BERPEGANGLAH PADA DIDIKAN, JANGANLAH MELEPASKANNYA, PELIHARALAH DIA, KARENA DIALAH HIDUPMU...Amsal 4:13

Monday, June 30, 2008

Nonton Bareng Borneo Tribune


Oleh Tanto Yakobus

Spanyol…., Jerman…., Spanyol…., Jerman…., suara saling bersahutan keluar dari seratusan orang yang berkumpul di lantai 5 hotel Peony di kawasan Jalan Gajahmada, jantung Kota Pontianak, Senin (30/6) sejak pukul 01.00 subuh tadi.

Penonton yang rata-rata eksekutif muda itu seakan membelah dua kelompok mendukung tim favoritnya masing-masing. Kebetulan tadi subuh dilangsungkan pertandingan partai final Euro 2008 yang mempertemukan raksasa sepakbola dunia, Jerman dan Spanyol.
Event empat tahunan itu betul-betul menjadi klimaks bagi Spanyol. Mereka tidak hanya mendominasi penguasaan bola sepanjang 2 x 24 menit masa pertandingan, tapi juga memenangkan permainan si kulit bundar tersebut.
Teman-teman yang pro Spanyol malam tadi jelas turut larut menyambut kegembiraan bersama jutaan rakyat Spanyol di negerinya sana. Sementara aku dan teman-teman yang kebetulan menjagokan Jerman harus mengakui keperkasaan Fernando Torres dan kawan-kawan. Ya, Spanyol memang layak memang, mereka selain tim yang bagus juga memperagakan sepakbola indah. Seindah tarian Samba di Brasil.
Perjuangan El Matador itu mengakhiri penantian mereka selama 44. Kini mereka juara Euro 2008. Kali terakhir Spanyol merajai Eropa pada tahun 1964 silam.
Iker Casillas tampil kokoh di bawah mistar untuk menghadang gempuran der Panzer, di partai puncak Euro yang digelar di Stadion Ernst Happel itu.
Bagi der Panzer sendiri, El Matador bukan lawan entang. Berkali-kali kiper Jens Lehman direpotkan mengamankan gawangnya dari serangan El Nino cs. Namun satu gol Fernando Torres di menit 33 cukup buat tim besutan Luis Aragones untuk mengunci kemenangan.
Dari umpan terobosan Xavi Hernandez, Torres yang dikawal Phillip Lahm menerobos ke kotak penalti Jerman. Lahm tak mampu menahan laju Torres, Lehmann menerjang ke depan. Selanjutnya striker Liverpool itu menyontek bola melewati hadangan Lehmann.
Dalam statistik pertandingan, Spanyol membukukan 13 tendangan, sedangkan Jerman hanya bisa melepaskan empat.

Sepakbola Indah
Pelatih tim Spanyol Luis Aragones mengatakan, kemenangan 1-0 atas Jerman itu merupakan awal kebangkitan para pemain muda berbakat Spanyol sehingga ia yakin tim itu akan dapat memenangi turnamen Piala Dunia 2010.
Aragones, berbicara setelah mengikuti pertandingan terakhirnya bersama tim itu mengadakan dalam temu pers, "Banyak orang yang melihat bahwa Spanyol merupakan model bagaimana seharusnya bermain sepakbola."
"Saya selalu berpikir bila saya mampu menangani tim ini dengan baik maka mereka akan menjadi juara, karena begitu banyak pemain berbakat dan bermutu dalam tim itu," katanya.
Aragones, yang akan berusia 70 tahun pada Juli mendatang dan merupakan pelatih tertua di Euro 2008, menyatakan ia akan mundur setelah usai turnamen itu. Ia disebut-sebut akan menjadi pelatih klub Fenerbahce di Turki dan akan menangani klub itu selama dua musim.
Luis Aragones juga mengatakan, pasukan muda Spanyol telah meninggalkan warisan sebagai permainan sepakbola indah.
Sejak pertandingan pertama ketika mempecundangi Rusia 4-1 di babak penyisihan grup, sampai kemenangan 1-0 atas Jerman di final, Spanyol, menurut Aragones, telah menampilkan kelas dan keindahan sepak bola di Euro 2008, yaitu keindahan permainan yang bebas mengalir.
Ia kemudian menambahkan, "Penonton ingin melihat pemain yang bisa mengumpan bola dengan baik, menyerbu ke daerah penalti dan kemudian mencetak gol."
"Mereka pasti melihat Spanyol sebagai model bagaimana seharusnya bermain bola," katanya seperti dikutif Goal.
""Kami telah memenangi turnamen ini secara brilian. Ini adalah hari yang berbahagia bagi pemain, staf pendukung, saya sendiri dan semua warga Spanyol."
"Sekarang kami bisa mengatakan bahwa kami bisa merebut gelar juara. Saya berharap Spanyol akan terus melaju dan meraih lebih banyak gelar lagi," kata Aragones.
Aragones secara khusus juga memuji penampilan Fernanto Torres, penyerang Liverpool yang mencetak gol tunggal untuk mengantar kemenangan Spanyol.
"Fernando adalah pemain yang hebat di Liverpool dan dalam tim kami. Ia mempunyai kecepatan. Saya selalu mengatakan kepadanya bahwa ia adalah pemain muda dan bisa menjadi salah satu pemain terbaik dunia," katanya menambahkan.

Loew puas
Jerman kalah dari Spanyol, namun pelatih Joachim Loew mengatakan ia puas dengan apa yang telah dipertunjukkan skuadnya sepanjang turnamen itu.
Gol Fernando Torres pada babak pertama, yang berawal dari kesalahan bek Philipp Lahm yang sebelumnya menjadi penentu kemenangan 3-2 atas Turki pada semifinal, membuat Jerman gagal merebut Piala Henri Delaunay untuk keempatkalinya.
"Saya pikir kami bisa puas dengan turnamen ini secara keseluruhan. Tim tampil sangat bagus selama 45 hari kami berkumpul. Kami bergembira dan menikmati segalanya, tetapi kami sangat ambisius," kata Loew dalam konferensi pers.
"Kami harus menyadari kekalahan ini dan bagi kami, ini menjadi insentif untuk bekerja keras dalam dua tahun kedepan. Bagi kami, ini adalah performa yang bagus bisa sampai ke final, ini luar biasa dan kami bangga dengan itu," paparnya.
Pelatih Jerman itu, yang akan bertahan dikursinya untuk mengarungi kualifikasi Piala Dunia 2010, mengatakan Spanyol sangat pantas merebut gelar penting pertama mereka setelah menunggu 44 tahun.
"Saya pikir kami harus mengakui kualitas tinggi para pemain Spanyol," katanya.
"Mereka bermain sangat bagus sepanjang turnamen dan hari ini mereka sangat bagus secara teknis dan memiliki lebih banyak peluang ketimbang kami. Jadi saya pikir mereka pantas menang," imbuhnya.
Loew juga memuji kapten timnya Michael Ballack, yang bermain dari awal pada final meski betisnya cedera.
"Ia selalu sangat penting bagi tim kami. Ia adalah kapten kami dan telah melakukan hal-hal istimewa untuk kami sepanjang turnamen. Ia mewakili tim dan Jerman dengan sangat baik," jelasnya.

Ancaman teroris
Sebuah serangan teroris direncanakan di Swiss selama turnamen sepak bola Euro 2008, demikian menurut Menteri Pertahanan Swiss, Samuel Schmid, Minggu (29/6).
Isyarat adanya suatu serangan itu datangnya dari luar negeri dan diambil langkah-langkah yang dibutuhkan, kata Schmid kepada NZZ am Sonntag, tanpa mengungkapkan sasaran serangan yang direncanakan itu.
"Polisi kami secara mudah mampu menangani situasi semacam itu," katanya.
Polisi, penjaga perbatasan, dan dinas intelijen sedang menangani kasus ini, kata menteri itu, seraya mengemukakan bahwa serangan yang direncanakan itu tidak ada kaitannya dengan informasi yang muncul di internet sebelum kompetisi tersebut.
Seorang petugas keamanan Swiss pada Mei mengatakan, Euro 2008 dipandang sebagai sasaran oleh jaringan teroris, mengacu pada pesan-pesan yang dimuat pada situs-situs bernuansa Islam.
Kemungkinan ancaman semacam itu diabaikan oleh jurubicara Kementerian Luar Negeri Austria, Rudolf Gollia.
Kembali ke lantai 5 hotel Peony, sejak pukul 01.00 acara dimulai, penonton yang memadati cofee shop hotel tersebut tidak beranjak dari tempat duduknya. Sebab disela-sela menunggu pertandingan, kami semua dihibur artis Kota Pontianak.
Ayu yang baru saja tamat SMA itu sangat piawai membawakan lagi mulai dari pop, dangdut dan R&B.
Tak terasa hingga usainya pertandingan dan para pemain Spanyol mengarakan piala Euro 2008, jam menunjukkan pulul 05.00 pagi.
Satu persatu teman-teman meninggalkan tempat duduknya dan turun selanjutnya pulang ke rumah masing-masing.
“Ini acara nonton bareng (Nobar) yang lumayan sukses, saya senang sekali,” ujar Suhaili, yang juga GM hotel Peony sambil bersalaman dengan saya ketika hendak meninggalkan hotel tadi pagi. Selamat bertemu di Nobar Piala Dunia 2010!

Baca Selengkapnya..

Saturday, June 28, 2008

Mahasiswa Pakistan Tolak Beasiswa Harvard

Islamabad, Armnews

Sikap Samad Khurram patut menjadi contoh siapapun yang menentang segala bentuk penindasan oleh negara lain. Pemuda Pakistan ini menolak beasiswa bergengsi dari AS, sebagai bentuk protes atas serangan pasukan militer AS ke perbatasan Pakistan pekan kemarin.

Penolakan ini membuat kaget dan malu para pejabat diplomatik AS di Islamabad, karena disampaikan Khurram dalam pidatonya di depan para tamu yang hadir dalam acara khusus penyerahan beasiswa yang digelar oleh Roots College Internasional hari Rabu kemarin.

Hari itu, rencananya Duta Besar AS untuk Pakistan Anne W. Patterson akan menyerahkan beasiswa dari Universitas Harvard pada Khurram. Tapi ternyata Khurram menyatakan menolak beasiswa tersebut dengan sebagai bentuk protesnya atas serangan pasukan militer AS di Afghanistan ke perbatasan Pakistan seminggu yang lalu, yang menyebabkan warga sipil dan tentara Pakistan tewas.

Selain itu, penolakan itu juga bentuk protes Khurram pada pemerintahan AS yang kerap mendukung kebijakan Presiden Pakistan Pervez Musharraf. "Saya menolak menerima penghargaan beasiswa ini sebagai protes atas serangan AS ke wilayah pedalaman Pakistan dan atas dukungannya pada tindakan-tindakan Pervez Musharraf yang tidak konstitusional, " tukas Khurram yang membuat hadirin tercengang.

Pernyataan Khurram membuat Duta Besar Patterson malu, apalagi tak lama kemudian terdengar tepuk tangan hadirin yang kagum atas ketegasan sikap Khurram. " Pemerintah AS sudah menyampaikan penyesalannya atas insiden ini, dan telah menawarkan kerjasama untuk menyediliki peristiwa ini, " kata Patterson dengan rona muka merah menahan malu.

Khurram adalah mahasiswa tahun ketiga bidang pemerintahan di Universitas Harvard, dan kembali ke Pakistan dua minggu yang lalu untuk hadir dalam acara penyerahan penghargaan beasiswa itu. Buat Khurram, permohonan maaf saja tidak cukup.

"Saya telah menyampaikan protes saya. Saya ingin mengatakan pada rakyat AS bahwa pemerintah mereka tidak hanya mendukung seorang diktator, tapi juga telah membunuh rakyat tak berdosa yang tidak ada kaitannya dengan perang, " tandas Khurram yang juga dikenal sebagai blogger yang aktif menulis tentang situasi politik di negerinya.

"Saya ingin menjadi bagian dari kampanye untuk independensi hukum di Pakistan, " sambung Khurram, yang sempat "cuti" kuliah pada musim gugur tahun 2007 karena ikut berdemonstrasi dengan para pengacara di Pakistan yang mendesak agar Musharraf mencabut pemecatan hakim-hakim di pengadilan tinggi dan Mahkamah Agung negeri itu. □(Disadur dari Milis Pantau/Jumat, 20 Jun, 12:48 PM)

Baca Selengkapnya..

Monday, June 23, 2008

Yudhoyono Dianggap Pemimpin Paling Dipercaya di Kawasan Asia-Pasifik



ANTARA, Washington

Masyarakat Indonesia menganggap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai pemimpin negara di kawasan Asia-Pasifik yang paling dapat diyakini dalam menangani berbagai masalah di dunia dibandingkan para pemimpin lainnya dari Jepang, Australia, Korea Selatan, India, dan Filipina, demikian menurut hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh WorldPublicOpinion. org di 20 negara di dunia.

Jajak pendapat itu juga menyebut Presiden Amerika Serikat George W. Bush sebagai salah satu pemimpin yang paling tidak dipercaya memiliki kemampuan untuk menangani berbagai permasalahan dunia.

Dalam keterangan persnya yang dikeluarkan pada Senin, WorldPublicOpinion. org mengungkapkan bahwa para responden Indonesia memiliki pandangan yang positif terhadap kemampuan Presiden Yudhoyono.

Kemampuan Presiden keenam RI itu dalam menangani masalah dunia lebih dipercaya dibandingkan pemimpin negara Asia-Pasifik lainnya yang juga disebut dalam ulasan jajak pendapat, yaitu Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda, PM Australia Kevin Ruud, pemimpin Korea Utara Kim Jong-il, PM India Manmohan Singh, dan Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo.

Para responden Indonesia yang ditanyai "seberapa yakin Anda terhadap pemimpin negara bahwa mereka mampu melakukan hal yang benar menyangkut isu-isu dunia", sebanyak 51% menyatakan "sangat yakin dan yakin" kepada Presiden Yudhoyono sementara Fukuda mendapat angka 32%, Ruud 31%, Kim 28%, Singh 21% dan Arroyo 19%.

Tentang pemimpin dunia, para responden Indonesia menyatakan "sangat yakin dan yakin" kepada Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad (40%), Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon (39%), PM Inggris Gordon Brown (38%) --yang tidak yakin sebanyak 43%, Presiden AS George W. Bush (38%) --yang tidak yakin sebesar 57%, Presiden Cina Hu Jintao (27%), Presiden Rusia Vladimir Putin (23%), Presiden Pakistan Pervez Musharraf (22%), dan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy (19%).

Secara umum, jajak pendapat yang melibatkan 19.751 responden di 20 negara itu --yang merupakan 60% dari penduduk dunia, mengungkapkan bahwa tidak ada satupun pemimpin dunia mendapatkan kepercayaan yang luas.

Sementara Presiden Bush menjadi salah satu sosok penting yang paling tidak dipercaya, para pemimpin lainnya termasuk Hu Jintao dan Putin, juga tidak mendapatkan dukungan internasional yang luas.

Menurut hasil jajak, 16 dari 20 responden mengatakan mereka tidak menaruh kepercayaan terhadap kemampuan Bush. Hanya responden di dua negara, yaitu Nigeria dan India, yang memberikan pandangan yang positif terhadap Bush.

Bush juga menjadi pemimpin dunia yang paling tinggi mendapatkan presentasi negatif dari para responden, yaitu 67%.

Hanya Sekjen PBB Ban Ki-moon yang mendapatkan tingkat kepercayaan luas yang cukup tinggi.

WorldPublicOpinion. org adala proyek penelitian yang bekerja sama dengan pusat-pusat penelitian lainnya di berbagai belahan dunia dengan Program on International Policy Attitudes (PIPA)-Universitas Maryland di AS yang menjadi pengelola proyeknya.

Jajak pendapat dilakukan di negara-negara dengan jumlah penduduk terbesar seperti Cina, India, AS dan Indonesia, juga dilakukan antara lain di Rusia, Inggris, Prancis, Spanyol, Turki, Palestina, Iran, Mesir, Yordania, Meksiko, Argentina, Korea Selatan, Thailand, Azerbaijan, Ukraina dan Nigeria antara 10 Januari hingga 6 Mei 2008.□Versi cetak muat di harian Borneo Tribune (24/6)

Baca Selengkapnya..

Thursday, June 19, 2008

Mengapa Harus Mandor?


Kamis (19/6) siang kemarin, saya terima surat dari rekan redaktur Borneo Tribune, H. Nur Iskandar, di kantorku. “Nah, ini surat undangan untuk dialog besok, jangan tak hadir,” kata Nuris—sapaan Nur Iskandar, sambil menyodorkan sebuah amplop surat warna putih kepadaku.
“Kok pakai surat segala, kitakan satu kantor dan saya pun sudah tahu”.
“Kita profesional boy,” ujarnya sambil berlalu.

Aku pun buru-buru membuka surat tersebut, ternyata rencana dialog yang kami gagas akan menghadirkan satu dua orang sambil menunggu waktu siaran langsung Piala Eropa atau Euro 2008 itu, tidak seperti yang aku duga. Sederet nama tokoh tertera dalam lampiran surat undangan tersebut.
Mulai dari Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Zulfadhli, Kadisos dan pemberdayaan masyarakat, Kadir Ubbe, Kadis pendidikan, Ngatman, dan beberapa nama lagi yang mewakili birokrad. Lalu ada keluarga korban, sebut saja Gusti Suryansyah, Mardan Adiwijaya, Sultan Syarif Abubakar Alkadrie dan Gusti Hardiansyah.
Dari kalangan etnis yang diwakili oleh lembaga etnis macam Makarius Sintong dari DAD/MADN, Andreas Acui Simanjaya dan Eric S Martio dari MABT. Lalu dari dari MABM dan masih ada dari unsur etnis Zulfidar Zaedar Mochtar, dll.
Lalu ada juga sejumlah nama dari kalangan akademisi, Turiman Faturrachman, Yusriadi. Dari kalangan LSM, Yohanes Supriyadi, Budayawan, HA Halim Ramli, ada juga nama dari Komda HAM Kalbar, Edi Patebang, advokat juga hadir yang diwakili Dwi Syafriyanti. Dan para redaktur harian Borneo Tribune.
Dari sederet nama yang diundang dan telah menyatakan kehadirannya, saya yakin kualitas dialog yang membedah makna Hari Berkabung Daerah (BBD) akan berkualitas.
Sebab kapasitas dan kapabiltias orang-orang yang akan menghadiri dialog tersebut tidak diragukan lagi. Mereka sangat populer dan profesional di bidangnya masing-masing.
Sebagaimana yang pernah saya tuliskan dalam blog maupun versi cetak di koran-koran sebelumnya, siapa pun anak bangsa ini terutama di Kalimantan Barat harus memahami peristiwa Mandor secara utuh. Jangan sampai sepotong-sepotong, dan justru membelokkan sejarah sesungguhnya.
Semua punya andil dan harus mengetahui bahwa peristiwa Mandor layak diangkat di tingkat nasional. Sebab itu bagian dari perjuangan bangsa ini untuk memperoleh kemerdekaannya.
Dan yang tak kalah pentingnya adalah, jangan sampai peristiwa Mandor diklaim sepihak, bahwa ada pihak lain yang tidak terlibat sama sekali dalam memperebutkan kemerdekaan tadi. Pada zaman itu, Jepang tidak memilih-milih korban yang akan dimusnahkan di Mandor, bukan hanya orang jerdik pandai saja yang dibopong ke “lubang raksasa” Mandor, tapi siapa pun yang bernapas saat itu dan tertangkap pasti di seret ke sana, dan itu tidak menimpa etnis tertentu. Singkat kata, siapa pun sapu bersih hingga hilang manusia satu generasi akibat kekejaman Jepang di Mandor tersebut.
Nah, dialog ini menurut hemat saya baik adanya, kita boleh mengeli lebih dalam makna peristiwa Mandor. Saya berharap pristiwa Mandor dapat memacu semangat kita untuk bersatu membangun Borneo Barat tercinta ini.
Tanggal 28 Juni yang ditetapkan sebagai HBD sudah di depan mata. Perjalanan waktu memang tidak terasa. Rasanya baru saja HBD ditetapkan oleh DPRD Provinsi Kalbar, dengan peraturan daerah (Perda) nomor 5 Tahun 2007.
Berdasarkan Perda tersebut maka pada 28 Juni 2007 diproklamirkan pemasangan bendera setengah tiang pertanda duka atas tewasnya sekitar 21.037 jiwa penduduk Kalbar akibat fasisme Jepang. Hari itu disebut Hari Berkabung Daerah (HBD).
Upacara HBD pada 28 Juni 2007 berlangsung sangat khidmat serta dihadiri lebih dari 1000 keluarga korban. Upacara ini terbesar dari yang pernah dilakukan untuk memperingati “Tragedi Mandor”.
Bagi siapa saja yang membaca blog ini, dan kebetulan sedang di Kota Pontianak, bolehlah menyumbangkan pemikirannya dalam dialog dimaksud. Sebagai salah seorang pengagas dialog, saya senang bila forum tersebut disesaki orang-orang yang punya komitmen baik terhadap sejarah maupun kemajuan Kalbar kedepan.
Hanya kitalah yang bisa menghargai jasa-jasa para pendahulu kita yang menjadi korban kegagasan Jepang di Mandor itu. Jadi kita jangan berharap Jepang menghargai jasa mereka, tapi kitalah yang menghargainya.□

Baca Selengkapnya..

28 Juni HBD, Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Mandor, Monumen Terbesar Milik Kalbar


Tak lama lagi warga Kalbar akan memasuki 28 Juni. Ada apa dengan 28 Juni? Pemerintah Daerah Kalbar melalui Perda No 5 Tahun 2007 telah menetapkan 28 Juni sebagai Hari Berkabung Daerah (HBD), dan Makam Juang Mandor sebagai Monumen Daerah Provinsi Kalbar. Peristiwa Mandor adalah tragedi pembunuhan yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban jiwa terdiri dari pejuang dan rakyat Kalimantan Barat dari berbagai elemen masyarakat dalam perlawanan terhadap pendudukan fasisme Jepang.

Mandor adalah suatu daerah yang jaraknya hanya sekitar 80 km dari Kota Pontianak yang kini termasuk dalam wilayah Kabupaten Landak—hasil pemekaran dari Kabupaten Pontianak.
Disebut HBD karena ungkapan dari suasana dukacita atas peristiwa atau tragedi yang menelan korban, baik secara perorangan maupun massal. Jumlahnya menurut buku Peristiwa Mandor yang ditulis H Mawardi Rivai (Alm) yang diterbitkan oleh Pustaka Antara-Jakarta (1978) jumlahnya mencapai 21.037 jiwa. Namun jumlah persisnya patut dilakukan riset lebih mendalam, baik pengakuan yang telah pernah disampaikan oleh saksi mata, referensi pustaka, maupun riset arkeologis secara langsung.
Peristiwa yang terjadi sejak 1942-1944 sebagai bagian dari agresi Jepang oleh sebagian pihak disebut genocida, atau pembunuhan massal. Pada situasi ini genocida tersebut tidak kalah keji dibandingkan peristiwa Westerling yang terjadi di Sulawesi yang tertuang dalam buku-buku sejarah nasional.
Mengapa Perstiwa Mandor tidak dikenal dalam sejarah nasional? Menurut berbagai kalangan, akibat putusnya satu generasi cerdik cendikia di Kalbar. Termasuk pengurusan harta pampasan Jepang setelah menyerah kalah kepada sekutu.
Pemda Kalbar telah menyerap aspirasi masyarakat sejak ditemukannya tulang belulang di lokasi makam massal di mana terdapat para raja di Kalbar, para cerdik cendikia, para guru, pengusaha, jurnalis dan tokoh-tokoh masyarakat.
Pada 28 Juni yang sudah ditetapkan sebagai HBD tersebut Perda No 5 mengatur pengibaran bendera setengah tiang. Dinas-Instansi terkait diimbau untuk mengibarkan bendera setengah tiang pada 28 Juni mendatang.
Diharapkan dengan simbolisasi tersebut, tertanam nilai-nilai kejuangan bagi warga Kalbar untuk terus mengisi alam kemerdekaan dengan karya nyata. Mewujudkan tatanan masyarakat yang adil dan sejahtera.
Mereka yang terkubur itu adalah multiras, multietnis, multiagama. Sepatutnya bagi semua warga Kalbar bersatu padu, tidak mudah dipecah-belah dalam isu apapun. Ingat di Kalbar ada monumen perjuangan yang bernama Mandor.
Terkait dengan HBD yang telah diperdakan, masih banyak hasil rekomendasi seminar nasional Mandor yang digelar di rektorat Untan tahun 2006 yang belum terimplementasikan, antara lain sejarah perjuangan Mandor dapat dimasukkan ke dalam mata pelajaran muatan lokal, komunike bersama Kedutaan Besar Jepang/Negara Jepang, dokumentasi media hingga website trilingual (Indonesia, Inggris dan Jepang), dan lain sebagainya. Hal-hal yang telah diserap tersebut perlu difollow-up sehingga tidak ada ikhtiar keras yang ditinggalkan sia-sia.

Daftar Undangan

1. Ketua DPRD Kalbar, Ir H Zulfadhli
2. Anggota DPRD Kalbar, Drs Zainuddin Isman, M.Phil
3. Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, H Kadir Ubbe, SH, MM
4. Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kalbar, Drs H Ngatman
5. Karo Binsos Prov Kalbar, Dra Sri Jumiadatin, M.Si
6. Drs Gusti Suryansyah, M.Si (keluarga korban)
7. Dr Mardan Adiwijaya (keluarga korban)
8. Sultan Syarif Abubakar Alkadrie (keluarga korban)
9. Ir Gusti Hardiansyah, QAM (keluarga korban)
10. Ir Andreas Acui Simanjaya (Sekretaris MABT/tim seminar nas Mandor)
11. Drs Kamaruzzaman, M.Si (Plt Bupati Kubu Raya/tim seminar nas Mandor)
12. Zulfidar Zaedar Mochtar, SE, MM (tim seminar nas Mandor)
13. Ir Syarif Muhammad Herry (KPID/tim seminar nas Mandor)
14. Turiman Faturrachman, SH, M.Hum (tim seminar nas Mandor)
15. Yohanes Supriyadi (Dir Lembaga YPPN)
16. Asriyadi Alexander Mering (Redaktur Borneo Tribune/tim seminar nas Mandor)
17. Hairul Mikrad, SP (Redaktur Borneo Tribune/tim seminar nas Mandor)
18. Tanto Yakobus, S.Sos (Redaktur Borneo Tribune/tim seminar nas Mandor)
19. Dr Yusriadi, MA (Redaktur Borneo Tribune/tim seminar nas Mandor)
20. H A Halim Ramli (budayawan/panelis seminar nas Mandor)
21. Edi Patebang (Koordinator ANPRI/Komda HAM Kalbar)
22. Dwi Syafriyanti, SH (Ketua Yayasan Tribune Institute)
23. H Abang Imien Thaha (Ketua MABM Kalbar)
24. Thadeus Yus (Ketua DAD Kalbar)
25. Eric S Martio (Ketua MABT Kalbar)

Baca Selengkapnya..

Undangan Dialog Menyambut Hari Berkabung Daerah

Kepada Yth:
Bapak/Ibu/Sdr/Sdri Tanto Yakobus, S.Sos
di -
Pontianak


Salam sejahtera bagi kita semua semoga hari-hari yang kita hadapi selalu penuh arti, dalam situasi dan kondisi apapun, serta senantiasa dalam limpahan rahmat maupun nikmat dari Tuhan Yang Maha Pengasih.

Tanggal 28 Juni sudah di depan mata kita semua. Perjalanan waktu di era kesejagatan ini terasa berlalu sangat singkat. Rasanya baru saja Hari Berkabung Daerah (HBD) ditetapkan di lembaga wakil rakyat, DPRD Provinsi Kalbar, yakni Perda No 5 Tahun 2007. Berdasarkan Perda tersebut pada 28 Juni 2007 diproklamirkan pemasangan bendera setengah tiang sebagai pertanda duka atas tewasnya sekitar 21.037 jiwa penduduk Kalbar akibat fasisme Jepang. Hari yang disebut dengan Hari Berkabung Daerah (HBD).

Upacara HBD pada 28 Juni 2007 berlangsung sangat khidmat serta dihadiri lebih dari 1000 keluarga korban. Upacara ini terbesar dari yang pernah dilakukan untuk memperingati “Tragedi Mandor”.

Sebagai bentuk rasa tanggung jawab dan panggilan moril atas terbitnya Perda No 5 Tahun 2007 tentang Hari Berkabung Daerah dan Monumen Perjuangan Daerah, serta keinginan yang besar mewujudkan hasil rekomendasi seminar nasional Mandor yang telah digelar tahun 2006, kami dari institusi pers hendak mengundang kehadiran stakeholder untuk berdialog dalam rangka menyambut, mengisi dan memaknai HBD tersebut serta memfollow-up rekomendasi-rekomendasi yang telah pernah dikupas melalui berbagai pertemuan sebelumnya. Adapun waktu dan tempat penyelenggaraannya pada:

Hari/Tanggal : Jumat, 20 Juni 2008
Pukul : 18.30 s.d Selesai
Acara : 1. Makan malam bersama
2. Opening oleh fasilitator (Borneo Tribune)
3. Dialog bersama stakeholder
4. Penutup
Tempat : The Roof Cafe, Hotel Peony Lt 5
Jalan Gajahmada, Pontianak

Berkenaan dengan besarnya arti penting HBD bagi etos kejuangan dan nilai-nilai perjuangan di Kalimantan Barat, juga dalam kedudukannya sebagai entitas geografi regional di lingkungan nasional serta internasional, kami berharap Bapak/Ibu/Sdr/Sdri bisa hadir dalam pertemuan tersebut. Semoga kehadirannya dapat memberikan kontribusi yang besar bagi kejayaan Provinsi Kalbar pada masa yang akan datang.

Atas segala perhatiannya kami haturkan banyak terimakasih. Semoga amal kebaikan kita semua mendapat anugerah nikmat yang berlipat ganda dari Allah Swt, Tuhan Yang Maha Kasih dan Maha Penyayang.

Pontianak, Juni 2008
Harian Borneo Tribune



H Nur Iskandar, SP
Pemimpin Redaksi

============================================================================
Alamat Kantor Redaksi dan Kantor Bisnis Jalan. Purnama Dalam No. 02 Pontianak
Telp 0561 – 767788 Fax. 0561 – 766103

Baca Selengkapnya..

Tuesday, June 17, 2008

Jelang Pemilu, Banyak Blogger Dibungkam


Oleh Fransiska Ari Wahyu/detikinet

Para blogger sering lantang mengkritisi bermacam permasalahan. Acapkali mereka juga ditangkap karena kekritisan mereka. Menjelang pemilihan umum di berbagai negara, diprediksi jumlah blogger yang dibungkam semakin banyak.

Sebuah laporan melansir bahwa dari tahun ke tahun, jumlah blogger yang ditangkap makin melonjak. Sejak tahun 2003, 64 orang blogger telah ditangkap karena mempublikasikan pandangan mereka dalam blog, demikian dikutip detikINET dari BBC, Selasa (17/6/2008).
Laporan ini dikeluarkan oleh lembaga World Information Access (WIA). Masih menurut laporan WIA, lebih dari separuh penangkapan terjadi di China, Mesir, dan Iran.
Para blogger tersebut ditangkap karena mengkritisi berbagai macam hal. Misalnya, mengungkap korupsi pemerintah, pelanggaran hak asasi manusia, kebijakan publik, dan sebagainya.
Jumlah blogger yang ditangkap pun diperkirakan bakal terus meningkat, terutama menjelang pemilihan umum yang akan digelar di China, Pakistan, Iran, dan Amerika Serikat.
Memang belum bisa dipastikan berapa jumlah akurat blogger yang ditangkap. Di Burma misalnya, pernah diberitakan bahwa sekitar 344 orang yang sebagian di antaranya diduga sebagai blogger ditangkapi otoritas.
Pemerintah di berbagai negara memang membatasi aktivitas online warga negaranya. Misalnya, di China, sulit bagi masyarakat untuk menggunakan blog sebagai wadah untuk mengkritik. Tak hanya negara di kawasan Timur Tengah dan Asia Timur yang menangkap para blogger, tapi blogger di negara Inggris, Perancis, Kanada, dan Amerika juga kadang dibungkam.
Biasanya para blogger tersebut dijebloskan ke penjara selama 15 bulan. Hukuman terlama yang pernah dijatuhkan menurut data yang dihimpun WIA adalah delapan tahun.□Foto by www.google.com

Baca Selengkapnya..