPT di kabupaten Rp570.000/tahun.&lt;br /&gt;Orang tua siswa tak perlu bingung soal biaya. Tentu pemerintah punya tujuannya, yakni menekan angka putus sekolah, dan pendidikan pun akan lebih terfokus kepada peningkatan kualitas pendidikan itu sendiri.&lt;br /&gt;Dan sekolah gratis itu merupakan harapan baru bagi anak-anak miskin yang sebelumnya tidak memiliki harapan dan tidak berani bermimpi bisa mengenyam pendidikan. Itulah harapan kita. Jadi tidak hanya sekedar slogan ’sekolah harus bisa’, tapi betul-betul diimplementasikan di lapangan.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan sekolah swasta? Jangan-jangan sekolah gratis justru ‘lampu merah’ bagi sekolah swasta.&lt;br /&gt;Kita semua tahu, sekolah swasta hidup dari iuran siswanya. Sepeti SPP, uang gedung, uang pangkal dan lain-lain. Memang ada juga yang ditanggung donatur atau sponsor atau pengelola seperti yayasan. Tapi jumlahnya tidaklah banyak.&lt;br /&gt;Suatu dilematis memang. Di satu sisi kita senang dengan pendidikan gratis—walau mutu kita belum tahu, tapi di sisi lain, banyak juga anak kita yang menimba ilmu di sekolah-sekolah swasta. Jangan-jangan dengan program pemerintah yang mengratiskan pendidikan justru jerat bagi sekolah swasta. &lt;br /&gt;Apalagi sekarang jaman serba susah, cari uang susah. Orangtua harus bayar biaya sekolah anaknya. Pilihan logis, jelas sekolah negeri yang gratis. &lt;br /&gt;Bila itu terjadi, akan ada sekolah swata yang tutup, atau hidup segan mati tak mau.&lt;br /&gt;Agaknya itu pula yang membuat Disdik Kalbar memperketat penerbitan izin pendirian sekolah swasta. Bahkan Kadisdik, Alexius Akim merinci ada 10 sekolah swasta baik di provinsi maupun kabupaten yang masuk kategori ’lampu merah’. Itu artinya hidup segan mati tak mau tadi.&lt;br /&gt;Sekolah tersebut selain kekurangan murid, juga kekurangan guru, modal, maupun sarana dan prasana pendidikan. &lt;br /&gt;Di sisi lain, program sekolah gratis secara nasional dilakukan untuk meringankan beban masyarakat serta memperluas kesempatan pendidikan di jenjang dasar. &lt;br /&gt;Namun, disisi lain akan ada sekolah yang menjadi korban—penutupan akibat tak mampu lagi menanggung beban pendidikan.&lt;br /&gt;pendek kata, sekolah gratis bagus, karena membantu anak-anak putus sekolah. Tapi, jangan sampai sekolah gratis lalu mutus terabaikan. Sebab kita ingin pendidikan yang standar luar negeri. Bila mutu rendah, pastilah tak ada manfaatnya. Harapan kita, sekolah boleh gratis, tapi mutu tetap nomor satu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-7330997026563664523?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/7330997026563664523/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=7330997026563664523' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7330997026563664523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7330997026563664523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/05/lampu-merah-sekolah-swasta.html' title='Lampu Merah Sekolah Swasta'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SgEuaoikGXI/AAAAAAAABC0/kg8FGCCD9ns/s72-c/9--Pelajar+Dirazia+by+Tantra.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-6440054126346894888</id><published>2009-05-01T12:15:00.003+07:00</published><updated>2009-05-01T12:28:31.566+07:00</updated><title type='text'>P4TKI Atasi TKI Ilegal?</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SfqHtbwN2rI/AAAAAAAABCk/AW8HAp7pCJQ/s1600-h/Foto+TKI.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SfqHtbwN2rI/AAAAAAAABCk/AW8HAp7pCJQ/s200/Foto+TKI.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330722323560258226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu (29/4) kemarin, seakan menjadi anti klimaks penanganan masalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang seakan tak berujung. Setiap saat ada saja permasalahan yang datang dari TKI. Mulai dari TKI gelap atau ilegal, TKI tidak digaji oleh majikan, hingga penyiksaan yang berujung pada cacat fisik dan mental. Bahkan tak jarang berakhir pada kematian.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kisah TKI mati karena disiksa majikan atau diperkosa majikan, sudah terbiasa menghiasi surat kabar atau majalah tanah air. Kita hanya bisa menyaksikan kasus yang muncul ke permukaan tanpa bisa berbuat apa-apa. &lt;br /&gt;Dari sekian banyak kasus yang timbul kepermukaan, paling kita menaruh rasa iba, hati miris melihatnya. Tapi selama itu pula, tidak ada jalan keluar untuk mengatasi permasalahan TKI, utamanya tenaga kerja wanita (TKW) yang selalu menemui masalah.&lt;br /&gt;Sebetulnya kita semua tahu, apa dan bagaimana mulanya sehingga pesoalan yang dihadapi oleh TKI-TKW ilegal selalu berujung pada kepedihan. &lt;br /&gt;Banyak faktor penyebabnya, mengapa mereka lebih suka menjadi TKI ilegal ketimbang yang resmi. Alasannya klasik! Susah mengurus surat menyuratnya. Kalau pun bisa, biayanya mahal!&lt;br /&gt;Alasan-alasan klasik itu selalu terpatri dalam benak para TKI kita, bahkan mungkin kita sendiri, kurang mengingatkan keluarga kita yeng hendak menjadi TKI terhadap kemungkinan atau hal-hal yang terburuk di kemudian hari, bila pakai jalan pintas.&lt;br /&gt;Karena memang mental kita lebih suka dengan hal-hal praktis, timbang harus bersabar sebentar sambil mengurus surat menyuratnya.&lt;br /&gt;Kita semua berharap sama dengan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Mohamad Jumhur Hidayat, bahwa dengan beroperasinya P4TKI di Entikong dan Kabupaten Sambas, bisa menekan jumlah TKI ilegal di Sarawak. &lt;br /&gt;Karena tugas utama P4TKI (Pos Pelayanan, Penempatan, dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) itu adalah memantau penempatan, melayani TKI agar mereka tidak mengalami masalah ketika bekerja di negara orang.&lt;br /&gt;Intinya dengan dibentuknya P4TKI yang satu atap dengan belasan instansi terkait yang berhubungan dengan TKI, untuk mempermudah pelayanan dan perlindungan TKI. Terlebih disitu ada layanan terpadu satu pintu proses layanan dokumen bagi TKI, sehingga tidak lagi bertele-tele, serta cepat dan murah dalam pengurusan dokumen mereka.&lt;br /&gt;Kita semua tahu PPLB Entikong termasuk titik rawan keluar masuknya TKI tidak resmi ke Malaysia Timur. Dengan adanya P4TKI kita berharap bisa menekan laju angka TKI ilegal. &lt;br /&gt;Pendek kata, mudah-mudahan permasalah TKI ilegal yang salama ini menjadi masalah pelik, secara perlahan bisa kita atasi. Sebab jujur kita akui bahwa permasalahan TKI tidak resmi hingga saat ini jumlahnya masih banyak. Dan siap-siaplah kita menyambut TKI yang sewaktu-waktu bisa diusir paksa oleh Pemerintah Malaysia. Akankah P4TKI menjadi solusinya? Kita tunggu saja. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-6440054126346894888?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/6440054126346894888/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=6440054126346894888' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/6440054126346894888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/6440054126346894888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/05/p4tki-atasi-tki-ilegal.html' title='P4TKI Atasi TKI Ilegal?'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SfqHtbwN2rI/AAAAAAAABCk/AW8HAp7pCJQ/s72-c/Foto+TKI.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-7174602551419347869</id><published>2009-04-28T15:56:00.005+07:00</published><updated>2009-05-01T19:35:56.031+07:00</updated><title type='text'>Menunggu Kiprah Srikandi Kalbar di Senayan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SfrspOSRWkI/AAAAAAAABCs/q5nq3pdiJmA/s1600-h/Karol.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SfrspOSRWkI/AAAAAAAABCs/q5nq3pdiJmA/s200/Karol.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330833301899926082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SfbFmJmeSJI/AAAAAAAABCU/wHitW2LiSlw/s1600-h/1-Maria+gorti.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 112px; height: 179px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SfbFmJmeSJI/AAAAAAAABCU/wHitW2LiSlw/s200/1-Maria+gorti.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329664468242548882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SfbFirYLehI/AAAAAAAABCM/x063W-JHnXY/s1600-h/2-Sri+Kadarwati+-+Andry.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SfbFirYLehI/AAAAAAAABCM/x063W-JHnXY/s200/2-Sri+Kadarwati+-+Andry.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329664408589924882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SfbFLzKS98I/AAAAAAAABCE/rHNQdFNb1AE/s1600-h/3-Hairiah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SfbFLzKS98I/AAAAAAAABCE/rHNQdFNb1AE/s200/3-Hairiah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329664015542187970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SfbFGZR4UdI/AAAAAAAABB8/DHeAxge1Xxg/s1600-h/4-Erma+S+Ranik.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 168px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SfbFGZR4UdI/AAAAAAAABB8/DHeAxge1Xxg/s200/4-Erma+S+Ranik.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329663922695328210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil pemilu legislatif (pileg) 9 April 2009 lalu sudah hampir bisa dipastikan siapa-siapa saja yang berhasil terpilih untuk mewakili Kalimantan Barat di tingkat nasional. Walau Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menetapkan mereka sebagai calon terpilih, namun berdasarkan hasil rapat pleno KPU Provinsi Kalbar, sudah diketahui nama-nama yang bakal melenggang mulus ke Senayan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan kuota, Kalbar dapat jatah 10 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan 4 kursi di Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Namun terlepas dari siapa yang bakal duduk di kursi empuk tersebut, ada hal menarik yang patut untuk dicermati—terpilihnya lima perempuan Kalbar yang akan berkiprah di Senayan.&lt;br /&gt;Lima srikandi Kalbar tersebut, satu orang lewat jalur partai politik dan empat orang lewat jalur non partai. Mereka adalah, Karolin Margret Natasa, yang juga putri Gubernur Kalbar, Cornelis. Karolin bukan hanya sihir yang mampu mendongkrak suara PDIP di Kalbar saja sehingga menjadikan partai moncong putih itu sebagai jawara di Kalbar, tapi secara pribadi mendapat dukungan mayoritas masyarakat Kalbar dengan 222.021 suara.&lt;br /&gt;Selanjutnya, Sri Kadarwati, istri almarhum Aspar Aswin—mantan Gubernur Kalbar—yang juga incumbant masih mendapat tempat di hati masyarakat. Buktinya, mantan ketua Dekranasda Provinsi Kalbar itu mendulang dukungan signifikan, dengan 151.602 suara. Lalu, Hairiah, yang berprofesi sebagai advokat di Pontianak—ia cukup dikenal luas lewat aktivitasnya membela para TKI yang bermasalah di luar negeri. Maka tak heran dengan sedikit bergerak ia banyak mendapat simpati dari masyarakat dengan meraup dukungan 124.854 suara.&lt;br /&gt;Berikutnya, Maria Goreti—anggota DPD periode 2004-2009, kini terpilih kembali dengan meraup dukungan masyarakakat sebanyak 157.915 suara, dan yang terakhir adalah Erma Suryani Ranik, mantan wartawan yang kini aktif di lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang lingkungan. Erma—sapaan akrabnya meraup dukungan masyarakat dengan 118.340 suara.&lt;br /&gt;Dengan kehadiran lima srikandi Kalbar di tingkat nasional, kita tidak hanya menunggu mereka membuktikan janji-janjinya pada pemilu lalu saja, tapi lebih pada kiprah mereka kelak.&lt;br /&gt;Apakah kelak mereka bisa kembali bersinar di level yang lebih tinggi, yakni mengulangi kesuksesan mereka ketika memenangi pertarungan yang ketat pada pemilu lalu dengan membuat terobosan-terobosan yang menguntungkan daerah.&lt;br /&gt;Di sisi lain, kita juga boleh berbangga hati. Sebab di tengah kekhawatiran banyak orang akan minimnya partisipasi politik perempuan, Kalbar justru bisa menyumbangkan lima perempuan untuk berkiprah di Senayan. &lt;br /&gt;Itu juga mematahkan anggapan banyak orang yang selama ini berkembang di masyarakat, dimana mereka masih melihat perempuan sebagai kelompok nomor dua. Tapi fakta di lapangan, mereka justru unggul jauh mengalahkan laki-laki yang selama ini selalu dominan di panggung politik kita.&lt;br /&gt;Nah, apakah ini ada hubungannya dengan peringatan hari Kartini 21 April lalu--yang juga tak jauh dari pelaksanaan pileg? Tapi yang jelas semangat juang para perempuan ’perkasa’ itu patut ditunggu.&lt;br /&gt;Sebagai perempuan—terlebih sebagai ibu, mereka jelas melihat segala sesuatunya lebih dengan perasaan. Beda dengan laki-laki yang lebih menonjolkan rasionalitas, bahkan parahnya lagi emosionalitas. Yang penting bisa menguntungkan kelompok atau kalangan sendiri. Dia tidak memikirkan pihak lain, terutama pihak yang selama ini tidak berdaya. Apalagi ini jargon politik. Tidak ada yang abadi, selain kepentingan. Nah, itu agaknya melekat para politisi laki-laki—karena menyangkut harga diri dan kepentingan partainya.&lt;br /&gt;Oleh karena itu kita banyak berharap kepada para perempuan ini. Mudah-mudahan kehadiran mereka bisa memberikan keuntungan ganda bagi Kalbar. Kehadiran mereka bisa memberikan nilai tambah untuk kemajuan daerah Kalbar lewat kiprah mereka di Senayan sana. Nah, mari kita tunggu saja. Setuju?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-7174602551419347869?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/7174602551419347869/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=7174602551419347869' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7174602551419347869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7174602551419347869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/04/menunggu-kiprah-srikandi-kalbar-di.html' title='Menunggu Kiprah Srikandi Kalbar di Senayan'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SfrspOSRWkI/AAAAAAAABCs/q5nq3pdiJmA/s72-c/Karol.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-1623138394406358218</id><published>2009-04-24T22:01:00.002+07:00</published><updated>2009-04-24T22:07:27.818+07:00</updated><title type='text'>Isu Kebocoran Soal UN</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SfHVWQ9A5lI/AAAAAAAABB0/cjrU_i4aKqI/s1600-h/ujian+UAN.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SfHVWQ9A5lI/AAAAAAAABB0/cjrU_i4aKqI/s200/ujian+UAN.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328274412640724562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh TY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum pelaksanaan ujian nasional (UN) hari pertama di Kalbar berjalan aman dan lancar. Namun di tengah khusuknya para siswa mengikuti UN tersebut, berembus kabar tak sedap. Merebak isu kebocoran soal.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Padahal sehari sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalbar, Alexius Akim, telah menjamin naskah dan lembar jawaban UN kali ini tidak akan bocor. Sebab selain pengamanan ketat yang melibatkan Kepolisian dalam distribusinya, juga ada pengawas independen yang melibatkan Perguruan Tinggi, dalam hal ini para dosen dari Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak.&lt;br /&gt;Keterlibatan pihak Perguruan Tinggi dan Kepolisian sejak awal dimaksudkan agar pelaksanaan UN kali ini benar-benar berkualitas. Sebab belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, bahwa setiap pelaksanaan UN selalu saja diwarnai berbagai macam kecurangan, sehingga kualitasnya rendah.&lt;br /&gt;Mulai dari kebocoran soal hingga ditemukannya siswa yang mengunakan contekan. Terkesan siswa menggunakan berbagai cara agar bisa lulus. Sebab dari tahun ke tahun UN adalah momok yang menakutkan bagi para siswa.&lt;br /&gt;Sebetulnya, dalam menghadapi UN ini tidak ada yang perlu ditakutkan, asal siswa betul-betul mempersiapkan diri. Sebab soal yang diujikan juga tidak terlalu mengalami perubahan setiap tahunnya. &lt;br /&gt;Artinya, bila ingin berhasil dalam mengikuti UN, tak ada jalan lain, para siswa harus mempersiapkan diri sebaik mungkin. Perlu ketenangan, jangan gugup dan menganggap beban UN.&lt;br /&gt;Lagi pula, dalam menghadapi UN tersebut, setiap sekolah sudah membuat tip-tip khusus bagi para siswanya. Termasuk memberikan mereka pelajaran tambahan.&lt;br /&gt;Namun demikian, para siswa dalam menghadapi UN ini masih saja tidak punya rasa percaya diri yang tinggi. Mereka sangsi dengan kemampuan mereka; apakah bisa melewati syarat kelulusan nasional minimal 5,50 untuk enam mata pelajaran yang diujikan itu, atau malah tidak berhasil sama sekali. &lt;br /&gt;Mereka menilai syarat minimal itu masih terasa tinggi. Maka tak heran berbagai cara masih ditempuh, termasuk upaya mendapatkan soal.&lt;br /&gt;Di satu sisi, itu merupakan peluang bisnis bagi oknum-oknum tertentu. Namun disisi lain, dalam kondisi yang sempit sekalipun, para siswa bahkan orangtua butuh dengan soal itu. Tak heran isu kebocoran soal justru merebak di hari pertama pelaksanaan UN ini.&lt;br /&gt;Isunya, untuk satu mata pelajaran dipatok dengan harga Rp6 juta. Dan angka itu bagi orang tertentu memang tinggi, tapi bagi yang butuh soal, uang Rp6 tidaklah ada artinya. Prinsip yang penting dapat soal. &lt;br /&gt;Tapi kebocoran soal yang berhembus kencang di masyarakat tersebut hingga kini juga belum bisa dibuktikan. Namanya juga isu, bisa benar bisa angin lalu saja.&lt;br /&gt;Namun sebagai bangsa, kita harus memerangi berbagai praktik kotor tersebut, apalagi praktik kotor itu justru dipraktikan kepada para siswa yang notabene calon pemimpin di masa depan. Nah, mudah-mudah itu hanya isu belaka. Sebab bila isu itu benar, rasanya tidaklah elok kita melaksanakan UN dengan standar tertentu itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-1623138394406358218?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/1623138394406358218/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=1623138394406358218' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/1623138394406358218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/1623138394406358218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/04/isu-kebocoran-soal-un.html' title='Isu Kebocoran Soal UN'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SfHVWQ9A5lI/AAAAAAAABB0/cjrU_i4aKqI/s72-c/ujian+UAN.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-3701822641437358554</id><published>2009-04-16T13:04:00.002+07:00</published><updated>2009-04-16T13:11:30.313+07:00</updated><title type='text'>Berhenti Mengeluh</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SebMBn1bEQI/AAAAAAAABBs/8tSbjoe2qbg/s1600-h/mengeluh.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SebMBn1bEQI/AAAAAAAABBs/8tSbjoe2qbg/s200/mengeluh.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325167937657180418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Tanto Yakobus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengeluh, mengeluh dan mengeluh! Itu ada di mana-mana. Dia tidak mengenal tempat, tidak mengenal ruang dan tidak mengenal waktu. &lt;br /&gt;Dia meluncur begitu saja dari mulut siapa pun. Tidak pula mengenal status atau pun kasta. Dia begitu akrab dengan siapa saja. Baik dengan si kaya maupun dengan si miskin. &lt;br /&gt;Kita akhirnya juga maklum, sebab dia paling mudah dan gampang dilakukan oleh siapa pun. Siapa sih yang tidak pernah mengeluh di dunia ini? &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hanya Tuhan yang tidak pernah mengeluh dengan ciptaannya. Atau mungkin juga Tuhan pernah mengeluh dengan ulah manusia yang berlumuran darah dan dosa, cuma kita tidak tahu kapan Tuhan mengeluh?&lt;br /&gt;Tapi kita bisa mengenal tanda-tanda Tuhan murka, dengan berbagai bencana yang terjadi di dunia ini. Itu saja.&lt;br /&gt;Soal mengeluh. Ya mengeluh tentang apa saja yang ada di sekitar kita. Dengan kondisi yang ada, kita hanya pandai mengeluh dan mengeluh. Sedikit yang pandai mencari jalan keluarnya atau mencari apa penyebabnya—selanjutnya mengatasinya.&lt;br /&gt;Sikap atau kebiasaan mengeluh itu sebetulnya bukanlah sifat kodrati manusia, sebab kita sudah diberi akal dan kepintaran oleh sang pencipta, Tuhan Yang Maha Kuasa. Dengan akal dan pikiran yang cerdas itu, kita bisa mengatasi persoalan di sekitar kita. &lt;br /&gt;Sebab, orang cerdas memberikan solusi, bukan menambah masalah. Dan solusi itu tentu ditemukan jalan keluar untuk mengatasi masalah di sekitar kita yang selama ini membelenggu.&lt;br /&gt;Hanya orang-orang yang tidak bisa menggunakan kecerdasan atau kepintarannya sajalah yang tetap mengeluh dengan kondisi sekitarnya. Sampai dunia kiamat pun dia tetap mengeluh dan mengeluh.&lt;br /&gt;Orang yang menghargai kepintarannya memberikan ide-ide alternatif untuk mencari solusi agar bisa keluar dari persoalan yang menjadi keluhannya selama ini. Ibarat dokter dia akan membuat diagnosa terhadap suatu penyakit yang diderita oleh pasiennya. Diagnosa itu untuk mengetahui jenis penyakit apa yang diderita oleh pasiennya. Setelah ditemukan penyakitnya, baru dokter memberikan obat untuk penyembuhannya. &lt;br /&gt;Bila diagnosa salah, maka obat juga salah. Bila diagnosa benar, obat yang diberikan juga akan benar. &lt;br /&gt;Diagnosa dan obat itu ibarat ide-ide atau gagasan dari orang-orang cerdas untuk mengatasi permasalahan yang dikeluhkan selama ini. &lt;br /&gt;Demikian juga dengan kita. Dalam kondisi apa pun atau tempat apa pun, kita selalu ditantang untuk mengatasi masalah kita dengan ide atau gagasan cemerlang itu. &lt;br /&gt;Bila kita selalu berpikir punya gagasan atau ide cemerlang, maka kita semakin kurang mengeluhkan situasi kita. Maka, mulai sekarang berhentilah untuk mengeluh. Gunakan kecerdasan itu untuk mengatasi keluhan yang selama ini mengalir begitu saja dari bibir kita. Dengan kurang mengeluh, kita jadi berpikir lebih rasional dan bukan emosional.&lt;br /&gt;Jangan menjadikan masalah sebagai sesuatu yang membebankan, tetapi jadikanlah masalah itu sebagai tantangan untuk lebih maju lagi. Sebab saya yakin dengan ide-ide cemerlang, kita bisa melakukan apa pun tampa banyak keluhan lagi. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-3701822641437358554?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/3701822641437358554/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=3701822641437358554' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/3701822641437358554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/3701822641437358554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/04/berhenti-mengeluh.html' title='Berhenti Mengeluh'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SebMBn1bEQI/AAAAAAAABBs/8tSbjoe2qbg/s72-c/mengeluh.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-2349711934592050603</id><published>2009-04-14T16:57:00.002+07:00</published><updated>2009-04-14T17:02:11.716+07:00</updated><title type='text'>Jalan Rusak, Masalah Kita</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SeRfF4b7dNI/AAAAAAAABBc/5EjvcQAm5kM/s1600-h/Jalan+Nasional+di+kota+sekadayu+yang+hancur+lebur.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 166px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SeRfF4b7dNI/AAAAAAAABBc/5EjvcQAm5kM/s320/Jalan+Nasional+di+kota+sekadayu+yang+hancur+lebur.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324485214112281810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Tanto Yakobus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan Negara yang terbentang sepanjang kurang lebih 600 kilometer lebih yang menghubungkan beberapa kabupaten dengan ibukota provinsi, yang menjuntai mulai dari Kota Putussibau di Kabupaten Kapuas Hulu hingga Kota Pontianak, kini kondisinya memilukan. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Keluhan jalan rusak sudah berlangsung dari tahun ke tahun. Tak jarang pula kerusakan jalan jadi jualan politik ketika berkampanye pilkada, pileg maupun pilpres sekalipun.  &lt;br /&gt;Namun jualan politik itu tak satu pun yang menjadi kenyataan. Faktanya, jalan tetap saja rusak. Berlubang di sana sini, lubang yang berukuran besar maupun kecil terhampar hampir di sepanjang jalan. &lt;br /&gt;Nah, itulah masalah kita sesungguhnya. Dari dulu kita selalu direpotkan dengan persoalan transportasi kita yang tidak pernah genah, apalagi mulus. Kita boleh iri ketika menginjakkan kaki ke tanah sebelah, yakni tetangga di Sarawak, Malaysia. Jalan mereka begitu mulus, kendaraan butut pun terasa mewah ketika melintasi ruas jalan mereka.&lt;br /&gt;Tidak ada goncangan, apalagi rasa menahan nafas ketika kemiringan kendaraan melewati ambang batas karena saking dalamnya lubang. Parahnya, bila salahsatu bannya terperosok, nafas terasa sesak, jantung berdetak kencang menahan rasa takut. &lt;br /&gt;Ya, bila kondisi jalan seperti itu, jelas nyawa taruhannya.&lt;br /&gt;Jalan mulus saja cukup banyak nyawa yang melayang, apalagi bila jalan buruk seperti kondisi jalan kita—yang menghubungi Pontianak-dengan beberapa kabupaten di wilayah pedalaman Kalbar ini, tentu angkanya cukup pantastis. Dan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya itu selalu di keluarkan pihak Kepolisisan setiap menjelang akhir tahun. &lt;br /&gt;Itu baru soal nyawa yang melayang. Sebetulnya yang paling krusial akibat jalan buruk tersebut, adalah soal mobilisasi orang dan barang.&lt;br /&gt;Jalan yang jelek, orang jadi malas bahkan takut bepergian. Pertimbangannya, selain keselamatan, jelas kelelahan selama di perjalanan. Badan pasti bergoyang-goyang tampa henti selama 6 hingga 12 jam.&lt;br /&gt;Belum lagi mobilisasi barang. Akibat jalan jelek, ongkos menjadi mahal. Bayangkan saja, pemilik kendaraan harus mengeluarkan biaya perawatan dua kali lipat dari biasanya. Biaya perawatan itu tidak hanya ban kendaraan, tapi juga spare part lainnya, termasuk konsumsi BBM yang juga mengalami dua kali lipat.&lt;br /&gt;Nah, dengan membengkaknya biaya perawatan kendaraan tersebut, jelas berimbas kepada kebutuhan pokok masyarakat. Ujung-ujungnya masyarakat jadi korban karena harus menanggung biaya perawatan itu dengan membeli sembako yang mahal. Nah, mungkinkah ada sembako murah dengan kondisi jalan yang demikian?&lt;br /&gt;Itulah masalah kita sekarang. Biaya untuk bidang infrastuktur baik dari APBN maupun APBD provinsi cukup besar tersedot ke sana, tapi mengapa hingga kini jalan Negara itu belum juga mulus-mulus. &lt;br /&gt;Perlu ada komitmen para pemimpin kita untuk mewujudkan janji-janjinya untuk membenahi infrastruktur tersebut, utamanya jalan Negara yang menghubungi ibukota provinsi, Pontianak dengan beberapa kabupaten di bagian selatan Kalbar ini. &lt;br /&gt;Sebab dengan membenahi jalan, maka sedikit banyak membantu meringankan beban yang harus ditanggung masyarakat. Artinya, bukan slogan sembako murah, tapi jalan mulus baru sembako bisa murah. Sebab jalan rusak itulah yang menjadi masalah kita selama ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-2349711934592050603?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/2349711934592050603/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=2349711934592050603' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/2349711934592050603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/2349711934592050603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/04/jalan-rusak-masalah-kita.html' title='Jalan Rusak, Masalah Kita'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SeRfF4b7dNI/AAAAAAAABBc/5EjvcQAm5kM/s72-c/Jalan+Nasional+di+kota+sekadayu+yang+hancur+lebur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-5038443132879219261</id><published>2009-02-26T17:00:00.001+07:00</published><updated>2009-02-26T17:02:07.414+07:00</updated><title type='text'>Perencanaan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SaZolxYD02I/AAAAAAAABBM/LHcMWZx1PlQ/s1600-h/rencana+kerja.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 178px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SaZolxYD02I/AAAAAAAABBM/LHcMWZx1PlQ/s200/rencana+kerja.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307044209021408098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Tanto Yakobus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan wartawan bukanlah pekerjaan yang rutinitas. Dia dinamis, bukan statis. Dia tidak terbatas pada ruang dan waktu. Tapi menembus semua sekat. Menembus kasta. Singkat kata, wartawan itu tahu segalanya (kecuali Tuhan). Benarkah wartawan tahu segalanya? &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Itu sebetulnya standar ideal bagi wartawan. Teori klasik mengatakan, wartawan itu harus mensejajarkan dirinya dengan siapa pun, agar dia bisa menulis dengan baik. Bila mewawancarai presiden, dia harus mensejajarkan diri dengan presiden (jangan minder apalagi merendahkan diri). Termasuk dengan gubernur, bupati, walikota, atau siapa pun. Wartawan harus memposisikan dirinya sejajar dengan mereka. &lt;br /&gt;Sebaliknya, bila mewawancara seorang pemulung, dia harus menjiwai dan memahami karakter pemulung itu. Jangan membuat jarak apalagi menganggap mereka rendah. Tapi perlakukanlah mereka seperti Anda memperlakukan diri sendiri. &lt;br /&gt;Nah, dengan demikian, maka si wartawan bisa menulis dengan baik. Ia bisa melihat persoalan dengan jernih. Beda bila kita membuat jarak, maka banyak hal-hal yang justru tidak terungkap dalam tulisannya, karena memang si wartawan tidak meliput secara mendalam. Akhirnya tulisannya menjadi kering. &lt;br /&gt;Padahal tulisan yang enak dibaca itu, sama dengan sayur yang berkuah dan berdaging. Rasakan saja bila kita makan nasi tanpa kuah sayur dan daging?      &lt;br /&gt;Dilema kita, wartawan belum bisa bekerja menembus ruang dan waktu tersebut. Mereka masih terpola dengan kerja PNS yang rutinitas. Wartawan masih tergantung dengan jam kantor pejabat. &lt;br /&gt;Lihat saja, apa yang wartawan kerjakan sejak ia bangun tidur. Dia pasti menunggu jam kantor buka baru beranjak dari rumahnya. Itu pun masih binggung juga mau buat apa? Turun dari rumah dengan kosong, tanpa bekal baik dari kantor (Pemred, Wapemred, Redpel, Korlip atau redaktur) maupun persiapan diri sendiri. &lt;br /&gt;Ya kasarnya, mereka asal berangkat kerja dan meninggalkan rumah. Setelah sampai di jalan SMS sana sini, atau telepon teman cari isu mau liputan apa hari ini. Itulah yang dilakukan wartawan kita di Pontianak ini. Sehingga hasilnya pun tak ada yang wah, segitu-segitu saja.&lt;br /&gt;Agar tulisan kita baik, dan hasil liputannya baik, maka mesti ada rapat perencanaan, buatlah assignment atau penugasan. Lembar penugasan, selain memuat nama rubrik, masalahnya, nama narasumber, dan angle (sudut pandang), tentu saja memuat daftar pertanyaan. &lt;br /&gt;Dan jangan lupa: foto apa dan bagaimana yang dikehendaki. Sangat dianjurkan kepada redaktur yang menugasi untuk (selalu) berdiskusi dengan wartawan yang ditugasi. Sebelum kolom pertanyaan, harus ada kolom mengenai reportase--apa yang harus digambarkan oleh si wartawan. Dalam hal pertanyaan, sekali lagi tuliskan pertanyaan yang strategis--bukan pertanyaan yang biasa-biasa saja. Dan jangan lupa, si wartawan harus mengembangkan penugasan--tidak hanya membebek kaku pada penugasan mati itu.&lt;br /&gt;Bila itu dilakukan si wartawan, maka tiap hari dia akan melangkah pasti dari rumahnya. Tidak ada lagi perasaan ngambang, bingung mau liputan kemana, karena semuanya sudah terencana dengan baik. Prinsipnya, apa pun yang direncanakan dengan baik, maka hasilnya juga akan baik. Gak repotkan?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-5038443132879219261?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/5038443132879219261/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=5038443132879219261' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/5038443132879219261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/5038443132879219261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/02/perencanaan.html' title='Perencanaan'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SaZolxYD02I/AAAAAAAABBM/LHcMWZx1PlQ/s72-c/rencana+kerja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-6218969253739043553</id><published>2009-02-25T16:26:00.002+07:00</published><updated>2009-03-01T15:56:39.918+07:00</updated><title type='text'>Menjahit Mulut ke Koran</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SapNvuH0OhI/AAAAAAAABBU/P54BBmas0QA/s1600-h/Mulutnya.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 172px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SapNvuH0OhI/AAAAAAAABBU/P54BBmas0QA/s200/Mulutnya.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308140593039555090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Tanto Yakobus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjahit mulut ke koran. Istilah ini agak ngetrend di kalangan kru Redaksi Harian Borneo Tribune. Awal mula munculnya istilah menjahit mulut ke koran itu dilantorkan oleh Mering, salah seorang redaktur di koran asli milik Kalimantan Barat ini. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ya maklum saja, setiap hari rekan-rakan redaktur di Borneo Tribune menjadikan beberapa koran lokal sarapan paginya. Kita sering diskusi membedah berita-berita yang disajikan beberapa media itu.&lt;br /&gt;Kalau melihat kualitas dan logika berita yang kadang tidak memenuhi standar jurnalistik, bisa-bisa redakturnya dibikin senewen. Sebab tiap hari mereka pastilah disuguhkan wartawan dengan berita yang asal ada. Berita yang asal jadi. Parahnya lagi, berita asal buat. &lt;br /&gt;Ya kasarnya wartawan yang demikian sama saja dengan menjahit mulut narasumber atau tokoh tertentu ke koran. Apa pun yang diucapnya dipindahkan begitu saja ke komputer. Rekaman dari A sampai Z muncul di tulisannya. Tidak ada analisa apalagi logika beritanya tidak ada dalam tulisan tersebut.&lt;br /&gt;Itulah yang oleh rekan-rekan redaktur sama dengan menjahit mulut ke koran. ”Ambil mulutnya tempel ke koran, langsung print dan cetak saja,” ujar Mering mengomentari tulisan di koran itu.&lt;br /&gt;Kerjaan yang menjahit mulur narasumber ke koran itu adalah kerjaan wartawan yang masa bodoh. Wartawan malas dan tidak mau belajar. Sesungguhnya tidak ada wartawan yang hebat bila dia tidak mau mengembangkan diri dengan belajar dan terus belajar.&lt;br /&gt;Buntutnya, redakturlah yang kerja keras menulis ulang berita itu kembali agar layak di sajikan ke pembaca. Sebab bila tidak diperbaiki oleh redaktur, reputasi dan kredibelitas koran tersebut taruhnya.&lt;br /&gt;Sebetulnya, ada beberapa kriteria agar sebuah berita layak muat. Diantaranya, peristiwanya aktual, menyangkut sebuah nama penting (public figure, selebritas), menyangkut prestasi yang hebat, termasuk kejadian langka, menyangkut publik dalam jumlah (sangat) besar (massa), dan seterusnya. &lt;br /&gt;Singkat kata: luar biasa, spesial. Sebagaimana filosofi berita yang sangat klasik: Anjing menggingit orang, itu berita biasa, bahkan bukan lagi berita. Tapi bila orang menggigit anjing, itu berita luar biasa, sangat layak muat.&lt;br /&gt;Nah, itulah yang terjadi dengan wartawan-wartawan kita. Adalah tugas kita bersama meningkatkan kualitas wartawan tersebut agar tidak lagi menjahit mulut narasumber ke koran. Sanggupkah?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-6218969253739043553?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/6218969253739043553/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=6218969253739043553' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/6218969253739043553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/6218969253739043553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/02/menjahit-mulut-ke-koran.html' title='Menjahit Mulut ke Koran'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SapNvuH0OhI/AAAAAAAABBU/P54BBmas0QA/s72-c/Mulutnya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-2345996122904391695</id><published>2009-02-24T17:09:00.001+07:00</published><updated>2009-02-24T17:11:44.904+07:00</updated><title type='text'>Sosialisasi Pemilu</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SaPH0ZQy-CI/AAAAAAAABA8/JwVdxFO9LHk/s1600-h/TANTO+copy2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 118px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SaPH0ZQy-CI/AAAAAAAABA8/JwVdxFO9LHk/s200/TANTO+copy2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306304488921036834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Tanto Yakobus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan umum (pemilu) legislatif (DPRD, DPR dan DPD) yang dijadwalkan pada tanggal 9 April 2009 tinggal 44 hari lagi. Walau pelaksanaan pemilu sudah di ambang pintu, tapi masyarakat kita masih bingung dan tak paham dengan tatacara pemilu tersebut.&lt;br /&gt;Kebingungan tersebut sangat beralasan. Sebab pemilu kali ini jauh berbeda dari pemilu-pemilu sebelumnya. Bahkan ini kali pertama perubahan tatacara pemilu di Indonesia yang selama ini dikenal dengan coblos atau melobangi lambang partai dan, nama atau foto calon. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pemilu sekarang, tidak lagi menggunakan cara klasik tersebut. Sistemnya tetap saja, namun ada tatacara yang sedikit dimodifikasi, yakni dari cara mencoblos ke mencontreng, atau mencentang, atau conteng.&lt;br /&gt;Bagi orang tua yang kebetulan tidak bisa baca tulis, cara yang sekarang betul-betul rumit bagi mereka. Kerumitan itu ditambah lagi dengan sosiasisasi yang minim dari penyelenggara pemilu maupun pihak-pihak yang berkompeten dengan pemilu.&lt;br /&gt;Sosialisasi itu penting. Terutama untuk menekan kesalahan sehingga suara menjadi rusak atau tidak sah. Dengan cara mencoblos saja, banyak suara yang rusak dan dianggap tidak sah. Ada yang salah coblos, coblos ganda dan lain-lain. &lt;br /&gt;Dengan mencontreng yang rumit sekarang, diprediksi suara yang tidak sah atau rusak persentasenya akan semakin meningkat. Kondisi itu diperparah lagi dengan sosialisasi yang minim tadi.&lt;br /&gt;Penyelenggara pemilu seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) sibuk dengan masalah mereka masing-masing. Sehingga waktu mereka habis tersita untuk mengenahkan persoalan internal maupun eksternal.&lt;br /&gt;Internal menyangkut personel yang tidak siap bahkan belum belum dilantik hingga pada persoalan SDM yang pas-pasan. Eksternal, mulai dari persoalan parpol yang begitu banyak sebagai kontestan pemilu hingga pada persoalan klasik, yakni masalah dana yang selalu menjadi sumber ketegangan mereka akhir-akhir ini.&lt;br /&gt;Demikian juga dengan Panwaslu. Selain dibebani masalah internal dan eksternal tadi, kini mereka justru sibuk mengurus caleg yang sudah gencar melakukan sosialisasi kepada pemilih atau masyarakat luas. Harusnya, Panwaslu berterima kasih kepada para caleg secara mandiri dapat melakukan sosialisasi baik lewat iklan, spanduk, bahilo maupun pamflet-pamflet. &lt;br /&gt;Tapi di lapangan, mereka justru sibuk mendikte para caleg kalau-kalau melakukan pelanggaran kampanye. Sibuk menertibkan baliho caleg yang terpasang di tempat umum. Mestinya dengan kondisi mereka yang terbatas dalam melakukan sosialisasi, Panwaslu cukup menertibkan baliho caleg yang dipasang dan membahayakan penguna jalan atau yang tumbang saja. Sebab di baliho itu sudah jelas sosialisasi bagaimana cara mencontreng yang benar. &lt;br /&gt;Kompleksnya persoalan menjelang pemilu ini, besar kemungkinan kualitas pemilu akan rendah. Reformasi yang dicita-citakan bisa merubah keadaan menjadi lebih baik bakal tidak terjadi. Sebab masyarakat dengan kondisi yang serba gelap karena tak ada sosialiasi pemilu, akan tetap menggunakan hak pilihnya hanya mendengar kata orang, sementara mereka sendiri tak mengerti bagaimana supaya bisa memilih wakil yang betul-betul mereka percaya. &lt;br /&gt;Kalau begini jadinya, maka masyarakat terutama yang tidak bisa baca tulis besar kemungkinan akan kehilangan suaranya, selain salah cara memilihnya, mungkin surat suara rusak. Nah dengan waktu yang tersisa ini, mari semua stakeholder melakukan sosialisasi sesuai kapasitasnya. Sebab kita ingin pemilu berkualiatas. Pemilu berkualitas menghasilkan wakil yang berkualitas pula. Semoga. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-2345996122904391695?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/2345996122904391695/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=2345996122904391695' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/2345996122904391695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/2345996122904391695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/02/sosialisasi-pemilu.html' title='Sosialisasi Pemilu'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SaPH0ZQy-CI/AAAAAAAABA8/JwVdxFO9LHk/s72-c/TANTO+copy2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-5473451408035037724</id><published>2009-02-18T13:27:00.003+07:00</published><updated>2009-02-18T13:36:13.375+07:00</updated><title type='text'>Selamat Bertugas Bang Muda</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SZurxqnfBLI/AAAAAAAABA0/MluqFU-EPEM/s1600-h/100_1218.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SZurxqnfBLI/AAAAAAAABA0/MluqFU-EPEM/s200/100_1218.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304021855900730546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Tanto Yakobus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, Selasa (16/2) Kabupaten Kubu Raya resmi memiliki bupati dan wakil bupati definitif. Adalah Muda Mahendrawan dan Andreas Muhrotien—pasangan yang memenangkan pemilihan kepala daerah (pilkada) Bupati Kabupaten Kubu Raya hingga memasuki dua putaran pada Desember 2008 lalu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Walau kurang diunggulkan, karena memang kuang pupuler dari segi pendanaan ketika kampanye, sebetulnya kemenangan Muda-Andreas sudah diprediksi sejak awal.&lt;br /&gt;Muda-Andreas dalam kampanyenya tidak mengandalkan kekuatan uang, tapi berhasil memenangkan hati rakyat lewat pendekatan strutural yang dibangunnya selama ini.&lt;br /&gt;Jauh sebelum pilkada, dia sudah memenangkan hati rakyat. Dia selalu berjuang bersama rakyat dan bergaul bersama rakyat dari berbagai kalangan dan latar belakang, tanpa memandang suku, agama dan antar golongan.&lt;br /&gt;Perjuangan bersama rakyat itu bermula dari wacana pembentukan Kabupaten Kubu Raya yang semula ‘tidak’ masuk akal. Bahkan kita sering mendengar pengamat, bahwa pemekaran atau pemecahan Kabupaten Pontianak itu mustahil.&lt;br /&gt;Tapi bukan Muda namanya bila tidak bisa mengkoordinir masyarakat lewat forum desa. Secara rutin setiap pekan Muda memobilisasi pertemuan dari desa satu ke desa yang lain, sehingga terbentuklah forum desa yang melahirkan tekad mendirikan daerah otonom baru. &lt;br /&gt;Nah, perjuangan Muda tidak berhenti di forum desa itu saja, tapi bahu membahu baik lewat media massa maupun pertemuan para tokoh, sepuh dan sebagainya, maka bulatlah tekad itu sehingga keluar rekomendasi yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Pontianak, DPRD Kabupaten Pontianak, DPRD dan Gubernur Kalbar yang selanjutnya juga mengeluarkan rekomendasi pembentukan daerah otonom baru tersebut.&lt;br /&gt;Singkat cerita, pada pertengahan 2007 Pemerintah Pusat menyetujui terbentuknya kabupaten baru di Kalbar, yakni Kabupaten Kubu Raya (KKR).&lt;br /&gt;Setelah berhasil membentuk struktur pemerintahannya, pada akhir tahun 2008 dilaksanakan pilkada perdana di KKR. &lt;br /&gt;Nah, Bang Muda selaku pengagas lahirnya KKR juga tak tinggal diam. Walau tidak mendapatkan parpol sebagai tumpangan politiknya, Muda tidak hilang akal. Dia maju lewat jalur perseorangan. &lt;br /&gt;Karena maju lewat jalur perseorangan inilah membuat kans Muda untuk mememangkan pilkada KKR hanya dilihat sebelah mata oleh banyak kalangan. Apalagi partai-partai besar mengusung figur yang tidak kalah populernya di KKR. &lt;br /&gt;Berbekal kerendahan hati, niat yang tulus serta kedekatannya dengan masyarakat, Muda akhirnya mendapat simpati dan dukungan luas dari masyarakat KKR. Buktinya, pada pilkada yang diikuti 8 pasangan calon, Muda-Andreas unggul dalam perhitungan suara. Namun karena banyaknya konstentan pilkada, suara Muda-Andreas tidak sampai 30 persen seperti yang disyaratkan UU. Sehingga Muda-Andreas harus bertarung lagi di putaran kedua melawan pasangan Jiwo-Okto yang menjadi pemenang kedua.&lt;br /&gt;Pada putaran dua ini, laju Muda-Andreas tak bisa dibendung lagi. Dukungan mutlak diberikan masyarakat KKR, sehingga mereka menang telak. Walau sempat mampir ke Mahkamah Konstitusi (MK), tapi kemenangan Muda tak bisa dihalang lagi. Sejatinya, itulah kemenangan rakyat KKR. &lt;br /&gt;Pada hari baik ini, kita ingin mengucapkan selamat bertugas buat Bang Muda. Ingat perjuangan Abang baru dimulai. Jalankanlah amanah rakyat itu dengan tulus dan iklas, niscaya Abang pasti sukses. Sekali lagi, Selamat!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-5473451408035037724?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/5473451408035037724/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=5473451408035037724' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/5473451408035037724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/5473451408035037724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/02/selamat-bertugas-bang-muda.html' title='Selamat Bertugas Bang Muda'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SZurxqnfBLI/AAAAAAAABA0/MluqFU-EPEM/s72-c/100_1218.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-2740814677214675202</id><published>2009-02-11T16:58:00.004+07:00</published><updated>2009-02-11T17:07:26.149+07:00</updated><title type='text'>Jadikan Perbatasan Beranda Depan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SZKiFey9GHI/AAAAAAAABAk/6AdSjBdF_mM/s1600-h/DSC00967.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SZKiFey9GHI/AAAAAAAABAk/6AdSjBdF_mM/s200/DSC00967.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301477926418323570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;MANUSIA PERBATASAN&lt;br /&gt;Masyarakat Kecamatan Sajingan Sambas baik berjalan kaki maupun berkendaraan bermotor sudah mantap keluar-masuk untuk aktivitas perdagangan. Mereka mengaku semakin cinta Indonesia karena sudah mendapat perhatian pembangunan. FOTO Nur Iskandar/Borneo Tribune&lt;br /&gt;============&lt;br /&gt;Oleh Tanto Yakobus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Pusat kini tengah fokus memikirkan pembangunan daerah perbatasan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) baik dalam kampanye pilpres 2004 lalu muapun setelah terpilih menjadi Presiden keenam Republik ini, menegaskkan konsepnya untuk menjadikan perbatasan beranda depan negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Memang untuk menuju ke arah sana tidaklah mudah. Butuh pemikiran, butuh konsep, butuh waktu, butuh tenaga, dan tentu butuh biaya yang tidak sedikit pula.&lt;br /&gt;Bahkan presiden-presiden pada pemerintah sebelumnya juga mengatakan tekad yang sama untuk membangun kawasan perbatasan. Sebab keberadaan perbatasan amat penting dan strategis terutama bagi masyarakat yang selama ini tinggal di sana.&lt;br /&gt;Konon beberapa orang mengatakan, masyarakat kita disana lebih kenal pejabat Malaysia ketimbang pejabat di negerinya. Mereka lebih kenal Mahatir Muhammad ketimbang Soeharto ketika itu. &lt;br /&gt;Dan fakta lapangan selama ini, kiblat kehidupan, terutama perekonomian mereka di perbatasan lebih condong ke Malaysia. Sebab selain biaya transportasi yang murah, harga barang juga terjangkau, bila dibandingkan mereka harus membeli kebutuhan sehari-hari ke kecamatan terdekat. &lt;br /&gt;Selain jarak tempuh jauh bahkan bisa berhari-hari, harganya jelas dua kali lipat bila mereka berbelanja di Jiran.&lt;br /&gt;Kondisi itulah membuat Pemerintah Pusat menaruh perhatian besar terhadap pembangunan kawasan perbatasan. Bahkan keinginan pemerintah pusat itu bak gayung bersambung dengan keinginan Gubenur Kalbar, Cornelis, soal konsep pembangunan perbatasan.&lt;br /&gt;Bahkan dalam visi misinya, Cornelis membalik paradigma pembangunan yang selama ini dimulai dari kota ke desa. Tapi Pemprov Kalbar di bawah kendali Cornelis menghendaki pembangunan dari desa ke kota, dan salahsatunya pembangunan kawasan perbatasan dan kepulauan.&lt;br /&gt;Khusus perbatasan, kini dipersiapkan pembukaan Pos Lintas Batas (PLB) di Aruk (Sambas) dan Badau (Kapuas Hulu).&lt;br /&gt;Rencananya, dalam waktu dekat Presiden SBY sendiri akan meninjau dua rencana PLB baru tersebut. Hal itu ditandai dengan kunjungan Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum Departemen Dalam Negeri dan Markas Besar TNI untuk melihat langsung kesiapan pembukaan PLB Indonesia-Malaysia itu.&lt;br /&gt;Hasil peninjauan itu, baru bisa dipastikan kapan PLB bisa dibuka. Namun itu juga mesti melihat kesiapan dari pihak Malaysia juga. Secara teknik, kita lebih siap dari Malaysia. &lt;br /&gt;Peninjauan juga untuk melihat dari segi keamanan yang dilakukan TNI dan Polri di sekitar perbatasan Kalbar-Sarawak, baik dari segi ancaman perdagangan manusia, pembalakan hutan secara liar, penyelundupan dan praktik "illegal" lain yang sangat rawan terjadi.&lt;br /&gt;Nah, dengan dibukanya dua PLB baru tersebut, maka di Kalbar sendiri nantinya ada tiga PLB, yakni Entikong, Aruk dan Badau. Dengan semakin terbukanya perbatasan, maka mau tidak mau pemerintah mesti menjadikan perbatasan sebagai beranda terdepan Republik ini, karena berhubungan langsung dengan pihak luar. Sanggupkah?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-2740814677214675202?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/2740814677214675202/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=2740814677214675202' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/2740814677214675202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/2740814677214675202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/02/jadikan-perbatasan-beranda-depan.html' title='Jadikan Perbatasan Beranda Depan'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SZKiFey9GHI/AAAAAAAABAk/6AdSjBdF_mM/s72-c/DSC00967.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-5943357706813842119</id><published>2009-02-09T16:22:00.002+07:00</published><updated>2009-02-09T16:25:46.840+07:00</updated><title type='text'>Partai Demokrat Harus Mewujudkan Cita-Citanya</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SY_2RAKnnvI/AAAAAAAABAc/7NgVoNflPeM/s1600-h/Partai+Demokrat.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 159px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SY_2RAKnnvI/AAAAAAAABAc/7NgVoNflPeM/s200/Partai+Demokrat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300726058401111794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Andi Mallarangeng, Ketua SDM DPP Partai Demokrat, mengemukakan, kader Partai Demokrat harus berjuang untuk mencapai seluruh cita-citanya, yaitu meningkatkan kesejahteraan rakyat. &lt;br /&gt;Pencapaian sebagian tujuan dari Partai Demokrat tercermin dari keberhasilan pemerintah Indonesia antara lain dalam swasembada beras, pengurangan kemiskinan dan berbagai program untuk melindungi warga miskin, kata Andi kepada Antara di Jakarta, Senin (9/2). &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengklaim bahwa sebagian dari cita-cita Partai Demokrat yang didirikan sejak delapan tahun lalu sudah tercapai. &lt;br /&gt;Pada acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat di Hall D, Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Minggu, SBY mengingatkan para kader Demokrat tentang tujuan dan misi Partai yang dibidaninya tersebut. &lt;br /&gt;Menurut SBY yang juga kepala negara itu, Partai Demokrat dibentuk untuk menjadi partai modern yang menumbuhkan demokrasi di Indonesia. &lt;br /&gt;Selain itu, Partai Demokrat juga ingin bersifat terbuka dan menjunjung idealisme dengan cara berpolitik yang bersih, cerdas, dan santun, serta berjuang untuk kepentingan rakyat. &lt;br /&gt;"Saya ingin katakan dengan terus terang, sebagian dari cita-cita itu sudah tercapai. Sebagian dari cita-cita kita mendirikan Partai Demokrat dan jumlahnya cukup banyak belum sepenuhnya dapat kita capai," tuturnya. &lt;br /&gt;Meski demikian, SBY mengatakan, para kader Partai Demokrat tidak perlu berkecil hati dengan tujuan yang belum sepenuhnya tercapai itu, terlebih karena partai berlambang segitiga itu masih berusia belia. &lt;br /&gt;"Perjalanan kita masih panjang, tetapi tidak perlu kecil hati karena Partai Demokrat baru berdiri, belum delapan tahun," ujarnya. &lt;br /&gt;Pada acara Rapimnas itu, SBY mengingatkan para kader Partai Demokrat untuk terus mendukung program-program pemerintah yang pro rakyat. &lt;br /&gt;"Dorong dan awasi, bantu pemerintah daerah, para gubernur, bupati, walikota, mensukeskan program-program yang pro rakyat," ujarnya. &lt;br /&gt;SBY meminta para kadernya untuk berpolitik secara etis serta mempersilakan mereka yang tidak menjalankan amanah partai untuk mundur. &lt;br /&gt;Ia mengingatkan, apabila Partai Demokrat berhasil memenangkan Pemilu 2009, maka kader-kadernya di eksekutif maupun legislatif dapat meneruskan pencapaian yang telah diraih pemerintah sejak 2004. &lt;br /&gt;Rapimnas Partai Demokrat yang diselenggarakan selama dua hari, 8-9 Februari 2009, diikuti oleh 1.900 peserta terdiri atas caleg DPR, caleg DPRD Provinsi Jawa-Bali, pengurus DPP dan DPC Partai Demokrat seluruh Indonesia. &lt;br /&gt;Dinding Hall D PRJ Kemayoran tempat berlangsungnya Rapimnas Partai Demokrat dipenuhi oleh berbagai spanduk iklan politik yang mengklaim keberhasilan pemerintah sejak 2004, di antaranya adalah pelunasan utang Dana Moneter Internasional, jumlah cadangan devisa terbesar selama sepuluh tahun terakhir, serta nilai jaminan kesehatan masyarakat miskin yang diklaim terbesar sejak era orde baru. &lt;br /&gt;SBY beserta Ibu Ani yang mengenakan jaket biru Partai Demokrat langsung disambut pekik "Demokrat", "SBY yes", serta "31 menang", begitu memasuki tempat acara. &lt;br /&gt;Agenda utama Rapimnas Partai Demokrat adalah penguatan internal partai menjelang pemilu legislatif pada 9 April 2009. &lt;br /&gt;Menurut Andi, masih banyak tujuan partai yang belum tercapai dan harus dikerjakan terutama upaya untuk terus menerus mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. &lt;br /&gt;Untuk itu para kader PD harus berjuang dan memenangkan Pemilu 2009 agar dapat memenangkan kembali SBY sebagai presiden sehingga mampu mewujudkan program yang bersinambung, katanya. (Dimuat di Harian Borneo Tribune, Pontianak, Selasa 10/1)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-5943357706813842119?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/5943357706813842119/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=5943357706813842119' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/5943357706813842119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/5943357706813842119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/02/partai-demokrat-harus-mewujudkan-cita.html' title='Partai Demokrat Harus Mewujudkan Cita-Citanya'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SY_2RAKnnvI/AAAAAAAABAc/7NgVoNflPeM/s72-c/Partai+Demokrat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-826272043177114880</id><published>2009-02-09T16:06:00.003+07:00</published><updated>2009-02-09T16:12:25.263+07:00</updated><title type='text'>Mengemas Paket Wisata Kalbar</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SY_zGlnqKuI/AAAAAAAABAU/CT5hM2JOBlI/s1600-h/Tatung+Singkawang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SY_zGlnqKuI/AAAAAAAABAU/CT5hM2JOBlI/s200/Tatung+Singkawang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300722580941581026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Tanto Yakobus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya pada pembukaan Cap Go Meh di Singkawang, mengatakan sektor pariwisata merupakah salah satu alternatif potensi yang dapat dikembangkan untuk menggerakkan ekonomi daerah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Wagub tersebut sangat beralasan, sebab di Kalbar ini banyak potensi yang bisa dijadikan objek wisata dan sangat variatif. Mulai dari wisata budaya, wisata petualangan, wisata alam, wisata bahari, agrowisata, wisata sejarah, wisata kuliner dan berbagai atraksi pariwisata lainnya.&lt;br /&gt;Untuk wisata alam misalnya, kita punya banyak sekali tempat atau pilihan yang layak dikelola sebagai aset pariwista. Lokasinya hampir merata di setiap kabupaten. &lt;br /&gt;Mulai dari air terjun, panorama alam, hutan lindung hingga danau. Cuman persoalan kita sekarang, setiap tempat yang layak dijadikan tempat pariwisata itu belum dikembangkan optimal. Atau paling tidak ada infrastruktur jalan yang menuju objek-objek wisata tersebut.&lt;br /&gt;Sejauh ini, objek-objek wisata itu barus sebatas tempat piknik kalangan pelajar atau mahasiswa saja, belum ada upaya mengembangkan agar bisa mendatangken keuntungan bagi daerah.&lt;br /&gt;Itu baru objek wisata alam. Belum lagi wisata budaya. Kita punya banyak budaya yang unik, bahkan lebih dari Bali yang hanya memiliki satu budaya.&lt;br /&gt;Persoalan kita sekarang, berbagai keunikan budaya itu belum dijadikan paket wisata. Berbagai bentuk pagelaran budaya oleh etnik tertentu hanya sekedar menjalankan ritual sesuai tradisi yang ada pada etnik itu sendiri.&lt;br /&gt;Selebihnya, tidak ada aktivitas sama sekali terkait pengembangkan budaya etnik dimaksud. &lt;br /&gt;Padahal bila dikembangkan dan dijadikan paket wisata, maka orang akan suka berkunjung ke Kalbar, karena setiap bulan atau sepanjang tahun ada saja pertunjukkan budaya yang unik-unik. &lt;br /&gt;Seperti kemarin, perayaan Cap Go Meh. Bila dikemas dengan baik, maka akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik lokal, nasional maupun mancanegara.&lt;br /&gt;Setiap tahun memang sudah rutin digelar misalnya Pekan Gawai Dayak, Festival Bumi Khatulistiwa, Naik Dango, Robok-Robok, Festival Meriam Karbit dan masih banyak lagi budaya unik yang belum dikenal masyarakat luas.&lt;br /&gt;Wisata kuliner juga tidak kalah menarik. Sebab di Kalbar ini banyak sekali jenis makanan yang kalau dikembangkan dengan baik lewat promosi yang baik pula, akan menjadi daya pikat tersendiri untuk mengundang orang luar datang ke Kalbar.&lt;br /&gt;Kita sudah punya modal dengan berbagai tempat wisata tadi. Namun untuk mendukung daerah pariwisata itu tidak cukup dengan intrastruktur dari pemerintah saja, tapi kita mesti bisa menciptakan situasi yang dapat menciptakan kesan mendalam bagi wisatawan saat berkunjung ke dareah kita. Tentu keamanan menjadi jaminan utamanya. &lt;br /&gt;Dengan demikian, maka kita bisa membantu mewujudkan program pemerintah yang menjadikan "Visit Kalbar 2010". Semoga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-826272043177114880?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/826272043177114880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=826272043177114880' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/826272043177114880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/826272043177114880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/02/mengemas-paket-wisata-kalbar.html' title='Mengemas Paket Wisata Kalbar'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SY_zGlnqKuI/AAAAAAAABAU/CT5hM2JOBlI/s72-c/Tatung+Singkawang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-5828771862401738225</id><published>2009-02-09T15:51:00.002+07:00</published><updated>2009-02-09T16:04:15.984+07:00</updated><title type='text'>Kegagalan Demokrasi</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SY_xib9QgfI/AAAAAAAABAM/AMIYAo9JhtI/s1600-h/aziz.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 162px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SY_xib9QgfI/AAAAAAAABAM/AMIYAo9JhtI/s200/aziz.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300720860360901106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Tanto Yakobus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa unjukrasa menuntut pemekaran Provinsi Tapanuli (Protap) yang berujung anarkis berakibat tewasnya Ketua DPRD Sumatera Utara, Abdul Aziz Angkat, telah mencoreng citra demokrasi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Itu kegagalan demokrasi di negeri ini. Apa pun alasannya, setiap orang harus menghormati hak asasi manusia. Salahsatunya, menghormati demokrasi itu, karena kita sudah sepakat demokrasi adalah yang paling adil. Lebih manusiawi. Lebih mengedepankan hak asasi manusia. &lt;br /&gt;Kita mesti menghargai demokrasi dan hak asasi setiap orang, tentu tidak dengan anarkis. Apalagi sampai menghilangkan nyawa orang lain.&lt;br /&gt;Sekarang kita hidup di era reformasi. Kondisinya beda dengan sebelum reformasi.&lt;br /&gt;Bila sebelum reformasi, kekerasan dan tindakan anarkis massa kerap terjadi, karena memang kondisi waktu itu memungkinkan untuk anarkis massa. Sebab kita hidup dibawah tekanan penguasa waktu itu. &lt;br /&gt;Kita tidak bisa bicara sebebas sekarang. Bila ada yang berani bicara menentang pemerintah, apalagi opisisi, jelas tidak ada tempat, tidak ada ruang. Bila ia seorang aktivis, pasti tinggal nama. Sebab ia akan hilang. &lt;br /&gt;Bila ia seorang pejabat atau militer, maka akan dicekal. Bahkan dipecat. Masyarakat sipil tidak berdaya. Suara demokrasi memang sudah ada, tapi baru sebatas pelajaran di sekolah atau di kampus saja. Praktiknya nol besar.&lt;br /&gt;Beruntung mahasiswa masih punya nyali. Aksi merekalah yang menumbangkan simbol Orde Baru, yakni Soeharto sehingga lahirnya era reformasi pada 21 Mei 1998.&lt;br /&gt;Dengan reformasi kita berharap demokrasi bisa tumbuh subur. Mulai dari pemilu yang diikuti multi partai. Pemilihan presiden dan wakil presiden secara lansung. Hingga pemilihan langsung gubernur, bupati/walikota di berbagai daerah. Hasilnya cukup memuaskan.&lt;br /&gt;Walau pada praktiknya masih terdapat kekurangan di sana sini, tapi secara umum demokrasi bisa tumbuh dengan baik. &lt;br /&gt;Di tengah harapan demokrasi bisa tumbuh subur di negara yang berpenduduk padat dengan wilayah luas yang meliputi ribuan pulau, kita kembali dikejutkan dengan aksi massa yang menewaskan Ketua DPRD Sumut. Peristiwa itu bukan hanya mencoreng citra demokrasi di Indonesia, tapi juga sejarah suram perjalanan politik kita, terlebih sekarang kencang tuntutan pemekaran di berbagai daerah, termasuk kita di Kalbar. Dimana masyarakat kawasan timur menginginkan pemekaran Provinsi Kapuas Raya. Insiden Sumut tentu menjadi alasan tersendiri gagalnya pemekaran Provinsi Kapuas Raya. Nah, bagaimana kita menyikapinya? Mari renungkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-5828771862401738225?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/5828771862401738225/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=5828771862401738225' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/5828771862401738225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/5828771862401738225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/02/kegagalan-demokrasi.html' title='Kegagalan Demokrasi'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SY_xib9QgfI/AAAAAAAABAM/AMIYAo9JhtI/s72-c/aziz.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-8398514235708663596</id><published>2009-02-04T15:13:00.003+07:00</published><updated>2009-02-05T12:37:21.317+07:00</updated><title type='text'>Menjadi Pemain</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SYlPezZKEQI/AAAAAAAABAE/Bh4fID6RZuw/s1600-h/pelantikan+DPC+PD+Sekadau.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SYlPezZKEQI/AAAAAAAABAE/Bh4fID6RZuw/s200/pelantikan+DPC+PD+Sekadau.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298853827188494594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Tanto Yakobus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai hari ini mungkin masih ada teman kantor maupun di luar bertanya-tanya mengapa saya pilih bergabung dengan Partai Demokrat dan menjadi calon legislatif (caleg) Provinsi Kalimantan Barat daerah pemilihan Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Sekadau untuk pemilu 9 April mendatang?&lt;br /&gt;Tak sedikit pula rekan-rekan wartawan komentar; dengan masuknya saya ke parpol tertentu, saya sudah partisan. Sementara jurnaslisme adalah profesi yang mandiri dan tidak partisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;br /&gt;BERSAMA BUPATI SEKADAU&lt;br /&gt;Saya (kanan) Bupati Sekadau, Simon Petrus, S.Sos., M.Si, Ibu Skolastika Simon Petrus dan Bonifatius Benny, saat pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Sekadau. Simon Petrus terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sekadau.&lt;br /&gt;==========&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Terhadap komentar rekan jurnalis itu, saya katakan, saya ingin menjadi pemain, bukan pengamat apalagi penonton.&lt;br /&gt;Tentu, setiap orang punya keinginan, cita-cita dan prinsip hidup. Jadi untuk menentukan arah hidup, saya punya hak dong. &lt;br /&gt;Nah, jika begitu, lepas dong jurnalistiknya? Oh tidak, sebab jurnalis itu bukan sekedar profesi, tapi keterampilan yang sudah melekat pada pribadi saya. Kapan pun saya mau bisa menulis dan dimana pun.&lt;br /&gt;Kalau soal partisan, saya rasa semua profesi itu bersayap. Tidak ada yang bisa berdiri sendiri. Seorang dokter spesialis sekalipun, tidak ada larangan baginya untuk menjadi caleg. Apalagi di negara demokrasi seperti kita. Cuma yang tak boleh jadi caleg TNI-Polri. Tapi setelah purnawirawan, mereka bisa masuk partai apa pun.&lt;br /&gt;Beda dengan saya, dengan niat yang tulus saya ingin menjadi pemain profesional. Dan saya sangat yakin, karena sebelum memutuskan masuk lapangan, saya sudah mengenal luar dalam lapangan tersebut. Mulai dari teori (sesuai pendidikan) hingga praktik di lapangan. Praktik lapangan lebih gila lagi, saya pun tak sanggup menceritakannya. Istilahnya sama dengan bermain bola, dari bermain cantik sampai tekling kasar. Saya pahamlah itu.&lt;br /&gt;Beda dengan teman-teman yang terjun lapangan dengan masih meraba-raba. Konyolnya lagi mencari pekerjaan. Ya caleg untuk mencari kerja. Maka wajar bila terpilih betul-betul kerja, sehingga tidak tahu fungsi sesungguhnya. Apalagi mikir kepentingan rakyat, jauhlah itu.&lt;br /&gt;Sebagai jurnalis, saya tahu fungsi legislatif. Saya juga tahu apa kerja mereka selama ini, karena sudah sembilan tahun saya meliputnya. Ibarat pengamat bola, saya hanya pandai mengkritik lewat tulisan, tapi tidak ada juga perubahan. Memang di Indonesia pengamat lebih pandai dari pemain. Lihat saja ketika Timnas PSSI tampil di Stadion Utama Bung Karno. Sudah susah payah mengalahkan lawan tangguh, masih saja dicemooh. Pengamat pandai menilai person pemain. Dia tidak berkembang di posisinya, perlu diganti.&lt;br /&gt;Saya juga merasa begitu, setelah sembilan tahun menggunakan tangan dan pikiran saya istilah teman di kantor, ”menjahit mulut” (komentar) dewan ke koran menyorot kebijakan tak memihak rakyat, ternyata tidak ada juga perubahan. Jadi mustahil juga ada perubahan bila kita hanya pengamat. Yang bisa mengubah sesuatu adalah pemain. Sebab pemain jugalah yang bisa melewati lawan dan mencetak gol. Jadi saya ingin ada perubahan dengan pemikiran-pemikiran dan pengalaman saya selama ini bila kelak saya dipercayakan rakyat menjadi wakilnya. Itu saja sih. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-8398514235708663596?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/8398514235708663596/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=8398514235708663596' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/8398514235708663596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/8398514235708663596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/02/menjadi-pemain.html' title='Menjadi Pemain'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SYlPezZKEQI/AAAAAAAABAE/Bh4fID6RZuw/s72-c/pelantikan+DPC+PD+Sekadau.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-134754655516444353</id><published>2009-02-02T17:11:00.002+07:00</published><updated>2009-02-02T17:24:33.097+07:00</updated><title type='text'>SBKRI ‘Duri’ Indonesia Sesungguhnya</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SYbJ0zPbBHI/AAAAAAAAA_8/WOS-R6jOOSo/s1600-h/Christiandy+Sanjaya.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 194px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SYbJ0zPbBHI/AAAAAAAAA_8/WOS-R6jOOSo/s200/Christiandy+Sanjaya.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298143920593241202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Tanto Yakobus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanyaja, pada perayaan Tahun Baru Imek 2560 Yayasan Bhakti Suci di hotel Kapuas Palace, Minggu (1/2) malam mengajak semua pihak tidak lagi memperoalkan beberadaan etnis Tionghoa di Bumi Pertiwi ini. Bahkan dia mempertegas permintaan Presiden SBY menghapus perlakuan diskriminasi terhadap etnis Tionghoa di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada peringatan Tahun Baru Imlek tingkat nasional di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu, Presiden minta jajarannya dari pusat hingga daerah menghapus segala bentuk diskriminasi terhadap etnis Tionghoa, dan memenuhi hak-hak sipil sesuai UU. Secara khusus Presiden minta Menkumham dan Kapolri, agar Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia (SBKRI) tidak lagi sebagai syarat pembuatan paspor atau SIM. &lt;br /&gt;Itu pula yang diteruskan Wagub Christiandy kepada warga Tionghoa Pontianak pada perayaan yang dihadiri Danrem, Danlanud, Kapolda dan sejumlah pejabat Pemprov Kalbar. Sebab fakta lapangan, masih ada yang mensyaratkan SBKRI dalam pengurusan berbagai dokumen seperti paspor, KTP, SIM atau dokumen pernikahan.&lt;br /&gt;Penerapan itu agaknya akibat sosialisasi Undang-Undang No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia yang dilakukan Departemen Hukum dan HAM RI di berbagai daerah sejak Agustus 2006 lalu, masih kurang. Atau ada oknum pejabat daerah yang tidak mensosialisasinya sama sekali.&lt;br /&gt;Padahal kita sadar bahwa kebangsaan Indonesia dibangun di atas berbagai identitas kelompok masyarakat. Karena itu atas nama konstitusi yang menjadi dasar kehidupan bersama bangsa Indonesia tidak seharusnyalah didiskriminasi, yang dibiarkan hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat kita itu tetap ada.&lt;br /&gt;Di kantor Imigrasi Pontianak pekan lalu saja, ternyata masih diberlakukannya SBKRI kepada WNI keturunan Tionghoa dalam pembuatan paspor. Kenyataan ini menambah daftar panjang “kegagalan” upaya pemerintah dalam menyelesaikan persoalan diskriminasi rasial sejak 1978. Kala itu Peraturan Menteri Kehakiman ditindaklanjuti pelaksanaannya dengan terbitnya Surat Edaran Menteri Kehakiman No. JHB.3/31/3 Tahun 1978 kepada semua Pengadilan Negeri. Inti Surat Edaran tersebut ‘mewajibkan’ kaum peranakan untuk memiliki SBKRI.&lt;br /&gt;Fenonema SBKRI itu menjadi persoalan kewarganegaraan dan salah satu catatan hitam Indonesia dalam pemenuhan International Convention on Elimination of All Forms of Racial Discrimination, yang telah diratifikasi Pemerintah Indonesia pada 1999.&lt;br /&gt;Sebagai sebuah dokumen, SBKRI tidaklah istimewa, hanya berbentuk buku saku hampir menyerupai paspor, bersampul hijau, dan pada cover depan bertuliskan Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia. Namun memiliki dokumen SBKRI ini, persoalannya tidaklah sesederhana dan terbatas sebagai seorang anak dari orangtua warga negara Indonesia etnik Tionghoa beranjak usia 18 tahun, atau sudah menikah, biar pun sang orangtua atau kakek-nenek buyutnya telah menjadi warga negara Indonesia. Layaknya suatu “ritual generasi” ketika sang anak telah menjadi orangtua, dia pun harus mengurus SBKRI anaknya, begitu seterusnya terjadi dari generasi ke generasi.&lt;br /&gt;Kini pemberlakuan SBKRI bukanlah mitos, melainkan kisah nyata anak negeri, yang sejak dilahirkan hingga meninggal, wajib memiliki SBKRI!&lt;br /&gt;Dengan demikian, persoalan SBKRI ini tidak saja menjadi ‘momok’ bagi warga Tionghoa, tetapi telah menjadi “duri” dalam upaya mewujudkan integrasi kebangsaan Indonesia sesungguhnya. Sebab, pada hakikatnya SBKRI dalam arti identitas kewarganegaraan tidak saja berkaitan dengan status legalnya (citizenships-as-legal-status), tetapi juga luasan dan kualitas kewarganegaraan seseorang yang merupakan fungsi dari partisipasi orang tersebut di dalam komunitas politiknya (citizenships-as-desireable-activity). Jadi, jangan hanya menjelang pemilu baru merangkul warga Tionghoa, setelah itu lupa hingga pemilu berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-134754655516444353?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/134754655516444353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=134754655516444353' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/134754655516444353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/134754655516444353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/02/sbkri-duri-indonesia-sesungguhnya.html' title='SBKRI ‘Duri’ Indonesia Sesungguhnya'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SYbJ0zPbBHI/AAAAAAAAA_8/WOS-R6jOOSo/s72-c/Christiandy+Sanjaya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-7882039268306257483</id><published>2009-02-02T09:58:00.001+07:00</published><updated>2009-02-02T09:59:44.784+07:00</updated><title type='text'>Simon Kenalkan Pembantunya ke Warga Sekadau di Pontianak</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SYZhk8mVuEI/AAAAAAAAA_0/dwBVElc-440/s1600-h/simon+bupati2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 170px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SYZhk8mVuEI/AAAAAAAAA_0/dwBVElc-440/s200/simon+bupati2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298029299018086466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Tanto Yakobus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati Sekadau, Simon Petrus, menggunakan moment Natal bersama untuk memperkenalkan pembantunya dalam mengelola pemerintahan di Kabupaten Sekadau kepada warga Sekadau yang ‘merantau’ di Pontianak, Sabtu (31/1) akhir pekan kemarin.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Simon yang menghadiri perayaan Natal bersama Mahasiswa, warga Paguyuban Patih Singaria dan Rukun Ayong Mualang serta Pemkab Sekadau yang digelar di Auditorium Universitas Tanjungpura Pontianak itu membawa serta beberapa kepada dinas dan pejabat eselon II yang baru saja diangkat dan dilantik dalam Struktur Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) Kabupaten Sekadau yang baru.&lt;br /&gt;Para pejabat yang hadir itu antara lain, Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil, Yoseph Marcus, Asisten Pemerintahan Perekonomian dan Sosial Setda Sekadau, Yohanes Jhon, Inspektur Kabupaten Sekadau, Henry Lisar, dan beberapa pejabat lainnya, termasuk Camat Nanga Mahap, Rupinus.&lt;br /&gt;Kepada warga Sekadau di Pontianak, Simon minta untuk berpartisipasi membangun Kabupaten Sekadau. &lt;br /&gt;“Sumbangan pemikiran bapak, ibu dan saudara sekalian sangat penting untuk membantu kami, bagaimana kita bersama-sama membangun Sekadau tercinta,” ajak Simon disambut tepuk tangan hadirin yang memadati Auditorium itu.&lt;br /&gt;Menurut Simon, dalam mengisi SOPD yang baru saja dilantik, dirinya sudah berupaya mengakomodir semua kepentingan ada yang di Sekadau. Termasuk mencari pejabat dari kalangan masyarakat Dayak. &lt;br /&gt;“Memang saya akui kita ini kekurangan kader, sehingga susah mencari pejabat untuk menduduki posisi tertentu, karena itu menyangkut jenjang dan kepangkatan dan karier seseorang,” katanya.&lt;br /&gt;Simon yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sekadau itu juga minta acara Natal bersama seperti itu kedepannya agar diagendakan dan masuk agenda tetap Pemkab Sekadau untuk memudahkan dalam hal pendanaan.&lt;br /&gt;Sebab katanya, Pemkab Sekadau menaruh perhatian yang sama kepada semua warganya, baik yang merayakan Natal maupun yang merayakan Idul Fitri di Pontianak ini. Untuk itu perlu menjadi agenda Pemkab Sekadau.&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu Simon juga berpesan kepada para mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Sekadau agar belajar sungguh-sungguh. “Kita berusaha memperhatikan dan mendukung mahasiswa kita agar studinya lancar dengan memberikan beasiswa bagi yang berprestasi maupun yang orang tuanya kurang mampu,” jelas Simon.&lt;br /&gt;Selain memberikan beasiswa, Pemkab Sekadau kini telah membangun dua asrama mahasiswa, satu di lingkungan Universitas Tanjungpura Pontianak dan satunya lagi di Yogyakarta.&lt;br /&gt;Paulus Florus yang mewakili warga Sekadau di Pontianak mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Sekadau terutama Bupati Simon Petrus yang menaruh perhatian besar kepada masyarakat Sekadau di perantauan. &lt;br /&gt;“Perhatian itu terlebih ditujukan kepada anak-anak kita yang berasal dari berbagai daerah di pedalaman Sekadau yang menuntut ilmu di kota ini, agar mereka bisa belajar dengan baik dan kelak dapat mengabdikan dirinya di Kabupaten Sekadau yang memang butuh tenaga-tenaga profesional,” kata Florus.&lt;br /&gt;Sementara itu, Bambang Setiawan selaku ketua panitia Natal bersama mengatakan, sebetulnya Natal kali ini sudah terlambat. Keterlambatan itu kata Bambang, bukan karena kesengajaan, tapi pada akhir Desember dan awal hingga pertengahan Januari rekan-rekan mahasiswa masih liburan di kampung masing-masing.&lt;br /&gt;“Setelah kami berkunsultasi baik dengan Pastor maupun Pendeta, maka Natal kita laksanakan pada hari ini,” jelas Bambang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-7882039268306257483?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/7882039268306257483/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=7882039268306257483' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7882039268306257483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7882039268306257483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/02/simon-kenalkan-pembantunya-ke-warga.html' title='Simon Kenalkan Pembantunya ke Warga Sekadau di Pontianak'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SYZhk8mVuEI/AAAAAAAAA_0/dwBVElc-440/s72-c/simon+bupati2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-6564152030292333778</id><published>2009-01-30T16:27:00.001+07:00</published><updated>2009-01-30T16:30:30.907+07:00</updated><title type='text'>SOPD Kabupaten Sekadau</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SYLIjou6BQI/AAAAAAAAA_k/kAElymexgmo/s1600-h/pEJABAT+eSELON+DUA+DAN+TIGA+YANG+BARU+SAJA+DILANTIK.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SYLIjou6BQI/AAAAAAAAA_k/kAElymexgmo/s200/pEJABAT+eSELON+DUA+DAN+TIGA+YANG+BARU+SAJA+DILANTIK.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297016626296259842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ir. Muhammad Isa, M.Si  Kepala Dinas Kehutanan dan perkebunan            Kabupaten sekadau &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drs. Yohanes Yoseph Marcus  Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sekadau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matheus Tius S.Sos, M.Si Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Kesatuan Bangsa dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sekadau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drs. Yohanes Jhon  Asisten Pemerintahan Perekonomian dan Sosial Sekretariat Daerah Kabupaten Sekadau.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Drs. Khandra Asmarahady  Asisten Administrasi dan Umum Sekretariat Dearah kabupaten Sekadau. H. Abdul Gani, SH,M.Si Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sekadau. &lt;br /&gt;Drs. A. Adrianto Gundokusumo, M.Si Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sekadau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ir. Suyitno  Kepala Dinas pekerjaan Umum dan Pertambangan Kabupaten Sekadau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Ade racmat Syuhada, SE Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupagten Sekadau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dr. Wirdhan Mahzumi, M.Kes Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drs. Djemain Burhan,MM Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sekadau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Sukarman, S.Sos M.Si  Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Sekadau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ir. Abang Ahmad Yani, Mp Kepala Dinas Perhubungan Telekomunikasi, Informatika, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sekadau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Ramsyah, S.Ip, MM Kepala Badan dan Perencanaan Daerah Kabupaten Sekadau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drs. Henry Lisar, M. Pd Inspektur Kabupaten Sekadau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ir. Slamet, MM Staf Ahli Bupati Sekadau Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agustinis Agus ,SH   Kepala Kantor Lingkunagan Hidup Dan        Pertaman Kabupaten Sekadau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drs. Agustinus, MM   Kepala Kantor Kepegawaian ,Pendidikan        Dan Pelatihan Kabupaten Seladau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erna Yulita, SP   Kepala kantor penyuluhan dan ketahanan        pangan kabupaten sekadau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuspia Basilisa, S.Ag   Kepala kantor perpustakaan ,arsip dan        dukumentasi kabupaten sekadau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Arsya, S.Sos  Kepala kantor satuan polisi pamong peraja        kabupaten sekadau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Honorius Bruno, SKM  Direktur Ruman Sakit umum daerah         Kabupaten Sekadau.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-6564152030292333778?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/6564152030292333778/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=6564152030292333778' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/6564152030292333778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/6564152030292333778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/01/sopd-kabupaten-sekadau.html' title='SOPD Kabupaten Sekadau'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SYLIjou6BQI/AAAAAAAAA_k/kAElymexgmo/s72-c/pEJABAT+eSELON+DUA+DAN+TIGA+YANG+BARU+SAJA+DILANTIK.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-4362018732518881076</id><published>2009-01-30T16:15:00.001+07:00</published><updated>2009-01-30T16:36:58.616+07:00</updated><title type='text'>SOPD Provinsi Kalimantan Barat</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SYLKMCUWUqI/AAAAAAAAA_s/uDkDzlBHC70/s1600-h/SOPD+By+Lukas.jpg.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 132px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SYLKMCUWUqI/AAAAAAAAA_s/uDkDzlBHC70/s200/SOPD+By+Lukas.jpg.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297018419870585506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1 Drs. Ignatius Lyong, MM Asisten Adm Pemerintahan Setda Prov. Kalbar&lt;br /&gt;2 Drs. Maryadi, M.Si Asisten Adm Perekonomian dan Kesejahteraan Sosial Setda Prov. Kalbar&lt;br /&gt;3 Drs.M.H. Munsin, MH Asisten Adm dan Umun Setda Prov. Kalbar&lt;br /&gt;4 Drs. Ibnu Setiawan, MM Sekretaris DPRD Prov. Kalbar&lt;br /&gt;5 Drs. Alexius Akim, MM Kepala Dinas Pendidikan Prov. Kalbar&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;6 Dra. HJ. Utin Kusumawaty, M.Si Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Prov. Kalbar&lt;br /&gt;7 Dr. M. Subuh, MPPM Kepala Dinas Kesehatan Prov. Kalbar&lt;br /&gt;8 Drs. M. Junaidi, M.Si Kepala Dinas Sosial Prov. Kalbar&lt;br /&gt;9 Maksum Jauhari, SH Kepala Dinas Tenaga Kerja dan&lt;br /&gt;Transnigrasi Prov. Kalbar&lt;br /&gt;10 D.L. Denny, SH Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Prov. Kalbar&lt;br /&gt;11 Drs. Kamaruzzaman, MM Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Kalbar&lt;br /&gt;12 Ir. Jakius Sinyor Kepala Dinas Pekerjaan Unun Prov. Kalbar &lt;br /&gt;13 Drs. Dody S. Wardaya, MM Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Kalbar&lt;br /&gt;14 Ir. H. Hazairin, MS Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Kalbar&lt;br /&gt;15 Drh. Abdul Manaf M Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan&lt;br /&gt;Hewan Prov. Kalbar&lt;br /&gt;16 Ir. H. Idwar Hanis Kepala Dinas Perkebunan Prov. Kalbar&lt;br /&gt;17 Drs. Kornelius Kimha, M.Si Kepala Dinas Kehutanan Prov. Kalbar&lt;br /&gt;18 Ir. Budi Haryanto Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Kalbar&lt;br /&gt;19 Ir. Agus Aman Sudibyo, MM Kepala Dinas Pertambangan Dan Energi Prov. Kalbar&lt;br /&gt;20 Drs. Darwin Muhammad Kepala Dinas Pendapatan Daerah Prov. Kalbar&lt;br /&gt;21 Drs. Herry Djaung, M.Si Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Prov. Kalbar&lt;br /&gt;22 Ir. H. Fathan A. Rasyid, M.Ag Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Prov. Kalbar&lt;br /&gt;23 Tony Ferdy, S.Sos, M.Si Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Prov. Kalbar&lt;br /&gt;24 Ir. H. Darmawan, M.Sc Kepala Badan Lingkungan Hidup Prov. Kalbar&lt;br /&gt;25 Drs. M. Zet Hamdy Assovie, MTM Kepala Penanaman Modal Daerah Prov. Kalbar&lt;br /&gt;26 Dra. Hj. Ida Kartini, M.Si Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Anak, Masyarakat, dan KB Prov. Kalbar&lt;br /&gt;27 Drs. H. Pieter Allon G, MM Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Prov. Kalbar&lt;br /&gt;28 Drs. Martin Luther D, M.Si Kepala Badan Pengelolaan Kawasan Perbatasan dan Kerjasama Prov. Kalbar&lt;br /&gt;29 Drs. Bontor Panggabean Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Prov. Kalbar&lt;br /&gt;30 Drs. Marselinus Kutjai Apin Kepala Badan Perpustakaan, Kearsipan dan Dokumentasi Prov. Kalbar&lt;br /&gt;31 Drs. John Itang Oe, MM Inspektur Provinsi Kalbar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32 Lensus Kandri, SH, MH Kepala Badan Kepegawaian Daerah Prov. Kalbar&lt;br /&gt;33 Togi Lumban Tobing, SH, MH Staf Ahli Gubernur Kalbar Bidang Hukum dan Politik&lt;br /&gt;34 Drs. M. Aminuddin, M.Si Staf Ahli Gubernur Kalbar Bidang Pemerintahan&lt;br /&gt;35 Prof. Ir. M. Alamsyah HB Staf Ahli Gubernur Kalbar Bidang Pembangunan &lt;br /&gt;36 Drs. Ngatman, M.Pd Staf Ahli Gubernur Kalbar Bidang Kemasyarakatan dan SDM&lt;br /&gt;37 Drs. H.A. Munir HD, MM Staf Ahli Gubernur Kalbar Bidang Ekonomi dan Keuangan&lt;br /&gt;38 Drs. Sumarno Kepala Biro Pemerintahan Setda Prov. Kalbar&lt;br /&gt;39 Marius Marcellius TJ, SH, MM Kepala Biro Hukum Setda Prov. Kalbar&lt;br /&gt;40 Drs. Robertus Isdius, M.Si Kepala Biro Kependudukan dan Catatan Sipil Setda Prov. Kalbar&lt;br /&gt;41 Ir. Anna Verydiana Iman Kalis, MP Kepala Biro Perekonomian dan Pembangunan Setda Prov. Kalbar&lt;br /&gt;42 Dra. Sri Djumiadatin, M.Si Kepala Biro Kesejahteraan Sosial Setda Prov. Kalbar&lt;br /&gt;43 Drs. Ignasius, SH, M.Si Kepala Biro Organisasi Setda Prov. Kalbar&lt;br /&gt;44 Drs. Bachtiar, M.Si Kepala Biro Pengelolaan Keuangan Setda Prov. Kalbar&lt;br /&gt;45 Kartius, SH, M.Si Kepala Biro Pengelolaan Asset Setda Prov. Kalbar&lt;br /&gt;46 Drs. H. Soezarsono Soekran Kepala Biro Umum Setda Prov. Kalbar&lt;br /&gt;47 Dr. Gede Sandjaja, Sp.BO Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedarso Prov. Kalbar&lt;br /&gt;48 Drg. Oscar Primadi, MPH Direktur Rumah Sakit Jiwa Prov. Kalbar&lt;br /&gt;49 Drs. Nuardi Hefni Sekretaris KORPRI Prov. Kalbar&lt;br /&gt;50 Drs. Moses Ahie, M.Si Kepala Satuan Pol. PP Prov. Kalbar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-4362018732518881076?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/4362018732518881076/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=4362018732518881076' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/4362018732518881076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/4362018732518881076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/01/sopd-provinsi-kalimantan-barat.html' title='SOPD Provinsi Kalimantan Barat'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SYLKMCUWUqI/AAAAAAAAA_s/uDkDzlBHC70/s72-c/SOPD+By+Lukas.jpg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-8945334061322817600</id><published>2009-01-30T09:14:00.001+07:00</published><updated>2009-01-30T09:16:21.836+07:00</updated><title type='text'>Lima Jam Boleh Arak Naga</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SYJi7A4MV3I/AAAAAAAAA_c/sSNLT64S6Ws/s1600-h/naga+by.+andika+lay.jpg_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SYJi7A4MV3I/AAAAAAAAA_c/sSNLT64S6Ws/s200/naga+by.+andika+lay.jpg_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296904877728618354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Andika Lay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak perayaan Cap Goh Meh yang jatuh pada 9 Februari 2009, Pemerintah Kota Pontianak akan mengakomodir pagelaran naga dan barongsai yang merupakan tradisi warga Tionghoa dalam merayakan Imlek di hari ke-15 atau yang lebih dikenal dengan sebutan Cap Goh Meh.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sesuai Kepres Nomor 6 Tahun 2000 tentang pencabutan Intruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 tentang agama, kepercayaan, dan adat istiadat China dalam poin ketiga menyebutkan dengan ini penyelenggaraan kegiatan keagamaan, kepercayaan, dan adat istiadat China dilaksanakan tanpa memerlukan izin khusus sebagaimana yang berlangsung selama ini.&lt;br /&gt;“Pemkot memberikan waktu selama lima jam untuk warga Tionghoa untuk menggelar arak-arakan naga di Kota Pontianak. Arak-arakan naga mesti diakomodir agar puncak perayaan Cap Goh Meh tidak mengganggu aktivitas yang lain,” ungkap Walikota Pontianak, H Sutarmidji, Kamis (29/1) usai menerima puluhan perwakilan Ormas yang menolak arakan naga. &lt;br /&gt;Kata Sutarmidji, ritual ini memang perlu dilakukan karena bertujuan tolak bala, dan khusus pemadam kebakaran untuk mencari dana amal. Untuk itu, Pemkot tidak perlu mengeluarkan izin khusus arakan naga dan barongsai tersebut. Dan rute arak-arakan naga dan barongsai itu dipusatkan di Jalan AR. Hakim (lapangan PSP) serta sepanjang Jalan Gajahmada. Mulai pukul 13.00-18.00 WIB atau selama lima jam. &lt;br /&gt;“Tapi kita tetap melarang tatung, karena tatung tidak termasuk yang telah kita bahas, maka akan ada tindakan penghentian apabila ada warga yang mengarak tatung,” tegas Sutarmidji.&lt;br /&gt;Mantan Wakil Walikota ini kembali menjelaskan, arak-arakan naga yang dikehendaki warga Tionghoa merupakan naga perkumpulan pemadam kebakaran, karena tujuan mereka melakukan arak-arakan ini untuk menambah dana operasional bagi pemadam kebakaran, karena pemadam kebakaran untuk kepentingan sosial.&lt;br /&gt;“Kita minta pemahaman dari semua pihak, ini adalah keputusan untuk dapat disosialisasikan agar dapat dijalankan, dan akan ada tim yang memantau untuk mengevaluasi. Apalagi tahun depan merupakan tahun kunjungan wisata, dan keputusan ini sangat membawa dampak ekonomi,” ujarnya. &lt;br /&gt;Sementara Kapoltabes Pontianak Kombes Pol Muhamad Asep Sahrudin mengatakan tidak akan terjadi apa yang diisukan selama ini, bila ada dukungan dan saling memahami. ”Saya harap semua berjalan lancar, artinya tidak ada jaminan apapun dan aparat Polri sudah siap untuk memantau kelancaran dalam pagelaran naga tersebut,” katanya.&lt;br /&gt;Dia juga berpesan agar permainan naga tidak keluar jalur yang telah disepakati. ”Taatilah kesepakatan itu untuk kepentingan bersama. Bila ada yang keluar jalur, kita tidak segan-segan memberi teguran,” tegasnya lagi. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-8945334061322817600?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/8945334061322817600/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=8945334061322817600' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/8945334061322817600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/8945334061322817600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/01/lima-jam-boleh-arak-naga.html' title='Lima Jam Boleh Arak Naga'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SYJi7A4MV3I/AAAAAAAAA_c/sSNLT64S6Ws/s72-c/naga+by.+andika+lay.jpg_resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-1024130574333791252</id><published>2009-01-27T16:30:00.001+07:00</published><updated>2009-01-27T16:32:38.569+07:00</updated><title type='text'>Mensyukuri Imlek</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SX7UrGvibeI/AAAAAAAAA_U/H8yG7DQ_bok/s1600-h/Perayaan%2520Imlek%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 85px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SX7UrGvibeI/AAAAAAAAA_U/H8yG7DQ_bok/s200/Perayaan%2520Imlek%5B1%5D.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295904048843746786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto Perayaan Imlek &lt;br /&gt;Perayaan Imlek di Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu (25/1) FOTO Lukas B Wijanarko/Borneo Tribune &lt;br /&gt;=============&lt;br /&gt;Senin (26/1) atau 2560 Imlek berdasarkan penanggalan China, masyarakat Tionghoa yang menganut agama Katolik berduyun-duyun mendatangi gereja untuk menghadiri misa Imlek.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan di tempat lain, setiap tahun baru Imlek, atau tahun baru kalender China, Gereja Katolik di Pontianak selalu menyelenggarakan perayaan misa khusus Tahun Baru Imlek. &lt;br /&gt;Dua gereja yang selalu dipadati saat Imlek tiba, yakni Gereja Gembala Baik di kawasan pelabuhan Shenghie dan Gereja Katedral Santo Yoseph. &lt;br /&gt;Di Gereja Katedral, misa Perayaan Tahun Baru Imlek dipimpin langsung Uskup Agung Pontianak, Mgr. Hieronymus Bumbun, OFM.Cap didampingi Pastor Petrus Rustandy, OFM.Cap. &lt;br /&gt;Dengan hiasan dan pakaian bercorak oriental yang serba merah, termasuk bunga mei hwa, lampion serta pernak pernik bergambar shio kerbau, menghiasi setiap ruang gereja. Lagu puji-pujian pun berirama Mandarin.&lt;br /&gt;Simbol kerbau karena tahun baru ini adalah shio kerbau. Bila shio kerbau, dalam setiap usaha kita mesti keberja lebih keras lagi. Walau kerja keras, tapi peluang keberuntungan tetap ada. Begitu kata tetua-tetua Tionghoa mengomentari tahun kerbau ini.&lt;br /&gt;Usai misa, Pastor Petrus Rustandy membagi-bagikan jeruk keberuntungan yang sudah dikerkati kepada umat. &lt;br /&gt;Setiap umat mendapat dua buah jeruk. Mereka percaya dengan menerima buah jeruk yang sudah diberkati itu akan mendatangkan kebaikan dan keberuntungan. &lt;br /&gt;Ada satu hal yang khas dalam perayaan imlek, yakni bagi-bagi angpao. Imlek dan angpao tidak bisa dipisahkan. Keduanya seperti Yin dan Yang. Saling melengkapi. Bila tahun baru China atau Imlek tiba, anak-anak pasti senang. Sebab mereka pasti dapat angpao dari orang tua, paman, kakak dan orang-orang yang mampu.&lt;br /&gt;Demikian juga di kelenteng-kelenteng atau vihara, malam menyambut tahun baru Imlek selain dipadati umat Konghucu yang akan bersembahyang, juga berjubel kaum duafa yang menantikan pembagian untuk mendapatkan angpao dari orang-orang yang mampu atau berkecukupan.&lt;br /&gt;Memberi angpao adalah berbagi kesenang. Berbag kebahagiaan terutama dengan anak-anak dan orang yang kurang mampu. Sehingga setiap menyambut tahun baru Imlek, di kelenteng-kelentang atau vihara selalu dipadati kaum duafa tersebut.&lt;br /&gt;Tradisi bagi-bagi angpao juga ada di gereja Katolik. Lewat siaran televisi nasional, kita bisa saksikan Uskup Pangkalpinang Mgr. Hilarius Moa Nurak SVD membagi-bagikan angpao setelah memimpin perayaan misa Tahun Baru Imlek 2560.&lt;br /&gt;Misa khusus untuk warga keturunan Tionghoa di Gereja Katolik Santo Petrus Lubukbaja, Batam itu berlangsung khidmat. Usai misa dilanjutkan dengan pembagin angpao kepada umat yang ikut merayakan misa Imlek.&lt;br /&gt;Syukuran atau doa agar di tahun yang baru kehidupan bisa lebih baik lagi, sebetulnya tidak hanya dilakukan warga Tionghoa yang Katolik saja, tapi semua warga Tionghoa. Tentu bentuknya macam-macam, sesuai agama dan kepercayaannya. Kalau yang Khonghucu mereka bakar hio di kelenteng, Budha bakar hio di vihara-vihara. Demikian juga dengan Tionghoa yang Islam, mereka pasti mensyukuran Imlek itu dengan caranya masing-masing.&lt;br /&gt;Sedangkan kehadiran naga dan barongsai itu adalah untuk tolak bala, mengusir roh-roh jahat agar tidak mengganggu keharmonisan hidup manusia. Gong Xi Fat Cai.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-1024130574333791252?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/1024130574333791252/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=1024130574333791252' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/1024130574333791252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/1024130574333791252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/01/mensyukuri-imlek.html' title='Mensyukuri Imlek'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SX7UrGvibeI/AAAAAAAAA_U/H8yG7DQ_bok/s72-c/Perayaan%2520Imlek%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-5369204892121916269</id><published>2009-01-23T17:38:00.000+07:00</published><updated>2009-01-23T17:39:47.008+07:00</updated><title type='text'>Ketika Hotel Penuh</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SXmeY6MBXcI/AAAAAAAAA9g/s9Q7zt-MyLg/s1600-h/imlek.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 152px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SXmeY6MBXcI/AAAAAAAAA9g/s9Q7zt-MyLg/s200/imlek.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294436987724455362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Tanto Yakobus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tahun ke tahun. Dari Imlek ke Imlek. Sepertinya sudah mentradisi masyarakat keturunan Cina yang hendak merayakan Imlek menyempatkan diri untuk pulang kampung. Dan bila mereka mudik, keluhannya satu. Susah mendapatkan penginapan. Semua hotel penuh. Mulai hotel berbintang hingga kelas melati.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tradisi mudik Imlek tersebut sudah berlangsung sejak lama. Bahkan sejak jaman Orde Baru—walau terjadi pelarangan terhadap aktivitas yang berbau Cina, masyarakat keturunan—yang menyebut dirinya—Tionghoa, yang berasal dari Singkawang dan Pontianak tetap merayakan Imlek di tengah keluarga mereka.&lt;br /&gt;Khsusus di Singkawang, sejak pekan lalu semua kamar hotel sudah penuh dipesan calon penghuni. Mereka tidak hanya datang dari Semarang, Jakarta dan Surabaya saja, tapi warga Singkawang yang merantau di Taiwan, Hong Kong dan Singapura balik kampung merasakan Imlek bersama keluarga.&lt;br /&gt;Maka tak heran, setiap Imlek di Singkawang selalu meriah. Masyarakat Tionghoa yang merantau pasti pulang kampung merayakan Imlek dan Cap Go Meh di kota kelahirannya.&lt;br /&gt;Kini perayaan Imlek dan Cap Go Meh menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi para turis baik lokal maupun manca negara. &lt;br /&gt;Dan kota yang menjadi tujuan mereka untuk bisa menyaksikan perayaan Imlek secara semarak dan meriah adalah Kota Singkawang. Sebab di kota Amoy itu tradisi perayaan Imlek selalu meriah dari tahun ke tahun.&lt;br /&gt;Kemeriahan perayaan yang menampilkan berbagai atraksi naga, barongsai dan tatung itu bisa menyedot perhatian ribuan bahkan jutaan pasang mata. &lt;br /&gt;Tapi sayang, momentum itu tidak dibarengi dengan infrastruktur pendukung, macam hotel dan berbagai bentuk penginapan lainnya.&lt;br /&gt;Hampir setiap Imlek kita mendengar keluhan kurangnya fasilitas hotel itu. Hunian hotel penuh. Tidak ada tempat penginapan. Akhirnya warga dengan sukarela menyediakan rumah mereka untuk dijadikan penginapan dadakan.&lt;br /&gt;Nah, bila peluang itu dikelola dengan baik, bukan saja mendatangkan keuntungan dari kunjungan wisatawan itu saja, tapi perekonomian masyarakat sekitar juga akan meningkat. Sebab laju perputaran uang di Kota Seribu Kelenteng itu semakin kencang, bersamaan dengan kencangannya tingkat kunjungan orang. Baik yang mudik Imlek maupun orang-orang yang sekedar datang menyaksikan atraksi naga, barongsai dan tatung itu. &lt;br /&gt;Peluang sudah di depan mata, tinggal kita apakah bisa menangkap peluang itu atau tidak. Entahlah. Gong Xi Fat Cai.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-5369204892121916269?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/5369204892121916269/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=5369204892121916269' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/5369204892121916269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/5369204892121916269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/01/ketika-hotel-penuh.html' title='Ketika Hotel Penuh'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SXmeY6MBXcI/AAAAAAAAA9g/s9Q7zt-MyLg/s72-c/imlek.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-3289917767819593147</id><published>2009-01-23T11:03:00.003+07:00</published><updated>2009-01-23T11:07:46.248+07:00</updated><title type='text'>Siti Nurrofiqoh, Pejaung Buruh</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SXlCDMrbhKI/AAAAAAAAA9Y/HQpIkX4-fE4/s1600-h/Fiqoh_lugu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 154px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SXlCDMrbhKI/AAAAAAAAA9Y/HQpIkX4-fE4/s200/Fiqoh_lugu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294335459661153442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Mbak Fiqoh" begitu ia disapa--adalah penjahit dan aktivis. Dia ketua umum Serikat Buruh Bangkit di Tangerang. Kerja sampingannya, di Yayasan Pantau, mengurus training serta mengerjakan kerja kantor. Dia juga sering merasa malu karena dulu kurang beruntung bisa sekolah macam kita. Mbak Fiqoh hanya lulusan sekolah dasar. Tapi kecerdasan dan ketrampilannya tak kalah dengan mereka yang lulus universitas.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;PENGANTAR: Pada tanggal 23 November 2006, saya bersama empat rekan redaktur (Nur Iskandar, Aleksander Mering, Yusriadi dan Hairul Mikrad) dipecat dari Harian Equator (Jawa Pos Grup) di Pontianak, karena dianggap partisan politik Dayak menjelang pilgub Kalbar (15 November 2007). Saya termasuk rajin mempublikasikan tokoh-tokoh tertentu diantaranya, M Akil Mochtar (kini Hakim Mahkamah Konstitusi), Cornelis (kini Gubernur Kalbar), yang masuk daftar blacklis di media tersebut. &lt;br /&gt;Usai dipecat, banyak tawaran kerja di beberapa media Jakarta (cetak dan elektronik). Tapi awal Januari 2007, saya lebih memilih belajar di Yayasan Pantau. Saya ingin mendalami tentang kepenulisan narasi di Pantau. Di Pantau, saya bertemu Siti Nurrofiqoh, salah seorang staf di kantor itu yang ceritannya jauh lebih buruk dari saya. Dia sudah 10 kali dipecat, karena membela kepentingan buruh.&lt;br /&gt;"Mbak Fiqoh" begitu ia disapa--adalah penjahit dan aktivis. Dia ketua umum Serikat Buruh Bangkit di Tangerang. Kerja sampingannya, di Yayasan Pantau, mengurus training serta mengerjakan kerja kantor. Dia juga sering merasa malu karena dulu kurang beruntung bisa sekolah macam kita. Mbak Fiqoh hanya lulusan sekolah dasar. Tapi kecerdasan dan ketrampilannya tak kalah dengan mereka yang lulus universitas.&lt;br /&gt;Jumat (23/1) pagi, saya sengaja datang awal ke kantor cek email. Sudah menjadi kebiasaan, saya tidak pernah melewatkan setiap email Mas Andreas Harsono, sementara yang lain termasuk spam kadang saya abaikan dan tidak membukanya sama sekali. Dan beruntung sekali pagi itu saya menemukan tulisan Mbak Figoh yang menurut saya sangat luar biasa untuk ukuran Mbak Figoh. Dia bercerita tentang tahun baru dan kesepian. Dia gundah dengan usianya yang semakin tinggi, belum mendapatkan tambatan hati. &lt;br /&gt;Terima kasih Mas Andreas telah melemparkan tulisan Mbak Figoh ke milis Komunitas Pantau. Tuliasn itu saya publikasikan kembali di blog saya agar bisa berbagai dengan rekan-rekan di Borneo Raya ini. Selamat membaca!&lt;br /&gt;Salam, Tanto Yakobus&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Tahun Baru Kali Ini&lt;br /&gt;Oleh Siti Nurrofiqoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu. Ia terus bergulir tanpa seorang pun mampu mencegahnya. Pelan namun&lt;br /&gt;pasti, masa hidup manusia terlewati dalam keniscayaan. Siapapun tak bisa&lt;br /&gt;menawar. Maka seharusnya, ia begitu berharga.&lt;br /&gt;Banyak manusia merasa resah, ketika menyadari setengah abad masa hidupnya&lt;br /&gt;terlewati. Banyak yang merasa tak rela, ketika pertambahan usia, memberi&lt;br /&gt;gelar tua. Mereka menghibur diri untuk tetap merasa muda, dan kadang&lt;br /&gt;menjadi sensitif tatkala sebuah panggilan menyadarkan usia yang&lt;br /&gt;sebenarnya. Jika mungkin, waktu ingin diputar kembali.&lt;br /&gt;Namun, dalam ruang yang lain, banyak manusia yang dengan kesadaran,&lt;br /&gt;berharap agar waktu cepat berlalu. Jam serasa melaju sangat lamban. Di&lt;br /&gt;pagi hari mendamba datangnya siang, di siang hari mengharap segera sore,&lt;br /&gt;lalu datang malam, dimana jam kerja berakhir.&lt;br /&gt;Ratusan, bahkan ribuan manusia, berada dalam keadaan yang bukan atas&lt;br /&gt;pilihannya. Bergelumut kepulan debu, berbaur bersama bulu-bulu. Amisnya&lt;br /&gt;bulu asli, masih terasa lebih baik dibanding bulu buatan. Mereka bilang,&lt;br /&gt;bulu buatan, kimianya tajam untuk paru-paru.&lt;br /&gt;Cepatlah siang, cepatlah sore, cepatlah datang malam, agar segera pulang.&lt;br /&gt;Segera tinggalkan kepulan debu-debu dan bau amisnya bulu-bulu. Itulah&lt;br /&gt;harapan di balik mulut-mulut bermasker. Setiap bulu-bulu dijejalkan ke&lt;br /&gt;dalam jaket, setiap kali pula debu masuk ke pernafasannya. Sesak. Itulah&lt;br /&gt;salah satu proses pembuatan jaket yang didesain untuk negara bermusim&lt;br /&gt;gugur. Amerika, Jepang, Korea, Canada dan lainnya.&lt;br /&gt;Sebagian lagi, diapit dinamo mesin-mesin, berpacu dengan kecepatan&lt;br /&gt;langkah-langkah jarum, yang kalau patah akan memercikkan api, akibat&lt;br /&gt;panasnya gesekan tanpa henti. Mata temanku, menjadi cacat karenanya. Namun&lt;br /&gt;menjalankan mesin jahit masih lebih beruntung dibanding mesin lobang&lt;br /&gt;kancing yang pisau tajamnya bisa membelas telapak tangan. Sudah banyak&lt;br /&gt;korban, dan aku berdoa agar jangan sampai memegang mesin itu. Yah, doa&lt;br /&gt;yang tamak. Masih saja, aku memikirkan keselamatan diri sendiri dan&lt;br /&gt;membiarkan yang lain untuk ditumbalkan.&lt;br /&gt;Atap terbuat dari seng tanpa plafon, memancarkan hawa panas diterpa sinar&lt;br /&gt;matahari. Ditambah dinamo mesin-mesin dan lampu-lampu pabrik yang&lt;br /&gt;tergantung rendah di atas kepala, membuat tubuh terus mengucurkan&lt;br /&gt;keringat. Sapu tangan dalam aneka warna, (selampek, kami menyebutnya) ,&lt;br /&gt;menempel di di atas kepala. Maksudnya untuk melindungi panas, meski uap&lt;br /&gt;basahnya terasa mendidih menetes di kulit.&lt;br /&gt;Setiap detik, desing mesin berbaur dengan teriakan demi teriakan mandor.&lt;br /&gt;Dari tanganku harus selalu melahirkan karya, yang disebut produksi.&lt;br /&gt;Kerah-kerah terpasang, manset tersambung, saku tertempel. Tidak boleh&lt;br /&gt;meleset selangkah jarum pun, tidak boleh miring barang semili pun. Semua&lt;br /&gt;harus sesuai standar merk ternama berkualitas internasional. Levi Strauss.&lt;br /&gt;Nike. Adidas..&lt;br /&gt;Begitulah kulewati siangku. Memikirkan targetnya, kualitasnya,&lt;br /&gt;komponennya, menjadi bagian mimpi malamku. Temanku yang sudah bersuami,&lt;br /&gt;sering kehilangan nafu berhubungan badan dengan suaminya, karena&lt;br /&gt;pikirannya terganggu. Dalam mimpinya ia memncari-cari komponen baju yang&lt;br /&gt;belum ketemu. Ia pun terbangun, berjalan sambil menyebut-nyebut barang&lt;br /&gt;itu. Paginya, ia panggil kedua anaknya yang lucu-lucu, Kelvin dan Felix&lt;br /&gt;dengan nama komponen baju.&lt;br /&gt;Semua untuk uang. Yah, uang. Tidak yang lain. Aku perlu makan. Makan pagi&lt;br /&gt;agar bisa bekerja hingga siang. Makan siang, untuk mengganjal perutku&lt;br /&gt;ketika sarapan pagiku sudah tergerus hingga jam duabelas saat sirene&lt;br /&gt;menjerit-jerit tanda istirahat. Dan untuk melanjutkan pekerjaanku hingga&lt;br /&gt;malam hari.&lt;br /&gt;Selain nasi, bakwan dan ubi rebus menjadi makananku, juga teman-temanku.&lt;br /&gt;Seribu dapat tiga potong. Temanku yang latah, mulutnya sering reflek&lt;br /&gt;berdoa buat si mamang pedagang ubi. Ia tak bisa membayangkan jika si&lt;br /&gt;mamang absen berjualan. Melihat gerobaknya di depan gerbang, ada kelegaan&lt;br /&gt;tersendiri.&lt;br /&gt;Ribut-ribut kecil terjadi ketika tangan-tangan tak sabaran mengerubuti&lt;br /&gt;gerobak. Semua ingin memilih. Lalu, tangan-tangan gemetar segera&lt;br /&gt;membelah-belah ubi panas yang masih mengepulkan asap. Gumpalan-gumpalan&lt;br /&gt;besar segera berdesakan melewati tenggorokan, membuat muka-muka besemburat&lt;br /&gt;merah. Urat-urat besar menyembul di kiri-kanan leher seperti belut&lt;br /&gt;sersesat di dalam kulit. Sesaat, ada kepuasan yang seolah totalitas.&lt;br /&gt;Ada suatu masa, ternyata hidup tidak hanya sekedar mengisi perut. Naluriah&lt;br /&gt;keperempuananku merasa butuh tampilan yang lain, untuk seorang laki-laki&lt;br /&gt;di pertigaan jalan yang selalu menjumpaiku setiap sore, kadang juga malam.&lt;br /&gt;Di sanalah ia menunggu. Dan hati kecilku kadang mengutuk seragamku. Hem&lt;br /&gt;gomrong dan celana begi, yang menyembunyikan keindahan tubuhku.&lt;br /&gt;Seandaninya saja, aku bisa memakai celana model cantik buatanku itu Aku&lt;br /&gt;berkhayal. Entah ini disebut manusiawi atau ambisi. Merk mahal, katanya&lt;br /&gt;bisa menaikkan gengsi pemakainya. Apa lagi disaat jatuh cinta begini.&lt;br /&gt;Tapi, toh aku tak bisa memakainya. Ia segera menjadi sesuatu yang asing&lt;br /&gt;ketika terpajang di outlet mall-mall ternama. Aku hanya mendapati&lt;br /&gt;debu-debunya yang masuk dipernafasan, lekat di pori-pori kulitku, dan&lt;br /&gt;menempel di bajuku hingga terbawa masuk ke kontrakan.&lt;br /&gt;Berkali-kali kakiku selalu menyambangi outlet barang terebut setiap kali&lt;br /&gt;aku ke mall untuk mencari obralan kebutuhan kamar mandi. Berkali-kali&lt;br /&gt;kudekati karton bertulsikan discount 30  50%. Tapi, masih saja, tak&lt;br /&gt;kurang dari 200 ribu. Jelas, tak terjangkau oleh isi kantongku.&lt;br /&gt;Kini usiaku sudah 30 tahun. Berarti, sudah 13 tahun kuhabiskan umurku di&lt;br /&gt;pabrik itu. Ada kegelisahan lain, ketika rasa ngilu mulai menjalari di setiap&lt;br /&gt;persendian. Badan mudah lelah. Kepala sering pusing. Badanku gampang sakit&lt;br /&gt;sekarang.&lt;br /&gt;Keresahan lain, ketika kusadari, selama di perantauan tak ada hasil yang&lt;br /&gt;bisa kusimpan. Gaji demi gaji yang kuterima setiap bulan, sekedar menjadi&lt;br /&gt;jembatan ringkih untuk mengantarkan nafas demi nafas menyambung hidup&lt;br /&gt;dalam setandar KHL (Kebutuhan Hidup Layak) menurut pemerintah yang aku tak&lt;br /&gt;paham. Yang kutahu, betapa pusing memutar otakku untuk membelanjakan uang&lt;br /&gt;agar makan tak lebih dari sepuluh ribu sehari. Tapi nasi sayur dan tempe&lt;br /&gt;orek di warteg sudah empat ribu lima ratus. Itu artinya, aku hanya perlu&lt;br /&gt;makan dua kali. Teman-teman bilang, belum gajian pusing, sudah gajian&lt;br /&gt;bingung.&lt;br /&gt;Sesekali aku masih ke mall. Untuk mencari sabun atau shampo yang&lt;br /&gt;berbandrol beli lima gratis 1. Temanku sering memasukkan apel merah dan&lt;br /&gt;buah kiwi. Awalnya aku ternganga dibuatnya. Ia hanya tersenyum, dan&lt;br /&gt;barang-barang itu segera keluar dari keranjang menjelang antrian di kasir.&lt;br /&gt;Sesekali juga hatiku, mungkin lebih tepat egoku, tiba-tiba memberontak.&lt;br /&gt;Saat itu tanganku memegang sebuah gaun. Bahan halus berbandrol Rp 129.000.&lt;br /&gt;Dan aku ingin memilikinya. Meski hati berkata tak mungkin, tetap saja&lt;br /&gt;kubawa baju itu memasuki kamar pas. Dan memang batapa luwesnya baju itu&lt;br /&gt;membalut tubuhku. Rasanya, aku semakin anggun saja. Namun akhirnya,&lt;br /&gt;senyuman hambar mengiringi gaun warna biru itu terayun lagi di tempatnya&lt;br /&gt;semula.&lt;br /&gt;Minggu berikutnya aku keturutan memakai model itu. Banyak teman memgagumi,&lt;br /&gt;modis juga meski imitasi. Dan warnanya memudar oleh diterjen di bak&lt;br /&gt;pencucian. Namun ia telah berjasa dalam kencanku yang pertama. Untung saat&lt;br /&gt;kupakai cuaca sedang berpihaak denganku. Cuaca baik-baik saja. Tidak turun&lt;br /&gt;hujan.Ya, tetap saja beruntung.&lt;br /&gt;Minggu depan, kontrakan harus dibayar. Semoga, gajiku di pabrik tidak&lt;br /&gt;ditunda. Kontrakan bisa membuatku menemukan wilayah pribadi. Kebutuhan&lt;br /&gt;akan ini, sangat terasa ketika aku harus nebeng ke sana kemari saat jadi&lt;br /&gt;pangangguran tanpa tempat tinggal. Ketika itu, kebutuhan fisik, tak lagi&lt;br /&gt;menjadi hal penting. Saat itu, bahkan serasa tak berhak atas diri sendiri.&lt;br /&gt;Makan nasi, seperti makan duri.&lt;br /&gt;Aku butuh ruang. Yang penting, bisa untuk berbaring. Aku butuh ruang, agar&lt;br /&gt;ada tempat menaruh barang-barang, tak mengganggu orang lain untuk berbagi&lt;br /&gt;ruang. Sama-sama merasa tak nyaman.&lt;br /&gt;Di bawah atapnya, dibalik pintunya, kudapatkan duniaku. Dunia yang, semua&lt;br /&gt;terserah aku. Dunia yang, menyimpan rapi lapar dan kenyangku, dan aku tak&lt;br /&gt;perlu malu. Dunia, yang kadang bisa sepi kadang juga full musik seharian&lt;br /&gt;jika sedang datang bahagia. Di balik pintu tertutupnya, aku bebas&lt;br /&gt;mondar-mandir, bergerak tanpa komando atau perintah mandor. Setiap saat&lt;br /&gt;bisa kubuka dan kututup pintunya, tak perlu menghitung detik menunggu bel&lt;br /&gt;berbunyi.&lt;br /&gt;Memang tak sepenuhnya. Kadang ada ribut-ribut dari sebelah kanan tetangga,&lt;br /&gt;istri dihajar suami, atau jeritan anak minta jajan dihajar ibunya. Selalu&lt;br /&gt;saja ada yang namanya toleransi. Tentu, aku harus matikan TV.&lt;br /&gt;Besok, kuharus bekerja lagi. Target sudah menunggu. Kontainer sudah&lt;br /&gt;terparkir di lokasi pabrik. Saat-saat ekspor adalah saat paling penting,&lt;br /&gt;lebih tepatnya genting. Apalagi menjelang libuaran. Pabrik tak mau rugi&lt;br /&gt;akibat target ekspor tak terpenuhi.&lt;br /&gt;Buruh tidak boleh sakit, apalagi anak, suami, lebih-lebih kalau hanya&lt;br /&gt;orang tua. Mati juga bukan hal yang penting, apalagi kalau masih sekarat.&lt;br /&gt;Di luar sana, masih banyak lulusan baru yang masih segar-segar dan tak&lt;br /&gt;menuntut. Begitu kata mandorku berulang kali, setiap hari, seperti robot&lt;br /&gt;yang kekurangan program.&lt;br /&gt;Dan tetangga line-ku, seorang kawan tersungkur di mesinnya, dengan darah&lt;br /&gt;segar menyembur dari tenggorokannya, akibat tak mempedulikan rasa sakit&lt;br /&gt;yang dideritanya.&lt;br /&gt;Kepanikan tergambar di wajah mandor. Ia segera mengamankan korban, mencari&lt;br /&gt;pengganti agar proses produksi tak terhenti. Kali itu, kusaksikan&lt;br /&gt;kesadaran nurani kemanusiaannya tampil secara utuh. Namun segera saja&lt;br /&gt;salah tingkah lebih dominan. Dari upaya menyelamatkan korban dan sikap tak&lt;br /&gt;mau dipersalahkan saling mendesak ingin didahulukan, menyentak kesadaran.&lt;br /&gt;Kegoyaahan yang sempat tak terkontrol segera diraih dengan bersikap&lt;br /&gt;wibawa, agar bawahan tidak bersakwa sangka. Padahal bawahan tahu, bahwa&lt;br /&gt;mereka juga korban dalam kadar yang berbeda.&lt;br /&gt;Di suatu sore menjelang pergantian tahun, melalui televisi kulihat&lt;br /&gt;penggalan tanyangan persiapan para presenter menyambut tahun baru. Di&lt;br /&gt;Monas, di Lippo Karawaci dan di mall-mall besar terlihat semarak menyambut&lt;br /&gt;perayaan itu. Usiaku kini sudah 32 tahun. Akankah hidup terus begini?&lt;br /&gt;Pemikiran itu tiba-tiba menyeruak di benakku tanpa kendali. Baru kusadari,&lt;br /&gt;urat-urat besar bertonjolan pada tangan dan kaki. Asam urat sudah mulai&lt;br /&gt;menjelajah tubuhku.&lt;br /&gt;Kudekatkan diri pada tembok. Kuambil benda yang sudah lama tak ingin&lt;br /&gt;kumelihatnya berlama-lama. Sebuah wajah menyembul muram dicermin kusam&lt;br /&gt;penuh debu. Kucoba kerlingkan mata mengenang masa mudaku, namun begitu&lt;br /&gt;beku. Pasangan? Kapan mencarinya? Minggu pun, kalau harus lembur tak bisa&lt;br /&gt;menentang. Kuhitung uang dalam dompet plastik, tinggal lembar-lembar&lt;br /&gt;ribuan menunggu saat gajian.&lt;br /&gt;Ah. Selalu saja begini. Kuusap kepala kodok dari bahan lempung. Itu&lt;br /&gt;celenganku. Kuterka jumlahnya. Tak mencapai 300 ribu. Apa yang kupunya?&lt;br /&gt;Bagaimana jika aku sakit dan harus opname? Bagaimana jika aku punya suami&lt;br /&gt;dan melahirkan caesar? Aku tak bisa berpikir, membayangkan pun tak berani.&lt;br /&gt;Tiba-tiba di hadapanku, bayangan kerumunaan orang berdesakan. Wajah-wajah&lt;br /&gt;lusuh dibalik bedak menornya. Bedak tebal dalam sapuan kasar dari kosmetik&lt;br /&gt;murahan, bibir biru dibalik lipstik gocengan. Rasanya baru kemarin&lt;br /&gt;kusaksikan wajah segarnya, ketika kami sama-sama menunggu di pintu&lt;br /&gt;gerbang, ketika sama-sama menceritakan tempat asal dan tahun lulusan,&lt;br /&gt;sambil harap cemas menunggu panggilan, sebelum akhirnya sama-sama&lt;br /&gt;menyandang gelar buruh pabrik.&lt;br /&gt;Di pabrik itulah duniaku, dunia kami. Dunia yang, sejauh mata memandang,&lt;br /&gt;hanya terlihat tembok-tembok tebal. Dunia dimana, kuhabiskan waktu untuk&lt;br /&gt;berproduksi.&lt;br /&gt;Datangnya pagi, seringkali menjadi momok yang tak dikehendaki.&lt;br /&gt;Bertambahnya waktu, seolah bukan sebuah anugerah lagi. Apa arti kehidupan&lt;br /&gt;ini? Aku tak mengerti..&lt;br /&gt;Di televisi, presenter muda mulai menyapa pemirsa. Happy New Year, Heppy&lt;br /&gt;New Year! Gebyar kembang api berpendaran di udara dalam aneka warna.&lt;br /&gt;”Selamat Tahun Baru 2009....! Yeee!”. Ya, malam ini tahun sudah berganti.&lt;br /&gt;Tapi sepertinya, tak akan ada yang berubah.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Desember 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-3289917767819593147?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/3289917767819593147/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=3289917767819593147' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/3289917767819593147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/3289917767819593147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/01/siti-nurrofiqoh-pejaung-buruh.html' title='Siti Nurrofiqoh, Pejaung Buruh'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SXlCDMrbhKI/AAAAAAAAA9Y/HQpIkX4-fE4/s72-c/Fiqoh_lugu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-7415729467558751783</id><published>2009-01-22T17:22:00.002+07:00</published><updated>2009-01-22T17:32:40.217+07:00</updated><title type='text'>124.829 Orang Pemilih di Kabupaten Sekadau</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SXhJWgz3EFI/AAAAAAAAA9Q/10afwupomc4/s1600-h/Demokrat+yes!.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 73px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SXhJWgz3EFI/AAAAAAAAA9Q/10afwupomc4/s200/Demokrat+yes!.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294062013087420498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Tanto Yakobus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadwal pelaksanaan pemilu 2009 sebagaimana diatur dalam Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) nomor 20 Tahun 2008, mesti dilakukan tahapan-tahapan pemilu, seperti diantaranya, penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di tingkat kabupaten/ kota se-Indonesia. Dan untuk Kabupaten Sekadau, DPT telah ditetapkan pada 10 Oktober 2008 lalu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menindaklanjuti hasil keputusan tersebut, KPU Kabupaten Sekadau sudah menetapkan 124.729 orang sebagai DPT di kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Sanggau tersebut pada pemilu 2009 mendatang. &lt;br /&gt;Rinciannya adalah sebagai berikut, pemilih yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 64.387 orang, sementara pemilih berjenis kelamin perempuan sebanyak 60.442 orang.&lt;br /&gt;Daftar pemilih tersebut tersebar di tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Nanga Mahap 15.521 pemilih dengan 52 TPS, Nanga Taman 17.612 pemilih dengan 56 TPS, Sekadau Hulu 17.495 pemilih dengan 60 TPS, Seladau Hilir 38.647 orang pemilih dengan 113 TPS, Belitang Hilir 13. 889 orang pemilih dengan 59 TPS, Belitang 8.075 pemilih dengan 26 TPS dan Kecamatan Belitang Hulu 13.590 orang pemilih dengan 53 TPS. &lt;br /&gt;Ketua KPU Kabupaten Sekadau, Subandrio, menjelaskan, proses penetapan pendaftaran pemilih hingga pada penetapan daftar pemilih tetap sudah dilakukan melalui proses yang panjang dan sudah mengkikuti prosedur sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang nomor 10 Tahun 2008 tersebut. &lt;br /&gt;Termasuk soal proses pendaftran pemilih lanjut Suban sebelumnya diawali dengan penyerahan daftar penduduk potensial pemilih pemilu 2009 atau DP4. &lt;br /&gt;"Untuk daerah Kabupten Sekadau sendiri diserahkan langsung oleh Bupati Sekadau, Simon Petrus, pada tanggal 5 April 2008 yang lalu,” jelas mantan aktivitas mahasiswa itu. &lt;br /&gt;Lebih lanjut Suban mengatakan, setelah menerima daftra tersebut dari bupati, KPU langsung membentuk lembaga penyelenggara seperti PPS dan PPK dan petugas pemuktahiran data pemilih/ PPDP. Proses pemuktahiran tersebut diangkat melalui 419 TPS yang ada di Kabupaten Sekadau. &lt;br /&gt;"Data itu selanjutnya dimuktahirkan oleh petugas pemuktahiran, termasuk mencoret nama-nama yang sudah meninggal, pindah alamat, atau sudah tidak memenuhi syarat sebagai pemilih  serta memasukkan nama-nama yang sudah memenuhi syarat, akan tetapi belum terdaftar di dalam daftar penduduk potensial pemilih pemilu 2009," papar Suban menjelaskan.    &lt;br /&gt;Selanjutnya kata Suban, daftra pemilih yang sudah disampaikan ini, merupakan daftar yang sudah valid. &lt;br /&gt;"Kami berharap bahwa daftar pemilih tersebut sudah valid dan semua masyarakat yang sudah memenuhi syarat terdaftar sebagai pemilih, karena kita dalam pendataan pemilih sudah melibatkan semua pihak termasuk partai politik," kata Subandrio.□&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-7415729467558751783?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/7415729467558751783/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=7415729467558751783' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7415729467558751783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7415729467558751783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/01/124829-orang-pemilih-di-kabupaten.html' title='124.829 Orang Pemilih di Kabupaten Sekadau'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SXhJWgz3EFI/AAAAAAAAA9Q/10afwupomc4/s72-c/Demokrat+yes!.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-7312895073705694420</id><published>2009-01-19T15:22:00.001+07:00</published><updated>2009-01-19T15:25:21.099+07:00</updated><title type='text'>Free Trade Zone</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SXQ44OyIgqI/AAAAAAAAA84/FeIprDxnr0s/s1600-h/Free+Trade+Zone+Batam.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SXQ44OyIgqI/AAAAAAAAA84/FeIprDxnr0s/s200/Free+Trade+Zone+Batam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292918000759374498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Tanto Yakobus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin (19/1) kemarin, Presiden SBY meresmikan kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ) di kawasan Pantai Coastarina, Batam.&lt;br /&gt;Dengan diresmikannya FTZ tersebut diharapkan dapat menjadi pilar perkembangan kawasan ekonomi dunia baru di Asia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan kawasan perdagangan bebas yang meliputi Batam, Bintan dan Karimun (BBK) tersebut, sangat memungkinkan menjadikan daerah itu sebagai kekuatan ekonomi baru di dunia.&lt;br /&gt;Pilihan BBK menjadi kawasan perdagangan bebas, karena ketiga pulau itu memiliki letak geografis yang strategis di jalur perdagangan Indonesia. Kedepan diharapkan BBK dapat menjadi "pintu gerbang" masuknya investasi luar negeri, sentra industri dan pusat pelayanan lalu lintas kapal. &lt;br /&gt;Untuk meningkatkan perkembangan kawasan perdagangan bebas BBK, pemerintah Indonesia juga melakukan kerja sama dengan pemerintah Singapura. &lt;br /&gt;Terus bagi kita di Kalimantan Barat, kita juga boleh bermimpi membuat kawasan perdagangan bebas. Dan lokasi yang sangat memungkinkan dijadikan kawasan perdagangan bebas di Kalbar adalah Entikong.&lt;br /&gt;Bila FTZ di BBK mengandalkan pelabuhan laut sebagai kekuatan utamanya, maka Entikong lebih mengandalkan pelabuhan darat sebagai kekuatannya. Sekarang tinggal apakah kita mau atau tidak. Itu saja.&lt;br /&gt;Modal kita, jalan darat sudah menembus tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia dan Brunai Darussalam. &lt;br /&gt;Peluang Entikong dijadikan FTZ di Kalbar, sama besarnya seperti Batam. Sebab disitu bisa dijadikan pintu masuk investasi luar negeri, baik ke Kalbar maupun Kalteng—lewat jalur Trans Kalimantan kelak.&lt;br /&gt;Walau belum ditetapkan sebagai kawasan perdagangan bebas, tapi praktik di Entikong sebetulnya sudah menjurus ke sana. Sebab lalu lintas barang dan orang semakin hari intensitasnya semakin tinggi. &lt;br /&gt;Lalu lintas orang dan barang itu bukan hanya untuk tujuan Indonesia-Malaysia saja, tapi Indonesia-Malaysia-Brunai.&lt;br /&gt;Bila Jalan Trans Kalimantan kondisinya mulus, maka prospek kemajuan ekonomi masyarakat juga semakin meningkat. Sebab barang produksi masyarakat bisa langsung dijual ke luar negeri lewat FTZ Entikong kelak.&lt;br /&gt;Sekarang tinggal keuletkan kita dan kemauan pemerintah daerah menjadikan Entikong sebagai kawasan perdagangan bebas di Kalimantan. Bila mimpi itu terwujud, maka bisa jadi lebih maju dari FTZ di kawasan BBK. &lt;br /&gt;Tentu untuk mendukung FTZ di Entikong itu, perlu kepedulian semua pihak. Terutama pihak swasta dan dunia usaha harus berbenah, mulai dari perusahaan yang bergerak di biro perjalanan hingga perusahaan ekspor-inpor. Tentu dukungan pemerintah daerah sangat diperlukan, terutama terkait perizinan yang tidak berbelit-belit. Bila kondisinya sudah siap, maka pemerintah pusat akan melihatnya apakah layak atau tidak kawasan Entikong itu dijadikan kawasan perdagangan bebas di Kalimantan. Semoga! &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-7312895073705694420?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/7312895073705694420/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=7312895073705694420' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7312895073705694420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7312895073705694420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/01/free-trade-zone.html' title='Free Trade Zone'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SXQ44OyIgqI/AAAAAAAAA84/FeIprDxnr0s/s72-c/Free+Trade+Zone+Batam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-7375065593639538243</id><published>2009-01-16T17:01:00.001+07:00</published><updated>2009-01-16T17:04:07.898+07:00</updated><title type='text'>Mengapa Harga Sembako Tak Turun?</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SXBbjTtfWsI/AAAAAAAAA8w/N2aXd4BQ23I/s1600-h/Pasar+pagi+Sungai+Pinyuh.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SXBbjTtfWsI/AAAAAAAAA8w/N2aXd4BQ23I/s200/Pasar+pagi+Sungai+Pinyuh.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291830224304954050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Tanto Yakobus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar sejak tanggal 15 Januari lalu, ternyata tidak berpengaruh terhadap harga kebutuhan pokok masyarakat.&lt;br /&gt;Bahkan menjelang tahun baru Imlek ini, harga kebutuhan pokok cenderung naik. Padahal ini kali ketiga Pemerintah SBY-JK menurunkan harga BBM.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penurunan pertama pada 1 Desember 2008 dimana harga BBM semula Rp6.000 per liter turun menjadi Rp5.500, dan tanggal 13 Desember diturunkan lagi menjadi Rp5.000. Terakhir pada tanggal 15 Janurai, baik premium maupun solar turun menjadi Rp4.500 per liter. &lt;br /&gt;Namun penurunan premium dan solar tersebut tidak diikuti dengan penurunan harga sembako. Harusnya para pengusaha merespon penurunan BBM tersebut dengan menurunkan harga bahan kebutuhan pokok masyarakat tersebut.&lt;br /&gt;Sebelumnya masyarakat mengeluhkan melambungnya harga sembako karena pemerintah menaikkan harga BBM. Sudah menjadi bahasa ”pasar” bahwa bila BBM naik, maka sembako otomatis naik pula.&lt;br /&gt;Sekarang kita patut bertanya pula kepada para pengusaha, pedagang maupun pengecer. Mengapa ketika harga BBM diturunkan tidak diikuti dengan penurunan harga sembako di pasaran?&lt;br /&gt;Sebab logikanya, biaya produksi maupun transportasi sudah turun. Kok kenapa harga sembako masih mahal?&lt;br /&gt;Tentu pertanyaan tersebut tidak mudah menjawabnya. Banyak faktor yang dikemukakan para pengusaha. Lagian mana ada pengusaha yang mau rugi? Namanya juga pengusaha, pasti mengejar keuntungan. Kita masyarakat hanya bisa mengeluh dan mengeluh. Dan giliran yang disalahkan pastilah pemerintah.&lt;br /&gt;Sebetulnya pemerintah sudah sangat membantu. Bukan hanya BBM yang diturunkan, tapi juga taraf dasar listrik (TDL). Tujuannya, jelas membantu masyarakat golongan ekonomi lemah. &lt;br /&gt;Tapi sayang, kebijakan pemerintah tersebut tidak diikuti para pengusaha, asosiasi maupun pelaku ekonomi lainnya. Seperti ongkos angkutan, walau pemerintah sudah minta diturunkan, namun pengusaha angkutan yang tergabung dalam Organda masih keberatan. Alasan spare part mahal. &lt;br /&gt;Bila kebijakan pemerintah tidak diikuti para pengusaha, maka sama saja memberatkan masyarakat. Padahal butuh BBM dalam jumlah besar adalah para pengusaha tadi. Merekalah yang menikmati kebijakan itu. &lt;br /&gt;Singkat kata, apa pun kebijakan pemerintah yang menikmati keuntungannya selalu para pengusaha, sedangkan masyarakat selalu menjadi korban ketidakadilan itu.&lt;br /&gt;Kondisi ekonomi yang belum stabil akibat krisis global ini, harusnya para pengusaha punya hati nurani. Menyikapi kebijakan pemerintah dengan menurunkan harga sembako. Sebab yang menentukan harga sembako adalah pasar. Dan pasar itu dikuasai pengusaha dan kalangan industri. &lt;br /&gt;Hemat kita, dengan turunnya harga BBM, akan mampu menekan kenaikan harga barang akibat mahalnya distribusi atau biaya angkut dari daerah asal bahan baku ke daerah pemasaran. &lt;br /&gt;Tapi itu hanya teori di atas meja. Lihat saja harga di pasaran, tetap saja mahal. Terlebih menjelang Imlek ini. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-7375065593639538243?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/7375065593639538243/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=7375065593639538243' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7375065593639538243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7375065593639538243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/01/mengapa-harga-sembako-tak-turun.html' title='Mengapa Harga Sembako Tak Turun?'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SXBbjTtfWsI/AAAAAAAAA8w/N2aXd4BQ23I/s72-c/Pasar+pagi+Sungai+Pinyuh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-6784578756852765791</id><published>2009-01-15T15:41:00.001+07:00</published><updated>2009-01-15T15:46:44.825+07:00</updated><title type='text'>Bupati Sekadau Terima Award</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SW735_A0i_I/AAAAAAAAA8Q/Dv_fGSbKUWg/s1600-h/Award-Simon+Petrus+(2).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SW735_A0i_I/AAAAAAAAA8Q/Dv_fGSbKUWg/s200/Award-Simon+Petrus+(2).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291439187746393074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Hentakun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati Sekadau, Simon Petrus, menerima award kategori perorangan dari Hotel Gajahmada Pontianak, yang diserahkan langsung General Manager Hotel Gajahmada  Suhaili, disaksikan Wakil Pimpinan Redaksi Borneo Tribune, Tanto Yakobus, bertempat di G-lounge Hotel Gajahmada, Selasa (13/1) lalu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Suhaili, penghargaan tersebut, sedianya diserahkan waktu peresmian Hotel Gajahmada dan Peony, naik status menjadi Hotel Bintang Tiga, Jumat (9/1), namun waktu itu, Bupati menghadiri perayaan Natal para Bupati dan Uskup se-Kalbar di Sintang bersama Gubernur Kalbar, Cornelis. &lt;br /&gt;Pemberian award atau penghargaan ini juga tak terlepas dari kesetiaan Simon Petrus yang setia menggunakan jasa Hotel Gajahmada sebagai tempatnya menginap maupun acara-acara bupati lainnya.&lt;br /&gt;Simon Petrus, tidak menduga akan menerima award tersebut. Dia mengaku senang karena tidak terbayangkan sebelumnya. &lt;br /&gt;Memang, kata Simon Petrus dirinya maupun keluarga baik sebelum dan setelah menjadi Bupati Sekadau, tetap memilih Hotel Gajahmada sejak awal, karena senang dengan sistem manajemen yang mengutamakan pelayanan. Dalam hal kenyamanan dan keamanan juga diutamakan, selain itu, Hotel Gajahmada unik karena merekrut tenaga lokal, dan adanya keterpaduan antara pejabat struktural hotel. &lt;br /&gt;“Saya tertarik dengan hal ini, saya merasa terlayani di sini, selama saya di sini belum ada keluhan,” ungkap Simon.&lt;br /&gt;Simon Petrus juga mengucapkan selamat kepada manajemen Hotel Gajahmada dan Peony yang sudah menjadi Hotel Bintang Tiga, dan berharap menjadi motivasi positif dan menjalankan fungsi pelayanan yang lebih baik lagi.&lt;br /&gt;Selain itu, Simon mengatakan bahwa dipilihnya Hotel Gajahmada sebagai tepat penginapan dia dan keluarganya karena letaknya strategis, yakni berada tepat di jantung kota. “Jadi kalau kita perlu makan misalnya, banyak sekali pilihan dan dekat-dekat,” katnaya.&lt;br /&gt;Kembali Suhaili menjelaskan, sebetulnya yang menerima award tersebut, bukan hanya Bupati Simon Petrus, tapi juga ada badan usaha, pejabat maupun organisasi. “Kepada mereka itu, telah diserahkan pada malam syukuran kemarin. Sedangkan Pak Simon hanya dibaca saja dan sekarang menyerahkannya,” jelasnya lagi.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-6784578756852765791?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/6784578756852765791/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=6784578756852765791' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/6784578756852765791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/6784578756852765791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/01/bupati-sekadau-terima-award.html' title='Bupati Sekadau Terima Award'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SW735_A0i_I/AAAAAAAAA8Q/Dv_fGSbKUWg/s72-c/Award-Simon+Petrus+(2).JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-1884245595959065904</id><published>2009-01-15T15:29:00.002+07:00</published><updated>2009-01-15T15:39:58.385+07:00</updated><title type='text'>Kabinet ‘Pelangi’ Cornelis</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SW71ms4dNDI/AAAAAAAAA8I/dUNtvo4iLdA/s1600-h/Pelantikan+Ekselon+II+Foto+Lukas.jpg.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 127px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SW71ms4dNDI/AAAAAAAAA8I/dUNtvo4iLdA/s200/Pelantikan+Ekselon+II+Foto+Lukas.jpg.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291436657438700594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Tanto Yakobus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur Kalbar, Cornelis, konsisten dengan janjinya. Beberapa saat usai dilantik sebagai Gubernur Kalbar pada 14 Januari 2008 lalu, Cornelis mengatakan, tidak akan melakukan perombakan terhadap struktur organisasi perangkat daerah (SOPD) dengan alasan memberikan kesempatan satu tahun kepada para pejabat menyelesaikan tugas-tugasnya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu satu tahun itu pula, akan dilakukan pemantauan apakah yang bersangkutan profesional atau tidak dalam bekerja. Sebab Cornelis sangat yakin orang yang profesional pasti loyal terhadap pimpinan dan orang yang loyal belum tentu profesional.&lt;br /&gt;Dan itu selalu dikatakan Cornelis manakala ada kesempatan dia pidato. Bahwa pelantikan pejabat baru di lingkungan Pemprov Kalbar tepat setahun setelah pelantikan dirinya sebagai gubernur. Itu dibuktikan Cornelis dengan melantik pejabat eselon II,  Rabu (14/1) kemarin. Pelantikan itu persis setahun Cornelis menjabat gubernur. Dan tanggal yang dipilihnya pun sama, yakni tanggal 14 Januari. &lt;br /&gt;Perombakan tidak radikal. Masih ada beberapa wajah lama di kabinet Cornelis. Pejabat itu peninggalan Gubernur Usman Ja’far. Tentu mereka profesional. Namun tak sedikit pula wajah baru yang diambil dari akademisi dan kabupaten/kota di Kalbar.&lt;br /&gt;Prediksi berbagai kalangan bahwa Cornelis akan melakukan perubahan mendasar terutama terhadap pejabat yang akan menempati pos-pos di eselon II, tidak terbukti. Hanya beberapa dinas yang ditempat wajah baru, diantaranya, Dinas Pendidikan. Cornelis menarik Kadis Pendidikan Kabupaten Sintang, Alexius Akim untuk mengantikan Ngatman sebagai Kadis Pendidikan. Sedangkan Ngatman sendiri menempati pos baru sebagai staf ahli gubernur bidang kemasyarakatan dan SDM.&lt;br /&gt;Demikian juga dengan dinas kesehatan. Conelis menunjuk HM Subuh sebagai kadis kesehatan mengantikan Oscar Primadi. Oscar sendiri dipercayakan sebagai Direktur Rumah Sakit Jiwa. Sementara pos yang ditinggalkan Subuh ditempati pejabat baru, yakni Gede Sanjaya sebagai Direktur Rumah Sakit Provinsi Dokter Soedarso.&lt;br /&gt;Pelantikan pejabat eselon II ini merupakan perubahan SOPD sesuai dengan PP No. 41/2007 tentang organisasi perangkat daerah. SOPD baru itu berupa 10 biro di Sekretariat Daerah Pemprov Kalbar, 17 dinas, 16 lembaga teknis daerah, Sekretariat KORPRI Provinsi Kalbar, Satuan Polisi Pamong Praja, Staf Ahli, Sekretariat DPRD Kalbar dan Sekretariat Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID). &lt;br /&gt;Kita berharap dengan dilantiknya pejabat eselon II yang tak lain adalah orang-orang yang akan membantu Gubernur Cornelis dan Wakil Gubernur Christiandy Sanjaya dalam menjalankan roda pemerintahan di daerah, supaya cepat menyesuaikan diri dengan tugasnya itu.&lt;br /&gt;Setelah pelantikan pejabat eselon II, tiga hari kedepan, Cornelis menjanjikan akan melantik pejabat eselon III. Pemilihan personel untuk menduduki jabatan eselon III, sama dengan eselon II, yakni mengutamakan profesionalitas. &lt;br /&gt;Sebagai masyarakat awam, kita berharap pejabat yang ditunjuk jangan bangga dan terlena dengan jabatannya, tapi justru menjadi tantangan untuk membuktikan kemampuan dan profesionalitasnya. Akhirnya kita hanya bisa mengucapkan selamat bekerja.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-1884245595959065904?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/1884245595959065904/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=1884245595959065904' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/1884245595959065904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/1884245595959065904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/01/kabinet-pelangi-cornelis.html' title='Kabinet ‘Pelangi’ Cornelis'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SW71ms4dNDI/AAAAAAAAA8I/dUNtvo4iLdA/s72-c/Pelantikan+Ekselon+II+Foto+Lukas.jpg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-3398482943494500056</id><published>2009-01-13T15:13:00.003+07:00</published><updated>2009-01-13T15:17:11.069+07:00</updated><title type='text'>Waspada Bencana</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SWxN_mi7xFI/AAAAAAAAA8A/iOkQYvRPQPY/s1600-h/Banjir+Jalan+Terendam+2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SWxN_mi7xFI/AAAAAAAAA8A/iOkQYvRPQPY/s200/Banjir+Jalan+Terendam+2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290689417327658066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;BENCANA REZEKI&lt;br /&gt;Banjir yang melanda Kota Singkawang ternyata memberi rezeki bagi warga sekitar. Mereka menyediakan jasa penyeberangan dengan menggunakan sampan maupun rakit kayu. FOTO Mujidi/Borneo Tribune&lt;br /&gt;==============&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Tanto Yakobus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Kalimantan menurut para ahli geologi memang daerah yang bebas dari gempa bumi dan gunung berapi. Namun demikian, bukan berarti kita yang hidup di pulau terbesar ketiga di dunia ini, terbebas dari ancaman berbagai bencana alam tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Banyak ragam bencana yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi di daerah ini dan mengancam jiwa dan harga benda kita. Dan yang sudah dirasakan masyarakat saat ini adalah bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi Minggu dinihari lalu.&lt;br /&gt;Di pantai utara mulai dari Singkawang sampai pesisir Sambas banjir kembali terjadi. Ini adalah banjir kedua terjadi di kawasan tersebut, setelah sebelumnya banjir juga merendam sebagian besar lahan pertanian yang memaksa penduduk mengungsi ke tempat yang lebih aman.&lt;br /&gt;Menurut data satuan koordinasi pelaksana (Sakorlak) Bencana Kabupaten Sambas, pada banjir lalu terdapat ribuan pengungsi dan sejumlah lahan pertanian rusak. Tak sedikit pula padi yang mengalami puso. Pengungsian besar juga terjadi di Kota Singkawang.&lt;br /&gt;Dan untuk wilayah pantai utara, kemarin bencana banjir dan tanah longsor kembali terjadi. &lt;br /&gt;Akses menuju Kota Singkawang sempat putus total. Tanah longsor terjadi di empat titik. Yakni di Bukit Lirang, Kaliasin, Bukit H Hamzah dan Sedau. Akibatnya terjadi antrian kendaraan yang hendak ke Singkawang dan sebaliknya. &lt;br /&gt;Pemerintah setempat berupaya membuka akses jalan dengan mengerahkan alat-alat berat guna mengerok tumpukan tanah yang menimbun badan jalan. Sementara banjir hampir merendam seluruh Kota Singkawang.&lt;br /&gt;Bancana banjir juga terjadi di Kabupaten Landak, terutama di Kecamatan Air Besar. Sementara memang tidak ada dilaporkan korban jiwa. Tapi banjir tersebut telah merusak sejumlah fasilitas umum seperti jalan dan jembatan. &lt;br /&gt;Belum lagi karena banjir tersebut masyarakt tidak bisa mencari nafkah. Maklum mereka sangat tergantung dengan alam. Bila kondisi cuaca buruk, apalagi sampai banjir seperti ini, jelas masyarakat tidak dapat melakukan aktivitas. Sementara mengharapkan bantuan dari para dermawan, jelas tidak sampai menjangkau mereka di pelosok daerah seperti itu. Bantuan biasanya terpusat pada tempat-tempat pengungsian di daerah-daerah pinggiran kota saja, sedangkan pedalaman selama ini tidak pernah mendapat bantuan dari.&lt;br /&gt;Banjir yang terparah menerjang beberapa desa di Kecamatan Entikong. Bahkan dikabarkan empat rumah hanyut disapu banjir. Ini adalah banjir terparah yang pernah terjadi di Entikong. Selain rumah hanyut, aktivitas pemerintahan juga lumpuh.         &lt;br /&gt;Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di awal tahun 2009 ini patut diwaspadai. Kita harus sadar se sadar-sasdarnya, bahwa ulah kita merusak hutan selama ini yang menyebabkan alam murka. Manusia tanpa ampuh membabat hutan dan mengunduli bukit-bukit yang selama ini menjadi penyanga air di waktu musim hujan.&lt;br /&gt;Kayu-kayu yang baru mau besar lagi itu atau lahan yang sudah gundul tidak mampu menahan laju air. Dalam seketika bila hujan semalaman, beberapa kawasan terjadi air bah. Ketika air bah itu bergerak, maka apa pun yang dilewatinya pasti tersapu. Itulah yang terjadi di Suluh Tembawang Kecamatan Entikong, beberapa rumah warga tersapu bersih.&lt;br /&gt;Kita tahu, selama ini kayu-kayu di perhuluan Sungai Sekayam sudah dibabat habis dan dikirim ke Malaysia lewat jasa illegal logging.&lt;br /&gt;Walau para hali geologi yang telah mempelajari bumi dan menjelaskan bahwa di Kalimatnan ini tidak ada bencana gempa bumi dan gunung berapi, tapi kita boleh takut dengan ancaman bencana lain, seperti banjir dan tanah longsor, penyakit menular dan serbu belalang kumbara.&lt;br /&gt;Memang kalau ditelusuri bencana-bancana yang terjadi itu tak lain, penyebabnya karena ulah manusia itu sendiri. Kita mesti sadar dengan istilah siapa menabur dia yang menuai. Bila sudah tahu penyebabnya, harusnya kita juga cepat sadar bagaimana supaya kita bukan hanya waspada tapi bebas dari bencana itu. Itulah pekerjaan rumah kita. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-3398482943494500056?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/3398482943494500056/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=3398482943494500056' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/3398482943494500056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/3398482943494500056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/01/waspada-bencana.html' title='Waspada Bencana'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SWxN_mi7xFI/AAAAAAAAA8A/iOkQYvRPQPY/s72-c/Banjir+Jalan+Terendam+2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-7470479179115734239</id><published>2009-01-13T15:10:00.002+07:00</published><updated>2009-01-13T15:13:18.652+07:00</updated><title type='text'>Banjir Terjang Entikong dan Air Besar</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SWxNEP7RhlI/AAAAAAAAA74/W0q40tCOpfs/s1600-h/Banjir+Jalan+Terendam+3.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SWxNEP7RhlI/AAAAAAAAA74/W0q40tCOpfs/s200/Banjir+Jalan+Terendam+3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290688397643449938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;TERJEBAK&lt;br /&gt;Antean panjang kendaraan baik roda dua maupun empat yang terjebab banjir di Singkawang, Minggu (11/1). FOTO Mujidi/Borneo Tribune&lt;br /&gt;==============&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Tanto Yakobus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan sejak Sabtu (10/1) akhir pekan kemarin, menyebabkan sejumlah desa di Kecamatan Entikong, Sekayam dan Balai Karangan di Kabupaten Sanggau diterjang banjir. Banjir besar juga merendam sejumlah dusun di Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bahkan akibat banjir besar tersebut, Yoseph Suez dari Entikong melaporkan, Kantor Imigrasi dan Bea Cukai lumpuh total. Ketinggian air mencapai atap rumah warga. Akibatnya, empat rumah warga Desa Suruk Tembawang Kecamatan Entikong hanyut disapu banjir. Keempat rumah warga tersebut tepatnya di Dusun Pala Pasang, Marau dan Serengkang. Umumnya, rumah warga yang ada di sepanjang Sungai Sekayam tak luput dari banjir. &lt;br /&gt;Menurut Agus, warga Balai Karangan yang dihubungi via ponselnya menjelaskan, selain di Kecamatan Entikong, banjir juga terjadi di Kecamatan Balai Karangan dan Kecamatan Sekayam. Air menggenangi rumah warga dengan ketinggian lebih dari dua meter. &lt;br /&gt;Dampak terparah, selain hanyutnya rumah warga, juga lumpuhnya pelayanan di kantor Bea Cukai dan Kantor Imigrasi. Padahal kehadiran kantor pemerintah ini sangat vital bagi keluar masuknya orang baik ke Indonesia maupun Malaysia lewat PLB (Pelabuhan Lintas Batas) Entikong tersebut.&lt;br /&gt;“Banyak rumah yang terendam dan empat hanyut terbawa air sungai akibat meluapnya Sungai Sekayam. Penyebab utamanya, karena bagian hulu sungai hutannya sudah habis dibabat sehingga air tidak terbendung lagi,” jelas Agus.&lt;br /&gt;Banjir yang sudah dua hari itu menenggelamkan pemukiman warga, banyak jembatan penghubung ke Kota Kecamatan terendam dan dikhawatirkan putus karena derasnnya arus.&lt;br /&gt;Untuk sementara, semua aktivitas warga tidak bisa berjalan seperti biasanya. Bahkan aliran listrik juga terputus.&lt;br /&gt;Hal sama disampaikan Hartono, warga Sontas Kecamatan Entikong. Menurutnya, banyak warga yang sudah mengungsi ke tempat yang lebih tinggi guna menyelamatkan diri dari kepungan air. “Saat ini kami hanya bisa menyelamatkan keluarga saja dan beberapa barang berharga terpaksa kami tinggalkan di rumah karena semakin lama air semakin tinggi,” katanya.&lt;br /&gt;Banjir kali ini banyak simpang siur informasi. Ada yang menyebutkan 30 rumah hanyut, dan ada pula kendaraan yang menjadi korban. Namun hal tersebut belum bisa dikonfirmasikan kebenarannya, sejauh ini baru empat rumah warga ke Kecamatan Entikong yang tersapu banjir.&lt;br /&gt;Banjir besar juga mengancam beberapa dusun di Kecamatan Air Besar. Seperti yang terjadi di beberapa desa di sekitar ibukota Kecamatan Air Besar. Seperti di Desa Serimbu, Hanura, Sepangah.&lt;br /&gt;Menurut salah satu warga Serimbu, Ya’ Habijan, dihubungi via hand phone, Minggu (11/1) kemarin, mengatakan, hujan turun sejak Sabtu menyebabkan air Sungai Serimbu meluap mulai pukul 02.00 dinihari. &lt;br /&gt;Hingga hari ini, belum ada tanda-tanda banjir akan surut. Desa-desa yang kena banjir di Serimbu, yakni Desa Sepangah yang dimulai dari jembatan SMA Air Besar sampai ke SMP Hanura. Di lokasi tersebut jalan terendam banjir dengan ketinggian 3-4 meter.&lt;br /&gt;Demikian juga dengan kantor Polsek sampai ke Serimbu, tergenang banjir sedalam kurang lebih 4-5 meter. Jembatan gantung Serimbu juga tenggelam kira-kira setengah meter.&lt;br /&gt;Akses jalan putus total, akhirnya warga pakai sampan. Warga yang rumahnya terendam banjir mulai ngungsi ke rumah tetangga di dataran tinggi. Sampai kemarin hujan masih menguyur Serimbu.&lt;br /&gt;Sementara di Kota Ngabang, hujan terus menerus turun. Akibatnya, air Sungai Landak juga mulai meluap. Namun air sungai belum sampai masuk ke perkarangan rumah warga. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-7470479179115734239?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/7470479179115734239/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=7470479179115734239' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7470479179115734239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7470479179115734239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/01/banjir-terjang-entikong-dan-air-besar.html' title='Banjir Terjang Entikong dan Air Besar'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SWxNEP7RhlI/AAAAAAAAA74/W0q40tCOpfs/s72-c/Banjir+Jalan+Terendam+3.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-2002337235111743263</id><published>2009-01-11T16:56:00.003+07:00</published><updated>2009-01-12T09:09:02.774+07:00</updated><title type='text'>Jalan Terjal Meraih Status PNS</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SWnCp8Ke09I/AAAAAAAAA7w/C3Tzo7mId9s/s1600-h/02CalonCPNS.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 135px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SWnCp8Ke09I/AAAAAAAAA7w/C3Tzo7mId9s/s200/02CalonCPNS.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289973263103874002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Tanto Yakobus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari menjelang akhir Desember 2008 lalu, saya pulang kampung untuk Natalan bersama keluarga.  &lt;br /&gt;Seperti biasa, bila ada keluarga dari kota datang, pasti tetangga menyambut kedatangannya. Tidak pilih keluarga dekat atau siapa, pokoknya yang kebetulan ada di rumah saat itu pasti menyambut walau hanya sekedar ingin tahu siapa yang barusan tiba di kampung itu. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kerumunan warga tadi, mata saya tertuju ke sosok yang sangat saya kenal. Dia adalah Kornelius. Kini pria 43 tahun itu bertugas sebagai guru SD di desaku. &lt;br /&gt;"Dia bukan lagi guru honor, tapi sudah guru PNS," kata salah seorang tetangga yang turut menyambut kedatanganku.&lt;br /&gt;Di tengah carut-marutnya rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) saat ini, ingatan saya langsung tertuju kepada sosok Korneluis, di kampung. &lt;br /&gt;Perjuangannya menjadi PNS bukanlah mudah. Dia diterima menjadi PNS justru di saat dia sudah putusasa, stress dan hanya pasrah pada nasib.&lt;br /&gt;Ceritanya sangat miris. Sejak tamat dari Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Sekadau tahun 1988, dia sudah sembilan kali ikut tes PNS. Setiap ada rekrutmen CPNS dia selalu ikut. Untuk melanjutkan pendidikan, jelas tidak mungkin lagi. &lt;br /&gt;Tamat SPG sudah sangat luar biasa untuk ukuran Kornelius yang berasal dari keluarga petani yang juga hidupnya pas-pasan.&lt;br /&gt;Menjadi PNS bukan hanya menjadi cita-citanya, tapi mimpi dari kecilnya. Dia pun tak kenal lelah mengikuti tes. Sudah berapa rekrutmen di Kabupaten Sanggau, Sintang maupun Kapuas Hulu diikutinya. Setiap usahanya selalu gagal. Tapi dia tidak putus asa, setiap ada lowongan atau pembukaan CPNS, dia kejar. Hanya sekedar ikut tes, ia rela menjual harta bendanya yang tersisa. &lt;br /&gt;Namun pemekaran Kabupaten Sanggau menjadi Kabupaten Sekadau membawa berkah baginya. Pada tahun 2005 lalu, ia kembali tes untuk yang ke 10 kalinya, dan syukur Kornelius dinyatakan lulus.&lt;br /&gt;Kini dia mengabdi sebagai guru PNS di SDN Desa Pantok Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau. Dia bisa bahagia mengabdi di kampung halamannya sendiri. Tapi yang menjadi kerisauan saya, dia justru mengabdi dengan masa kerja yang tidak begitu lama lagi. Sebab dia lulus PNS dengan umur maksimal. Artinya, masa kerjanya paling untuk 15 atau 20 tahun kedepan saja.&lt;br /&gt;Pada kesempatan pulang kampung kemarin, saya menyempatkan diri menjumpainya. Dia pun cerita panjang hingga bisa menjadi PNS seperti sekarang. &lt;br /&gt;"Sudah banyak harta benda yang terlelang untuk mengejar status PNS itu," ujarnya.&lt;br /&gt;Dari sembilan hingga 10 kali tes baru lulus ini, sudah banyak pula usaha yang dilakukan. Setiap tes selain ikut tes murni, pernah juga main belakang. "Mungkin karena mainnya kecil, ya tetap saja tak lolos," katanya sembari tertawa.&lt;br /&gt;Tapi syukur dengan kabupaten baru, mungkin juga perlu banyak pegawai, sehingga dirinya bisa merengkuh cita-citanya sejak lama itu. &lt;br /&gt;Selain bahagia karena sudah berstatus PNS, rumah kecilnya juga diramaikan dengan istri dan seorang anaknya. "Aku sudah bahagia sekarang, ya beginilah hidup," ujarnya.&lt;br /&gt;Aneh tapi nyata memang. Untuk menjadi PNS di Republik tercinta ini tidaklah mudah. Selain harus berebut dengan ribuan bahkan jutaan tenaga kerja, juga harus merogohkan kocek dalam-dalam. Konon kalau tidak nyogok, susah menjadi PNS. &lt;br /&gt;Entah dari kapan mulai praktik suap atau sogok itu dimulai. Tidak ada data pasti. Tapi istilah sogok itu sudah saya dengar ketika saya masuk SMP tahun 1987. Mungkin sebelum itu sudah dikenal, tapi saya baru paham ketika duduk di bangku SMP.&lt;br /&gt;Kalau sudah begitu, yang menjadi PNS bukan lagi melihat kemampuan atau keahliannya, tapi siapa yang punya duit, dialah yang bisa menjadi PNS. Atau ada juga praktik nepotisme, bila ada keluarga atau saudaranya yang PNS, maka ketika ada rekrutmen, maka keluarga atau saudaranyalah yang diutamakan.&lt;br /&gt;Akibat praktik sogok dan nepostisme itulah yang akhirnya muncul istilah KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme). KKN itu bukan saja soal uang, tapi juga kelulusan, pangkat dan jabatan. Bahkan yang paling parah KKN birokrasi.&lt;br /&gt;Beruntung reformasi sekarang ini, praktik tak sedap itu sedikit demi sedikit mulai di kikis. Persoalannya sekarang, tidak mudah memang mengikis habis praktik KKN itu. Perlu waktu, apalagi mereka sudah terbentuk dan melembaga, baik secara struktural maupun individu yang di dalamnya. &lt;br /&gt;Karena individu-individu itu bagian dari keluarganya, maka secara otomatis dia akan melembaga, karena mereka bekerja pada dinas atau instansi tertentu. Itulah mengapa susah menghilangkan praktik KKN itu. &lt;br /&gt;Mungkin suatu saat bisa diberantas manakala mereka sudah memasuki masa pensiun. Tapi harus dengan catatan, generasi atau penganti mereka bukan lagi bagian dari keluarganya, tapi orang-orang yang lulus karena intelektualitas, keahlian dan mempunyai kapasitas untuk itu.&lt;br /&gt;Itulah lika liku menjadi PNS di negeri ini. Negeri yang baru bermimpi. Mimpi yang sama juga kini tengah hinggap pada ribuan bahkan jutaan orang yang mendambakan status PNS itu. Mudah-mudahan kedepan, rekrutmen PNS tidak lagi mengedepankan suap, keluarga dan sebagainya. Tapi bagaimana rekrutmen PNS bisa berjalan sesuai dengan harapan, yakni kelulusan murni sesuai kemampuan, keahlian kepintaran si peminatnya.&lt;br /&gt;Sebagai generasi penerus kita harus berani melakukan perang terhadap praktik-praktik busuk dalam perekrutan PNS. Kita harus berani katakan tidak pada korupsi itu. Semoga!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-2002337235111743263?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/2002337235111743263/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=2002337235111743263' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/2002337235111743263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/2002337235111743263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/01/jalan-terjal-meraih-status-pns.html' title='Jalan Terjal Meraih Status PNS'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SWnCp8Ke09I/AAAAAAAAA7w/C3Tzo7mId9s/s72-c/02CalonCPNS.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-8426736149816386744</id><published>2009-01-07T16:37:00.002+07:00</published><updated>2009-01-07T16:41:57.832+07:00</updated><title type='text'>Aji Mumpung</title><content type='html'>Oleh Tanto Yakobus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa (6/1) dua hari lalu saya mampir ke kantor sekretariat Partai Demokrat di Jalan Imam Bonjol.&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SWR4phOgWsI/AAAAAAAAA7g/UiBK0pDUVKs/s1600-h/contreng2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 195px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SWR4phOgWsI/AAAAAAAAA7g/UiBK0pDUVKs/s200/contreng2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288484517128985282" /&gt;&lt;/a&gt;Kebetulan di kantor itu ada beberapa orang yang saya kenal dan kami pun bincang-bincang soal hasil survei yang diumumkan Direktur Lembaga Survei Indonesia (LSI), Saiful Mudjani pada 4 Januari lalu. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya, cukup mengagetkan. Dan bagi orang Demokrat jelas menyenangkan. Survei dilaksanakan selama 10-22 Desember 2008 melibatkan 2.200 responden. 70 persen responden menyukai isi iklan Partai Demokrat, 66 persen responden menyukai isi iklan Gerindra, PDIP 59 persen dan Golkar 54 persen. Padahal dari intensitas iklan Gerindra di televisi ditayang secara besar-besaran bersama tokohnya, nyatanya responden menyukai iklan Demokrat, begitu kata Saiful dari LSI.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan pengaruh iklan Demokrat yang secara masif itu juga ada imbasnya bagi para caleg yang kini tengah mensosialisasi dirinya di berbagai daerah. Iklan sangat membantu dalam sosialisasi, kata teman saya yang kebetulan caleg untuk DPRD Kabupaten Bengkayang itu.&lt;br /&gt;Obrolan kami loncat sana loncat ini. Saya pun maklum, itulah dunia politik. Topiknya serba tidak pasti, bicaranya bersayap. Konon, hitungan matematika tidak bisa diterapkan di dunia politik, karena hasilnya yang tidak pasti tadi. Bisa ya bisa tidak, meraba-raba mencari pegangan yang enak. &lt;br /&gt;”Musim caleg sekarang, banyak aji mumpung,” celoteh teman dari Sanggau. Entah keturunan dari mana, ada jak ngakunya keluarga. Padahal hari-hari sebelumnya, jangankan keluarga, kenal saja tidak. &lt;br /&gt;Hand phone (HP) pun berdering terus, entah dari mana. Bila diangkat, bicaranya akrab. Bila tidak dilayani, basa basi yang akrab tadi berubah menjadi ancaman. ”Jangan harap dapat suara pemilu nanti”.&lt;br /&gt;Kalau soal pulsa. Itu sudah tak bisa diomongkan lagi, tiap hari dari tiga telepon yang masuk, pasti salahsatunya minta dikirim pulsa. &lt;br /&gt;Banyak ragam orang memanfaatkan caleg. Mulai dari minta kirim pulsa, bantu biaya sekolah anak, tunjangan hari raya, biaya istri berobat ke rumah sakit sampai ada yang minta dibelikan pakaian dalam istrinya. &lt;br /&gt;Saya yang semula mampir sebentar, lalu keasyikan ngobrol bersama para politisi itu. Ya hitung-hitung cari pengalaman juga. Bantuan sih boleh saja diberikan, tapi betul-betul memberi manfaat baik bagi si pemberi maupun yang menerimanya. Kalau yang benar-benar sakit, dan kebetulan kita mampu, apalah salahnya. Hitung-hitung beramal. Tapi kalau soal pulsa dan lain-lain itu juga minta dengan caleg, ya rasanya sudah keterlaluan.&lt;br /&gt;Sebelum ada caleg, siapa pula yang isi pulsanya selama ini? Sampai pakaian dalam istri pun harus dibebankan kepada caleg untuk menggantinya? &lt;br /&gt;Lalu ada pula yang menjadi tim sukses caleg justru untuk memperkaya dirinya sendiri. Padahal dana dari caleg itu untuk sosialisasi, tapi justru dibelikan barang untuk berdagang. Ya banyak macam aji mumpung ada caleg itu. &lt;br /&gt;Sebagai masyarakat, kita semua harus sadar. Inilah konsekuensi kita memilih negara demokrasi yang menganti pimpinannya dengan cara demokrasi pula, yakni lewat pemilihan umum (pemilu). Sebab memilih dan dipilih itu hak dan kewajiban kita sebagai warga negara. Jadi jangan kita memanfaatkan situasi mumpung ada musim caleg. Sebab caleg itu juga bagian dari proses demokrasi tadi.&lt;br /&gt;Sebagai rakyat, kita harus sadar. Bagaimana mengganti para politisi busuk yang selama ini tidak berpihak kepada kepentingan rakyat. Mereka menjadi politisi untuk memperkaya diri sendiri. Jauh dari tujuan demokrasi sesungguhnya, yang mensejahterakan rakyat.&lt;br /&gt;Dan saat pemilu inilah waktu yang tepat bagi rakyat menentukan pemimpin pilihannya. Apalgi Keputusan MK jelas penetapan calon terpilih berdasarkan suara terbanyak. Jadi kenali betul calegnya, apa partainya, baru tentukan pilihan Anda. Bukan malah memanfaatkan musim caleg ini untuk kepentingan sesaat. Sebab masa depan caleg, masa depan negara ini ada di tangan rakyat. Sebab suara rakyat adalah suara Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-8426736149816386744?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/8426736149816386744/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=8426736149816386744' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/8426736149816386744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/8426736149816386744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/01/aji-mumpung.html' title='Aji Mumpung'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SWR4phOgWsI/AAAAAAAAA7g/UiBK0pDUVKs/s72-c/contreng2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-7903690690608184078</id><published>2009-01-05T17:37:00.002+07:00</published><updated>2009-01-05T17:42:11.642+07:00</updated><title type='text'>Surprise, Danlanud Kunjungi Borneo Tribune</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SWHjwa2_SnI/AAAAAAAAA7Q/Y4QAKOXz57w/s1600-h/lanud+Kunjungi+Borneo+Tribune+1+(12).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SWHjwa2_SnI/AAAAAAAAA7Q/Y4QAKOXz57w/s320/lanud+Kunjungi+Borneo+Tribune+1+(12).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287757858492861042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;GOSS COMMONITY&lt;br /&gt;Wapimred Borneo Tribune, Tanto Yakobus menjelaskan kecepatan mesin cetak merek Goss Commonity buatan Jerman kepada Danlanud Supadio, Kolonel (pnb) Yadi Indrayadi. FOTO Hentakun/Borneo Tribune.&lt;br /&gt;==============&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Hentakun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) TNI AU Supadio, Kolonel (Pnb) Yadi Indrayadi, bersama tiga perwira TNI AU Supadio, masing-masing, Mayor Askari, Mayor (Adm) Hendri dan Kapenlanud Supadio, Lettu (Sus) Rozikin, dan satu bintaranya berkunjung ke Kantor Redaksi Harian Borneo Tribune di Jalan Purnama Dalam nomor 2, Pontianak, Senin (5/1). &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan silaturahmi tersebut disambut Wakil Pemimpin Redaksi, Tanto Yakobus didampingi Redaktur Pelaksana, Muhhlis Suhaeri, Redaktur, Yusriadi, Budi Rahman, Manejer Umum, Aleksander Mering serta Penasehat Hukum PT. Borneo Tribune Press, Dwi Syafrianti.&lt;br /&gt;Kepada Danlanud dan rombongan, Tanto menjelaskan kondisi Harian Borneo Tribune yang diawaki berbagai latar belakang agama, suku dan pendidikan. “Yang jelas Borneo Tribune di kelola oleh putera puteri asli Kalbar,” ujar Tanto.&lt;br /&gt;Sementara Aleksander Mering menambahkan, sejarah berdirinya Borneo Tribune sebagai sebuah koran publik dan kiprahnya selama setahun lebih ini, dengan Tribune Institute sebagai lembaga sosialnya, serta bagaimana proses pemilihan nama sebuah koran yakni Borneo Tribune dengan logo burung enggang hasil karya pelukis terkenal Kalbar, Zul MS.&lt;br /&gt;Muhhlis Suhaeri menyampaikan, surprise sekali dengan kedatangan langsung orang nomor satu di jajaran TNI AU, karena selama ini para jurnalis dekat dengan Kepolisian, sementara dengan pihak TNI masih renggang. “Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan terjalin hubungan baik dan lebih akrab,” kata Muhhlis berharap. &lt;br /&gt;Menyadari bahwa institusi TNI AU tidak terlepas dari media massa, Yadi Indrayadi  menyampaikan bahwa, TNI AU khususnya Lanud Supadio memiliki misi sama, yakni ditugasi menjaga dan menggunakan fasilitas TNI AU, dengan harapan media masa bisa turut mempublikasikan, sehingga satu sama lain tercipta kepedulian dan rasa memiliki bersama.&lt;br /&gt;Selain itu, Yadi juga mengharapkan ada kerja sama terutama dalam hal publikasi yang selama ini dirasa kurang, sehingga aktivitas TNI AU kurang diketahui masyarakat luas, apalagi menyangkut rekrutmen, informasinya sangat-sangat terbatas, katanya. &lt;br /&gt;Usai saling mengenal dan menjelaskan peran institusi masing-masing, Danlanud beserta rombongan meninjau mesin cetak milik Borneo Tribune. Yadi yang humoris itu terlihat menyimak penjelasan Tanto tentang rakusnya mesin merek Goss Community buatan Jerman itu dalam melahap gulungan kertas menjadi koran. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-7903690690608184078?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/7903690690608184078/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=7903690690608184078' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7903690690608184078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7903690690608184078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/01/surprise-danlanud-kunjungi-borneo.html' title='Surprise, Danlanud Kunjungi Borneo Tribune'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SWHjwa2_SnI/AAAAAAAAA7Q/Y4QAKOXz57w/s72-c/lanud+Kunjungi+Borneo+Tribune+1+(12).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-4164900252664968857</id><published>2009-01-05T16:49:00.001+07:00</published><updated>2009-01-05T16:53:15.694+07:00</updated><title type='text'>Solidaritas untuk Palestina</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SWHYghL04eI/AAAAAAAAA7I/o_gzvM5QR4U/s1600-h/Anti+Israel+by+Lukas.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SWHYghL04eI/AAAAAAAAA7I/o_gzvM5QR4U/s320/Anti+Israel+by+Lukas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287745490685059554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Tanto Yakobus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara manapun di luar Israel dan Amerika Serikat, pasti mengutuk agresi militer Israel di Jalur Gaza. Termasuk Australia yang selama ini menjadi ”tangan kanan” Amerika di wilayah Asia Pasifik. Mereka juga turut mengutuk tindakan biadab Israel dan tidak berperikemanusiaan itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selama dasawarsa ini, apa pun tindakan yang dilakukan Israel, Amerika tidak bisa berbuat apa-apa. Apalagi menghentikan, mencegah saja tidak bisa. Bahkan mereka justru membenarkan apapun bentuk invasi yang dilakukan Israel baik terhadap negara-negara Arab umumnya dan Palestina khususnya.&lt;br /&gt;Dengan dalih memerangi kelompok Hamas yang selama ini dianggap ”pengacau” keamanan Israel, justru rakyat sipil yang tidak berdosa menjadi korban roket-roket dan mortir dari senjata mematikan Israel. &lt;br /&gt;Sudah lebih sepekan ini tentara Israel mengempur Jalur Gaza. Bahkan hari-hari terakhir ini Infanteri dan tank-tank militer Israel mulai masuk ke wilayah bekas pemukiman Yahudi di Gaza City, kota yang dikenal memiliki penduduk paling padat di kawasan Jalur Gaza. Israel sengaja mengempur wilayah padat penduduk itu, karena diyakinan tempat gerilyawan Hamas bersembunyi dan meluncurkan roket dan mortir ke arah Israel. &lt;br /&gt;Bila tidakan itu tidak dihentikan, kita semakin khawatir berapa lagi rakyat sipil yang jadi korban? Sejak pekan lalu, serangan Israel sudah menewaskan 485 orang dan 80 diantaranya anak-anak. Sedangkan korban luka-luka mencapai 2.500 orang, termasuk tentara Hamas. Sementara di pihak Israel hanya tiga warga sipil dan satu tentara tewas, serta 30 orang lainnya terluka.&lt;br /&gt;Kutukan terhadap Israel pun deras mengalir dari berbagai negara, termasuk Indonesia yang mendesak Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi untuk Israel. Sikap Indonesia jelas, selain mendesak PBB, juga mengirim bantuan kemanusiaan dan obat-obatan ke Palestina lewat Mesir. &lt;br /&gt;Selain sikap resmi pemerintah, banyak organisasi kemasyarakat yang membut posko solidaritas untuk Palestina. Posko itu bisa kita lihat di perempatan lampu merah, dimana sejumlah pemuda dan pemudi mengenakan sal atau ikat kepala bertulisakan solidaritas untuk Palestina. &lt;br /&gt;Ada juga spanduk dan famflet-famflet berisi himbauan agar masyarakat menyisihkan sedikit rezekinya lewat organisasi tertentu. Tentu tujuannya sangat mulia, menolong sesama. Kita juga mendukung misi-misi kemanusiaan seperti itu. Sebab kita tahu rakyat Palestina yang menjadi korban selain kehilangan harta benda, mereka juga butuh pertolongan, mereka butuh makanan, pakaian dan yang paling penting perawatan.&lt;br /&gt;Sebab ribuan orang yang terluka itu jelas tidak bisa cepat tertangani oleh petugas medis di sana. Jadi sebaiknya organisasi yang menggalang bantuan untuk Palestina, mereka juga harus berpikir bagaimana mengirimkan tenaga-tenaga medis. Kita tidak perlu mengirim pejuang untuk melawan senjata canggih, tapi jauh lebih mulia kalau kita mengirim obat dan tenaga medis yang mungkin bisa menyelamatkan nyawa-nyawa yang kini sekarat itu.&lt;br /&gt;Mereka butuh pertolongan sesegera mungkin. Karenanya, tidaklah cukup kalau kita hanya teriak-teriak dan mengutuk kekejaman Zionis itu di jalanan saja, tapi bagaimana kita bisa menjalankan misi kemanusiaan itu. Bagaimana kita bisa bertindak cepat menyelamatkan jiwa-jiwa yang sekarat itu. Jangan memandang suku, agama dan aliran tertentu. Karena itu tugas kemanusiaan, tugas kita bersama. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-4164900252664968857?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/4164900252664968857/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=4164900252664968857' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/4164900252664968857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/4164900252664968857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/01/solidaritas-untuk-palestina.html' title='Solidaritas untuk Palestina'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SWHYghL04eI/AAAAAAAAA7I/o_gzvM5QR4U/s72-c/Anti+Israel+by+Lukas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-716440648677843034</id><published>2009-01-03T12:09:00.002+07:00</published><updated>2009-01-03T12:13:34.158+07:00</updated><title type='text'>Pensiun Massal</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SV7zrGXst0I/AAAAAAAAA7A/vJq6i6r_ewQ/s1600-h/Jembatan+Pantok6.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SV7zrGXst0I/AAAAAAAAA7A/vJq6i6r_ewQ/s320/Jembatan+Pantok6.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286930934349477698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Tanto Yakobus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis, mengkhawatirkan terjadinya stagnasi luar biasa di dunia pendidikan di daerah ini. Sebab puluhan ribu guru sekolah dasar (SD) di Kalbar akan memasuki masa pensiun mulai tahun 2010 mendatang. Dan puncaknya diprediksi terjadi pada tahun 2013.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kondisi tersebut, jelas membuat pemerintah provinsi berpikir keras mencari pengganti guru-guru SD Inpres yang diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) sejak tahun 1978 tersebut. Bila masa kerja guru-guru Inpres tersebut antara 30-35 tahun, maka puncak terjadinya pensiun massal diprediksi pada 2013. &lt;br /&gt;Kekhawatiran Gubernur Cornelis itu sangat beralasan, sebab bila itu benar-benar terjadi, maka akan putus rantai pendidikan berjenjang di daerah ini. Sebab tidak tertutup kemungkinan, ribuan SD yang tidak beroperasional lantaran tidak punya guru. &lt;br /&gt;Sekarang saja gejalanya sudah terasa, terutama di daerah pedalaman. Ada beberapa SD yang mulai mengalami kekurangan guru. Penyebabnya beragam pula, namun tak sedikit akibat guru yang selama ini mengabdi di daerah tersebut sudah memasuki masa pensiun. &lt;br /&gt;Ini memang dilematis. Hanya guru-guru tertentu yang berasal dari pedalaman pula yang sanggup dan mau bertugas di pelosok daerah. Sedangkan guru yang dari kota atau daerah lain, jarang bertahan hingga belasan tahun. Mereka umumnya hanya numpang lulus saja, setelah itu mengajukan pindah ke kota atau daerah asalnya. Dan itu harusnya sudah diantisipasi oleh pemerintah.&lt;br /&gt;Agar tidak terjadi stagnasi terutama pada guru-guru SD, maka mesti ada kebijakan khusus, terutama dari Pemerintah Pusat terkait rawan pensiun massal tersebut. Mesti ada prioritas khusus bagi daerah ini untuk merekrut kembali guru-guru baru untuk dijadikan PNS mengganti yang pensiun tersebut. &lt;br /&gt;Bila tidak ada kebijakan khusus, maka akan sulit menghindari stagnasi pendidikan tersebut. Sebab sesuai dengan Undang-Undang nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen, kita akan kesulitan memenuhi kriteria guru yang harus berpendidikan strata satu (S-1) tersebut.&lt;br /&gt;Berdasarkan UU tersebut, maka kedepan guru SD harus tamatan S-1. Itu juga untuk memenuhi syarat sertifikasi bagi guru baik negeri maupun swasta. Dan sertifikasi itu sepintas memang mengiurkan, sebab guru sudah dianggap profesional. Bila sudah profesional, maka ia akan mendapat upah yang layak pula.&lt;br /&gt;Demi kelangsungan pendidikan anak-anak di daerah ini, maka tak ada jalan lain, selain terobosan-terobosan untuk memecah kebuntuan pada puncak pensiun guru SD kelak. Sebagai warga Kalbar, kita mesti satu kata, satu langkah, dan satu tujuan bagaimana supaya pendidikan di Kalbar tetap berjalan. Caranya, mesti ada upaya mengganti guru-guru pensiun itu dengan langkah yang cepat dan tepat. &lt;br /&gt;Kita jangan terlalu berharap kemurahan hati Pemerintah Pusat. Kita mesti berani mengambil kebijakan atau paling tidak minta perlakuan khusus, bagaimana kita bisa melakukan rekrutmen khusus pula terhadap guru-guru SD kelak.&lt;br /&gt;Dukungan masyarakat dan utamanya Anggota DPRD Provinsi Kalbar mutlak membantu Pemerintah Provinsi memberikan tekanan pada Pemerintah Pusat agar kita mendapatkan kewenangan melakukan rekrutmen khusus tersebut. Bila itu tidak dilakukan, maka kekhawatiran Gubernur Cornelis akan terjadi stagnasi pendidikan di Kalbar sungguh akan terjadi. Kondisi ini kiranya membuat kita lebih kompak lagi dalam menghadapi persoalan yang sudah di depan mata. Jangan tunggu terjadi baru kita ribut berangkut! &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-716440648677843034?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/716440648677843034/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=716440648677843034' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/716440648677843034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/716440648677843034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/01/pensiun-massal.html' title='Pensiun Massal'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_Z_Xria_oM3U/SJLRYlEZ-AI/AAAAAAAAAmQ/ulHryIXgjjc/S220/jbr_1698+Tanto_redit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SV7zrGXst0I/AAAAAAAAA7A/vJq6i6r_ewQ/s72-c/Jembatan+Pantok6.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8538121183968020442.post-7639190812028977945</id><published>2009-01-01T16:17:00.002+07:00</published><updated>2009-01-01T16:26:53.734+07:00</updated><title type='text'>Belajar Menghargai Prestasi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SVyMIf2FlTI/AAAAAAAAA64/ZYkkkewh_PU/s1600-h/Cornelis+by+Lukas.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z_Xria_oM3U/SVyMIf2FlTI/AAAAAAAAA64/ZYkkkewh_PU/s320/Cornelis+by+Lukas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286254140241319218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;MAN OF THE YEAR&lt;br /&gt;Dirut PT Borneo Tribune Press, W. Suwito, SH., MH., menyerahkan penghargaan “Man of The Year 2008” kepada Gubernur Kalbar, Drs. Cornelis, MH., di hotel Gajahmada (30/12). Penghargaan “Man of The Year 2008” Harian Borneo Tribune juga diberikan kepada Ketua DPRD Kalbar, IR. H. Zulfadhli, Anggota DPR-RI IR. Fanshurullah Asa, MT, dan Dirut Bank Kalbar, Djamaluddin Malik, SE. FOTO Lukas B Wijanarko/Borneo Tribune&lt;br /&gt;==============&lt;br /&gt;Oleh Tanto Yakobus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pertama kalinya di Kalbar—penobatan Man of The Year kepada tokoh-tokoh tertentu dilakukan. Dan Harian Borneo Tribune berani membuat terobosan itu dengan menganugerahkan penghargaan kepada empat orang tokoh yang dianggap berprestasi di bidangnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selain berprestasi di bidangnya selama perjalanan 2008, wajah mereka kerap menghiasi media cetak maupun elektronik. Tentu kehadiran mereka terkait prestasi yang dicapainya selama setahun ini. Tokoh pertama yang dinobatkan sebagai Man of The Year 2008 adalah Gubernur Kalbar, Drs. Cornelis, MH. Dia dianggap teladan bidang eksekutif pemerintahan. &lt;br /&gt;Prestasi fenomenal diukir Cornelis dengan “merebut” kursi Gubernur Kalbar pada pemilihan gubernur berpasangan dengan Drs. Christiandy Sanjaya, SE, MM pada 15 November 2007 lalu. Tanggal 14 Januari 2008, dia resmi dilantik sebagai Gubernur Kalbar.&lt;br /&gt;Setahun menjabat Gubernur, Cornelis langsung menerima penghargaan dari Presiden SBY di bidang ketahanan pangan. Selain itu, sosok Cornelis termasuk mudah menyesuaikan diri dalam memimpin pemerintahan di tingkat provinsi, sehingga terjadi harmonisasi antara legislatif dan eksekutif. Dan yang teranyar, Cornelis cukup berperan membantu mengatasi masalah krisis global dengan memperkuat sektor pangan masyarakat Kalbar.&lt;br /&gt;Selanjutnya, Ketua DPRD Kalbar, Ir. Zulfadhli. Beliau dinobatkan teladan bidang legislasi. Di bawah kepemimpinannya, DPRD Kalbar selama empat tahun ini mengalami kemajuan, baik bidang pengawasan maupun pembangunan. &lt;br /&gt;Penghargaan Man of The Year 2008 juga diberikan kepada Anggota DPR-RI Dapil Kalbar, Ir. Fanshurullah Asa, MT. Sosok pria yang akrab disapa Ifan ini dinilai sangat peduli dengan pendidikan anak-anak di Kalbar. &lt;br /&gt;Dia rela merokok koceknya dengan menyisihkan 50 persen gaji pokoknya untuk beasiswa pendidikan anak-anak Kalbar tanpa memandang suku, agama maupun ras. Sudah ribuan anak-anak Kalbar yang dibantunya. Begitu besar perhatiannya pada pendidikan, maka Harian Borneo Tribune memilihnya sebagai teladan bidang pendidikan.&lt;br /&gt;Selanjutnya penghargaan untuk bidang ekonomi bisnis, jatuh kepada Dirut Bank Kalbar, Djamaluddin Malik, SE. Penetapan Djamaluddin Malik sebagai teladan bidang ekonomi bisnis bukan tanpa alasan. Bila kita melihat berbagai dampak krisis multi dimensi yang melanda negeri ini beberapa tahun terakhir, ternyata Bank Kalbar bisa keluar dari jerat krisis tersebut.&lt;br /&gt;Bahkan untuk beberapa cabangnya di kabupaten, Bank Kalbar justru mengukir prestasi dan dinyatakan sebagai salahsatu bank yang sehat.&lt;br /&gt;Setahun terakhir, kepercayaan masyarakat terhadap Bank Kalbar meningkat signifikan. Itu terlihat dari banyaknya pelaku usaha maupun individu yang menggunakan jasa Bank Kalbar sebagai tempat menyimpan uang maupun kredit. Nah melihat prestasi yang diraihnya itu, maka tak salah Djamaluddin Malik menyabet award bidang ekonomi bisnis. &lt;br /&gt;Dan bagi Borneo Tribune sendiri, pemberian award atau penghargaan ini tak lain, kami ingin menghargai prestasi-prestasi yang diukir putera-putera terbaik Kalbar. Kedepan, kami akan terus memberikan perhargaan kepada pihak-pihak yang dianggap sukses di bidangnya masing-masing. Penghargaan ini merupakan wujud sikap kami untuk belajar menghargai prestasi-prestasi yang diraih oleh siapa pun, mulai dari pejabat publik, pelaku usaha, maupun masyarakat luas. Karenanya, teruslah berkarya dan berkarya. Sukses untuk kita semua.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8538121183968020442-7639190812028977945?l=tuahtanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tuahtanto.blogspot.com/feeds/7639190812028977945/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8538121183968020442&amp;postID=7639190812028977945' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7639190812028977945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8538121183968020442/posts/default/7639190812028977945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuahtanto.blogspot.com/2009/01/belajar-menghargai-prestasi.html' title='Belajar Menghargai Prestasi'/><author><name>Tanto Yakobus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15561192034065278567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http:/
